Share

9. Mobil 69 dan Faiz

Author: Angdan
last update Last Updated: 2026-01-13 13:29:24

“Ya, aku mengusirmu. Kamu merepotkan dan tidak membantu sama sekali!”

Kris mengusir Maya dengan nada sedikit tinggi di depan Zahra. Zahra menatap Maya saat Kris mengusirnya.

Maya menatap Zahra dengan sinis dan memperhatikannya mulai dari atas hingga bawah. Dia sangat kesal kepada Kris karena sudah mempermalukan dirinya di depan anak buah Kris.

“Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!” geram Maya sambil menatap tajam kepada Kris lalu pergi dari hadapannya dan Zahra.

Zahra tidak percaya bahwa tunangan Kris merupakan seorang model ternama kelas dunia dan Kris tidak ingin diganggu olehnya.

Zahra memperhatikan Kris sedang kesal karena masalah kerjaan di kantor. Ia memberi air mineral di gelas bening untuknya.

“Minum dulu. Kamu dari tadi belum minum dan membantumu untuk menghilangkan kesal dan kepenatan di dalam jiwa,” ucap Zahra lembut.

Kris meminum air mineral tanpa sisa setetes pun lalu memberikan gelas kosong kepada Zahra.

Zahra menyalakan tab dan meletakkan papan ketik di atas meja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   10. Terpanah

    “Maaf, Mbak, saya tidak tahu.”“Tidak tahu?” tanya Zahra dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.“Iya. Saya tidak tahu, tapi saya hanya tahu kalau dia datang bersama seorang pria berbadan tinggi dan besar, tato bintang yang melingkar di lehernya, tidak memiliki rambut. Dia datang dua bulan yang lalu, Mbak,” jawab Diro dengan lengkap sambil menggerakkan tangannya yang memegang buku.“Dia tidak meninggalkan nama saat mengantar Faiz ke sini?” tanya Zahra yang berusaha mendapatkan informasi dengan detail tentang Faiz yang tiba-tiba datang.“Kalau gak salah namanya itu … Budiro, Mbak,” jawab Diro sambil mengingat-ingat nama yang mengantar Faiz ke perusahaan Kris tanpa sepengetahuan siapa pun.“Makasih.”“Sama-sama, Mbak.”Zahra mendapat sebuah nama yang mencurigakan dan nama yang mengantar dia bekerja di perusahaan Pak Kris dengan alasan telah melalui proses rekrutmen.Tidak hanya itu, Zahra juga mendapatkan banyak laporan tentang barang masuk dan keluar, pencatatan uang diterima o

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   9. Mobil 69 dan Faiz

    “Ya, aku mengusirmu. Kamu merepotkan dan tidak membantu sama sekali!”Kris mengusir Maya dengan nada sedikit tinggi di depan Zahra. Zahra menatap Maya saat Kris mengusirnya.Maya menatap Zahra dengan sinis dan memperhatikannya mulai dari atas hingga bawah. Dia sangat kesal kepada Kris karena sudah mempermalukan dirinya di depan anak buah Kris.“Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!” geram Maya sambil menatap tajam kepada Kris lalu pergi dari hadapannya dan Zahra.Zahra tidak percaya bahwa tunangan Kris merupakan seorang model ternama kelas dunia dan Kris tidak ingin diganggu olehnya.Zahra memperhatikan Kris sedang kesal karena masalah kerjaan di kantor. Ia memberi air mineral di gelas bening untuknya.“Minum dulu. Kamu dari tadi belum minum dan membantumu untuk menghilangkan kesal dan kepenatan di dalam jiwa,” ucap Zahra lembut.Kris meminum air mineral tanpa sisa setetes pun lalu memberikan gelas kosong kepada Zahra.Zahra menyalakan tab dan meletakkan papan ketik di atas meja

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   8. Hasil dari Rapat Penting

    Maya merupakan perempuan yang dilihat oleh Zahra di restoran pertama kali saat sedang mengecup Kris. Dia juga pernah bertemu di rumahnya ketika Kris dijodohkan dengannya.“Aku ingin bersamamu, Sayang. Mama dan Papa tahu kalau aku tidak ikut. Aku sengaja membiarkan mereka menghabiskan waktu bersama,” jawab Maya nada manja sembari mengusap pipinya pelan.Perawakan Maya yang langsing, wajah tirus, mata yang tajam dan bentuk wajah yang tajam pantas menjadi seorang model dan status sosialnya setara dengan Kris.Maya menghampiri dan duduk di pangkuan Kris lalu memberikan kecupan pagi hari untuk tunangannya. Bahkan, wajahnya terlihat sedang mengejek Zahra seakan menunjukkan kepadanya tentang Kris adalah miliknya.“Apa-apaan kamu? Ada karyawanku, kamu tidak malu?” Kris menolak dengan memalingkan wajahnya.Maya tetap memaksa untuk melakukan hal yang lebih dari sekadar kecupan di pagi hari, tetapi Kris tetap menolak dan tanpa sengaja, lengannya mengenai lengan Maya hingga membuatnya hampir terj

