Share

Bab 208

Penulis: Ayesha
"Pandangan Nenek pasti lebih baik daripada aku," sahut Brielle sambil tersenyum.

Emily menata vas-vas sesuai seleranya, lalu merangkul Brielle sambil berkata, "Kamu tahu nggak? Orang tuaku dulu tinggal di daerah ini. Waktu kecil aku sering main di sekitar sini. Nyonya yang dulu tinggal di rumah ini bahkan pernah memberiku hadiah. Sekarang, sudah 100 tahun berlalu."

Melihat Emily begitu emosional, Brielle bisa merasakan betapa senangnya Emily bisa tinggal di tempat ini.

Meira keluar dari kamar. M
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
yg paling pintar cuma nenek Emily bs menilai mana yg ilus dan baik mana yg ular kepala 2
goodnovel comment avatar
Rina Dwi
raline ini otaknya memang di dengkul ya... ga bisa mikir.
goodnovel comment avatar
Renadwijo
raline selalu bikin gara2
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1204

    Faye yang masih hendak memohon tiba-tiba mendengar sekelompok orang berjalan dari arah lobi lift. Dia langsung mengangkat kepala dan menoleh.Terlihat sekelompok pria berjas mengelilingi seorang pria muda dengan aura kuat yang berjalan di tengah. Sosok pria itu tegap, rambut putihnya sangat mencolok. Kalau bukan Raka, siapa lagi?Raka sedikit menoleh mendengarkan pria di sampingnya berbicara. Tatapannya tajam, langkahnya mantap.Jantung Faye langsung berdegup kencang. Hampir tanpa berpikir, dia berlari ke arah Raka dan berteriak, "Kakak Ipar!"Panggilan itu begitu keras dan mendadak, langsung memecah suasana tertib di lobi. Semua orang berhenti dan menatap gadis yang berteriak itu dengan heran.Langkah Raka terhenti. Dia menoleh ke arah wanita yang berlari dari depan resepsionis. Tatapannya yang dalam dan dingin tertuju pada Faye, seperti pisau tajam tanpa sedikit pun kehangatan.Tubuh Faye langsung merinding karena tatapannya, tetapi dia tetap memaksakan diri berbicara, "Kak Raka, tol

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1203

    Faye menggigit bibirnya erat-erat. Dia berjalan menuju toilet untuk menenangkan diri. Baru saja masuk ke bilik, dia mendengar rekan-rekan kantor masuk."Kalian lihat berita tentang Grup Datau? Katanya Keluarga Datau sudah mau bangkrut.""Dari dulu juga sudah banyak kabar buruk tentang mereka, aku saja heran mereka bisa sampai go public.""Bukan cuma bangkrut, di berita katanya bisa terkait masalah ekonomi serius, mungkin ada yang sampai masuk penjara.""Gelar putri kaya Faye itu sudah nggak bakal bertahan lagi, lihat saja dulu dia betapa sombongnya.""Dulu posisinya tinggi sekali, tapi sekarang? Hah, asal nggak terlilit utang saja sudah bagus."Di dalam bilik, Faye menahan emosinya sekuat tenaga. Dulu orang-orang ini selalu mengagumi dan menjilatnya, sekarang justru menghinanya saat dia jatuh. Bahkan untuk keluar membantah mereka pun dia tidak punya keberanian.Setelah masuk ke mobil, Faye menelepon Devina. Meskipun membenci Devina karena mengambil saham perusahaan, sekarang perusahaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1202

    Lastri memanggil Anya untuk mandi, sementara Brielle turun ke lantai bawah. Di samping sofa, Raka sudah mengambil jasnya dan menggantungkannya di lengan, bersiap untuk pergi.Brielle turun dan berkata kepadanya, "Terima kasih sudah jagain Anya."Raka menatapnya dengan tenang, suaranya rendah dan serius. "Brielle, ke depannya biar aku yang urus anak. Aku ingin kamu fokus sepenuhnya pada pekerjaanmu."Brielle sedikit tertegun, dengan peka menangkap sesuatu yang tidak biasa dalam ucapannya. Dia berhenti beberapa langkah dari Raka, menatap langsung. "Katakan yang sebenarnya, proyek ini ... apa berkaitan dengan seseorang yang sangat penting?"Raka menatap balik. Dia terdiam sesaat, seolah-olah sedang menimbang, lalu akhirnya menyahut dengan perasaan tertekan, "Ya.""Siapa?" Pupil Brielle sedikit menyempit."Wakil presiden sebelumnya," jawab Raka dengan suara rendah, lalu menambahkan, "Tapi jangan sampai bocor ke luar."Brielle terkejut. Waktu itu, ketika mantan wakil presiden tiba-tiba meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1201

