Compartir

Bab 2

Autor: Kiyu
Olivia sudah hampir 30 tahun mengenal Reynald.

Mereka sudah berteman baik sejak kecil. Semasa kecil dulu, Reynald adalah anak tetangga yang selalu membujuknya agar mau makan. Setelah dewasa, Reynald menjadi kakak seniornya di sekolah yang juga tidak pernah lepas dari hidupnya. Pernikahan mereka kemudian menjadi perjodohan sempurna yang juga diharapkan oleh kedua keluarga.

Selama ini, Reynald begitu memanjakan Olivia. Saat SMP dulu, demi Olivia, dia mengusir para perundung di sekolah. Saat kuliah, dia bahkan rela menyeberangi setengah area fakultas hanya untuk menjadi model busana pria bagi tugas desain Olivia.

Olivia mengira pernikahan mereka juga akan semulus dan seindah masa muda mereka.

Namun semenjak kecelakaan mobil itu, demi melindungi Reynald, Olivia mengalami cedera yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk hamil.

Reynald merasa bersalah dan menenggelamkan dirinya dalam mabuk-mabukan. Tanpa sengaja, dia pun bertemu dengan teman kuliah yang pernah sekelas dengan Olivia, Wilona Yapardi.

Wilona tidak memiliki uang sepeser pun dan akhirnya bekerja sebagai penjual minuman di bar. Meskipun demikian, dia tetap bersikap optimistis dan sering menghibur Reynald yang sedang dilanda kesedihan. Perlahan-lahan, hubungan mereka pun semakin dekat.

Pada awalnya, Reynald hanya merasa berterima kasih kepada Wilona. Reynald memberi Wilona beberapa hadiah kecil dan menyewakan apartemen yang lebih layak untuknya.

Kemudian, Olivia memergoki Reynald dan Wilona dalam keadaan berpakaian tidak rapi di vila Keluarga Osvaldo.

Waktu itu, Olivia hampir saja mencabik wajah Wilona.

Wilona yang lemah lembut itu bersembunyi di belakang Reynald.

"Aku baru saja datang untuk menumpang tinggal di vila ini. Kak Reynald mencarikan pekerjaan baru untukku. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan kepada Kak Reynald …."

Suara Olivia bergetar.

"Memangnya kalau mau bertanya harus melepaskan pakaian?"

Reynald yang saat itu masih muda dan emosional. Dia merasa Olivia terlalu memojokkan Wilona. Alhasil, dia pun menandatangani surat perjanjian perceraian di tengah kondisi marah.

Namun, belum genap setengah tahun sejak Olivia pergi, Reynald justru begitu merindukannya hingga seperti orang yang sudah kehilangan kewarasannya, memohon agar Olivia kembali kepadanya.

Reynald berkata bahwa dirinya benar-benar sudah putus dengan Wilona. Kelak, mereka tidak akan berhubungan lagi.

Olivia hanya berkata dengan santai, "Kecuali kalau kamu bisa memetikkan sebuah bintang untukku. Kalau nggak, aku nggak akan memaafkanmu."

Reynald langsung membeli gugusan tujuh bintang yang saat itu paling dekat, lengkap dengan ketujuh bintangnya, lalu menamakannya sebagai "Konstelasi Gardenia".

Reynald mengatakan bahwa selama alam semesta ini abadi, selama itu pula cinta mereka akan bertahan.

Pada hari mereka resmi mendaftarkan pernikahan kembali, Reynald mengangkat Olivia tinggi-tinggi. Dia begitu bahagia, tampak seperti anak kecil.

Olivia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menatap akta nikah di tangannya.

Alasan Olivia bersedia kembali menikah dengan Reynald memang karena dia masih belum bisa melepaskan hubungan ini, begitu pula dengan dukungan yang bisa diberikan Keluarga Osvaldo bagi kariernya.

Status sebagai istri Reynald juga bisa membuatnya tidak perlu melewati begitu banyak jalan berliku dalam kariernya.

Namun, tidak lama setelah mereka kembali menikah, Wilona muncul lagi.

Dia memegang perutnya sambil memohon kepada Olivia agar memberinya kesempatan.

"Aku mengandung anak Kak Reynald. Bisa nggak kamu membiarkanku melahirkan anak ini …."

Hal itu tampaknya benar-benar di luar dugaan Reynald. Dia bahkan hampir tidak berani menatap mata Olivia.

"Olivia ... aku benar-benar sudah putus hubungan dengannya. Kehamilan ini pasti karena kejadian sebelumnya ...."

"Keluarga Osvaldo memiliki bisnis yang begitu besar. Nggak mungkin keluarga ini nggak memiliki seorang anak untuk mewarisi semua itu di masa depan ...."

Olivia menatap pria di hadapannya. Entah kenapa dia merasa asing dan terhina.

"Gimana kalau aku nggak mengizinkan?"

Reynald tidak berbicara dalam waktu lama. Pada akhirnya, dia berbalik untuk membawa Wilona pergi.

Malam itu, Olivia menghancurkan semua benda yang terlihat di hadapannya.

