Share

Bab 477

Author: Ayesha
Devina dan Jay berjalan santai menuju taman belakang. Tempat itu cukup tenang. Tiba-tiba, Devina berbalik badan. Jay yang tidak sempat bereaksi langsung menabraknya, bahkan bibirnya tanpa sengaja menyentuh kening Devina.

Jay buru-buru mundur selangkah dengan gugup. "Maaf, aku ...."

Devina tersenyum santai, tampak tak keberatan. "Nggak apa-apa, aku cuma tiba-tiba kepikiran sesuatu yang mau aku omongin. Aku nggak sadar kamu ada di belakang."

Tatapan Jay yang dalam terarah padanya, tetapi Devina me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Nenden Lasminingsih
ular betina sedang menebar bisanya,,,
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
Si Jay ikutan tolol kemakan racun si pelakor....pdhl para lelaki yg pada gejar brielle...kalau brielle sendiri mah santai aja..dia ga da.peradaam ke siapa pun.....dia cm anggap teman aja..dan bersikap sopan..bukan utk menjebak mereka supaya jd alat balas dendam...
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
menunggu jatuhnya Devina seperti faye....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1288

    Pukul 8 malam, kedua pria itu pun membawa anak-anak pulang, lalu menemani mereka bermain di taman bermain. Di bawah cahaya lampu malam, Lambert dan Raka berdiri di samping sambil membicarakan urusan bisnis.Sekitar pukul 8.30, Brielle pulang dari laboratorium. Lastri memberi tahu bahwa Anya masih belum kembali, jadi Brielle membawa Gaga turun untuk jalan-jalan. Seharian berada di laboratorium membuatnya juga ingin menghirup udara segar.Baru sampai di taman bermain, pandangannya langsung tertuju pada Anya dan Vivian. Brielle menggandeng Gaga mendekat, lalu melihat Raka dan Lambert berdiri di bawah bayangan pepohonan."Guk!" Gaga langsung mengeluarkan suara manja dengan antusias, membuat Brielle tak punya pilihan selain membawanya menghampiri mereka.Raka menoleh dan langsung melihat Brielle yang sedang mengajak anjing jalan-jalan. Napas Lambert juga sedikit tertahan karena Brielle berdiri tepat di belakangnya.Brielle turun setelah mandi. Tanpa riasan sedikit pun, wajahnya tampak putih

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1287

    Pukul 5 sore, Brielle menerima pesan dari Raka. Pria itu mengatakan malam ini dia akan membawa Anya menghadiri acara pernikahan, lalu menanyakan apakah Brielle ingin ikut.Brielle menolaknya dan meminta Raka cukup menjaga putri mereka saja. Jawaban itu memang sudah diduga oleh Raka.Malam itu, Lambert juga membawa Vivian. Dua gadis kecil itu duduk berdampingan, masing-masing ditemani wali mereka sendiri.Banyak orang memandang kedua gadis kecil itu sambil diam-diam menghela napas kagum. Bahkan ada yang mulai diam-diam punya niat lain, membayangkan apakah putra mereka kelak bisa merebut hati dua gadis kecil itu, lalu menjodohkan keluarga mereka dengan Keluarga Pramudita atau Keluarga Seraphine.Bagaimanapun, punya besan seperti Lambert dan Raka bisa membuat hidup anak mereka menjadi lebih mudah. Bahkan bukan cuma lebih mudah, itu adalah kekayaan yang mungkin tidak bisa didapatkan bahkan dalam beberapa generasi.Malam ini juga membuat banyak orang melihat sisi Raka saat merawat putrinya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1286

    Hati Devina terasa perih sekaligus sakit. Dulu dia pernah begitu dekat dengan lingkaran itu, begitu dekat hingga seolah-olah bisa digapai hanya dengan mengulurkan tangan.Namun sekarang, mereka masih berdiri tinggi di atas sana dan bersinar terang, sedangkan dirinya bahkan tidak punya kualifikasi untuk mendekat dan sekadar menyapa.Dulu dia mengira dengan memprovokasi Jay dan menjadikan Brielle sebagai senjata untuk memecah hubungan tiga pria itu, dia akan berhasil. Namun, pada akhirnya tetap gagal.Sekarang hubungan Lambert dan Raka sudah kembali membaik. Sepertinya Lambert juga sudah mundur dari persaingannya mengejar Brielle dan memilih memberikan kesempatan itu kepada Raka.Apalagi saat perusahaan Lambert mengalami masalah di luar negeri beberapa waktu lalu, Raka yang turun tangan membantunya, membuat hubungan mereka semakin solid.Kini, dia terjebak di sisi Ignas. Meskipun tampak glamor di mata orang luar, hanya dirinya sendiri yang tahu pahit manis kehidupannya.Saat itu, Ignas s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1285

