Share

Bab 549

Author: Ayesha
Kedua gadis itu saling memandang dengan canggung. Seketika, wajah mereka memerah. "Ah ... maaf, kami salah paham."

Niro mengangguk sopan, memalingkan tatapan ke luar jendela. Gadis cantik itu kembali ke kursinya dengan kikuk, lalu berbisik kepada sahabatnya, "Ternyata dia lagi ngejar single mom ...."

Kedua gadis itu kebetulan sudah selesai makan. Karena malu, mereka pun bangkit dan pergi.

Saat Brielle kembali ke meja, dia melihat kedua gadis itu sudah pergi. Dia juga tidak tahu apakah Niro membe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Imas Siti Aisah
rupanya raka mengalami apa yng brielle rasakan, gimana raka sedap kah atau panas dan nyesek?? sabar dulu ya raka, briellee pun dulu bersabar hingga 6thn loh
goodnovel comment avatar
Reni Damongi
emang enak yah Raka cemburu lihat mntan mkin d dpn
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
biasa aja kali...pake nyindir kencan segala...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1452

    Raka berjabat tangan dengan Ella dengan sopan. Ella kemudian meraih tangan Brielle. "Ayo, ikut ke sana."Sesampainya di tengah sekelompok orang, mereka kembali saling berkenalan. Tak lama kemudian, semua orang mulai mengobrol santai mengenai dunia medis.Raka berdiri di samping mendengarkan. Sesekali dia menyesap sampanyenya, tetapi lebih sering, pandangannya tertuju pada Brielle. Dulu, dia selalu berdiri di sisi Brielle sebagai seorang investor, mendengarkan percakapannya dengan orang lain.Namun, malam ini berbeda. Dia berdiri di sini sebagai seorang teman yang sesungguhnya. Perasaan yang memenuhi hatinya pun sama sekali berbeda.Saat itu Brielle sedang mendengarkan Ella menceritakan kisah lucu dari sebuah eksperimen hingga dia tak kuasa menahan tawa. Tanpa sengaja, tatapannya bertemu dengan sepasang mata yang dalam.Tatapan itu berasal dari Raka.Pria itu sedikit memiringkan kepala sambil menatapnya. Di bawah sorot lampu, tatapan matanya terasa begitu membara. Brielle segera mengali

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1451

    Brielle mengenakan gaunnya, lalu mengeluarkan sepasang anting mutiara sederhana dari tas rias kecilnya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai alami di belakang bahunya. Malam ini adalah jamuan makan malam akademis, jadi penampilan yang sederhana dan pantas sudah cukup.Pukul setengah delapan malam, Brielle turun tepat waktu. Raka sudah menunggunya di lobi.Pria itu berganti mengenakan setelan jas biru tua tanpa dasi. Kerah kemeja putihnya dibiarkan sedikit terbuka, memberi kesan santai tetapi tetap berwibawa.Saat melihat Brielle, sebersit kekaguman melintas di mata Raka. Dia menatap wanita yang melangkah menghampirinya dengan tenang. Jakunnya bergerak pelan.Sudah berapa lama? Sudah berapa lama dia tidak melihat Brielle berjalan menghampirinya seperti ini. Rasanya seolah sudah berlalu satu abad.Dulu, Brielle selalu menghampirinya dengan penuh semangat, berlari memeluknya dengan riang, lembut, dan malu malu. Namun setelah bercerai, sikapnya menjadi dingin dan sengaja menghindarinya. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1450

    Jawaban Raka yang lugas dan tidak ragu-ragu membuat kata-kata yang hendak diucapkan oleh Brielle tertelan kembali. Dia menatap pria yang berdiri membelakangi sinar matahari itu.Dengan setelan jas kasual, kesan tajam dan formal yang biasanya dia miliki berkurang beberapa tingkat, digantikan oleh aura yang lebih santai dan mudah didekati. Namun, wibawa tenang yang menjadi ciri khasnya tetap tidak berubah."Kalau begitu ... sampai nanti malam. Aku mau balik ke hotel dulu untuk istirahat," kata Brielle."Makan sesuatu dulu," ujar Raka dengan suara rendah. Memang itulah tujuan kedatangannya, untuk menjemput Brielle.Brielle teringat bahwa konferensi sudah selesai. Seluruh tubuh dan pikirannya terasa jauh lebih ringan. Dia mengangguk. "Oke."Mereka berjalan melewati jalan setapak yang teduh di dalam kampus. Sinar matahari musim panas menembus sela-sela dedaunan, membentuk bayangan belang-belang di atas tanah.Di kejauhan, beberapa pekerja sedang memangkas rumput. Aroma rerumputan yang segar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1449

