Share

Bab 850

Author: Ayesha
Raka meliriknya sekilas, lalu membungkuk dan segera menandatangani kolom keluarga pasien.

Sorot mata Jay meredup beberapa derajat. Dia berdiri di depan pintu ruang dokter. Seluruh tubuhnya tampak tegang.

Tak lama kemudian, Declan yang sedang dinas di luar kota datang bersama istrinya. Begitu melihat Raka, dia segera melangkah cepat dengan wajah cemas. "Raka, gimana kondisi putriku?"

"Keracunan makanan. Sudah dilakukan cuci lambung dan kondisinya sementara stabil," jawab Raka dengan tenang.

"Syuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
da cepetan cuss ke RS..ntar keburu metong kekasih pujaan hatimu itu..cepetan nikahin selingkuhanmu biar g sakit2an.klo km nikahin psti lgsg g pernah sakit lagi n km jg bs nyaksikan brielle bersm pria lain yg bucin sm dia yg meratukan dia n memprioritaskan dia g ky km kang selingkuh
goodnovel comment avatar
Aya Aisyah
Gimana...mau pergi lagi ke RS untuk Devina. Bikin sebel aja...gak tegas jadi laki sama perempuan.
goodnovel comment avatar
Andi Sary Nova
emang enak bersolo ria pak Raka dulu masih terikat pernikahan lo dia siakan sekarang lo hanya bisa ngehayalin sambil bersolo dikamar mandi lg emang seru kaga Khan makanya lo nikmati saja penyesalan lo sampai Brielle di ambil pria lain wkwkwk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1356

    Namun, Ignas tidak akan berhenti menyelidiki segala hal di balik dana yayasan kamar dagang itu.Bagaimanapun juga, dia masih belum memenuhi ambisinya untuk menjadi posisi ketua kamar dagang. Selama masih hidup, dia harus duduk di kursi itu setidaknya sekali untuk memuaskan dirinya.Terlebih lagi, dia sangat tidak puas terhadap Raka yang jelas-jelas merupakan juniornya itu.Kegagalan dalam persaingan sebelumnya sudah membuatnya malu dan hari ini Raka sama sekali tidak memberinya ruang untuk menjaga harga diri. Dendam lama dan baru bercampur menjadi satu, bagaimana mungkin dia rela melepaskannya begitu saja?Orang lain mungkin tidak mampu menggoyahkan posisi Raka, tetapi Ignas tidak takut.Saat itu, Devina yang berada di sampingnya melihat sosok Brielle berjalan menuju toilet. Dia pun berkata, "Ignas, aku ke toilet sebentar."Brielle keluar dari bilik toilet, sementara Devina sedang mencuci tangan. Melalui cermin, dia memandang Brielle. "Hari ini Bu Brielle benar-benar hebat ya."Semua p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1355

    Setelah Brielle mengobrol dengan Raju selama belasan menit, Raka berjalan menghampiri.Dia memberi salam hormat kepada profesor tua itu, lalu berkata kepada Brielle, "Profesor Brielle, maaf ganggu sebentar. Ada beberapa rekan dari luar negeri yang ingin kenalan denganmu. Bisa ikut denganku sebentar?"Brielle menoleh pada profesor tua itu. Sang profesor melambaikan tangan dengan ramah. "Pergilah, pergilah! Urusan utama lebih penting."Brielle mengangguk, lalu berdiri dan mengikuti Raka menuju kelompok tamu lain di aula jamuan.Begitu Raka berjalan mendekat, seorang pria yang tampak elegan langsung menyambutnya dengan hangat. "Pak Raka.""Pak Elliot, izinkan saya memperkenalkan. Ini Profesor Brielle." Raka memperkenalkan sambil tersenyum."Profesor Brielle, senang bertemu denganmu. Akhirnya, kita bisa bertemu langsung." Tatapan Elliot kepada Brielle penuh apresiasi dan kekaguman.Di sela-sela percakapan dengan Elliot, beberapa kenalan lain juga datang menyapa.Raka sedikit memiringkan k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1354

    Devina sudah menghabiskan begitu banyak tipu daya dan usaha untuk memisahkan mereka, bahkan mengorbankan sepuluh tahun masa mudanya. Mungkinkah pada akhirnya semua itu tetap berakhir sia-sia?Melihat tatapan Raka yang dalam dan teguh terus tertuju pada wajah Brielle, hati Devina terasa sangat sakit.Postur Raka yang sedikit membungkuk itu memperlihatkan kesabaran dan perhatian yang jarang sekali terlihat darinya. Sementara Brielle sedikit mendongak, ekspresinya tenang dan serius.Di antara mereka berdua ... seolah-olah benar-benar sudah tidak ada lagi kebencian.Devina menggigit bibir merahnya dengan perih. Dia sudah mengorbankan begitu banyak, bahkan pada akhirnya dia harus menyerahkan diri pada pria tua seperti Ignas.Kenapa sekarang Brielle masih bisa kembali ke sisi Raka dengan mudah? Bahkan mendapatkan perlindungan dan pembelaan yang jauh lebih besar daripada dulu?"Lihat apa? Masih kepikiran mantan pacarmu itu?" Ignas tiba-tiba mencubit pinggangnya.Devina menarik kembali pandang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1353

