Share

Bab 254

Author: Ayesha
Hati Brielle terasa ditusuk, disertai amarah yang perlahan menyeruak. Jadi Devina bukan mengajar di hari Kamis lagi? Dia sengaja mengubah jadwal demi mendekati putrinya?

Apa sebenarnya maksud wanita itu?

Brielle tersenyum, lalu memeluk Anya ke dalam dekapannya. "Sayang, Mama nggak marah. Kamu memang hebat sekali, hanya saja lain kali jangan sembunyikan apa-apa dari Mama, ya?"

Mata Anya yang besar kembali berkedip-kedip dan rasa paniknya seketika lenyap. Dia memeluk pinggang Brielle dan berkata,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Diyah Hermawan
ceritanya banyak berbelit2 biar ceritanya makin panjang saja, jd mulai malas membaca dan top up koin lagi
goodnovel comment avatar
Cindy Listiyani Ap
jadi kesel gak jauh beda sama novel satu lagi
goodnovel comment avatar
Suryat
Brielke ceroboh harusnya fak perlu sebar bar itu ngadepin valakor..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1020

    Devina tidak suka masa lalunya diungkit. Dia menggenggam tas di tangannya lebih erat, lalu berkata, "Raline, aku sudah bilang, semua ini sudah nggak ada artinya lagi. Persahabatanku denganmu itu tulus."Setelah berkata begitu, Devina melewati Raline dan berjalan pergi. Raline langsung mengulurkan tangan hendak menangkap pergelangan tangannya. "Jangan pergi, jelaskan dulu semuanya."Namun, Devina menghindari tangan Raline dan melangkah cepat menuju arah lift. Raline masih gemetar karena marah. Dadanya naik turun. Setelah tersadar kembali, tiba-tiba dia berlari ke arah Brielle.Brielle juga baru saja berdiri hendak meninggalkan tempatnya. Ketika Raline memeluknya erat seperti itu, dia tertegun beberapa detik."Maaf, maaf, Kakak Ipar. Semua ini salahku. Aku salah, aku ...." Rasa bersalah di dalam hati Raline seperti banjir besar yang jebol dan meluap deras. Dia memeluk Brielle erat-erat dan tidak mau melepaskannya."Aku terlalu bodoh. Aku malah membantunya menindasmu. Aku bahkan mengataka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1019

    Wajah Devina seketika berubah sangat masam. Dia tidak menyangka Brielle langsung merobek semua penyamaran dan rencananya. Dengan marah dan malu, dia berkata, "Brielle, omong kosong apa yang kamu bicarakan? Perasaanku kepada Keluarga Pramudita itu tulus ....""Tulus?" Brielle memotongnya. Nada ejekannya semakin jelas. "Kalau bukan karena Raka memberimu saham Grup Datau, apa kamu akan setuju bekerja sama dengan eksperimen ini? Bicara soal ketulusan setelah menegosiasikan syarat dan meminta bayaran setinggi langit? Kamu nggak merasa itu lucu?"Kata-kata Brielle terdengar tegas dan sangat menyakitkan.Devina tiba-tiba tersulut amarah. Belakangan ini, emosinya memang mudah meledak. Dia berdiri mendadak dan menunjuk Brielle sambil berteriak, "Apa yang kamu mengerti? Dulu jelas aku yang jatuh cinta padanya duluan! Kenapa kamu yang merebutnya di tengah jalan? Kamu masih berani menyalahkanku?""Aku sudah mengorbankan sepuluh tahun masa muda dan kesehatanku. Ini adalah imbalan yang pantas untukk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1018

    "Ibu yang telah menyeretmu ke dalam semua ini ...." Meira terisak. Hatinya terasa seperti teriris. "Kalau bukan karena penyakitku ini, kamu nggak perlu bekerja sekeras ini.""Ibu, jangan bicara begitu. Semuanya akan menjadi lebih baik." Raka terus menenangkannya.Meira dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan, tetapi dia juga tidak berdaya. Dia sangat berharap putranya bisa hidup lebih ringan. Namun ....Raka menemani ibunya berbicara sejenak tentang keadaan. Setelah emosinya sedikit stabil, barulah dia berdiri dan pergi.Brielle keluar dari laboratorium dan duduk di kantornya meneliti data. Saat itu, seorang perawat mengetuk pintu dan berkata, "Profesor Brielle, ada yang ingin bertemu."Brielle mengangkat kepala dan melihat seorang wanita masuk sambil membawa tas. Bukan orang lain, itu Devina.Seolah-olah sudah menduga kemunculannya, Brielle tidak merasa terkejut."Ada urusan?" Brielle mengangkat kepala menatapnya."Mau ngobrol." Devina menyilangkan tangan, masih tampak anggun dan percay

