Share

Bab 388

Author: Ayesha
Brielle dan Harvis tiba di kawasan perbelanjaan paling ramai di Kyoza. Di sepanjang jalan, lampu neon berkelap-kelip dan orang-orang berlalu-lalang tanpa henti.

Brielle melangkah masuk ke sebuah toko mainan yang tampak mewah dan indah, dengan saksama memilih hadiah untuk putrinya. Mainan milik putrinya sudah terlalu banyak, jadi setiap kali harus memilih yang baru, Brielle selalu bingung. Dia tak tahu mainan seperti apa yang akan benar-benar disukai anaknya.

"Gimana dengan yang ini? Sepertinya p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ktmu sama pelakor itu..trus tidur sama si pelakor makanya ga balik ke kamar apalg ganti baju..ya sdh cerai sih suka2 aja lah...brielle jg ga mempermasalahkannya lg
goodnovel comment avatar
Suryat
si Raka sibuk terus sm pacar kesayangan yg sakit sakitan..haha
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
suka sama cerita ini karena si brie udh cerai sama si Raka. cuma pingin tau aja si brie akhirnya sama Lambert, harvis atau niro tapi aku lebih berharap brie dengan niro, karena ayah dan paman niro udh setuju sama brie, tapi apakah ibu niro setuju juga?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1052

    Telepon itu berdering selama tujuh detik sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar suara Devina yang biasa, sedikit malas dan manja."Halo, Jay? Sudah selarut ini, kenapa meneleponku?"Jika setengah jam yang lalu mendengar suara ini, hati Jay pasti akan langsung melunak. Namun sekarang, yang dia rasakan hanya rasa mual.Begitu mual sampai dia tiba-tiba mengepalkan tangan, menarik ponsel dari telinganya, lalu menekan tombol putus dengan keras dan langsung mengakhiri panggilan itu.Di seberangnya, Lambert melihat semuanya dan tidak merasa terkejut. Dia tahu sifat Jay. Jika disuruh memaki Devina habis-habisan lewat telepon, dia pasti tidak bisa melakukannya. Sebaliknya, memutuskan semuanya dengan bersih seperti ini justru lebih sesuai dengan gayanya."Kenapa? Nggak mau minta penjelasan darinya?" Lambert mengangkat alis dan bertanya."Menjijikkan. Sekarang setiap memikirkan dia, aku hanya merasa jijik." Jay melempar ponselnya ke samping, lalu menjatuhkan diri kembali ke sofa.Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1051

    Di bawah cahaya lampu, wajah Jay tampak sedikit pucat. Selama tujuh tahun ini, Devina selalu menunjukkan keterikatan penuh kepada Raka di hadapannya, lalu berbalik memperlakukannya dengan sikap ambigu. Kadang dekat, kadang jauh.Setiap kali dia hampir menyerah, Devina selalu memberinya sedikit harapan. Ditambah lagi dengan sikap dan kata-katanya yang seolah-olah tidak disengaja, tetapi di setiap kesempatan menampilkan sisi rapuhnya.Semakin Jay mengingat semuanya, semakin dia merasakan ketidakberdayaan karena dipermainkan dan ditipu. Dia tiba-tiba meneguk habis minuman di dalam gelasnya. Detik berikutnya, amarah yang tak diketahui asalnya membuatnya melempar gelas itu dengan keras ke lantai."Sialan, aku benar-benar orang bodoh." Jay menggeram pelan. Suaranya penuh ejekan terhadap dirinya sendiri dan rasa sakit.Dia bisa menerima kenyataan bahwa Devina mencintai Raka, tetapi tidak mendapat balasan. Namun, ternyata tujuh tahun lalu Devina bahkan pernah memberi isyarat kepada Lambert. It

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1050

    Lambert tampak menjadi sedikit lebih serius. Setelah berpikir sejenak, dia baru perlahan berkata, "Kita kenal Raka sejak SD. Walaupun di tengah jalan kita sempat berpisah karena studi masing-masing, itu nggak menghalangi kita untuk saling memahami.""Kalau seperti yang kamu katakan, Devina dan Raka hanya memiliki hubungan transaksi, untuk pertanyaanmu tadi, menurutku jawabannya nggak.""Gimana mungkin?" Jay segera duduk tegak. "Aku bisa lihat Devina benar-benar sangat mencintai Raka."Lambert menatapnya dengan jujur. "Menurut pemahamanku tentang Raka, dia bukan orang yang sembarangan menjalin hubungan dengan rekan transaksi. Terlebih lagi saat itu dia dan Brielle bahkan belum cerai."Jay mengejar dengan cemas. "Jadi, menurutmu yang dikatakan Devina itu benar? Di antara mereka benar-benar nggak pernah terjadi apa-apa?"Ada beberapa hal yang selama ini Lambert sembunyikan dan tidak pernah dia ceritakan. Misalnya pertemuan pertamanya dengan Devina, serta bagaimana setelah itu Devina menco