Dia bersembunyi di kamar tamu yang paling terpencil di rumah Keluarga Osvaldo dan menangis tersedu-sedu. Dia mengira tidak akan ada yang mendengarnya.

Saat fajar menyingsing, Reynald pulang ke rumah. Ketika melihat Olivia, Reynald menyadari kedua tangan dan kakinya berlumuran darah.

"Oli!" Hati Reynald terasa begitu sakit hingga hampir sesak napas.

Namun, Olivia segera menjauh dari Reynald. Tatapannya sedingin es.

"Kamu hanya boleh memilih satu di antara aku dan dia!"

Reynald terpaku di tempat, kemudian berkata dengan getir.

"Wilona sudah setuju untuk menggugurkan kandungannya. Kali ini, aku benar-benar sudah putus sama dia …."

Saat ini, Olivia baru menghentikan semua sikap histerisnya. Setidaknya, dialah yang dipilih Reynald.

Namun, sejak hari itu, semuanya tetap berubah.

Selama masa pemulihan setelah Wilona menggugurkan kandungannya, kiriman makanan dan suplemen dari Reynald tidak pernah berhenti. Setiap tahun, saat ulang tahun Wilona tiba, Reynald juga selalu menemaninya. Semua itu dilakukan Reynald sebagai bentuk kompensasi.

Olivia pernah ribut dan bertengkar dengannya. Dia merasa tindakan Reynald sudah tidak lagi tepat dan telah melampaui batas hubungan yang seharusnya.

Namun, Reynald hanya membalasnya.

"Aku selalu melakukan apa pun yang kamu minta. Aku bahkan nggak mempertahankan anakku sendiri!"

"Aku dan Wilona sudah benar-benar putus ... Tapi bagaimanapun, dia pernah mengandung anakku. Apa aku bahkan nggak boleh memberikan sedikit perhatian kepadanya?"

"Olivia, dulu kamu bukan orang yang begitu kejam dan jahat."

Olivia jahat? Iya, dia memang jahat. Gara-gara dia tidak bisa menerima keberadaan Wilona, tidak bisa menerima orang ketiga dalam hubungan asmaranya.

Dia sudah lelah. Dia pikir, seberapapun konyolnya semua ini, paling-paling hanya akan berhenti sampai di sini.

Barulah pada reuni alumni itu, pengakuan jujur Wilona yang terlontar saat mabuk menyingkap kepalsuan terakhir yang selama ini menutupi semuanya.

Cinta Reynald kepada Wilona ternyata tidak pernah benar-benar berakhir. Dia hanya menyembunyikannya dari Olivia.

Mereka bahkan mempertahankan anak itu.

Sisa harapan terakhir Olivia juga sudah lenyap. Dia tidak mungkin menangis demi Reynald lagi.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 17

    Akhirnya "Oli" milik Reynald telah kembali.Kerinduan yang telah menumpuk lama akhirnya meluap pada saat ini.Air matanya tidak terbendung dan mengalir begitu saja.Awalnya, Olivia memang mengkhawatirkannya. Namun, ketika benar-benar melihatnya, rasa khawatir itu justru berubah menjadi sejenis kesedihan.Olivia tahu bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pasangan yang saling mencintai seperti dulu lagi.Rasa khawatir itu mungkin lebih merupakan sebuah kebiasaan atau sekadar sisa dari ikatan yang pernah ada di antara mereka. Ekspresi Olivia kelihatan datar. Setelah membaca surat pemberitahuan hasil diagnosis dari dokter, di tengah tatapan penuh antusias Reynald, dia mengirimkan hasil diagnosis tersebut kepada asisten Reynald agar asisten itu menyampaikannya kepada Keluarga Osvaldo.Setelah semuanya selesai, barulah dia kembali menatap Reynald."Apa kamu tahu kalau kamu sakit?"Reynald mengangguk. Saat tadi berada dalam kondisi setengah sadar, dia sempat mendengar cukup banyak percakapa

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 16

    Demi meredakan amarah semua orang, Nicholas terpaksa mengorbankan kepentingannya sendiri dan memberikan sebagian keuntungan kepada anggota dewan lainnya. Namun, teleponnya kepada Reynald tetap tidak pernah tersambung.Entah berapa lama waktu berlalu, akhirnya dia menerima pesan dari Reynald.[Aku pergi mencari Olivia. Aku akan segera membawanya kembali.]Nicholas begitu marah hingga hampir pingsan di depan semua orang.Tanpa sadar, dia teringat pada ucapan Wilona saat pergi hari itu.Jika dipikir-pikir lagi saat ini, ucapan itu terdengar lebih seperti sebuah kutukan. Sejak saat itu, Keluarga Osvaldo seolah tidak pernah lagi hidup tenang. Reynald sudah berjaga di depan rumah Olivia selama beberapa hari, tetapi tetap tidak berhasil bertemu dengannya.Saat harapannya benar-benar sirna, akhirnya dia melihat sosok Olivia dalam sebuah berita lokal. Dia mengetahui bahwa Olivia telah memenangkan penghargaan.Dulu, setiap kali Olivia mengalami momen membahagiakan seperti ini, Olivia selalu me

