Share

Bab 910

Author: Ayesha
Di laboratorium, Harvis terus sibuk dengan pekerjaannya, nyaris tak punya waktu untuk melihat ponsel. Baru setelah dia kembali ke kantor dan mengambil ponsel di atas meja, dia melirik layar dan seketika mengerutkan dahi.

Di ponselnya ternyata ada tiga panggilan tak terjawab. Semuanya berasal dari satu orang, Raka.

Sebenarnya Harvis tidak terlalu ingin membalas telepon itu, tetapi mengingat identitas Raka, dia tetap mengangkat ponsel dan menelepon balik.

"Harvis, lagi sibuk?" Suara Raka terdengar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
yeee kaaan..cembekur gk lu raka lihat lambert bersm brielle n anya..mrk b4 sdh spt klrg harmonis n bahagia..mrk serasi kan ! sm serasi nya spt km n devinamu lho..wkwkwk..syukurin km raka..km buang berlian hnya u wanita jahat munafik spt devina si ratu drama licik berhati busuk.selamat bhgia raka
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1364

    Setelah selesai membaca semua informasi itu, Brielle kembali melamun beberapa saat. Dia tahu bahwa selama penelitiannya memiliki nilai, dia akan mendapatkan dukungan pasar. Perasaan bisa berdiri tegak dengan mengandalkan kemampuan sendiri benar-benar membuatnya merasa tenang dan mantap.Sedangkan mengenai Raka, Brielle memutuskan untuk terus mempertahankan batas yang jelas seperti sekarang.Ayah dari putrinya.Pendukung proyek penelitiannya.Dan untuk masa depan ....Brielle menggelengkan kepala. Entah kenapa, dia tidak ingin memikirkannya lagi. Dia mematikan lampu ruang kerja dan kembali ke kamar tidur.Putrinya sedang tidur dengan nyenyak. Wajah mungilnya merona kemerahan, bahkan masih membawa aroma susu yang samar. Hati Brielle langsung luluh melihatnya. Dia menggesekkan ujung hidungnya ke pipi lembut putrinya yang harum.Mungkin memang begitulah kebiasaan para ibu.Sejak Anya lahir, Brielle merasa ingin menciumnya ratusan kali setiap hari. Begitu melihat Anya, dia langsung ingin me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1363

    Raline benar-benar berharap waktu bisa diputar kembali.Kalau begitu, dia tidak akan melakukan hal sebodoh itu."Sudahlah, biarkan masa lalu tetap menjadi masa lalu. Kalau kalian benar-benar merasa bersalah sama Brielle, mulai sekarang lebih hormati dia dan bantu dia. Sekali lihat saja sudah jelas kalau anak itu bukan orang yang pendendam," ujar Emily dengan tenang."Benar."Meira mengangguk."Aku dan Raline sama-sama berutang budi besar sama Brielle. Raka juga sedang berusaha menebus semuanya. Yang bisa kita lakukan adalah membantu mereka sebisa mungkin dan jangan membuat masalah lagi.""Kak Raka dan Kak Brielle masih punya kesempatan untuk rujuk, 'kan?" Raline bertepuk tangan kecil dengan wajah penuh harap.Emily meliriknya."Rujuk itu nggak semudah yang kamu bayangkan. Kakakmu memang orang yang pikirannya dalam, tapi setidaknya kali ini arahnya sudah benar.""Kalau Raka ingin Brielle kembali, hanya mengandalkan perhitungan dan materi saja jelas nggak cukup. Dia harus menggunakan hat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1362

    Raline seketika tersadar."Jadi, dari dulu Kak Raka memang sudah memikirkan semuanya dengan matang?"Emily mendengus. "Itu adalah cara kakakmu menebus Brielle. Waktu itu dia masih terikat sama Devina. Dia nggak bisa ngomong, jadi hanya bisa menunjukkannya lewat tindakan."Raline berkata dengan kesal, "Tapi mulut Kak Raka kan nggak disegel. Kenapa dia nggak bilang saja? Kalau dia ngomong jujur, mungkin mereka bahkan nggak perlu bercerai."Emily langsung menatapnya. "Memangnya kakakmu berani bahas soal perceraian? Yang minta cerai itu Brielle."Raline pun menoleh ke arah ibunya dengan wajah penuh kebingungan."Bu, sebenarnya dulu kenapa Kak Raka menikahi Kak Brielle? Kalian nggak pernah benar-benar jelasin ke aku. Aku selalu mengira Kak Raka menikahinya untuk membalas budi. Tapi kalau dilihat dari situasinya sekarang, dia benar-benar mencintai Kak Brielle, 'kan?"Saat topik itu disebut, Meira kembali menghela napas panjang."Dulu aku juga nggak bisa melihat dengan jelas apakah kakakmu su

