LOGINSetelah sahabatku yang menikah, tinggal jauh jauh dari kampung halaman dan menjadi korban kekerasan rumah tangga, aku dan pacarku langsung menempuh perjalanan sejauh 1.700 kilometer untuk menjemputnya. Kerja sama kami begitu kompak. Aku yang menghajar pelakunya, sementara pacarku berjaga di depan pintu. Sahabatku sempat terpaku sejenak, lalu akhirnya ikut menyerang. Saat perjalanan pulang, kami bertiga saling memandangi luka di wajah masing-masing sebelum akhirnya tertawa bersama. Namun, di tengah tawanya, air matanya tiba-tiba mengalir. “Kalian berdua jangan sampai berantem ya. Soalnya kalau nanti kalian putus, aku harus ikut siapa?” Adriel yang sedang menyetir mendelik dan berkata, “Kami baik-baik saja, nggak akan putus, oke? Mending urus dirimu sendiri dulu.” Sejak hari itu, sahabatku resmi tinggal bersamaku. Aku mengurus semua kebutuhannya dan terus menyemangatinya agar bisa memulai hidup yang baru. Setiap kali, Adriel menjentik dahiku dengan keras. “Naura, jangan-jangan kamu sudah lupa kalau aku ini pacarmu?” Hingga tiga bulan kemudian, sepulang dari perjalanan dinas, aku mendapati sebuah gantungan manik-manik merah muda di mobil Adriel. Saat kutanya siapa yang memberikannya, dia bersikeras tidak mau mengaku. Raut wajahku langsung berubah dingin dan berkata, “Kita putus,” lalu, aku menyuruh sahabatku untuk ikut denganku. Namun, aku melihat wajahnya yang pucat pasi justru melangkah ke arah Adriel.
View MoreAyah Kenzo pulih jauh lebih baik dari yang diperkirakan. Setengah bulan kemudian, dia sudah dipindahkan dari ruang perawatan intensif ke bangsal rawat inap biasa.Setiap hari dia datang menjenguk ayahnya. Lama-kelamaan, kami pun menjadi semakin akrab.Dia tersenyum hangat dengan senyum yang begitu cerah.“Saya seorang pengacara. Kalau Dokter Naura ada masalah dengan sengketa medis apa pun, Anda bisa datang mencariku. Kalau bertemu keluarga pasien yang membuat keributan ....”Kenzo membuka kancing lengan jasnya. Otot-otot lengannya tampak kekar.“Kebetulan, saya juga lumayan bisa bela diri.”Seluruh ruang jaga perawat langsung dipenuhi tawa. Dokter Johan pun tidak bisa menahan diri untuk ikut menggoda, “Dokter Naura, Pak Kenzo ini memang boleh juga. Ayahnya yang dirawat, tapi datangnya malah lebih tepat waktu daripada para perawat.”Aku hanya tersenyum. Namun, samar-samar kurasakan ketenangan yang selama ini membeku di dalam hatiku seolah terusik oleh sebuah batu kecil.Hingga meninggal
Operasi dijadwalkan dua minggu kemudian. Dalam rapat praoperasi, Adriel tetap mengajukan diri untuk bergabung dalam operasi ini.Dokter Johan menyadari ketegangan yang tersirat di antara kami. Dia berkata dengan ragu, “Adriel juga bisa dibilang sudah berprestasi sejak muda dan berpengalaman. Kalau dia bersedia menjadi asistenmu tentu sangat bagus, hanya saja kalian berdua ....”Aku tersenyum tipis kepadanya lalu mengangguk.“Nggak apa-apa, Dok. Begitu masuk ke ruang operasi, kami hanyalah dokter.”Tidak ada yang lebih memahami kemampuan Adriel selain diriku.Terlepas dari semua hal yang pernah terjadi, dia adalah dokter yang hebat. Selama bertahun-tahun ini, dia termasuk salah satu dari sebagian kecil orang yang benar-benar kukagumi.Pada hari operasi, saat lampu operasi menyala, aku menarik napas dalam-dalam.Di hadapanku hanya tersisa pembuluh darah yang mengalami kelainan itu. Bunyi bip monitor terdengar sangat jelas di ruang operasi yang sunyi.Adriel berdiri di seberangku, yang te
Satu bulan kemudian, aku kembali bertemu dengan Adriel.Dia memiliki seorang pasien dengan kondisi yang kompleks. Karena belum juga dapat menentukan metode operasi yang tepat, dia datang ke rumah sakit kami untuk berdiskusi dengan Dokter Johan mengenai operasi yang akan mereka tangani bersama.Semua dokter dari departemen kardiologi berkumpul di kantor Dokter Johan. Kami melihat lembar rekam medis itu dan semuanya serentak terdiam.Setelah beberapa saat, Dokter Johan mengernyitkan dahi dan berkata, “Risiko operasi ini terlalu besar. Di negara kita ini nggak ada seorang pun yang berani mengatakan dirinya mampu melakukannya. Mungkin Profesor Lukas yang ada di Manteria bisa melakukannya.”Saat hendak pergi, Adriel menatapku dengan ekspresi yang rumit. Dia membuka mulutnya seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya tetap pergi dalam diam.…Tiga hari kemudian, kami bersama-sama mengadakan konferensi jarak jauh dengan Profesor Lukas di ruang rapat.Adriel menjelaskan kondisi dasa
Pekerjaan baruku berada di rumah sakit terbaik dan terbesar di kota ini. Ruang departemennya luas. Cahaya matahari di luar jendela juga begitu indah.Kepala Departemen Johan adalah kenalan lama pembimbingku. Pada hari pertama kami bertemu, dia langsung menepuk bahuku sambil tersenyum. “Pembimbingmu itu hampir setiap hari melakukan panggilan video denganku hanya untuk memujimu. Dia bilang kamu adalah mahasiswa paling gigih yang pernah dia bimbing. Selamat datang kembali, ya.”Aku tersenyum sambil menyematkan kartu identitas pada jas dokterku.Aku bercermin di ruang ganti. Terlihat lebih kurus dibanding tiga tahun lalu, tetapi sorot mata ini masih tetap jernih dan cerah.Latihan rehabilitasi di Manteria membuat tangan kananku pulih 90%. Meskipun menggenggam pisau bedah dalam waktu lama masih akan terasa pegal dan mati rasa, itu sudah cukup untuk menangani sebagian besar operasi.Pada hari ketiga setelah mulai bekerja, seseorang mengetuk pintu kantorku. Adriel berdiri di luar pintu dengan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.