Share

Bab 694

Author: Ayesha
Setelah bermain sekitar sepuluh menit, Anya keluar dan mendapati ayahnya sudah pergi. Dia merasa agak kecewa, tetapi tidak menangis atau membuat keributan.

Brielle kembali ke ruang kerja. Ponsel di sampingnya berbunyi. Dia mengambilnya dan melihat nomor tak dikenal.

Dia mengangkat telepon. "Halo, siapa ini?"

Dari seberang terdengar suara perempuan yang ramah. "Halo! Apa ini Profesor Brielle? Aku Hannah, asisten Bu Agnes. Profesor Brielle masih ingat aku?"

Brielle langsung teringat gadis yang tub
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
jiah....semua ingat ultah brielle kecuali di mantan kayaknya...bgs lah...ga kebayang kalau Niro dtg...lambert jg..trus Anya suruh Raka dtg...wkwkwk pst syok dia...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1272

    Runtuhnya kepercayaan sering kali dimulai dari retakan-retakan kecil. Diamnya Raka dan keengganannya untuk menjelaskan, sama saja seperti pengakuan dan perlakuan dingin di mata Brielle. Dia mulai curiga, gelisah, dan meninjau kembali segala hal di antara mereka. Semua kemanisan dan keyakinan yang dulu dimilikinya, perlahan-lahan terkikis habis oleh rasa curiga dan kecewa.Dalam hal memahami hati manusia, Devina memang sangat tepat sasaran. Dia memanfaatkan sikap Raka yang tidak pernah menjelaskan dan rasa terlalu pedulinya Brielle, lalu merangkai kebohongan dan kesalahpahaman dengan sabar, hingga akhirnya membunuh cinta Brielle terhadap Raka."Devina, lagi mikirin apa?" panggil Freyna yang berada di sampingnya karena penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan wanita ini lagi.Devina tersadar, lalu memandang ke luar jendela. Tatapan matanya semakin dingin. Anya, yang dulu pernah dia manfaatkan sebagai alat, kini sudah tumbuh besar. Semua senjata yang dulu digunakan Devina juga kini tel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1271

    Perkataan Freyna memang cukup menghibur Devina, tetapi hatinya tetap terasa sesak. Dia terlalu mengenal Raka. Lelaki seangkuh itu, kalau tidak benar-benar peduli, mana mungkin mau merendahkan diri melakukan hal kecil seperti menjemput di bandara atau membawakan tas?Selama sepuluh tahun ini, Devina hanya pernah sekali meminta Raka membawakan tasnya. Waktu itu, Jay mengundangnya ke sebuah jamuan para konglomerat. Di ruang VIP ada dua pasangan keluarga kaya.Devina ingin berbaur dengan kelompok para nyonya kaya itu, jadi setelah sengaja menciptakan pertemuan "kebetulan" dengan Raka di parkiran, sebelum masuk ke ruang VIP, dia meminta Raka membawakan tasnya karena dia ingin merapikan rambut.Setelah Raka menerima tasnya, Devina pura-pura sibuk merapikan rambut dan sengaja tidak mengambil kembali tas itu, sampai mereka masuk ke ruang VIP dan kedua nyonya kaya tersebut melihat Raka membawakan tasnya masuk.Benar saja, malam itu kedua nyonya kaya tersebut langsung mendekatinya dengan ramah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1270

    Demi memohon agar Jay membawanya menghadiri forum medis yang diminati Raka, dia bahkan bermanja-manja dan bersikap imut di tengah malam.Selama tahun-tahun itu, ke mana pun Jay, Raka, dan Lambert pergi, mereka selalu membawanya ikut. Bukan karena dia benar-benar diundang, melainkan karena dia diam-diam memohon pada Jay agar membawanya melihat dunia yang lebih luas.Saat itu, Jay selalu memenuhi semua permintaannya.Semakin lama berakting, kadang Devina benar-benar merasa dirinya adalah satu-satunya tuan putri di sisi ketiga pria itu.Perasaan dikelilingi oleh tiga pria papan atas seperti Raka, Jay, dan Lambert bagaikan candu paling memabukkan, membuat Devina tenggelam sepenuhnya.Meskipun dia tahu, Raka selalu menjaga jarak darinya, Lambert menghormatinya hanya demi Jay, sedangkan Jay sendiri hanyalah ban serap yang dia permainkan sesuka hati.Namun, tatapan iri dan kagum dari orang-orang luar, ditambah pemberitaan media yang penuh spekulasi, sangat memuaskan rasa gengsinya.Di depan m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1269

