Share

Bab 396

Penulis: Ayesha
Brielle belum sempat bersuara ketika terdengar lagi suara Lambert yang rendah dan dalam, "Brielle, kamu nggak perlu memaksakan diri. Aku tahu kamu sibuk. Maaf kalau permintaanku terlalu mendadak."

Brielle menjawab, "Nggak apa-apa. Hari itu aku akan datang lebih awal."

Suara Lambert terdengar lega. "Baiklah. Nggak perlu lama-lama, cukup datang untuk berdoa saja."

Tiga hari kemudian, pagi hari turun hujan deras. Upacara pemakaman Titus diadakan di sebuah aula duka. Sejak pukul 8 pagi, tamu-tamu da
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Mimi Asawala
Brille wanita berkelas
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
Raka menyesal tapi ga tau jalan pulangnya
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
skip Ndak baca ada sundal bolong kesayangan pecundang jijik aku lihatnya nanti terus nempel dan mesra2 an tebar pesona pencundang pamer calon nyonya baru sundal si ulat bulu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1272

    Runtuhnya kepercayaan sering kali dimulai dari retakan-retakan kecil. Diamnya Raka dan keengganannya untuk menjelaskan, sama saja seperti pengakuan dan perlakuan dingin di mata Brielle. Dia mulai curiga, gelisah, dan meninjau kembali segala hal di antara mereka. Semua kemanisan dan keyakinan yang dulu dimilikinya, perlahan-lahan terkikis habis oleh rasa curiga dan kecewa.Dalam hal memahami hati manusia, Devina memang sangat tepat sasaran. Dia memanfaatkan sikap Raka yang tidak pernah menjelaskan dan rasa terlalu pedulinya Brielle, lalu merangkai kebohongan dan kesalahpahaman dengan sabar, hingga akhirnya membunuh cinta Brielle terhadap Raka."Devina, lagi mikirin apa?" panggil Freyna yang berada di sampingnya karena penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan wanita ini lagi.Devina tersadar, lalu memandang ke luar jendela. Tatapan matanya semakin dingin. Anya, yang dulu pernah dia manfaatkan sebagai alat, kini sudah tumbuh besar. Semua senjata yang dulu digunakan Devina juga kini tel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1271

    Perkataan Freyna memang cukup menghibur Devina, tetapi hatinya tetap terasa sesak. Dia terlalu mengenal Raka. Lelaki seangkuh itu, kalau tidak benar-benar peduli, mana mungkin mau merendahkan diri melakukan hal kecil seperti menjemput di bandara atau membawakan tas?Selama sepuluh tahun ini, Devina hanya pernah sekali meminta Raka membawakan tasnya. Waktu itu, Jay mengundangnya ke sebuah jamuan para konglomerat. Di ruang VIP ada dua pasangan keluarga kaya.Devina ingin berbaur dengan kelompok para nyonya kaya itu, jadi setelah sengaja menciptakan pertemuan "kebetulan" dengan Raka di parkiran, sebelum masuk ke ruang VIP, dia meminta Raka membawakan tasnya karena dia ingin merapikan rambut.Setelah Raka menerima tasnya, Devina pura-pura sibuk merapikan rambut dan sengaja tidak mengambil kembali tas itu, sampai mereka masuk ke ruang VIP dan kedua nyonya kaya tersebut melihat Raka membawakan tasnya masuk.Benar saja, malam itu kedua nyonya kaya tersebut langsung mendekatinya dengan ramah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1270

    Demi memohon agar Jay membawanya menghadiri forum medis yang diminati Raka, dia bahkan bermanja-manja dan bersikap imut di tengah malam.Selama tahun-tahun itu, ke mana pun Jay, Raka, dan Lambert pergi, mereka selalu membawanya ikut. Bukan karena dia benar-benar diundang, melainkan karena dia diam-diam memohon pada Jay agar membawanya melihat dunia yang lebih luas.Saat itu, Jay selalu memenuhi semua permintaannya.Semakin lama berakting, kadang Devina benar-benar merasa dirinya adalah satu-satunya tuan putri di sisi ketiga pria itu.Perasaan dikelilingi oleh tiga pria papan atas seperti Raka, Jay, dan Lambert bagaikan candu paling memabukkan, membuat Devina tenggelam sepenuhnya.Meskipun dia tahu, Raka selalu menjaga jarak darinya, Lambert menghormatinya hanya demi Jay, sedangkan Jay sendiri hanyalah ban serap yang dia permainkan sesuka hati.Namun, tatapan iri dan kagum dari orang-orang luar, ditambah pemberitaan media yang penuh spekulasi, sangat memuaskan rasa gengsinya.Di depan m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1269

