แชร์

Bab 773

ผู้เขียน: Ayesha
"Lepaskan aku." Brielle meronta dan berusaha mendorong Raka menjauh.

Pada saat itu, di kursi sebelah, seorang penumpang wanita tampaknya tidak mengenakan sabuk pengaman dengan benar. Tubuhnya terlempar ke arah lorong dan dia menjerit histeris.

Lengan Raka mengunci pinggang Brielle dengan kuat. Satu tangannya melindungi bagian belakang kepala Brielle. Brielle sendiri masih terbungkus selimut. Saat ini, dia dan selimut itu sama-sama terkurung rapat di dalam pelukan Raka.

"Aku nggak perlu," kata Br
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Suryat
gemesss..kpn kebongkarnya nih kebusukan valakor..
goodnovel comment avatar
Mardiana Suprianingsih
ya Allah, sedalam itu ya sakit hati brie, sampai sebenci itu sama raka walau dalam keadaan bahaya pun gak mau disentuh ama raka, pikir" kasihan juga ya raka, tapi biatin aja lah salah sendiri bikin sakit hati brie.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1384

    "Halo, Faye, kangen aku ya?" Dari seberang telepon terdengar suara Thoriq yang menggoda.Kebencian melintas di mata Faye, tetapi dia tetap berkata dengan tenang, "Thoriq, ayahku sudah tahu kalau kamu pegang bukti tentang dirinya. Dia bersedia bayar 10 miliar untuk beli semua bukti yang ada padamu.""Apa? Sepuluh miliar?" Suara Thoriq di seberang langsung naik beberapa oktaf, penuh kegembiraan dan ketidakpercayaan."Serius? Faye, kamu nggak bohong, 'kan?""Untuk apa aku bohong?" balas Faye pelan. "Thoriq, ayahku mau menceraikan ibuku. Lagi pula, uang itu juga nggak bakal jadi milikku. Jadi, ambillah sebanyak yang kamu bisa.""Oke, oke! Nggak masalah." Thoriq sangat bersemangat. Bagi dirinya, 10 miliar adalah rezeki nomplok.Sekitar pukul 9 malam, di dekat sebuah dermaga terbengkalai yang hampir tak pernah dilewati orang, Declan tiba tepat waktu dengan mobilnya.Dia duduk di kursi pengemudi dan menunggu sebentar sebelum melihat sebuah sedan Volkswagen melaju mendekat. Orang yang turun da

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1383

    Brielle tidak berkata apa-apa lagi. Dia berbalik, membuka pintu, lalu masuk ke rumah dan menutup pintunya.Raka berdiri di tempat selama beberapa saat, lalu juga berbalik dan pergi.....Di rumah Keluarga Datau.Malam ini, Declan pulang ke rumah. Namun, suasana hatinya sangat buruk. Bahkan terhadap Flora yang terus menangis, dia sudah kehilangan seluruh kesabarannya. Dia pulang malam ini hanya untuk meminta Flora menandatangani surat cerai.Faye sedang berada di kamarnya ketika seorang pelayan tiba-tiba berlari masuk. "Nona, cepat lihat Tuan dan Nyonya! Sepertinya mereka bertengkar!"Faye langsung berlari menuju kamar utama. Saat mendorong pintu terbuka, dia melihat ibunya ditekan di atas ranjang oleh ayahnya yang memaksanya menandatangani dokumen.Pemandangan itu membuat Faye tercengang. Ibunya ditekan kuat-kuat di atas ranjang, rambutnya berantakan, wajahnya penuh jejak air mata. Sementara ayahnya tampak garang dengan dokumen di tangan."Tanda tangan. Jangan paksa aku menggunakan kek

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1382

    Yang paling penting bagi Devina sekarang adalah secepat mungkin mengandung anak Ignas dan mengamankan posisinya, bukan berdiri di sini bersaing memperebutkan perhatian dengan Brielle.Siapa pun yang punya mata bisa melihat betapa Raka peduli pada Brielle. Namun, Devina malah maju sendiri mencari masalah dengan mereka. Bukankah itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri?Saat ini, sambil menggenggam tasnya dan masuk ke mobil, Devina bersumpah dalam hati. Suatu hari nanti, dia akan melemparkan uang penalti 4 triliun itu tepat di depan wajah Raka, memutus seluruh kendali pria itu atas dirinya, dan tidak perlu lagi menanggung penghinaan seperti hari ini.Di restoran, Raka kembali ke tempat duduknya. Ekspresinya sudah kembali tenang. Dia mengangkat mata dan mengamati wajah Brielle di seberangnya.Brielle sedang memotong steik untuk putrinya dengan sabar, seolah-olah kejadian barusan hanyalah selingan kecil yang tidak penting.Karena Devina tidak kembali ke restoran, berarti Raka sudah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1381