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   7. Penolakan dan Penerimaan

    Bola mata perlahan turun ke arah bawah yang kancing kemeja sudah terbuka tiga. Sontak, Zahra membuka mulut dengan lebar lalu menutupnya kembali sambil menggeleng cepat. “Maaf, Pak. Saya tidak sadar dan … reflek membersihkan kemeja bapak yang mahal dan tidak ingin merusak dan mengotorinya,” jelas Zahra secepat kilat.“Ini yang saya suka dari kamu.”Zahra mengernyitkan dahi saat Kris mengatakan hal itu kepadanya. Ia tidak paham dengan kalimat seperti itu karena memiliki banyak arti.Tatapan mereka semakin dekat dan tubuh mereka saling menempel. Jantung Zahra semakin berdetak kencang sampai membuat Kris tersenyum lebar ketika merasakan detak jantungnya.“Jantungmu berdegup kencang, kamu gugup?” tanya Kris sembari menyingkirkan rambut yang menghalangi matanya yang bulat lalu mengusap pipinya pelan.Zahra sudah lama tidak merasakan sentuhan kelembutan di pipi dari seorang pria sehingga merasakan kehangatan dan kenyamanan bak dilindungi oleh ayahnya.Kris semakin mendekatkan wajahnya dan b

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   6. Teh Lemon

    Mata Zahra berkedip beberapa kali setelah mendapat kecupan dan sikap hangat dari atasannya. Ada apa dengannya?Saat Kris mengecup bibir dan keningnya, detak jantung Zahra berdegup semakin kencang. Detak jantung yang tidak pernah dirasakan olehnya selama puluhan tahun.Zahra tidak pernah merasakan jatuh cinta kepada seorang lelaki sedikit pun karena hidupnya sudah sangat rumit sehingga tidak pernah merasakan jantung berdegup kencang.Ia menghabiskan waktu untuk sekolah dan bekerja demi bertahan hidup dari kerasnya dunia dan tidak sempat memikirkan hubungan spesial dengan pria lain.Zahra menggeleng cepat untuk menyadarkan diri bahwa Kris hanya kasihan kepadanya karena sebatang kara dan tidak memiliki perasaan apa pun kepadanya.Kris sudah punya calon istri yang status sosialnya setara dengannya.Zahra kembali ke kasur sambil memainkan layar ponsel dan melihat foto dari hasil pengambilan gambar saat kejadian ayahnya meninggal dunia yang didapat olehnya dari pihak kepolisian ketika memin

  • Bukan Sekedar Asisten Pribadi   5. Kecupan CEO

    “Selamat pagi, Mbak Zahra.” Sapa seorang wanita dengan ramah.Zahra membuka mata perlahan dan disuguhkan pemandangan perawat dan dokter sudah berada di sampingnya untuk memeriksa keadaannya.Sontak, ia menoleh ke belakang dan tidak ada siapa pun di ruangan.Zahra merasa lega ketika tidak ada yang memergokinya bersama Kris, CEO yang pastinya sudah dikenal oleh banyak orang.“Mbak Zahra mencari pacarnya, ya?” tanya perawat dengan lesung pipi sambil tersenyum lebar.“Hmm?”“Pacarnya tadi bilang ke Dokter kalau keluar sebentar, beli makanan dan minuman. Jadi, kalau ada apa-apa disuruh bilang kepadanya,” ucap perawat nada menggoda.“Dia bukan pacar saya, Dok,” sanggah Zahra secepat kilat.Dokter dan perawat hanya tersenyum lebar dan menggeleng pelan setelah Zahra mengatakan bahwa Kris bukanlah kekasihnya.Zahra berpikir bahwa mereka saja yang mengatakan hal begitu karena Kris menitip pesan kepadanya. Ia juga tidak mungkin menjadi kekasihnya karena dia sudah memiliki calon istri dan status

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status