    Freyna biasanya selalu mendapatkan informasi media secepat mungkin, tetapi untuk berita yang dirilis hari ini, dia terus ragu apakah harus memperlihatkannya kepada Devina atau tidak.Bagaimanapun, belakangan ini suasana hati Devina sedang buruk dan emosinya juga tidak stabil.Namun, setelah memikirkan bahwa Devina sudah menyinggung Raka, dia tetap perlu mengetahui perkembangan terbaru pria itu.Akhirnya, Freyna membawa tablet ke lantai dua untuk mencarinya."Devina, ini berita media hari ini. Coba lihat," katanya sambil menyodorkan berita utama yang mencolok di layar tablet ke hadapan Devina.Awalnya Devina sedang bersandar malas di sofa sambil membolak-balik majalah mode terbaru dengan acuh tak acuh.Namun, ketika matanya menangkap judul berita yang menyilaukan itu, jari yang mencubit sudut halaman majalah langsung menegang kuat.Di sampingnya, Freyna mengamati ekspresinya dengan hati-hati. Devina melempar majalah ke samping, lalu mengambil iPad untuk melihat berita tersebut."Rujuk?"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1268

    Syahira sebenarnya sudah tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Bagaimanapun, pekerjaan Brielle menyangkut rahasia tingkat tinggi.Dia pun bertanya, "Kalau kamu sudah nggak benci Raka lagi, terus ... kamu ... masih cinta dia?"Pertanyaan Syahira membuat Brielle tertegun beberapa detik. Namun, tatapannya segera kembali tenang dan jernih."Kamu mau dengar jawaban jujur?" tanya Brielle sambil tersenyum."Tentu saja. Aku mau dengar isi hatimu yang sebenarnya. Lagi pula semua masalah masa lalu Raka itu masih belum bisa kumaafkan." Syahira mendengus.Dalam benak Syahira, Raka masih tetap sosok pria berengsek yang selingkuh. Citra itu sama sekali belum bisa dibersihkan.Bagaimanapun, banyak hal yang terjadi pada Brielle selama hampir setahun terakhir juga tidak dia ceritakan kepada Syahira.Suara Brielle terdengar tenang tanpa sedikit pun keraguan. "Yang ada di kepalaku sekarang cuma jadwal eksperimen dan analisis data. Aku sudah sangat jelas dengan rencana masa depanku.""Jadi maksudmu di ma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1267

    Brielle lebih dulu naik untuk meletakkan laptopnya. Dia duduk sambil memeriksa email.Hari ini, Rowan dan Zondi kembali mendapatkan data baru. Brielle sudah tidak sabar membukanya untuk melihat hasilnya.Lima belas menit kemudian, sosok Raka muncul di depan pintu ruang kerja. "Minya sudah siap, turun makan dulu."Brielle mengangkat kepala dari layar komputer dan menatapnya. "Aku langsung turun."Brielle mengikuti Raka turun, satu di depan satu di belakang.Lastri sedang menghidangkan lauk kecil racikan spesialnya, sangat cocok disantap bersama mi. Di atas kedua mangkuk mi itu pun ada dua telur ceplok. Kuahnya kental dan harum, tampak sangat menggugah selera.Raka dan Brielle sudah makan masakan Lastri selama enam tahun, dan mereka sangat memuji kemampuan memasaknya.Dulu setelah Raka pulang dari perjalanan dinas, Lastri juga sering memasakkan makan malam untuknya, kebanyakan berupa mi.Setelah duduk, Brielle makan dengan tenang. Raka di seberangnya juga tidak mengajaknya berbicara. Ked

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 414

    Jari-jari Brielle tanpa sadar mencengkeram ujung gaunnya. Melihat wajah sahabatnya berubah tegang, Syahira buru-buru merangkul bahunya. "Aku cuma refleks saja, Brielle. Naluri kerjaan, tahu 'kan? Jangan terlalu khawatir, aku cuma mau kamu waspada."Brielle mengangguk pelan, merasa berterima kasih at

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 429

    Raline menghela napas dan berkata, "Kamu nggak puas pun percuma. Sekarang semua sorotan di ruangan ini sudah direbut sama Brielle."Devina melirik ke arah Raline. "Raline ...."Raline tidak melanjutkan lagi. Devina menepuk bahu Faye sambil berucap dengan lembut, "Jangan putus asa. Masih ada kesempat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 418

    Brielle tersenyum ramah dan menyapa, "Kudengar kamu sempat ke luar negeri untuk urusan bisnis. Kapan pulangnya?"Lambert sedikit terkejut. "Kok kamu tahu?"Brielle tertawa. "Waktu ketemu pengasuh Vivian di sekolah, dia kasih tahu aku."Sekilas ada kekecewaan melintas di mata Lambert. Dia sempat meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 424

    Brielle tertegun. "Pak Jared, bukannya aku sudah menyerahkan kesempatan itu pada Faye?""Aku tahu. Faye juga sudah menyiapkan naskah presentasinya, tapi ...." Jared ragu sejenak sebelum akhirnya berkata, "Barusan Pak Raka meneleponku. Dia secara khusus minta kamu yang naik panggung untuk presentasi.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status