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1361

    Di dalam mobil seketika menjadi hening. Dari luar jendela terdengar samar-samar hiruk pikuk kota. Brielle bersandar di kursi sambil memejamkan mata untuk beristirahat, tetapi pikirannya sedang menyusun rencana mengenai detail koordinasi berikutnya dengan pihak militer.Raka menoleh menatap wajah Brielle yang tenang. Bulu matanya yang panjang memantulkan bayangan tipis di bawah kelopak mata. Hidungnya mancung, bibirnya kemerahan dan lembap. Jakun Raka tanpa sadar bergerak pelan.Dalam cahaya yang redup, Brielle bersandar di kursi dengan tenang. Penampilannya begitu lembut hingga membuat hati orang melunak dan memunculkan dorongan dalam diri pria itu untuk memeluknya.Hanya saja, Raka tetap menahan diri meski dorongan dalam dirinya itu begitu kuat. Dia tahu Brielle tidak mau dan tidak akan mengizinkannya melakukan hal itu.Setidaknya, sekarang hubungan mereka mulai membaik. Brielle menerima kerja samanya dan bersedia hidup berdampingan dengannya secara damai. Itu sudah cukup.Mobil berhe

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1360

    Brielle baru saja selesai bertukar nomor telepon dengan biolog muda itu ketika sebuah suara pria yang rendah dan serak terdengar di sampingnya."Profesor Brielle, sudah selesai ngobrolnya? Bisa bicara sebentar?"Brielle mengangkat kepala dan menjawab, "Baik."Setelah mengangguk pada biolog muda itu sebagai salam perpisahan, Brielle mengikuti Raka ke sisi ruangan."Sepuluh menit lagi aku pulang ke rumah Keluarga Pramudita, mau ikut?" tanya Raka.Putrinya berada di rumah Keluarga Pramudita, tentu saja Brielle harus pergi menjemputnya. Dia pun mengangguk. "Oke, aku ikut."Brielle tidak membawa mobil sendiri dan area di sekitar juga ditutup sehingga sulit mendapatkan taksi. Dia hanya bisa menumpang mobil Raka.Senyuman samar melintas di mata Raka. "Aku suruh Gavin bawa mobil ke depan."Sepuluh menit kemudian, Brielle dan Raka meninggalkan lokasi pesta bersama-sama.Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Begitu masuk ke mobil, Brielle memijat pelipisnya dengan lelah. Jamuan sos

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1359

    Setelah kembali ke tempat duduknya, Devina tiba-tiba diberi tahu oleh bartender bahwa Ignas pergi ke ruang santai untuk beristirahat dan menyuruhnya untuk menyusul nanti.Devina memandang Raka yang berada di tengah kerumunan. Dia menyesuaikan ekspresinya, lalu menghampirinya sambil membawa gelas anggur."Raka, lama nggak bertemu." Devina memaksakan senyuman alami dengan suara manja.Saat itu, Raka sedang berbicara dengan beberapa tokoh senior dunia bisnis. Mendengar suara itu, dia hanya melirik sekilas, bahkan tidak repot-repot menatap langsung.Devina melihat beberapa wajah familier di kerumunan. Sudut bibirnya terangkat. Dari tatapan mereka, dia tahu orang-orang itu dulu pernah salah paham tentang hubungannya dengan Raka."Raka, jangan sedingin itu dong! Bagaimanapun juga, kita ini kenalan lama," kata Devina tanpa rasa malu.Reaksi Raka membuat orang-orang di sekitar sedikit terkejut. Mereka semua tahu Devina pernah memiliki hubungan dengan Raka, tetapi sekarang terlihat jelas Raka s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 666

    Lambert juga melihat Brielle datang. Dia membuka pintu dan turun dari mobil, lalu tersenyum. "Kamu sudah sampai.""Gimana tanganmu?" tanya Brielle dengan khawatir."Sudah jauh lebih baik. Selain nggak boleh angkat barang berat untuk sementara, pada dasarnya nggak memengaruhi aktivitas sehari-hari,"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 665

    Harvis menanyakan hal itu karena dia ingin tahu apakah Brielle masih akan memberi kesempatan pada Raka.Brielle menunduk. Suaranya tenang tetapi tegas. "Nggak ada kemungkinan seperti itu."Harvis mengembuskan napas lega, tetapi segera mengerutkan kening. Brielle jelas tidak akan rujuk, tetapi bagaim

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 681

    Perbaikan rumah jelas membutuhkan waktu. Brielle pun mengambil keputusan untuk pindah rumah.Dia tidak bisa membiarkan putrinya tinggal di rumah yang memiliki potensi bahaya. Sudah saatnya berpindah ke tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Lagi pula, dengan kemampuan finansialnya sekarang, memb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 684

    Pfftt!Brielle sampai menyemburkan seteguk air ke lantai karena kesal."Dari mana kamu tahu?"Lastri lalu menceritakan bagaimana dia bertemu Gavin hari ini. Dada Brielle naik turun beberapa kali. Apa sebenarnya maksud Raka? Dia memang memiliki delapan kali hak kunjungan, tetapi itu sama sekali bukan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status