    Devina terpaku oleh tatapan dingin Raka. Hatinya langsung mencelos. Dia menyadari bahwa kali ini mungkin dia sudah keterlaluan.Bahkan Freyna yang berdiri di sampingnya sampai menahan napas, merasa Devina seharusnya tidak memancing emosi Raka pada saat seperti ini.Devina menoleh ke arah Brielle di seberang meja, lalu berkata dengan lembut, "Kamu temani Anya makan dulu."Namun, setelah dia mengatakan itu, Raka justru bangkit dari kursinya. Tatapannya tertuju pada Devina, sementara nadanya tegas tanpa ruang untuk membantah. "Bu Devina, mari kita bicara di luar sebentar."Itu bukan ajakan. Itu perintah.Wajah Devina langsung memucat. Melihat sorot mata Raka, dia tahu pria itu benar-benar marah. Dia pun memaksakan senyuman. "Raka, aku nggak ingin ganggu kalian ma ...."Namun, Raka sudah berjalan keluar menuju pintu restoran. Devina langsung panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia bertukar pandang dengan Freyna.Pada saat yang sama, dia melihat Brielle sedang memandanginya. Seketika m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1380

    "Mama sudah di rumah," jawab Brielle."Kalau begitu, Mama makan sama kami, 'kan?""Mama ....""Mama, ayo dong, ayolah!" Anya buru-buru merengek dengan manja, takut ibunya akan menolak.Hati Brielle langsung melunak."Baiklah, Mama ikut.""Kalau begitu, Mama turun ke parkiran ya! Papa jemput Mama," ujar Anya.Brielle juga ingin menemani putrinya keluar untuk bersantai sejenak. Setelah memberi tahu Lastri, dia pun turun. Saat tiba di area parkir, mobil Raka kebetulan baru saja berhenti di tempatnya.Jendela mobil turun. Anya melambaikan tangan kecilnya dengan gembira. "Mama, cepat!"Melihat putrinya yang begitu tidak sabar, Brielle tersenyum sambil menggeleng, lalu membuka pintu mobil dan masuk.Baru saja duduk, Raka menoleh ke arahnya. "Mau makan apa? Western food atau chinese food?""Terserah. Kamu yang pilih saja," jawab Brielle dengan tenang."Oke, aku yang atur."Tak lama kemudian, mobil Raka berhenti di depan sebuah restoran barat. Begitu turun dari mobil, Anya menggenggam tangan B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1379

    Saat Brielle masih mengamatinya, Raka sudah berjalan ke hadapan mereka. Kebetulan, dia menangkap tatapan Brielle yang sedang memperhatikan pengikat lengan kemejanya.Sudut bibirnya sedikit terangkat, nyaris tak terlihat."Jangan dilihat terus," ujarnya dengan suara rendah. "Kamu yang belikan."Kalimat itu membuat napas Brielle sedikit tertahan. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus menjawab apa.Justru Syahira yang berada di sampingnya memperlihatkan ekspresi seolah-olah sedang menonton pertunjukan menarik. Dia segera mencari alasan untuk pergi."Brielle, aku ke toilet dulu. Kalian ngobrol saja." Tanpa menunggu reaksi Brielle, dia langsung kabur.Raka menambahkan penjelasan, "Kemejanya kurang pas. Pakai pengikat lengan jadi lebih cocok."Brielle memalingkan wajah. Dulu setelah mereka menikah, ukuran pakaian, selera, hingga warna pakaian Raka hampir semuanya diurus sendiri oleh Brielle.Namun, dia juga tidak percaya kalau sekarang Raka sampai tidak bisa mendapatkan kemeja yang pas.Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 540

    Brielle tertegun sesaat. Namun, tidak aneh kalau Lambert tahu soal ini. Bagaimanapun, di sini ada beberapa peneliti dari Laboratorium Kasih.[ Ya, tiga bulan lagi aku pergi. ][ Kamu memang harus istirahat untuk sementara waktu. ][ Mm, aku memang ingin istirahat sebentar. ][ Baik. Kalau begitu, ak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 525

    Hati Nanik terasa hangat. Brielle memang gadis yang tahu cara menghargai orang lain."Baiklah, kalau begitu saya pamit dulu, ya. Jangan lupa makan yang banyak," ujar Nanik sambil tersenyum lalu berjalan keluar.Memang, siang itu Brielle belum sempat makan banyak. Saat sedang menikmati kue yang dibaw

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 522

    Senyum di wajah Brielle seketika menghilang. Anya langsung melepaskan tangan ibunya dan berlari ke arah Raka sambil berseru, "Papa!"Raka berjongkok dan mengangkat putrinya tinggi-tinggi, lalu memeluknya erat. "Hari ini anak Papa sudah jadi anak baik belum?" tanyanya lembut."Aku baik banget! Nenek

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 520

    Mereka semua adalah orang-orang yang hampir kehilangan harapan.Brielle menatap proses suntikan pertama dengan tegang, sementara Madeline menoleh padanya dan menepuk bahunya pelan. Brielle pun menatap balik dan mengangguk mantap.Hari kedua dan ketiga, Brielle hampir tak pernah benar-benar santai. S

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status