Share

Bab 652

Author: Ayesha
Ternyata, Brielle sejak awal bukan seseorang yang hidup bergantung pada Raka. Dia memiliki bakatnya sendiri, ambisinya sendiri, bahkan di luar sepengetahuan Raka, dua tahun lalu dia sudah berdiri di garis depan industri penelitian.

Dada Raka terasa mengencang.

Ekspresi Faye benar-benar berubah. Dia menatap layar dengan mata membesar, lalu memandang Brielle. Matanya penuh ketidakpercayaan.

Orang pertama yang menciptakan terobosan pada proyek BCI ... ternyata Brielle?

Bagaimana mungkin? Terlalu ti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Iin Iin
coba kalo Lu jujur dari dulu Raka, mungkin Brielle ga akan seperti ini...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1244

    Ekspresi Raka seketika membeku beberapa detik, tapi hampir secara refleks dia menolak, "Nggak bisa."Reaksi itu sudah diduga Brielle. Dia lebih memilih melewatkan kesempatan berdamai daripada mengungkapkannya, ya?"Kenapa?" Brielle menatap lurus ke matanya, suaranya tenang tapi tidak memberi ruang untuk menghindar. "Sebenarnya apa yang disembunyikan di dalamnya? Sampai kamu rela membiarkan aku terus membencimu demi merahasiakannya?"Jakun Raka kembali bergerak, sorot matanya rumit dan sulit dibaca. "Kamu bisa mengajukan syarat lain untuk ditukar, tapi yang ini nggak bisa. Tapi aku bisa jamin, rahasia ini nggak ada hubungannya dengan kamu, dan nggak akan menyakiti siapa pun."Brielle menggigit bibirnya. Meskipun sudah bercerai dan Brielle sudah tumbuh lebih dewasa, setiap kali berhadapan langsung dengan Raka, sudut matanya tetap saja memerah."Raka, kamu selalu seperti ini. Kamu merasa berhak menentukan apa yang boleh aku tahu dan apa yang harus kamu sembunyikan dariku. Ini masalah terb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1243

    "Tuan Raka, kecap di rumah habis, aku mau ke supermarket untuk beli. Tolong jaga Nyonya, ya!" Setelah berkata demikian, Lastri meletakkan hadiah di atas lemari, lalu berjalan ke arah pintu. Tak lama kemudian, dia sudah keluar.Brielle mengernyit. Lastri jelas sengaja mencari alasan untuk pergi. Tiba-tiba dia merasa canggung, lalu menutup laptopnya. Raka duduk di sofa seberangnya, tatapannya masih tertuju pada lengan Brielle yang dibalut perban. "Lukanya masih sakit?""Nggak lagi," jawab Brielle sambil menunduk."Rapat kali ini berjalan sangat lancar, aku juga dapat banyak hal." Raka menatapnya. "Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal investasi selanjutnya."Brielle memalingkan wajah, melihat ke arah pemandangan di luar jendela, lalu menjawab pelan, "Aku tahu."Raka menunduk. "Aku tahu sekarang aku sudah nggak punya hak untuk menjelaskan apa pun kepadamu, tapi ada beberapa hal yang tetap harus aku katakan."Brielle menoleh kembali menatapnya. Dia tidak tahu apa yang ingin dijelaskan Raka,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1242

    Raline menggigit bibirnya dan melanjutkan, "Kak Brielle, aku bisa jamin, benaran nggak ada apa pun di antara kakakku dan Devina. Selama ini dia membiarkan Devina tetap di dekatnya hanya karena penyakit Ibu."Brielle menghela napas pelan. "Semuanya sudah lama berlalu, nggak perlu dibahas lagi.""Nggak, belum berlalu." Raline menatapnya dengan tegas. "Di hati kakakku cuma ada kamu. Kulihat hidupnya juga nggak baik setelah bercerai. Kadang dia sering sendirian di ruang kerja. Bahkan, aku pernah lihat dia sedang membaca catatan kamu menemaninya di rumah sakit."Brielle mengernyit. Mengingat catatan itu, dia malah ingin mengambilnya kembali dan menghapusnya.Raline tidak menyadari Brielle sedang melamun, dia terus bicara, "Kak Brielle, aku tahu aku sudah nggak pantas lagi mengatakan ini, tapi kakakku sudah tahu dia salah, dia juga sedang berusaha berubah.""Raline." Brielle memotongnya dengan lembut, "Aku tahu dia sedang berubah, tapi ada banyak hal yang memang nggak bisa kembali seperti du

