Share

Bab 212

Penulis: Ayesha
Raka membalas dengan singkat.

[ Oke, antar saja ke rumah Ibu. Aku akan pulang nanti. ]

Malam itu, Brielle mengantar putrinya ke rumah mantan ibu mertuanya. Anya pun senang bisa menginap di rumah neneknya untuk akhir pekan.

Setelah itu, Brielle pulang untuk berkemas dan langsung berangkat ke bandara untuk bertemu dengan Harvis.

Di bandara menjelang dini hari, Brielle dan Harvis sedang menunggu penerbangan sambil mendiskusikan detail rapat kali ini.

Tiba-tiba, dari arah pemeriksaan keamanan, muncu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ga usah sok perhatian kamu Raka...byk aja yg perhatian ke brielle setelah lepas dr mu...msh byk lelaki yg rela berkorban utk brielle.....
goodnovel comment avatar
Iin Iin
Raka, Raka giliran udah mau cerai kasih perhatian sama Brielle, kemarin" kemana aja, sama Devina trs sih..
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
di saat hampir bercerai si Raka mau berlagak sok peduli,..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1416

    Freyna memandangi Devina yang sudah mengamuk cukup lama dengan tetap tenang. Kemudian, dia menganalisis."Devina, sekarang bukan waktunya marah-marah. Wanita-wanita itu datang hanya karena mengincar uang. Kamu berbeda. Kamu masih muda, cantik, dan merupakan pacar yang diakui Ignas. Selain itu, dia pernah minta kamu lahirkan anak untuknya. Itu keunggulanmu."Devina menggigit bibirnya dan menutup perutnya dengan tangan."Keunggulan?" katanya dengan kesal. "Sekarang begitu banyak wanita mengelilinginya. Aku bahkan nggak punya kesempatan untuk menemuinya."Rencananya juga telah berantakan. Awalnya dia ingin segera hamil agar kedudukannya naik. Namun sekarang, Ignas bahkan tidak punya waktu untuk memperhatikannya. Padahal proses bayi tabung berikutnya masih membutuhkan partisipasi Ignas."Kita nggak boleh panik sendiri." Freyna melangkah maju dan menepuk bahunya. "Aku sudah cari tahu. Meskipun Ignas pernah berhubungan dengan wanita-wanita itu, di antara mereka nggak ada lagi dasar perasaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1415

    Setelah bel pintu berbunyi, Brielle datang membukakan pintu.Dia menatap putrinya yang pulang sambil melompat-lompat dengan riang, lalu mengalihkan pandangan ke pria yang berada di belakang putrinya.Keinginan untuk mempertanyakan sesuatu kepada Raka kembali dia tekan. Dia khawatir dirinya tidak bisa mengendalikan emosi dan malah kembali bertengkar dengan Raka.Terlebih lagi, malam ini putrinya tampak sangat bahagia.Makan malam yang dimasak Lastri semuanya bercita rasa ringan dan tidak terlalu berminyak.Raka mengajak mereka ke meja makan. Begitu melihat hidangan favoritnya di atas meja, mata Anya langsung berbinar."Ada iga asam manis kesukaanku! Aku mau makan!""Ikut Papa cuci tangan dulu," kata Raka kepada putrinya.Anya langsung menggandeng tangannya dan mengikuti Raka menuju kamar mandi di lantai satu.Brielle berdiri di tempat dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Pikirannya penuh dengan berbagai hal.Lastri yang melihatnya pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Nyo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1414

    Di seberang sana, Smith segera mengangkat telepon. "Halo, Brielle.""Profesor, ada sesuatu yang ingin kutanyakan," kata Brielle dengan sopan sambil berusaha menahan gejolak emosinya."Katakan saja.""Aku ingin tanya, saat aku meneliti leukemia waktu itu, apakah data dan materi yang Profesor berikan merupakan hasil penelitian Profesor sendiri?" tanya Brielle."Eh, soal itu ...." Smith tertegun. Dia tidak langsung menjawab, seolah-olah sedang memikirkan bagaimana harus menjelaskan.Brielle sebenarnya sudah mendapatkan jawabannya. Dia langsung mendesak, "Apakah data yang Profesor berikan saat itu sebenarnya adalah hasil penelitian awal ayahku?""Eh! Brielle, kok kamu bisa tahu?" tanya Smith dengan nada terkejut.Brielle menarik napas dalam-dalam. "Aku menemukan buku catatan lama milik ayahku. Banyak teori di dalamnya sangat mirip dengan materi yang pernah Profesor berikan. Jadi aku ingin tanya, saat Raka pertama kali mendanai laboratorium itu, proyek penelitian awalnya sebenarnya apa? Buk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1413

