Share

Bab 646

Author: Ayesha
Sudut bibir Brielle terangkat membentuk senyuman sinis. Dia menoleh sedikit dan menjawab kepada pria di belakangnya, "Kalau aku mau menikah lagi, pasti aku kabari kamu."

Ding!

Lift tiba di lantai dasar. Brielle melangkah keluar tanpa menoleh sedikit pun. Di belakangnya, terdengar suara batuk Raka yang tidak lagi ditahan.

....

Tepat pukul dua belas siang, mobil Brielle berhenti di depan gedung Grup Seraphine. Hari ini, Lambert masuk kerja.

Wajah Lambert terlihat jauh lebih baik dibanding terakhir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
nah gitu brie tegas,hangan PHP anak orang,kasihan..semoga lambert bertemu cinta sejatinya..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1545

    Raka yang menyetir, sementara Brielle menunjukkan arah. Hanya sekitar sepuluh menit perjalanan, mereka sudah tiba di restoran.Matahari tengah hari terasa cukup terik. Setelah turun dari mobil, Brielle mengangkat tangan untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan. Saat itu juga, sebuah tangan ikut menaungi kepalanya.Brielle mendongak. Raka tersenyum. Wajahnya yang diterpa cahaya matahari tampak semakin tampan."Ayo."Mereka berjalan memasuki halaman restoran bergaya rumah pribadi itu.Hari itu pengunjung cukup ramai. Untungnya masih tersisa dua meja kosong.Di sana juga ada cukup banyak rekan kerja dari laboratorium. Beberapa meja yang sebelumnya ramai dengan tawa dan obrolan mendadak menjadi sangat hening saat melihat mereka berdua masuk.Brielle merasakan tatapan dari beberapa meja. Bagaimanapun juga, Raka memang terlalu mudah dikenali.Setelah mereka duduk, Brielle melihat para tamu yang tadi berbicara dengan suara keras kini langsung beralih menjadi berbisik-bisik.Setelah B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1544

    Anya mengangguk patuh, lalu kembali bermain. Raka menuangkan segelas air untuk Brielle. Kebetulan Brielle memang sedang haus. Dia menerimanya."Terima kasih."Tatapan Raka tertuju padanya."Brielle, penelitian ilmiah adalah sesuatu yang sangat mulia dan sangat berarti. Jangan merasa bersalah hanya karena nggak bisa selalu menemani putrimu. Mungkin sekarang dia belum sepenuhnya mengerti, tetapi saat dia tumbuh dewasa nanti, dia akan memahami bahwa ibunya sedang melakukan sesuatu yang luar biasa."Brielle tertegun. Dia tidak menyangka Raka bisa melihat perasaan itu.Namun, ucapan Raka benar-benar menghiburnya."Suatu hari nanti, dia akan merasa bangga memiliki ibu sepertimu. Itu juga akan menjadi teladan yang sangat berharga dalam perjalanan hidupnya."Brielle kembali terdiam. Ucapan Raka dipenuhi dorongan, kekuatan, sekaligus dukungan untuknya.Selama ini, dia selalu berusaha mencari keseimbangan antara karier dan perannya sebagai seorang ibu. Terkadang, ketika terlalu banyak waktu dicu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1543

    Malam itu sebenarnya Raka juga tidak minum banyak. Seingatnya, Raka hanya minum dua gelas anggur merah. Namun, apa pun maksud perkataannya, Brielle tidak ingin menanggapi apa pun sekarang. Dia mengernyit lalu berkata, "Sudah malam. Kamu pulang saja dulu."Brielle membuka pintu.Tiba-tiba Gaga berlari keluar dan berputar-putar dengan riang di sekitar kaki mereka. Raka mengusap kepala Gaga, lalu mengangkat kepala menatap Brielle."Gaga kubawa turun dulu."Brielle benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Namun melihat Gaga seolah mengerti, bahkan dengan antusias terus mengitari Raka, dia hanya mengangguk.Keesokan paginya.Brielle pergi menjenguk Harvis. Kondisi lukanya sudah pulih dengan baik dan keadaan mentalnya juga telah kembali seperti biasa. Bahkan asistennya membawa pekerjaan ke ruang rawatnya.Brielle sebenarnya ingin membujuknya untuk beristirahat, tetapi dia tahu seperti apa sikap Harvis terhadap pekerjaan. Harvis selalu mengejar kesempurnaan. Kalau hanya diminta beristirahat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1542