    Freyna biasanya selalu mendapatkan informasi media secepat mungkin, tetapi untuk berita yang dirilis hari ini, dia terus ragu apakah harus memperlihatkannya kepada Devina atau tidak.Bagaimanapun, belakangan ini suasana hati Devina sedang buruk dan emosinya juga tidak stabil.Namun, setelah memikirkan bahwa Devina sudah menyinggung Raka, dia tetap perlu mengetahui perkembangan terbaru pria itu.Akhirnya, Freyna membawa tablet ke lantai dua untuk mencarinya."Devina, ini berita media hari ini. Coba lihat," katanya sambil menyodorkan berita utama yang mencolok di layar tablet ke hadapan Devina.Awalnya Devina sedang bersandar malas di sofa sambil membolak-balik majalah mode terbaru dengan acuh tak acuh.Namun, ketika matanya menangkap judul berita yang menyilaukan itu, jari yang mencubit sudut halaman majalah langsung menegang kuat.Di sampingnya, Freyna mengamati ekspresinya dengan hati-hati. Devina melempar majalah ke samping, lalu mengambil iPad untuk melihat berita tersebut."Rujuk?"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1268

    Syahira sebenarnya sudah tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Bagaimanapun, pekerjaan Brielle menyangkut rahasia tingkat tinggi.Dia pun bertanya, "Kalau kamu sudah nggak benci Raka lagi, terus ... kamu ... masih cinta dia?"Pertanyaan Syahira membuat Brielle tertegun beberapa detik. Namun, tatapannya segera kembali tenang dan jernih."Kamu mau dengar jawaban jujur?" tanya Brielle sambil tersenyum."Tentu saja. Aku mau dengar isi hatimu yang sebenarnya. Lagi pula semua masalah masa lalu Raka itu masih belum bisa kumaafkan." Syahira mendengus.Dalam benak Syahira, Raka masih tetap sosok pria berengsek yang selingkuh. Citra itu sama sekali belum bisa dibersihkan.Bagaimanapun, banyak hal yang terjadi pada Brielle selama hampir setahun terakhir juga tidak dia ceritakan kepada Syahira.Suara Brielle terdengar tenang tanpa sedikit pun keraguan. "Yang ada di kepalaku sekarang cuma jadwal eksperimen dan analisis data. Aku sudah sangat jelas dengan rencana masa depanku.""Jadi maksudmu di ma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1267

    Brielle lebih dulu naik untuk meletakkan laptopnya. Dia duduk sambil memeriksa email.Hari ini, Rowan dan Zondi kembali mendapatkan data baru. Brielle sudah tidak sabar membukanya untuk melihat hasilnya.Lima belas menit kemudian, sosok Raka muncul di depan pintu ruang kerja. "Minya sudah siap, turun makan dulu."Brielle mengangkat kepala dari layar komputer dan menatapnya. "Aku langsung turun."Brielle mengikuti Raka turun, satu di depan satu di belakang.Lastri sedang menghidangkan lauk kecil racikan spesialnya, sangat cocok disantap bersama mi. Di atas kedua mangkuk mi itu pun ada dua telur ceplok. Kuahnya kental dan harum, tampak sangat menggugah selera.Raka dan Brielle sudah makan masakan Lastri selama enam tahun, dan mereka sangat memuji kemampuan memasaknya.Dulu setelah Raka pulang dari perjalanan dinas, Lastri juga sering memasakkan makan malam untuknya, kebanyakan berupa mi.Setelah duduk, Brielle makan dengan tenang. Raka di seberangnya juga tidak mengajaknya berbicara. Ked

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 762

    Di balik tirai hujan, tiga mobil berpelat militer perlahan memasuki sebuah kompleks bangunan bergaya taman dengan pengamanan ketat.Brielle menatap ke luar jendela mobil dan melihat para prajurit bersenjata yang berjaga di gerbang memberi hormat kepada kendaraan mereka."Hampir sampai," ujar Niro. "

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 757

    "Kakakmu nggak sempat datang, cuma aku dan Lambert," kata Jay.Di mata Raline terlintas harapan. Devina melihatnya, lalu berkata kepada Jay, "Jay, kamu bisa ajak Raline ikut makan malam? Di sini sudah ada asisten yang menjagaku."Raline menatap Devina dengan penuh rasa terima kasih. Sudah lama dia t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 764

    Raline mengeluarkan sebuah hadiah dan menyerahkannya ke depan Anya. "Ini, Bibi membelinya untukmu sebelumnya, tapi belum sempat kasih kamu."Anya sedang memperhatikan hadiah itu. Raline tak bisa menahan diri untuk menguji pikirannya sedikit. Dia menarik Anya ke sisinya dan melanjutkan bertanya, "Any

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 753

    Di dalam kabin mobil yang sunyi terdengar suara Anya."Papa ada urusan." Suara Raka terdengar agak serak."Lain kali Papa nggak boleh ninggalin aku dan Mama di luar negeri, lalu pulang sendiri ya," Anya mengeluh dengan kesal. Walaupun saat itu dia tidak marah, sekarang setelah dipikirkan lagi, dia m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status