    Brielle tertegun. Untuk sesaat, dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa."Maaf. Saat itu reaksiku memang sangat keras dan caraku menghadapinya juga sangat bodoh," ujar Raka sambil tersenyum pahit."Jadi kamu sengaja menggunakan Devina untuk memancing reaksiku?" Brielle menatapnya, lalu bertanya lagi, "Kenapa nggak langsung tanya ke aku?"Raka menatapnya tanpa berkedip. Cahaya matahari memantul di kedua matanya. Dia tersenyum. "Kalau kita bisa kembali ke masa itu, aku pasti akan langsung tanya ke kamu."Tiba-tiba, Brielle ikut tersenyum. "Kamu nggak akan melakukannya. Karena aku juga nggak akan melakukannya."Dia tidak akan mempertanyakan hubungan Raka dan Devina yang sebenarnya. Dia hanya akan menebak-nebak hubungan mereka, lalu terus menyangkal dirinya sendiri, menyiksa dirinya sendiri, hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri semuanya.Senyuman Raka mengandung kepedihan sekaligus pengertian. "Kamu benar."Dia mengakuinya. Karena saat itu, mereka berdua sama-sama takut. Takut jika

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1448

    Pagi harinya, alarm di samping bantal tiba-tiba berbunyi dan membangunkan Brielle. Sinar matahari yang menyilaukan menusuk matanya hingga dia refleks mengangkat tangan untuk menghalanginya.Nuansa musim panas terasa dari luar jendela. Brielle melirik jam. Meskipun masih sangat kurang tidur, dia harus bangun untuk menyelesaikan hari terakhir di kegiatan akademiknya.Dia berdiri dan berjalan ke depan cermin. Matanya bengkak dan kantung matanya yang gelap terlihat jelas, tetapi sorot matanya sudah jernih dan tidak lagi dipenuhi kebingungan.Brielle merapikan rambutnya, lalu mengenakan setelan yang rapi. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi masa depan masih panjang. Setidaknya sekarang, dia sudah memiliki keberanian untuk menghadapi semuanya.Brielle mengambil tas laptopnya. Setelah semalaman menata ulang emosinya, dia memutuskan untuk memberanikan diri menghadapi segala sesuatu. Bagaimanapun juga, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.Begitu membuka pintu kamar, dia melihat Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1447

    Memang benar, selama di Negara Madagasa, Brielle pernah beberapa kali bertemu dengan Harvis.Hubungan mereka juga cukup baik. Mereka bahkan sering berkomunikasi dan bertukar kabar secara online.Pada masa itu, Harvis adalah satu-satunya pria yang bisa menjadi tempat Brielle mencurahkan keluh kesahnya.Dia masih ingat suatu kali ketika dirinya ketinggalan pesawat, Raka sudah lebih dulu pulang ke tanah air bersama Anya.Saat itu, Brielle menjelaskan bahwa dia terlambat karena pergi berwisata ke daerah sekitar bersama seorang teman.Namun ketika dia tiba di rumah, wajah Raka terlihat sangat muram. Pria itu hanya duduk diam di sofa, sementara suasana di sekelilingnya dipenuhi tekanan yang menyesakkan.Brielle menggigit bibirnya dengan pelan. Raka memang orang yang sangat menjaga harga diri dan terbiasa memendam segala sesuatu.Dia pernah berkonsultasi dengan seorang psikolog. Kesimpulan yang diberikan psikolog itu adalah pria yang emosinya terlalu stabil sering kali memiliki masalah dalam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 351

    Raka tiba-tiba berdiri, lalu melangkah ke arah jendela kaca besar yang menjulang."Dengar-dengar, Lukas memberimu sebuah dana penelitian?" tanyanya mendadak.Brielle terkejut sejenak, lalu menjawab datar, "Itu nggak ada hubungannya dengan pekerjaan.""Aku dengar itu dana yang tersisa setelah laborat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 319

    "Sedang kupikirkan," jawab Brielle.Wajah Raka tampak semakin suram. Dia menatap Brielle beberapa detik, lalu berbalik pada Madeline dan Louie. "Pendanaan lanjutan akan aku siapkan, tapi mulai sekarang, progres eksperimen harus dilaporkan padaku setiap minggu.""Baik, tidak masalah," Madeline mengan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 339

    Brielle mengernyit, lalu berbalik kembali ke laboratorium untuk melihat isi flashdisk itu.Musim semi perlahan tiba. Akhir pekan itu, Brielle sudah menyiapkan perlengkapan untuk piknik. Dia berniat pergi ke taman untuk bersantai.Sejak hari Kamis, Brielle sudah memutuskan akan membawa putrinya pergi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 344

    Devina merapikan rambut panjangnya sambil berkata, "Brielle sudah menghancurkan statusku sebagai duta amal, suasana hatiku memang buruk.""Sekarang Brielle dan Lambert kelihatannya makin dekat, ke depannya mungkin kalian ...."Devina agak kesal, "Aku masih harus takut padanya?""Hubungan Lambert dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status