Share

Bab 47

Author: Ayesha
"Aku yakin," jawab Brielle, matanya memancarkan kepercayaan diri.

"Bagus, kalau butuh bantuan, tinggal bilang," kata Harvis.

Saat Faye berbelok di lorong, Thoriq dengan antusias mengikutinya dari belakang. "Faye, jangan marah ya. Brielle nggak mungkin bisa saingi kamu. Aku yakin proposalmu yang paling efektif."

Thoriq sudah menyukai Faye sejak masa kuliah, tetapi karena Faye sangat arogan, dia tak pernah diberi kesempatan. Bergabung dengan laboratorium kali ini pun sebenarnya demi bisa mendekati
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Renadwijo
jgn pedulikan Raka..apapun yg dia lakukan, go ahead..dg cara begitu, hatimu tak akan lagi terluka
goodnovel comment avatar
Renadwijo
terlalu sering dikecewakan dan disakiti, membuat cinta tergerus..Selama ini Brielle udh kecewa berat, suami tidak peduli hati istri, trs menumpuk rasa sakit & kecewa di hati Bruelle.Jgn salahkan Brielle kalo cinta pudar dan hilang, bhkn jadi benci.Semangat Brielle, fokus pada anak & kariermu saja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1172

    Setelah sibuk seharian, waktu pun menunjukkan pukul 2.30 siang. Brielle merasa sedikit mengantuk. Dia mengangkat cangkir kopi dan menyesapnya.Ketika memandang pemandangan di luar jendela, bayangan Niro muncul di benaknya. Tanpa terasa, sudah tujuh hari berlalu, tetapi tidak ada kabar sama sekali darinya. Tidak ada pesan, tidak ada telepon.Brielle sempat terpikir untuk menghubungi Keluarga Harmawan, tetapi dia tidak tahu harus menggunakan identitas apa untuk menghubungi mereka. Hubungannya dengan Niro pun hanya dikonfirmasi secara pribadi. Sebelum hubungan mereka diumumkan secara resmi, dia tidak bisa sembarangan menghubungi Keluarga Harmawan.Namun, dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Niro.Ketika Brielle sedang melamun, tiba-tiba terdengar suara pria yang rendah dari belakang. "Cemasin dia ya?"Brielle terkejut, lalu berbalik melihat pria yang entah sejak kapan sudah masuk. Dia mengerutkan kening. "Lain kali kalau masuk, tolong ketuk pintu."Wajah tampan Raka menjadi sedikit kak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1171

    "Baiklah! Kalau begitu, aku tutup dulu." Lambert menutup telepon lebih dulu.Tak lama kemudian, telepon dari Jay juga masuk. "Ketua Raka, selamat ya! Lama nggak bertemu, sekarang statusmu sudah berbeda lagi."Nada suara Jay terdengar agak bercanda. Dia juga bertanya dengan penasaran, "Terakhir kali aku lihat, rambutmu masih sebagian yang beruban. Kenapa kali ini jadi putih semua?""Aku suka warna ini, kamu juga bisa coba warnai sendiri." Suasana hati Raka sedang cukup baik hari ini, jadi dia bercanda sedikit."Haha! Kalau aku sepuluh tahun lebih muda, mungkin aku benar-benar akan mencobanya!" Setelah tertawa, Jay menjadi lebih serius. "Tanggal 5 Mei adalah hari pernikahanku, jangan lupa datang."Raka tentu sudah menerima undangan pernikahannya. Belakangan ini dia sangat sibuk, waktu itu pun dia hanya sempat berbicara sebentar sebelum akhirnya menutup telepon."Oke, selamat ya. Aku pasti akan meluangkan waktu untuk minum di pesta pernikahanmu."Di seberang, Jay terdiam selama beberapa d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1170

    Brielle mengangguk. Tadi dia bekerja di lantai atas, sepanjang malam ini juga tidak banyak menemani putrinya. Dia mengambil piring buah itu, lalu berjalan menuju ruang kerja di lantai satu.Baru saja melangkah masuk ke ruang kerja sambil membawa piring buah, Brielle sudah mendengar suara penjelasan Raka yang lembut dan suara putrinya bertanya."Papa, tulisanku bagus nggak?""Hmm, bagus. Bagian ini perlu sedikit lebih ditekan, nanti akan lebih bagus." Suara Raka terdengar pelan dan sabar. "Ya, seperti itu."Brielle melangkah masuk ke ruang kerja. Melihat pemandangan hangat ini, di hatinya muncul perasaan yang agak rumit. Anya belajar dengan sangat serius, wajah kecilnya penuh konsentrasi. Raka pun menatapnya dengan senyuman penuh apresiasi.Anya menyadari sesuatu. Dia menoleh dan berseru dengan senang, "Mama!"Raka juga ikut menoleh. Pandangannya tertuju ke piring buah di tangan Brielle. "Anya, makan buah dulu. Kita istirahat sebentar.""Oke." Anya mengangguk senang.Brielle meletakkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1169

