Share

Bab 79

Author: Ayesha
"Ada apa?" Suara Raka terdengar serak, wajah tampannya tampak mengantuk.

Brielle menurunkan pandangan. Sesaat, kilat kebencian melintas di matanya. Dia turun dari tempat tidur, tidak ingin melihat Raka lagi.

Tatapan Raka tertuju ke arah punggung Brielle. Sorot mata yang biasanya tajam, kini semakin dingin seperti es.

Tak lama kemudian, pintu kamar Brielle dibuka dan ditutup kembali. Setelah itu, Brielle pun kembali berbaring di ranjang dan melanjutkan tidurnya.

Keesokan paginya, Brielle turun un
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Puput Dirga
memang bener kk...udah kayak film Indosiar
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
waduh kasian Lambert malah tertular...tp dia gentlement bgt ..malah perhatian Skali sama brielle..ga kayak si lakik...selingkuh mwlulu
goodnovel comment avatar
Rina Dwi
sdh hapal alurnya ya, say....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1408

    Kali ini, Harvis merasa perlu menyadarkan Brielle.Ucapan Harvis bagaikan sebuah kerikil yang jatuh ke permukaan danau di hati Brielle. Jemarinya yang menggenggam cangkir sedikit mengencang. Bulu matanya yang panjang terkulai, menutupi emosi di balik sorot matanya.Bagaimana mungkin dia tidak merasakannya?Awalnya Raka berinvestasi di laboratorium tanpa memperhitungkan biaya, lalu sekarang pria itu perlahan-lahan terlibat dalam setiap aspek kehidupannya. Banyak hal sudah melampaui batas sewajarnya.Brielle menghela napas pelan, lalu menatap Harvis dengan tatapan yang jernih dan tenang. "Kak Harvis, aku tahu apa yang harus kulakukan."Harvis ikut menghela napas. "Sebenarnya aku juga nggak seharusnya ikut campur. Aku cuma mengatakan beberapa hal sebagai seorang teman.""Aku tahu apa maksudnya, tapi mengetahui dan cara menanggapi adalah dua hal yang jauh berbeda." Brielle menoleh ke luar jendela."Aku berterima kasih atas dukungannya dalam karierku. Demi Anya, aku juga bersedia menjaga hu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1407

    Saat pintu lift menuju lantai 27 menutup, Raka mengucapkan satu kalimat kepada Brielle, "Terima kasih."Brielle memandangi pintu lift yang telah tertutup. Hatinya bukannya tanpa gejolak sama sekali. Dia bisa merasakan permintaan maaf dan sikap mengalah dari Raka.Namun, luka masa lalu terlalu dalam. Banyak hal telah kehilangan kesempatan untuk diulang kembali.Misalnya cinta Brielle kepadanya, antusiasmenya terhadapnya, serta hati yang sejak lama telah padam untuknya.Mereka bisa menjadi teman, bisa menjadi rekan, bisa menjadi investor dan pihak yang menerima investasi. Namun, satu hal yang mustahil adalah menjadi suami istri lagi.Setelah kembali ke rumah, Brielle memberi tahu Lastri untuk tidak menyiapkan makan siangnya. Setelah itu, dia naik ke lantai atas untuk bekerja.Pukul 11.30 siang, Brielle menerima pesan dari Harvis. Dia turun ke lantai bawah. Ketika sedang memikirkan pekerjaan, tiba-tiba dia melihat sosok yang dikenalnya berjalan dari arah depan. Itu adalah Savana, ibu Lamb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1406

    "Kalau begitu, sekitar jam 11.30 siang aku akan nunggu di gerbang kompleks rumahmu.""Oke." Brielle mengiakan, lalu sambungan telepon di seberang pun terputus.Saat berhenti di depan lampu merah, Brielle merasa pria di sampingnya terus menatapnya. Dia menoleh. "Lihat apa?"Melihat ekspresinya, Raka langsung tahu Brielle jelas sudah lupa soal ajakan makan siang tadi."Padahal aku yang lebih dulu ajak kamu makan siang," ucap Raka dengan nada masam.Brielle berkedip, baru teringat. Di supermarket tadi, sepertinya memang Raka sempat mengajaknya. Saat itu, dia pun menolak tanpa pikir panjang."Kak Harvis cari aku karena urusan pekerjaan." Brielle mencoba memberi alasan, meskipun sebenarnya dia tidak perlu menjelaskan apa pun. Dia bebas makan dengan siapa saja."Kalau begitu, aku boleh ikut?" tanya Raka tiba-tiba."Nggak boleh." Brielle menolak dengan tegas.Raka kembali terdiam beberapa detik. Rasa sesak di dadanya justru makin berat."Kenapa?" tanyanya tak bisa menahan diri. Ada sedikit ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1405