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1017

    Jadi, kalaupun di masa depan mereka bertemu lagi, Brielle pun tidak akan bisa melakukan apa pun terhadapnya. Bahkan mungkin dia harus sama seperti Raka, memohon kepadanya.Memikirkan hal ini, Devina mulai tidak sabar untuk bertemu langsung dengan Brielle dan berbicara dengannya.Saat itu, rasa pusing kembali menyerang. Devina memegangi kepalanya dan terengah-engah beberapa kali dengan kesakitan. Dia melirik waktu. Sudah pukul 3 dini hari.Beberapa hari ini, dia begitu tersiksa hingga tidak bisa tidur sama sekali. Dosis obat tidurnya pun sudah ditambah. Dia berjalan ke kamar utama, membuka botol obat, menelan dua pil, lalu baru naik ke ranjang.Pagi hari, Brielle mengantar putrinya ke sekolah. Setelah melihat Anya masuk ke halaman sekolah, dia mengemudi menuju laboratorium.Saat dia tiba, Raka belum datang. Smith berjalan mendekat dan berkata kepadanya, "Pak Raka pergi jenguk ibunya, sebentar lagi akan datang. Brielle, siapkan datanya. Setelah dia datang, kita akan sampaikan kabar baik

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1016

    Sejak saat itu, Devina menjalani kehidupan mewah yang selama ini dia impikan. Dia menikmati kemewahan yang dibangun oleh uang Raka, juga menikmati waktu singkat setiap setengah tahun, di mana dia bisa memiliki Raka.Dia masuk ke lingkaran Raka, mengenal teman-temannya, dan muncul di berbagai kesempatan dengan identitas sebagai pasangannya.Dia tahu, selama waktunya cukup lama, jarak antara Brielle dan Raka akan semakin besar. Dia akan memiliki kesempatan.Pada tahun ketika putri Raka lahir, Devina hampir melewati tahun itu dalam penderitaan. Namun, pada tahun yang sama, dia juga mengetahui sebuah kabar.Penyakit Meira memiliki kemungkinan bersifat genetik. Devina pun menjadi keberadaan yang lebih penting bagi Raka.Taruhannya menjadi lebih besar. Dia menerima kenyataan yang tidak bisa diubah dan terus menyesuaikan rencananya. Ketika Raka membawa putrinya ke luar negeri, dia memainkan peran sebagai seorang bibi dengan baik.Ketika Raka tidak berada di luar negeri, dia terus mendekati Me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1015

    Devina pernah diam-diam menjual darahnya beberapa kali, hanya untuk menukar sepasang sepatu yang enggan dibelikan ibunya. Namun tak disangka, karena hal itu dia malah dilirik oleh sebuah laboratorium, yang kemudian menawarkan harga sangat tinggi agar dia bersedia mendonorkan darah secara berkala.Tentu saja dia menolak. Dia tidak akan mempertaruhkan nyawanya sendiri.Setelah menolak tawaran donasi dengan bayaran tinggi dari Doktor Smith, dia berlari keluar dari kantor. Tanpa sengaja, dia menabrak seseorang. Saat dia menutup bagian tubuh yang sakit karena benturan itu dan mengangkat kepala, dia langsung terpaku.Dia bisa mendengar dengan jelas detak jantungnya yang berdetak liar.Raka yang saat itu berusia 20 tahun, membantunya berdiri dengan sopan. Dengan suara rendah dan agak dingin, dia berkata, "Maaf."Setelah itu, dia berbalik dan masuk ke kantor di belakangnya.Saat Devina hendak pergi, dia tiba-tiba mendengar percakapan antara Raka dan Doktor Smith. Saat itulah dia mengetahui bah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 72

    Lambert secara tak langsung telah membantunya.Brielle melirik Devina dengan dingin, lalu berjalan ke arah putrinya.Devina tersenyum tipis ke arah Lambert, matanya menyiratkan sedikit keterkejutan. 'Jangan-jangan .... Heh! Menarik.'Sudut bibir Devina terangkat, lalu tatapannya melirik wajah Raka.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 78

    Brielle kembali tertidur dalam kondisi setengah sadar. Dia samar-samar merasakan ada tangan yang menyentuh lembut wajahnya. Dia tak punya tenaga untuk mengusirnya, hanya mengernyit dengan kesal.Di dekat telinganya, terdengar suara helaan napas panjang yang penuh ketidakberdayaan.Pagi hari, Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 74

    Faye sebenarnya tidak pernah berniat mencuri hasil kerja Brielle, tetapi dia tahu begitu dia mengungkapkan kebenaran, orang tuanya pasti akan kecewa padanya. Namun ....Sejak kecil, Faye selalu diperlakukan sebelah mata oleh keluarganya karena dia bukan anak laki-laki. Ayahnya pun sering bersikap di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 107

    Harvis mengangkat kepala, sorot matanya penuh dengan pergulatan batin. Brielle berkedip, justru semakin penasaran menatapnya.Genggaman erat di tangan Harvis akhirnya mengendur. Dia menarik napas panjang dan berkata, "brie, sebaiknya ... aku kasih tahu kamu lain waktu saja."Namun, rasa ingin tahu B

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status