    Ignas tertawa canggung dua kali, berusaha menyelamatkan harga dirinya."Aku cuma tanya sekilas. Bagaimanapun juga, dana sebesar itu memang harus ditangani dengan hati-hati."Sorot mata dingin Raka menatap wajah Ignas lekat-lekat. "Kalau tanpa bukti apa pun, hanya berdasarkan dugaan pribadi lalu mempertanyakan keputusan kamar dagang, itu bukan hanya bentuk ketidakpercayaan terhadapku sebagai ketua, tapi juga penghinaan terhadap seluruh ahli penilai. Kuharap Pak Ignas tahu batas."Wajah Ignas langsung menjadi masam. Usianya sudah lebih dari 60 tahun, tetapi sekarang malah diajari di tempat umum oleh bocah yang bahkan belum genap 30 tahun. Hal ini benar-benar membuatnya kehilangan martabat.Sebelum dia sempat membalas, Raka kembali melirik dengan dingin. "Kalau Pak Ignas terus buat tuduhan tanpa dasar dan menyebarkan pernyataan yang nggak benar, kamar dagang akan mempertahankan hak untuk menempuh jalur hukum."Suara Raka tidak keras, tetapi tegas dan penuh tekanan. Tatapan orang-orang di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1352

    "Ada apa? Senang lihat mantan kekasihmu?" Ignas tiba-tiba menunduk dan bertanya dengan agak kesal.Devina langsung tersadar. Ternyata rasa cemburu di dalam hatinya tanpa sadar terlihat dari tangannya yang menggenggam lengan Ignas semakin erat.Devina segera tersadar kembali, lalu memaksakan senyuman cerah nan memesona. Tubuhnya pun semakin mendekat pada Ignas hingga beberapa sentimeter. "Ignas, harusnya kamu paling tahu siapa yang ada di hatiku, 'kan?"Ignas mendengus pelan. Kebetulan dia memang sedang ingin mencari kesempatan untuk menemui Raka, jadi dia mengajak Devina berjalan ke arah mereka.Devina sedikit terkejut. Dia tidak menyangka Ignas benar-benar berjalan menghampiri Raka. Dia menarik napas dalam-dalam. Malam ini, apa pun yang terjadi, dia tidak boleh terlihat kalah di depan Raka dan Brielle."Pak Raka, Profesor Brielle, kebetulan sekali! Pas sekali kita bisa bahas soal penggalangan dana khusus itu." Ignas membuka percakapan lebih dulu. Suaranya lantang hingga menarik perhat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1351

    Mobil melaju dengan stabil menuju aula jamuan malam ini. Cahaya matahari senja di kejauhan membelah kota dengan garis-garis terang yang tegas.Brielle tidak ingin lagi mengenang masa lalu. Ke depannya, hubungan mereka akan dibangun atas dasar kerja sama yang baru.Raka juga tidak mencoba memulai topik yang lain lagi. Dia memahami Brielle. Brielle tidak ingin bernostalgia dengannya.Untuk sesaat, pemahaman itu membuat dadanya diliputi rasa sesak yang sulit dijelaskan, tetapi perasaan itu segera menghilang lagi.Tak lama kemudian, mobil tiba di hotel tempat jamuan berlangsung.Seorang pelayan maju dan membukakan pintu mobil. Raka turun lebih dulu.Seorang manajer yang melihatnya langsung bergegas menghampiri tanpa berani bersikap lalai. "Pak Raka sudah datang."Raka mengangguk tipis, lalu menunggu Brielle turun.Setelah Brielle turun dari mobil, keduanya berjalan berdampingan di atas karpet merah menuju aula jamuan yang terang benderang. Kemunculan mereka langsung menarik perhatian sekit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 463

    Wajah kecil itu kini tumbuh semakin cantik. Dua kepang kecilnya bergoyang lembut saat berjalan, memperlihatkan dahi putih mulusnya. Sementara itu, sepasang matanya yang besar berkilau seperti batu permata hitam.Brielle menunduk dan mengecup kepala kecil putrinya, lalu menggandeng tangannya keluar r

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 458

    Pria di sisi lain juga mengucapkan selamat kepada Brielle. Brielle menoleh dan tersenyum sopan sambil mengangguk pelan. "Terima kasih."Namun, ucapan selamat dari pria di sebelah kirinya seolah-olah tak pernah dia dengar.Tatapan Raka yang dalam bergulung dengan emosi samar, tetapi wajah tampannya k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 465

    Cherlina akhirnya mengumumkan jawabannya, "Devina juga datang, tadi dia kelihatan sedang ngobrol dengan Faye!"Brielle berpikir sejenak, lalu mengangguk pelan. Dia tidak terkejut. Kalau penelitiannya benar-benar bisa menyelamatkan nyawa Devina, wajar saja dia datang untuk mendengarkan langsung lapor

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 495

    Begitu Lambert berjalan mendekat, Syahira langsung tersenyum. "Pak Lambert, kamu bisa main golf nggak?" tanyanya santai.Lambert mengangguk ringan dengan percaya diri. "Bisa.""Pas banget! Ajarin Brielle, dong! Dari tadi satu bola pun belum ada yang kena," kata Syahira sambil menahan tawa.Wajah Bri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status