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1241

    Hari keempat pagi-pagi, Brielle sudah pulang ke rumah. Anya pergi ke sekolah, Lastri membuatkan bubur bergizi untuk memulihkan tubuhnya. Walaupun Brielle ada di rumah, pikirannya tetap tertuju pada laboratorium. Di sofa ruang tamu, dia tidak pernah lepas dari laptop. Di sampingnya, Gaga juga sudah melepas perban dan luka di tubuhnya sudah mulai mengering dan membentuk keropeng.Mulai sekarang, Lastri hanya akan mengajaknya jalan-jalan di area kompleks bawah, tidak lagi membawanya ke taman luar.Pukul lima sore, Raline menggandeng Anya pulang. Dengan tas kecil di punggungnya, Anya melompat-lompat dengan ceria."Mama sudah pulang!" seru Anya sambil berjalan mendekat.Brielle mengenakan baju lengan panjang, jadi Anya tidak menyadari bahwa lengan ibunya terluka. Raline kemudian berkata, "Anya, bilang ke Mama, malam ini kamu mau tidur sama siapa?""Mama, aku masih boleh tidur sama Tante nggak?" tanya Anya langsung dengan nada memohon. Dia pikir karena Brielle sudah pulang, dia tidak bisa la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1240

    Devina menggigit bibir merahnya. Raka pergi ke luar negeri? Untuk apa?Tepat saat itu, dia mendengar suara mobil dari luar. Dia segera menghapus riwayat obrolan dengan Gavin di ponselnya. Jangan sampai Ignas tahu dia meminta hadiah dari Raka.Devina mengenakan gaun tali tipis berwarna merah anggur yang seksi, lalu dia melangkah turun dari lantai dua dengan anggun. Namun, begitu melihat Ignas masuk dengan wajah muram tanpa meliriknya sama sekali, hatinya langsung berdegup kencang."Ignas, ada apa?" Devina mendekat dengan nada khawatir.Ignas duduk di sofa, lalu tiba-tiba meninju bantal dengan keras. Nada suaranya suram. "Raka diundang ke konferensi Solar Valley. Kali ini, entah berapa banyak lagi sumber daya yang akan dia dapatkan."Jantung Devina langsung berdegup keras. Konferensi Solar Valley diadakan tiga tahun sekali. Itu adalah pertemuan para pemimpin bisnis top dunia. Yang diundang semuanya tokoh berpengaruh di bidangnya. Dia ingat tiga tahun lalu Raka sudah pernah ikut, tak disa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1239

    Gavin berbalik untuk menerima telepon. Cherlina baru sadar kalau ponselnya tertinggal, lalu dia berkata kepada Brielle, "Brielle, tunggu aku sebentar, ponselku ketinggalan."Brielle mengangguk. Tak lama kemudian, terdengar suara Gavin. "Bu Devina, ada perlu?"Brielle tanpa sadar menoleh ke arah Gavin. Lalu, Brielle mendengar dia tetap berbicara dengan nada profesional, "Pak Raka lagi dinas di luar negeri. Untuk jadwal detailnya nggak bisa kami beri tahu.""Saat ini aku juga nggak bisa menghubungi Pak Raka, mohon maaf.""Daftar hadiah?" Suara Gavin terdengar agak terkejut. "Maksudnya hadiah seperti apa?""Maaf, soal itu aku nggak bisa ambil keputusan atas nama Pak Raka. Silakan tunggu sampai beliau kembali ke dalam negeri."Entah apa yang dikatakan Devina di sana, nada suara Gavin mulai terdengar sedikit tidak sabar. "Aku mengerti perasaanmu, tapi urusan pribadi Pak Raka bukan wewenangku untuk campur tangan. Maaf ya, aku masih ada urusan."Gavin langsung menutup telepon lebih dulu. Saat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 519

    Justin tertawa lepas sambil mengangkat gelas ke arah Raka. "Tentu saja! Talenta seperti Brielle pasti akan kami dukung sepenuhnya."Madeline yang melihat interaksi itu merasa lega dan ikut tersenyum puas. Dengan Raka yang membantu menjalin dan memperluas hubungan antara pihak laboratorium dan luar,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 544

    Rapat sore itu membawa kabar baik. Madeline mengumumkan beberapa kondisi pasien yang sudah membaik. Meskipun prosesnya butuh waktu, semua data bergerak ke arah yang positif.Faye melihat berkali-kali tatapan pujian Madeline kepada Brielle. Di permukaan dia tampak tenang, tetapi hatinya tetap merasa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 543

    Brielle merasa agak bersalah. "Maaf, Kak Harvis. Keputusan ini agak mendadak, jadi belum sempat memberi kabar kepadamu."Harvis menghela napas. Dia juga tahu bekerja di laboratorium Raka memang sedikit mengekang bagi Brielle."Aku tahu. Aku juga mengerti perasaanmu. Hanya saja ... aku sulit melepas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 551

    Raka mendongak menatap Brielle yang tampak tak senang. Dia mengangkat putrinya lalu berkata, "Ayo kita ke bawah untuk kepang rambut, ya?""Oke!" jawab Anya dengan suara imut. Ketika melihat ibunya, dia berseru gembira, "Mama, lihat, Papa sudah pulang."Di depan putrinya, Brielle tidak bisa berkata a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status