    Devina dan Freyna kembali ke dalam mobil. Freyna menghela napas lega. "Tadi aku lihat tatapan Ignas, dia sangat tertarik padamu. Rencanamu untuk mendekatinya berhasil."Devina memegang dadanya, wajahnya menunjukkan sedikit rasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, pria tua itu berusia 60 tahun. Saat tadi mendekatinya, bau khas orang tua itu tetap saja tercium olehnya.Dibandingkan dengan aroma kayu cedar yang bersih dan memikat dari tubuh Raka, Devina merasa sedikit mual.Freyna melihat ketidaknyamanannya. Meskipun dulu latar belakang Devina sangat rendah, bahkan berstatus anak haram, selama sepuluh tahun ini, apa yang diberikan Raka kepadanya, baik materi maupun nama, tak kalah dari para putri keluarga kaya. Jadi di dalam dirinya, Devina tetap memiliki kebanggaan."Devina, kamu harus pikirkan baik-baik. Anak panah yang sudah dilepaskan nggak bisa ditarik kembali. Karena kamu sudah menarik perhatian Ignas, kamu harus terus berjalan sampai akhir." Freyna mengingatkannya.Dia juga berharap D

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1168

    Devina baru duduk sebentar. Setelah mendapat izin dari manajer restoran, dia berjalan menuju piano dengan anggun. Dengan mengenakan gaun putih panjang, dia duduk di bangku piano. Jari-jarinya mendarat di atas tuts, lalu alunan merdu segera mengalir.Para tamu di restoran pun tertegun. Mereka tak menyangka bisa melihat seorang wanita cantik bermain piano secara langsung, bahkan bermain seindah itu. Banyak pria langsung menoleh, sampai terpaku.Tentu saja termasuk meja Ignas. Ignas jelas tertegun sejenak, lalu pandangannya tertuju ke arah piano.Devina menyadarinya dari sudut matanya. Dia mengangkat kepala pada saat yang tepat, matanya bertemu dengan tatapan Ignas. Kemudian, dia sedikit mengangguk, menampilkan senyuman yang sempurna.Ignas langsung merasa suasana hatinya membaik. Dia memanggil pelayan, membisikkan sesuatu, lalu kembali menikmati permainan piano itu.Satu lagu selesai. Saat Devina kembali ke tempat duduknya, seorang pelayan datang membawa segelas anggur merah. "Bu, anggur

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1167

    Faye menyesal tidak melihat jelas sifat Devina sejak awal. Dia pikir setelah Devina masuk ke Keluarga Pramudita dan menikmati kekayaan triliunan, Devina tidak akan lagi memikirkan bisnis Keluarga Datau. Tak disangka, bahkan sebelum Devina masuk ke Keluarga Pramudita, dia sudah membuat Raka merebut 13% saham Grup Datau untuknya.Faye sedang duduk di sofa sambil menggulir berita. Tiba-tiba, dia melihat laporan keuangan, juga melihat foto Brielle, Raka, serta para petinggi. Seketika, matanya membesar karena iri. Dia tak percaya melihat pencapaian Brielle sekarang.Dua tahun lalu, mereka masih sesama peneliti di laboratorium yang sama. Kini, Brielle mendapatkan 160 triliun dari harta perceraian dan kariernya juga berkembang pesat di dunia riset, menjadi sosok top di industri.Di foto itu, orang yang berbincang akrab dengan Brielle adalah ketua sebuah perusahaan farmasi besar. Apakah sekarang orang-orang yang dikenal Brielle sudah berada di lingkaran kelas atas seperti itu?Senyuman Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 319

    "Sedang kupikirkan," jawab Brielle.Wajah Raka tampak semakin suram. Dia menatap Brielle beberapa detik, lalu berbalik pada Madeline dan Louie. "Pendanaan lanjutan akan aku siapkan, tapi mulai sekarang, progres eksperimen harus dilaporkan padaku setiap minggu.""Baik, tidak masalah," Madeline mengan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 339

    Brielle mengernyit, lalu berbalik kembali ke laboratorium untuk melihat isi flashdisk itu.Musim semi perlahan tiba. Akhir pekan itu, Brielle sudah menyiapkan perlengkapan untuk piknik. Dia berniat pergi ke taman untuk bersantai.Sejak hari Kamis, Brielle sudah memutuskan akan membawa putrinya pergi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 344

    Devina merapikan rambut panjangnya sambil berkata, "Brielle sudah menghancurkan statusku sebagai duta amal, suasana hatiku memang buruk.""Sekarang Brielle dan Lambert kelihatannya makin dekat, ke depannya mungkin kalian ...."Devina agak kesal, "Aku masih harus takut padanya?""Hubungan Lambert dan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 352

    Saking kesalnya, Brielle membanting pintu saat keluar. Apa maksud senyum tipis Raka barusan itu? Apakah dia mengira Brielle masih peduli padanya? Mengira itu tanda cemburu? Kalau begitu, pria ini benar-benar berpikir terlalu jauh.Brielle harus mengakui, Raka memang masih bisa mengguncang emosinya d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status