    Bagian bersulang dari acara pernikahan memang ditiadakan, tetapi saat jamuan berlangsung agak lebih malam, Jay menggandeng Siria berjalan di antara para tamu untuk menyampaikan ucapan terima kasih.Tak lama kemudian, Sunny membawa Siria untuk menyapa kelompok para nyonya kaya. Beberapa nyonya kaya langsung tidak sabar mengerubungi mereka dan mulai memuji Siria."Pengantin wanitanya cantik sekali hari ini.""Iya! Gaun pengantinnya itu pasti pesanan khusus dari luar negeri, 'kan? Cocok sekali sama kamu.""Nyonya Sunny, Anda benar-benar beruntung bisa mendapatkan menantu secantik Siria."Sunny mengenakan gaun merah mewah dengan detail bordir yang rumit. Penampilannya sangat terawat dan hari ini suasana hatinya jelas sangat bahagia."Mulai sekarang mohon bantuannya untuk jaga Siria, ya.""Tentu saja."Siria menerima semua pujian itu dengan anggun. Wajahnya dipenuhi kebahagiaan pengantin baru. "Terima kasih tante-tante dan kakak-kakak semua atas pujiannya."Salah satu nyonya kaya langsung m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1284

    Devina jelas bukan wanita biasa. Dia tersenyum tipis lalu berkata, "Nyonya pintar bercanda, ya. Aku dan Raka itu sudah masa lalu. Lagi pula kami cuma teman, jadi jangan terlalu percaya gosip di luar."Kedua nyonya itu langsung saling bertukar pandang.Teman?Mereka jelas tidak buta. Kalau Devina gagal mendapatkan Raka, itu hanya berarti kemampuannya masih kurang. Namun sekarang dia malah berusaha menyangkal semuanya seperti ini, itu malah terasa lucu.Devina kemudian memandang ke arah Ignas dengan mata penuh kelembutan. "Tapi sekarang aku bertemu Ignas. Dia dewasa, tenang, dan lebih memahami diriku. Bisa bersama dia adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku."Kedua nyonya itu saling tersenyum sambil bertukar tatapan penuh arti. Wajah mereka tetap mempertahankan senyum sopan."Kalau begitu selamat ya, Bu Devina akhirnya menemukan cinta sejati.""Iya. Cinta sejati memang langka. Lagi pula zaman sekarang bukannya ada pepatah, di depan cinta sejati, usia bukan masalah."Senyum Devina lan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1283

    Sebagai pendamping pria terpenting, Raka dan Lambert duduk di kursi paling depan di meja utama. Keduanya benar-benar ikut bahagia untuk sahabat mereka.Posisi Devina dan Ignas berada agak lebih belakang. Saat ini Devina juga menatap ke arah pintu aula, tetapi tatapannya menyimpan kebencian yang dalam. Penghinaan yang pernah diberikan Siria kepadanya jelas tidak akan pernah dilupakannya.Pada saat itu, pintu besar aula perlahan terbuka.Mempelai wanita yang mengenakan gaun pengantin putih muncul dengan anggun sambil menggandeng lengan ayahnya. Dari balik kerudung yang tipis, samar-samar terlihat wajah cantik Siria dan senyumnya yang malu-malu.Jay menatap pengantin wanita yang berjalan perlahan mendekatinya. Matanya tiba-tiba memerah. Perasaan haru dan cinta bercampur di wajah tampannya.Di tengah tepuk tangan dan sorakan seluruh tamu, sang pengantin wanita melangkah mantap menuju mempelai pria di atas panggung.Raka duduk di tempatnya sambil mengikuti sosok pengantin wanita dengan tata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 563

    Seiring musik pengiring mengalun, jari-jari kecil Anya menari lincah di atas tuts hitam-putih. Alunan nada mengalir mulus dan merdu memenuhi seluruh aula.Brielle diam-diam mengikuti ritme dan menghitung ketukan putrinya. Dia mendapati bahwa kali ini Anya bermain sangat stabil. Malah Brielle sendiri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 591

    Derrick mengangguk, "Dari luar, tampaknya cuma sebatas kerja sama komersial dalam bidang teknologi. Tapi pertukaran teknologi yang lebih mendalam, tentu akan terbentuk secara alami di dalam kerja sama tersebut."Selesai berbicara, dia menatap Brielle secara khusus.Brielle langsung memahami pola ker

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 568

    "Alasan aku mengumpulkan semua orang hari ini adalah untuk mengumumkan sebuah kabar baik." Suara Madeline terdengar jelas dan lantang. "Melalui keputusan bulat dewan universitas, diputuskan untuk memberikan gelar profesor secara khusus kepada Brielle, juga merekrutnya sebagai dosen tamu di universit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 594

    Brielle buru-buru menutup mulut setelah bersin. Saat ini seluruh tamu sudah hadir dan Brielle tidak mungkin meminta pindah tempat. Jika harus duduk di sini selama dua jam penuh, dia pasti akan benar-benar masuk angin.Saat itu, Lambert melepas jasnya. Tanpa bertanya apa pun, dia langsung menyampirka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status