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 15

    Olivia sudah tertidur di dalam mobil.Di kursi depan, sopir mengemudikan mobil. Sementara di kursi belakang, Olivia bersandar di bahu Ichsan dan tidur dengan nyenyak.Hanya sedikit orang yang tahu bahwa dulu Ichsan pernah tumbuh bersama Olivia dan Reynald.Namun, saat SMA, Ichsan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan sejak saat itu jalan hidup mereka pun berbeda. Perselisihan antara Ichsan dan Reynald juga sudah berlangsung bertahun-tahun.Awalnya, hubungan kedua keluarga mereka memang tidak harmonis akibat persaingan bisnis. Setelah Ichsan kembali dari luar negeri dan mengambil alih pengelolaan perusahaan, Reynald bahkan pernah meremehkannya.Reynald menganggap Ichsan hanya seorang playboy.Sementara Ichsan juga menganggap Reynald biasa-biasa saja, bahkan merasa Reynald tidak pantas menikahi Olivia.Keduanya terus bersaing secara terang-terangan maupun diam-diam. Tanpa terasa, enam atau tujuh tahun pun berlalu.Sejak Olivia dan Reynald pertama kali bercerai, sebenarnya Ichsan

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 14

    Reynald sebenarnya sudah menduga bahwa semua ini adalah ulah Olivia. Hanya saja, dia tidak menyangka Olivia akan menyerahkan semuanya kepada pesaingnya. Jelas sekali, wanita itu benar-benar membencinya.Dia menelepon Ichsan. Selama bertahun-tahun mereka bersaing, ini adalah pertama kalinya dia menunduk.Berhubung Olivia bekerja sama dengan Ichsan, bisa jadi Ichsan mengetahui keberadaan Olivia.Dengan memeluk harapan itu, panggilannya pun tersambung.Ichsan seolah sudah lama menunggu telepon itu. Bahkan terdengar sedikit rasa gembira dari nada bicaranya."Jadi, akhirnya kamu sudah selesai mengurus selingkuhanmu? Atau sekarang kamu baru sadar bahwa semua itu perbuatanku?"Di ujung telepon, tangan Reynald sudah mengepal erat."Beri tahu aku, ke mana perginya Olivia? Aku bersedia menukarkan jawaban itu dengan syarat apa pun."Awalnya, Ichsan memang tidak berniat memberi tahu Reynald, tetapi dia bahkan sudah begitu merendahkan dirinya.Jadi, Ichsan terpaksa mengkhianati kepercayaan Olivia.

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 13

    Di ujung telepon, Raka Junardi terdiam lama.Dia tentu tahu di mana putrinya berada. Namun, Olivia telah dikhianati dalam pernikahannya dan tidak ingin bertemu dengan Reynald. Dia juga tidak mungkin memaksa putrinya, jadi dia terpaksa menolak."Aku juga nggak jelas tentang keberadaan Olivia. Hanya saja, masalah kamu dan pelayan wanita di bar itu sudah tersebar luas, semua itu juga nggak bagus bagi perusahaan kalian. Sebaiknya kamu selesaikan dulu masalah itu."Reynald membalas dengan terisak-isak, "Oke." Sesaat kemudian, dia mendengar suara telepon diputus oleh Raka.Gara-gara masalahnya dengan Wilona, kini Keluarga Junardi juga tidak menyukainya lagi.Dia mulai menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dulu dia harus begitu gegabah hingga menjalin hubungan dengan Wilona?Namun, sekarang menyesal sebanyak apa pun juga tidak akan mengubah apa-apa.Dia terpaksa meninggalkan rumah Keluarga Junardi dan mencari cara lain.Dia menghubungi satu per satu teman dekat dan rekan bisnis yang sebelumnya

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 12

    Mendengar ucapan Wilona yang terlontar begitu saja saat emosinya memuncak, Reynald terdiam cukup lama hingga tidak mampu segera mencerna semuanya. Benar juga. Foto-foto dalam berita hiburan itu, selain para pesaing Keluarga Osvaldo, orang yang paling mungkin mendapatkan foto-foto itu atau memedulikannya hanyalah Olivia yang sedang marah itu ….Reynald merasa sangat menyesal. Kenapa baru sekarang dia menyadari hal ini?Tanpa memedulikan emosi Wilona, Reynald berbalik, mengenakan jaketnya, lalu meninggalkan rumah Keluarga Osvaldo.Wilona memanggilnya dari belakang. "Kamu mau ke mana?"Reynald tidak membalas, bahkan tidak menoleh sama sekali.Wilona langsung terkulai lemas di lantai. Dia hanya bisa terisak-isak tanpa daya.Kalau dia diberi kesempatan sekali lagi, dia tidak akan pernah jatuh cinta kepada Reynald!Setelah Reynald pergi, Nicholas dan Regina bertindak semakin tegas.Hampir dalam sekejap, mereka meminta pengacara menyiapkan perjanjian.Kepala pembantu mengawasi para pembantu

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status