Home / Romansa / Bukan Sekedar Asisten Pribadi / 17. Malam yang Menggairahkan dan Berkeringat

Share

17. Malam yang Menggairahkan dan Berkeringat

Author: Angdan
last update Last Updated: 2026-02-10 05:28:13

Zahra membisu sambil menatap lamat. Jantung berdegup dengan kencang dan aliran darah mengalir dengan deras seakan sesuatu yang membuat tubuhnya panas dan merinding akan terjadi kepadanya.

Zahra takut ketika melakukan hubungan suami istri dengan seorang pria yang belum resmi menjadi suaminya. Ia takut jika Kris tidak bertanggung jawab atas perbuatannya kelak dan merusak semua rencana dan masa depannya.

“Kalau kamu tidak mengizinkannya, aku tidak akan melakukannya cukup memeluk dan mengecupmu seb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   17. Malam yang Menggairahkan dan Berkeringat

    Zahra membisu sambil menatap lamat. Jantung berdegup dengan kencang dan aliran darah mengalir dengan deras seakan sesuatu yang membuat tubuhnya panas dan merinding akan terjadi kepadanya.Zahra takut ketika melakukan hubungan suami istri dengan seorang pria yang belum resmi menjadi suaminya. Ia takut jika Kris tidak bertanggung jawab atas perbuatannya kelak dan merusak semua rencana dan masa depannya.“Kalau kamu tidak mengizinkannya, aku tidak akan melakukannya cukup memeluk dan mengecupmu sebelum tidur,” ucap Kris lembut.Zahra menelan air saliva setelah Kris mengatakan hal seperti itu. Kalimat keputusasaan dari seorang pria ketika tidak mendapat izin dari perempuan yang akan disentuh.“Pakai pengaman dulu,” ucap Zahra pelan sembari menatap lamat.Kris tersenyum miring dan nakal seakan memahami ucapan Zahra. Kalimat seperti itu artinya bahwa lawan main menyetujui untuk disentuh.“Tidak perlu.”Kris menolak memakai pengaman lalu melancarkan aksinya. Sentuhan lembut dari tangan kekarn

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   16. Resmi Menjadi Sepasang Kekasih

    Kris mendekati Zahra yang terdengar masih tidak yakin tentang perasaan terhadapnya. Ia tidak ingin melakukan hal bodoh, jika perasaan yang dimiliki oleh atasannya tidak murni mencintainya.Zahra juga tidak ingin merusak hubungan orang lain, apalagi dia sedang berstatus tunangan orang lain, tetapi perasaannya fokus kepadanya.Kris memegang kedua tangannya. “Perasaan suka dan cintaku kepadamu adalah murni dari hatiku, kamu yang membuatku jatuh hati. Bahkan, sikapmu sebagai karyawanku bukan hanya sekadar tugas asisten pribadi. Kamu melakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh dan menganggapku seperti manusia karena semua diperhatikan sampai hal kecil yang tidak pernah dilakukan oleh mantanku sebelumnya, malah kamu melakukannya. Kamu juga memperhatikan kesehatanku disaat semuanya sibuk. Sikapmu mirip dengan ibuku dan membuatku bercita-cita memiliki istri yang memiliki sifat dan sikap sepertinya. Semua itu ada padamu. Bahkan, saat mengetahui kemampuan bela dirimu ketika kamu menyelamatkank

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   15. Pergi Bersama Menikmati Senja

    “Cepat ganti baju. Aku mau mengajakmu jalan-jalan sekalian ke pantai untuk menikmati matahari terbenam,” jawab Kris sambil tersenyum lebar.“Jalan-jalan ke mana?” tanya Zahra penasaran sembari mendekatinya.“Ada deh. Kamu ganti sekarang di kamar baru,” ucap Kris sambil mengambil koper Zahra lalu menarik dua koper sekaligus.Kris keluar dari kamar lama menuju resepsionis untuk meminta kunci kamar baru yang dipesan olehnya.“Tunjukkan kamar baru yang sudah kamu pesan,” ucap Kris santai.Zahra menunjukkan sebuah aplikasi pemesanan kamar hotel kepada resepsionis untuk dicocokkan data saat pemesanan dan melakukan reservasi kamar sebelum masuk ke hotel.“Kalian berdua cocok, semoga cepat diberi anak. Anak kalian pasti lucu-lucu,” ucap karyawan resepsionis perempuan.“Terima kasih, Mbak. Kita sangat cocok dan menawan, kan, Mbak?” sambar Kris secepat kilat dan penuh percaya diri.“Kalian sangat cocok dan pasti datang untuk bulan madu sampai pindah kamar ke kamar yang paling mewah di hotel ini