    Brielle mendorong stroller belanja, Raka menggendong putrinya. Tatapan di sekitar mereka beragam, ada yang iri, ada yang penasaran. Beberapa orang dari kalangan bisnis tingkat menengah ke atas bahkan mengenali Raka, karena rambut putihnya sudah seperti ciri khasnya.Tak disangka, pria dengan status tinggi dan kekayaan luar biasa itu juga punya waktu untuk menemani istri dan anak berbelanja di mal.Walaupun Brielle adalah mantan istrinya, pemandangan ini tetap membuat banyak orang menganggap mereka adalah satu keluarga yang beranggotakan tiga orang.Sesampainya di hunian mewah Brielle, Raka menggendong Anya masuk dengan sangat alami. Brielle ingin menyempatkan waktu menemani putrinya, sementara masih ada banyak data yang harus dia cek, jadi dia bertanya kepada Raka, "Kamu ada waktu? Tinggal di sini saja temani Anya, aku masih harus kerja."Raka mengangguk. "Malam ini aku kosong.""Baiklah, aku bilang ke Bi Lastri dulu." Setelah berkata begitu, Brielle menuju dapur, meminta Lastri menyia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1200

    Sesampainya di rumah, kedua orang tuanya belum pulang. Faye masuk ke kamar mandi, menggosok tubuhnya dengan keras, seolah-olah ingin menghapus noda kotor yang menempel di tubuhnya.Untuk saat ini, dia hanya bisa melangkah dengan hati-hati. Selama belum benar-benar terdesak, dia tidak boleh berbalik melawan Thoriq.....Krisis Grup Datau terus meluas. Menjelang sore, kembali muncul berita buruk.Brielle sedang mengajak putrinya berjalan-jalan di mal. Anya berjalan di depan memilih barang, kuncir kudanya bergoyang, penampilannya tampak polos dan menggemaskan.Di belakang Brielle, Zakie membawa dua bawahannya yang menyamar di antara para pengunjung. Mereka terus mengawasi situasi sekitar.Berbelanja di supermarket adalah hal yang cukup santai. Tatapan Brielle yang lembut mengikuti gerak lincah putrinya. Si kecil kini berdiri di depan rak cokelat, matanya yang besar penuh harap.Dia menoleh ke arah ibunya. "Mama, aku boleh beli satu cokelat nggak?" Setelah itu, dia mengangkat satu jari kec

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1199

    Walaupun Faye sangat ingin mencabik-cabik Thoriq, saat mendengar ayahnya bisa dipenjara dan reputasinya akan hancur, dia tetap panik. Dia sama sekali tidak boleh membiarkan Thoriq menghancurkan sisa terakhir Keluarga Datau.Saat ini, di mata Thoriq selain kegilaan, masih ada sedikit rasa takut. Bagaimanapun, dia bukan orang yang benar-benar jahat. Dia berpendidikan tinggi, dulu juga seorang pemuda yang penuh impian. Hanya saja, keadaan memaksanya sampai ke titik ini.Ditambah lagi dia memegang bukti tentang Declan, membuat perasaannya terhadap Faye berubah menjadi cinta yang menyimpang.Saat ini, dia justru berharap Faye menyerah dan setuju menjadi pacarnya. Faye adalah gadis yang dia cintai diam-diam selama enam tahun. Dia masih dengan naif berharap bisa memiliki akhir bersama dengannya.Faye menggigit bibir bawahnya erat-erat. Situasi di hadapannya membuat amarahnya mereda dan kembali tenang. Dia tahu tidak boleh memancing emosi Thoriq, setidaknya untuk saat ini tidak.Untuk menenang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 361

    "Kedengarannya memang bagus." Seorang direktur di sisi kiri, Loki, tiba-tiba menyela, "Tapi sejauh yang aku tahu, proyek ini akan membutuhkan investasi yang sangat besar.""Bu Brielle, gimana kamu berencana menangani masalah pendanaan? Sekarang kita sudah terpisah dari Grup Pramudita, seharusnya ngg

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 376

    Raka menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Di dalam ruang makan pribadi itu, semua adalah teman-teman dari kalangan Devina. Di atas meja ada kue besar bertuliskan ucapan selamat. Jelas ini pesta kecil untuk merayakan penghargaan yang baru saja diraihnya."Kak, maaf ya! Aku benar-benar nggak berma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 378

    Brielle baru saja duduk di dalam mobil ketika Raka berjalan mendekat. "Sore ini kamu ada waktu?" tanyanya datar.Brielle mengerutkan kening. "Nggak ada.""Aku mencarimu untuk urusan pekerjaan," jawab Raka tenang."Urusan apa?""Kamu sudah dua minggu nggak memberiku laporan perkembangan eksperimen,"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 374

    Wajah Brielle jelas menunjukkan penolakan. "Aku sudah ada janji malam ini.""Belakangan ini kesehatan Nenek nggak terlalu baik dan dia terus-menerus ingin bertemu denganmu," kata Raka pelan. Mendengar nama Emily, hati Brielle pun melunak sedikit.Sejak pertama kali bertemu dengan Emily, Brielle sela

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status