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1049

    "Cukup merepotkanmu saja. Lagi pula Raka pasti sangat sibuk, jadi nggak perlu merepotkannya." Lambert segera menyambung."Benar juga, Raka memang sangat sibuk. Aku ingin ajak dia ketemu saja dia nggak punya waktu.""Oh? Kamu ada masalah apa? Biar aku lihat, bisa bantu nggak," tanya Lambert."Kamu ada waktu? Kalau ada, keluar minum sebentar. Ada beberapa hal yang kupendam seharian ini. Aku ingin ngobrol denganmu.""Oke, kita ketemu di tempat biasa." Lambert tampaknya juga agak kesal dan ingin keluar untuk menghirup udara.Di sebuah bar di pusat kota, lantai tiga, ruang VIP khusus untuk menjamu tamu penting, Jay datang lebih dulu. Tak lama kemudian, Lambert juga masuk dengan pakaian santai."Katakan saja. Apa yang bisa membuatmu menahan diri seharian?" tanya Lambert yang penasaran.Jay segera mencondong sedikit lebih dekat kepadanya. "Lambert, aku ingin menanyakan satu pertanyaan dengan serius. Jawab aku dengan jujur."Lambert mengangguk dan mengangkat cangkir teh untuk meneguknya. "Menu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1048

    Saat itu, ponsel Brielle berdering. Dia mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah nomor tak dikenal, tetapi berasal dari kota yang sama.Brielle mengerutkan kening, lalu berjalan ke balkon untuk menjawabnya."Halo, siapa ini?" tanyanya dengan sopan terlebih dahulu."Brielle, ini aku. Bisa ngobrol sebentar?" Dari ujung telepon terdengar suara Devina yang sedikit bernada provokatif.Brielle sebenarnya tidak menyangka Devina masih punya keberanian untuk meneleponnya. Setiap kali menelepon, dia juga cukup pintar dengan mengganti nomor, karena nomor lamanya sudah masuk daftar blokir Brielle."Nggak ada yang ingin kubicarakan denganmu." Brielle mendengus dingin, tidak ingin membuang waktu berbicara omong kosong dengannya.Namun, Devina tetap berbicara seolah-olah tidak peduli."Brielle, kamu benar-benar percaya aku dan Raka sama sekali nggak punya hubungan apa-apa? Masih ingat hari konserku di dalam negeri? Kalau saja kamu nggak tiba-tiba masuk ke ruang istirahatku dan mengganggu kesenangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1047

    Lambert sesekali mengambilkan makanan untuk Brielle, tetapi dia selalu menggunakan sendok saji yang ada di samping. Saat melihat Brielle dengan senang hati memakan makanan yang dia ambilkan, suasana hatinya juga tanpa sadar menjadi sedikit lebih baik.Mereka selesai makan sekitar pukul 8 malam, lalu keluar setelah membayar. Begitu keluar dari aula restoran, Lambert memperhatikan bahwa meja Raka sudah dibereskan. Raka sudah pergi.Brielle juga melirik sekilas. Keduanya keluar dari restoran, lalu berjalan kaki kembali ke kompleks perumahan.Saat melewati zebra cross di lampu lalu lintas, Brielle baru saja melangkah ketika sebuah sepeda listrik yang melanggar aturan melaju melewati depan mereka. Lambert secara refleks melangkah maju, memegang pergelangan tangan Brielle, dan melindunginya ke sisi yang lebih jauh dari arus kendaraan, sekaligus menuntunnya menyeberangi zebra cross.Brielle tertegun sejenak. Lampu hijau untuk pejalan kaki di seberang hanya tersisa sembilan detik. Dia membiark

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 488

    Sekitar pukul 5.20 sore, Brielle sedang menunggu di depan sekolah untuk menjemput putrinya. Saat itu, sosok anggun dan berwibawa berjalan menghampirinya."Brielle."Brielle menoleh dan melihat Savana. Dia segera menyapa dengan sopan, "Bibi."Savana tersenyum lembut padanya. "Akhir-akhir ini sibuk ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 500

    Emily melepas kacamata bacanya dan menatap cucunya. "Raline, kamu ini sudah besar, tapi masih saja mudah percaya omongan orang. Kapan kamu bisa punya pendirian sendiri?"Wajah Raline langsung memerah. Dia tergagap, "Tapi ... tapi Kak Devina sendiri yang bilang ...."Emily langsung mengerutkan kening

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 489

    "Malam ini Brielle membawa Anya ke rumahku untuk makan malam. Menurutmu, enak nggak?" Lambert balik bertanya.Di seberang, Jay langsung terdiam, tidak tahu harus berbicara apa. "Baiklah! Kita atur lain kali saja."Selesai berbicara, dia menutup telepon.Ponsel Brielle bergetar di atas sofa. Anya yan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 473

    Ucapan itu terasa seperti palu berat yang menghantam dada Raline. Dia menggigit bibirnya dan berkata dengan suara bergetar, "Bibi, bukankah dulu Bibi bilang aku sangat cocok jadi menantu Keluarga Seraphine? Anda bahkan bilang nggak akan pernah menerima wanita yang sudah bercerai masuk ke keluarga in

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status