    Saat mereka tiba di area kasir, Brielle mulai mengeluarkan barang-barang miliknya dan meletakkannya di meja pemindaian.Raka menoleh kepadanya dan berkata, "Sekalian saja."Setelah berkata demikian, dia sudah mengeluarkan ponselnya dan membuka kode pembayaran. Brielle langsung menghentikannya. "Aku bayar sendiri.""Cuma beberapa kebutuhan sehari-hari. Nggak seberapa." Raka tetap bersikeras ingin membayarnya.Brielle mengulurkan tangan untuk menghalangi. "Aku bayar sendiri." Nadanya bahkan lebih tegas dari Raka. Tepat saat itu, sebuah panggilan telepon masuk ke ponsel Raka. Dia melirik layar lalu berkata kepada Brielle, "Aku harus terima telepon penting. Boleh minta tolong sebentar?"Maksudnya sangat jelas. Di dalam troli masih ada sabun mandi dan satu pak kecil wiski miliknya.Brielle mengangguk. "Boleh."Raka pun melangkah pergi lebih dulu dan menuju sudut yang lebih sepi untuk menerima telepon.Setelah semua barang selesai dibayar, Brielle mendorong troli keluar dari area kasir. Pada

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1404

    Lastri yang berdiri di samping tersenyum melihat pemandangan itu. "Lihat saja Anya, senangnya bukan main. Pasti dia sangat merindukan Pak Raka."Brielle melangkah keluar rumah. Pada tubuh Raka masih terlihat aura lelah setelah perjalanan jauh, seolah baru saja turun dari pesawat."Pulanglah dan istirahat dulu. Aku yang antar Anya," kata Brielle. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa pria itu tampak sedikit kelelahan."Aku ikut denganmu." Raka menggenggam tangan putrinya sambil menatap Brielle. Anya juga segera menggenggam tangannya lebih erat."Mama, aku mau Papa ikut antarin aku ke sekolah. Tolong ya, Mama."Brielle akhirnya hanya bisa mengangguk. "Baik."Di kursi belakang mobil, Anya dan Raka terus mengobrol. Topiknya tentu saja seputar perjalanan dinas Raka. Tak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Anya masuk ke sekolah dengan riang.Setelah kembali ke mobil, Brielle menoleh ke arah pria yang masih duduk di kursi belakang. "Aku antar kamu pulang untuk istirahat.""Kamu sendiri mau k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1403

    Di dalam kafe, Brielle sedang memegang cangkir kopi dan menyesapnya perlahan. Tatapannya penuh minat saat melihat Ferdian yang duduk di hadapannya. Kekaguman di matanya tidak pernah benar-benar hilang sepanjang percakapan mereka.Karena terlalu fokus pada diskusi, dia sama sekali tidak menyadari bahwa sesosok pria tinggi baru saja masuk ke dalam kafe. Sampai akhirnya sebuah suara rendah dan menarik terdengar dari sampingnya. "Nggak mau perkenalkan kami?"Brielle terkejut dan langsung mengangkat kepala.Saat melihat pria yang tiba-tiba muncul itu, dia tidak bisa menahan rasa herannya. "Bukannya kamu sudah berangkat ke bandara?""Kebetulan lewat. Aku masuk untuk beli kopi," jawab Raka dengan nada santai seolah tidak terjadi apa-apa. Di belakangnya, Gavin langsung memahami situasi dan segera berjalan ke meja pemesanan untuk memesan kopi.Sementara itu, tatapan Raka beralih kepada Ferdian yang duduk di seberang Brielle. Di matanya terdapat penilaian yang jelas.Brielle langsung merasakan a

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 284

    Brielle kembali dan memasukkan hadiah dari Raka ke dalam tasnya. Kedua gadis kecil itu sudah ribut minta kue ulang tahun. Di hadapan mereka ada kue enam tingkat yang sangat indah, itu pesanan Syahira.Saat lilin dikeluarkan, wajah Brielle memanas. Syahira ternyata memilihkan lilin angka 18 untuknya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 295

    Madeline menerima undangan dari laboratorium Chiva. Mereka akan mengumumkan sebuah terobosan baru pada pukul tiga sore ini.Brielle, Faye, dan Harvis sama-sama dipanggilnya untuk menghadiri acara tersebut.Faye dan Harvis pulang dari MD bersama. Saat berada di kantin, suasana hati Faye tampak cukup

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 306

    Apalagi sosok ayahnya yang berdiri di podium penghargaan, itu juga membuat Brielle sangat kagum.Kemudian, di usia 18 tahun, dia bertemu Raka. Di usia 19 tahun, dia merawat Raka. Di usia 20 tahun, Raka menikahinya, lalu dia menjadi seorang yang sehari-hari pikirannya selalu tertuju pada Raka.Tatapa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 271

    Mata Brielle langsung berbinar. Pergi ke Universitas Medis Militer untuk pertukaran akademik? Dia pun membalas.[ Oke. ][ Kurang lebih tiga hari, ada yang jaga anakmu? ]Brielle tertegun, menatap putrinya. Orang yang paling dia percayai untuk dititipkan tentu saja adalah ayah Anya, Raka.Saat dia m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status