    "Jam berapa kita pulang?""Aku sudah pesan restoran untuk makan siang. Kita bisa berangkat sekarang," kata Raka dengan suara rendah.Setelah itu, mereka meninggalkan lapangan golf dan pergi ke sebuah restoran privat dengan suasana yang tenang di dekat sana.Mungkin karena mereka pernah menjadi suami istri, di antara mereka tidak ada banyak kecanggungan maupun rasa sungkan. Bahkan ketika tidak banyak mengobrol, suasananya tetap terasa alami dan santai.Selama makan, Raka juga tidak sengaja membahas topik pribadi. Sebaliknya, Brielle mengajukan beberapa pertanyaan tentang Elliot. Dia ingin mengenal investor itu lebih jauh.Untuk itu, Raka menjelaskan semuanya dengan cukup rinci, sehingga Brielle merasa lebih tenang menerima investasinya tanpa perlu khawatir.Setelah makan siang, Raka tetap mengantar Brielle pulang ke rumah. Meskipun hari ini waktunya memang milik Raka, Brielle sudah mulai merasa lelah."Malam ini keberatan kalau aku mampir ke rumahmu untuk makan malam?" tanya Raka dengan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1412

    Brielle tertegun sejenak, lalu menerima botol air itu dan mulai minum. Setelah latihan barusan, dia mulai merasa olahraga ini tidak semembosankan yang dibayangkan.Mereka berdua berjalan ke area istirahat di dekat sana. Seorang pelayan datang mengantarkan minuman dingin dan sepiring buah potong.Melihat ekspresi Brielle yang tampak lebih santai, Raka berkata dengan santai, "Dari pihak kamar dagang, ada satu kuota untuk mengikuti konferensi pertukaran riset internasional di Negara Madagasa. Acaranya bulan depan.""Temanya berkaitan dengan perkembangan mutakhir di bidang ilmu saraf. Pak Elliot sudah bantu mengajukan berkas pendaftaranmu. Kamu bisa ikut."Brielle memang sedang memperhatikan konferensi itu. Karena itu, saat mendengar bahwa Elliot telah membantu mengajukan kuota untuknya, dia benar-benar terkejut sekaligus senang."Benarkah? Kalau begitu aku harus berterima kasih padanya."Raka mengangkat sudut bibirnya. "Ini cuma karena pihak investor optimis terhadap prospek proyek ini, j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1411

    Brielle mengabaikan pujiannya. "Ayo berangkat."Sepanjang perjalanan, mereka tidak banyak berbicara.Setelah tiba di lapangan golf, suasananya begitu tenang dan asri. Hamparan rumput hijau membentang luas sejauh mata memandang, membuat siapa pun yang menginjaknya merasa segar dan rileks.Brielle pun merasakan hal yang sama. Sudah lama dia tidak melihat padang rumput sehijau ini. Tanpa sadar, suasana hatinya menjadi lebih rileks dan nyaman."Masih ingat gerakan yang diajari Lambert waktu itu?" tanya Raka tiba-tiba.Brielle mengingat kembali kejadian saat bermain golf sebelumnya. Saat itu, Lambert hanya mengajarinya cara memegang stik dan mengayunkannya. Namun sekarang, semuanya sudah terlupakan.Raka menyipitkan mata sambil tersenyum. "Hari ini aku yang akan ajari kamu.""Boleh nggak kalau aku nggak belajar?" tanya Brielle sambil mendongak."Karena sudah datang, kenapa nggak sekalian belajar? Setidaknya biar nggak sia-sia," bujuk Raka.Brielle berpikir sejenak. Karena ini adalah harga y

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 539

    Brielle sudah memikirkan kemungkinan bahwa Raka tidak ingin membiarkannya pergi, tetapi dia tidak menyangka Raka akan memikirkan rencana seperti ini.Karena dia sudah memutuskan untuk pergi, apa pun cara yang Raka pakai, siapa pun yang Raka suruh untuk membujuknya, semuanya tidak ada gunanya."Bu Ma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 545

    Hanya dengan begitu, Brielle bisa memberikan pernikahan yang sempurna untuk sahabat terbaiknya.Syahira menatapnya dengan terharu. Kedua wanita itu mulai mendiskusikan beberapa detail pernikahan. Pernikahan dijadwalkan pada pertengahan November, jadi sebenarnya tidak terlalu tergesa-gesa.Masih ada

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 507

    Begitu pintu lift tempat Brielle berada baru saja tertutup, dari luar terdengar suara tawa Devina. "Raka, cepatlah! Semua orang lagi nungguin kamu! Pak Frederick, kamu juga ikut minum ya!"Brielle samar-samar mendengar suara Frederick yang menolak. "Nggak usah, aku masih ada pekerjaan yang harus dis

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 548

    Namun, dia berpikir Raka mungkin hanya menghibur putrinya. Karena di dalam hati Raka, Devina sudah jauh lebih penting daripada putrinya.Brielle berjongkok dan merapikan kerah baju putrinya. "Papamu sangat sibuk, mungkin ada urusan kerja mendadak."Anya manyun, jelas terlihat kecewa. "Aku kira Papa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status