    "Harvis kali ini mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku. Budi itu terlalu besar. Aku butuh waktu untuk memikirkan cara terbaik membalasnya, tapi jelas bukan dengan cara yang kamu maksud."Sorot mata Raka seketika berbinar. "Aku mengerti."Ternyata memang dirinya terlalu larut dalam pikirannya sendiri dan terlalu tergesa-gesa mendesak Brielle dengan pertanyaan itu.Mereka masuk ke dalam lift. Brielle menekan tombol lantai 28, sementara Raka tidak menekan tombol lantai 27. Brielle pun mengulurkan tangan dan menekannya untuknya."Di rumahmu masih ada obat tidur? Beri aku satu strip lagi," tanya Raka tiba-tiba.Brielle menoleh menatapnya, matanya dipenuhi keterkejutan. "Strip yang kuberikan waktu itu sudah kamu habiskan?"Mata Raka dipenuhi senyum. "Kenapa? Memangnya ada masalah?""Menurutku kamu jangan minum obat tidur lagi, lebih baik pergi periksa ke dokter. Kondisimu sudah cukup serius. Aku sudah pernah bilang, obat tidur nggak boleh dikonsumsi berlebihan."Brielle benar-benar t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1541

    Anya juga memberikan kartu ucapan ulang tahun yang dibuatnya sendiri kepada Raka. Raka melihat tulisan tangan putrinya yang ditulis dengan sungguh-sungguh.[ Papa, selamat ulang tahun. Aku akan selalu, selalu mencintaimu! ]Mata Raka langsung memerah.Melihat putri kecilnya, dia baru benar-benar menyadari bahwa Anya telah tumbuh besar. Dia bukan lagi anak kecil yang setiap saat harus digendong dan dibujuk olehnya.Raka mengusap lembut puncak kepala putrinya dan berkata, "Terima kasih, sayangnya Papa."Setelah lewat pukul sembilan, Brielle juga harus pulang. Halaman rumah malam ini dihias dengan sangat indah dan Anya masih belum ingin pulang. Brielle pun mengizinkannya tetap tinggal, lalu membawa tasnya dan keluar lebih dulu.Baru saja melangkah keluar, dia mendengar suara langkah kaki dari belakang. Saat menoleh, dia melihat Raka membawa kantong hadiah dan menyusulnya."Boleh nebeng mobilmu?" tanya Raka sambil tersenyum. Lalu dia menambahkan, "Aku minum alkohol malam ini."Brielle meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1540

    Kini, melihat pemandangan di hadapannya, dia akhirnya mengerti. Semua yang telah dia lakukan adalah demi saat seperti ini. Agar keluarganya dapat hidup tenang, bahagia, dan tanpa kekhawatiran."Kak, kok melamun sih? Ini ulang tahunmu, 'kan? Cepat ke sini!" Raline melambaikan tangannya sambil memanggil Raka."Raka, kami tinggal menunggumu." Emily juga melambaikan tangan kepadanya.Raka pun tersadar. Senyum lembut perlahan muncul di matanya. Dia melangkah maju, lalu berjalan menuju cahaya hangat yang seakan memang menyala untuk dirinya."Papa!" Anya turun dari kursinya, lalu berlari menghampiri seperti seekor burung kecil yang riang.Raka langsung mengangkat putrinya ke dalam pelukan, lalu menggendongnya menuju meja makan dan mendudukkannya di samping Brielle. Setelah itu, dia duduk di kursi yang berada tepat di seberang Brielle. Tatapannya secara alami tertuju pada wanita itu.Brielle mengangkat kepala menatapnya. Kali ini, dia tidak menghindari pandangan Raka. Dengan suara pelan, dia b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 108

    Harvis mengambil kontrak itu dan membukanya pada halaman pernyataan pengalihan. "Ayahmu yang memberi izin pada Raka untuk memegang sampel donor ini. Secara hukum, pemberiannya sah."Air mata Brielle menggenang saat menatap halaman itu. Di sana memang tertera tanda tangan ayahnya.Kenapa? Bagaimana R

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 77

    Di foto kedua, Anya tampak duduk di atas kuda poni berwarna merah, tertawa riang sambil membentuk tanda peace dengan jarinya ke arah kamera Devina.Foto-foto itu membuat dada Brielle terasa sesak dan sakit. Baru sehari dia tidak di rumah, Raka sudah membawa putri mereka bertemu dengan Devina.Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 106

    Tak lama kemudian, dua gadis kecil itu kembali asyik bermain bersama. Namun, hati Raline mulai terusik. Kenapa ada ikat rambut wanita di mobil Lambert?Jangan-jangan ... dia sedang punya pacar?Pikiran itu membuat napasnya tercekat. Dia diam-diam melirik profil wajah Lambert yang tampan dari samping

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 73

    Saat berjalan di lingkungan Universitas Kedokteran, Faye sering dikelilingi oleh adik-adik kelas. Beberapa bahkan memintanya tanda tangannya. Faye merasa agak canggung, tetapi perasaan dipuja dan dihormati itu tetap menyenangkan baginya.Hanya saja, setiap kali ditanya bagaimana dia menemukan formul

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status