Share

Bab 555

Penulis: Ayesha
Syahira menasihati, "Brielle, kamu nggak bisa karena satu pernikahan yang gagal lalu ...."

Tatapan Brielle jernih dan tenang. "Sekarang aku sangat menyukai ritme hidup seperti ini. Lambert sudah banyak membantuku, aku selalu bersyukur. Niro adalah teman yang sangat baik, dan Harvis adalah senior sekaligus sahabat yang sangat berarti. Tapi soal perasaan, itu nggak bisa dipaksakan."

Syahira sangat memahami Brielle. Brielle memang tidak pandai menolak orang, dan dia juga tidak ingin menyakiti siapa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
wah..kayaknya Niro mau ungkapin perasaan nih....mau ngomong langsung....apalg brielle blg dia hrs pulang dgn selamat....lgs kaya dpt harapan bakalan diterima dia...pdhl yg ngantri mah byk niro....
goodnovel comment avatar
Iin Iin
ayo.. donk Brielle buka hatimu untuk Niro atau Lambert juga gpp..
goodnovel comment avatar
Suryat
kasihan Niro kalau hrs jadi sad boy..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1264

    Baru saja turun dari pesawat, Brielle langsung dijemput menuju Universitas Medis. Dia berhasil menghadiri rapat tepat waktu.Enam pakar medis sedang berdiskusi mengenai penanganan lanjutan untuk Niro. Saat melihat foto yang muncul di layar, Brielle menahan air matanya sekuat tenaga.Di foto itu, Niro tampak seperti sedang tertidur. Dia mengenakan alat bantu pernapasan dan tubuhnya terlihat jauh lebih kurus."Brielle, kami sudah mendiskusikan situasinya. Sekarang kami ingin dengar pendapatmu." Suara Justin terdengar lembut.Dia juga bisa melihat emosi Brielle sedang bergejolak, tetapi dia berharap Brielle dapat memberikan saran yang memberi mereka harapan.Brielle menarik napas dalam-dalam, menekan rasa sesak yang bergulung di hatinya, lalu memusatkan perhatian pada rapat di hadapannya. Dia mulai menjelaskan perkembangan terbaru dan dasar teori dari proyek BCI dengan runtut dan jelas."Meskipun proyek kami masih agak jauh dari tahap klinis, kalau benar-benar diperlukan, kami tetap punya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1263

    Meskipun Raka berkata begitu, Brielle tetap refleks ingin mengatakan sesuatu lagi untuk menebus sikapnya yang berlebihan hari ini.Namun, saat dia mengangkat kepala, pandangannya justru bertemu dengan sepasang mata yang sedalam lautan. Di dalamnya samar-samar bergolak emosi yang rumit.Tatapan Raka terlalu terang-terangan, seolah-olah membawa suhu yang membakar. Brielle tanpa sadar memalingkan wajah, menghindari tatapan panas pria itu."Sudah malam, kamu juga pasti capek. Pulanglah dan istirahat."Raka menatap sorot mata Brielle yang menghindar. Dia segera menyembunyikan seluruh emosi di matanya dan kembali berbicara dengan tenang, "Kamu juga istirahat. Jangan terlalu banyak mikir."Setelah berkata begitu, dia tidak tinggal lebih lama lagi dan berjalan menuju pintu.Baru setelah mendengar suara pintu tertutup, Brielle perlahan menghela napas lega. Bahu yang semula tegang ikut mengendur. Dia bersandar di meja dapur sambil menghabiskan segelas air sebelum ke atas.Selesai mandi dan baru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1262

    "Aku ngerti kesulitan Bapak." Brielle menahan emosinya dan berusaha menjawab dengan tenang."Terutama Raka, dia menanggung tekanan yang sangat besar. Dia bukan hanya harus mengoordinasikan sumber daya untuk mendorong proyek ini, tapi juga terus mendesak kemajuan penelitian.""Aku harap kamu jangan melampiaskan kemarahanmu padanya karena hal ini. Meskipun dia mantan suamimu, dia juga mitra yang layak dipercaya. Demi urusan Niro, kali ini dia sudah banyak berkorban."Sorot mata Brielle dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan. Dalam masalah ini, dia memang sudah terlalu berlebihan terhadap Raka."Tenang saja. Sekarang aku sudah mengetahui kebenarannya dan aku juga akan berusaha sekuat tenaga mempercepat perkembangan penelitian supaya proyek ini bisa segera memasuki tahap klinis.""Bagus, bagus. Aku jadi lega kalau kamu bilang begitu." Faisal terdengar sangat terhibur. "Kalian semua sudah bekerja keras.""Niro terluka demi negara. Semua ini memang sudah seharusnya kulakukan.""Baiklah, aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1261