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   14. Tanda Tangan Proyek Besar

    “Kamu menangis?” tanya Kris heran.“Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?” Zahra bertanya kembali kepada Kris.“Aku minta maaf kalau sudah membuatmu marah sampai menangis begini. Aku ingat semua pesanmu dan aku juga ingat dengan janjiku kepadamu saat kamu menolongku dari pria yang berusaha menusukku dari belakang. Aku janji tidak akan mengulanginya,” jawab Kris pelan dan lembut.Zahra masih membisu dengan butiran bening menetes di pipinya. Kris merasa bersalah telah membuat wanita yang disukai dan dicintai menjadi menangis karenanya.Kris memutar tubuh Zahra menjadi menghadap ke arahnya dan tatapan mereka saling bertemu. Zahra menatap lembut kepadanya.Kris menyeka air matanya dengan lembut lalu mengecup keningnya dan memeluknya erat.“Maafkan aku. Aku janji tidak akan membuatmu menangis lagi.”Zahra memeluk Kris dengan erat dan merasakan detak jantungnya yang berdegup berirama dan beraturan.“Aku tidak perlu semua janjimu, Kris. Aku ingin kamu bisa menjaga semua ucapanmu kepada si

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   13. Mengingkari Janji

    “Aku sudah bilang kalau jangan alkohol terlalu banyak kalau mau bertemu dengan klien,” gerutu Zahra sambil melepaskan tangannya yang melingkar di perut.Kris memiliki kebiasaan melampiaskan amarah yang terpendam dengan meminum alkohol dengan jumlah tiga botol besar.Zahra tidak ingin kejadian masa lalu membuat dirinya rugi karena klien pergi dari tempatnya.Zahra membuat kentang, brokoli, jamur dan wortel yang diisi dengan ayam untuk menghilangkan pengar.Zahra memiliki perasaan yang kuat bahwa dia pasti minum saat suasana hati sedang buruk.Setengah jam berlalu, Zahra selesai membuat sup sehat penghilang pengar dan menyajikannya di meja. Ia membangunkan Kris dengan lembut sambil mengusap kepalanya.“Bangun, Kris sudah waktunya pergi ke Bandara.”Hitungan detik, Kris terbangun sambil memegang kepala, dahi mengernyit dan mata tertutup rapat bak menahan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya.“Ayo, bangun. Kamu harus segera bergegas ke bandara agar pertemuan kita dengan klien tidak ter

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   12. Jangan Pergi, Tetaplah di Sisiku!

    “Saya bilang satu kamar saja,” Kris menjawab sambil terus melangkah dan membalas sapaan karyawan lainnya hanya dengan sekali anggukan lalu masuk ke ruangan.Zahra pun membalas sapaan rekan kerjanya sambil tersenyum lebar, melambaikan tangan dan suara sebagai keakraban.Zahra berhenti melangkah dan mengikuti Kris untuk masuk ke ruangan lalu melanjutkan perbincangan dengan rekan kerjanya yang berasal dari divisi keuangan.“Kamu keren, Zahra di rapat tadi.” Seorang wanita berambut pendek memuji penampilannya yang sudah mencari tahu tentang sesuatu yang mencurigakan di gudang.“Sudah menjadi tugas pekerjaanku,” balas Zahra merendah sambil tersenyum lebar dan memukul lengan rekan kerjanya pelan.“Pak Kris besok ada jadwal rapat di luar dengan perusahaan pangan terbesar se negeri ini, ya?” tanya rekan kerjanya penasaran sambil mengecilkan suara bicaranya.“Iya. Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi?” tanya Zahra penasaran.“Lega banget dan kamu tahu sendiri kalau habis rapat lalu ada karyawan ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status