    Tatapan Raka sedikit bergerak, dia menatap Brielle dengan terkejut.Brielle kembali meminta maaf, "Aku seharusnya nggak mempertanyakanmu seperti tadi. Aku tahu menyembunyikan semua ini dariku bukan keputusanmu, tapi perintah Pak Faisal."Raka menatap wanita di sampingnya. Tatapannya jernih dan tulus, membawa pengertian yang sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi dia lihat. Dadanya terasa sesak."Terima kasih sudah menanggung tekanan demi menarikku kembali ke proyek ini. Terima kasih juga atas investasi yang kamu berikan untuk proyek ini. Keluarga Niro juga seharusnya berterima kasih atas semua yang sudah kamu lakukan untuk mereka. Kalau Niro masih bisa selamat ...."Brielle menggigit bibir merahnya. Tenggorokannya tercekat hingga dia tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. Hanya air mata yang berputar di pelupuk matanya.Jantung Raka terasa diremas. Ada rasa pahit dan kelegaan yang sulit dijelaskan bercampur di dadanya. Dia menghela napas pelan."Janji padaku, kita harus menyelamatkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1260

    "Dia masih bisa bertahan?" tanya Raka dengan suara berat."Tim kami sudah berhasil menstabilkan kondisinya, tapi kami juga nggak tahu dia bisa bertahan sampai kapan. Penelitian ini harus dipercepat.""Baiklah, aku sudah tahu." Raka memijat pelipisnya.Dari seberang, Justin terdengar sedikit lega. "Kalau begitu ... aku serahkan Brielle padamu."Setelah telepon ditutup, Raka menoleh menatap pintu ruang istirahat yang tertutup rapat. Sorot matanya dalam.Wajah marah Brielle tadi terasa seperti jarum kecil yang menusuk hatinya. Dia tahu, kepercayaan di antara mereka yang semula sudah rapuh kini semakin hancur setelah kejadian ini.Sepuluh menit kemudian, Raka mendengar pintu ruang istirahat terbuka dari dalam. Brielle sedang menunduk merapikan kerah bajunya dan rambutnya yang sedikit berantakan. Emosinya tampak tenang setelah sempat runtuh, tetapi itu hanya di permukaan. Di matanya masih terlihat jelas kecemasan dan kegelisahan yang pekat."Kepalamu sudah nggak pusing?" Raka segera melangk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1259

    Lengan di pinggang memeluknya dengan kuat, menopang tubuhnya yang hampir jatuh."Ada apa?" Suara rendah Raka terdengar sedikit tegang. "Pusing atau bagian jantung sakit?""Pusing." Brielle memejamkan mata. Suaranya serak karena habis menangis. Sensasi pusing membuatnya merasa langit dan bumi ikut berputar setiap kali bergerak sedikit.Saat ini, Brielle sebenarnya masih ingin mendorongnya menjauh. Namun, dia sadar sekarang bahkan untuk berdiri tegak saja dia sudah tidak punya tenaga.Guncangan emosi yang besar ditambah pekerjaan intens beberapa hari terakhir akhirnya membuat tubuhnya memberi perlawanan.Raka mengernyit. Tanpa banyak bicara lagi, dia sedikit membungkuk, menyelipkan lengannya ke bawah lutut Brielle, lalu langsung menggendongnya."Lepaskan aku ...." Brielle meronta.Namun, Raka sama sekali tidak memedulikannya. Dia menggendong Brielle menuju sebuah pintu tersembunyi yang menyatu dengan rak buku di sisi dalam kantor.Di balik pintu itu ternyata ada ruang istirahat pribadi d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 573

    "Boleh minta kontak Profesor Brielle?""Ya, ya! Boleh ya?" Yang bersuara adalah beberapa mahasiswa laki-laki yang cukup tampan. Masing-masing penuh dengan energi muda khas mahasiswa pria.Suasana mendadak menjadi riuh.Brielle baru hendak menolak ketika suara laki-laki yang dalam dan dingin terdenga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 565

    "Di perjalanan, Anya meletakkan pialanya di samping dan kembali bermain dengan mainannya. Brielle menoleh ke belakang dan melihat putrinya sama sekali tidak terlalu menggantungkan diri pada rasa bangga itu. Dia malah merasa sedikit lega, anak-anak seharusnya tetap memiliki sifat polos dan alami mere

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 579

    Lebih-lebih lagi, dunia bisnis penuh dengan tipu muslihat."Brielle, aku nggak punya niat apa pun. Aku hanya berharap bisa memberi Anya jaminan untuk masa depannya." Raka tetap berwajah tenang seperti biasa.Brielle mengerutkan kening. Cara laki-laki ini menghitung dan menekan orang lain sudah lama

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 598

    Pandangan Lambert jatuh pada Brielle. Dia sedang menatap kedua anak yang bermain piano. Cahaya matahari senja membungkus mereka dengan lembut.Lambert sempat kehilangan fokus. Andai suatu hari mereka bisa menjadi keluarga berempat seperti yang dibicarakan orang, itu pasti luar biasa.Pukul 8 malam,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status