Share

Bab 3

Penulis: Kiyu
Sebelum Olivia meninggalkan studio, dia mencetak surat perjanjian perceraian, baru pulang ke rumah.

Sesuai dugaan, Reynald memang pergi mencari Wilona. Suasana di rumah terasa sepi, tidak ada bayangannya sama sekali.

Yang tersisa hanyalah hadiah patung dewa pembawa keturunan yang terbuat dari batu giok, yang dibeli Reynald dan diletakkan di ruang utama.

Sang kepala pembantu menyambutnya dengan senyum. "Tuan benar-benar perhatian. Tuan tahu Nyonya sangat mendambakan kehadiran seorang anak, jadi Tuan sengaja membeli benda yang penuh makna ini untuk Nyonya. Nyonya ingin meletakkannya di mana?"

Kalau dulu, Olivia pasti akan tersenyum. Namun sekarang, setelah mengetahui bahwa Reynald diam-diam menyembunyikan anak itu darinya dan entah sampai kapan Reynald berniat merahasiakannya, Olivia justru merasa begitu terhina.

Seolah memiliki firasat saja, ketika Olivia kembali membuka ponselnya, unggahan paling atas di media sosialnya justru merupakan foto perayaan ulang tahun Wilona bersama Reynald.

Sejak menjadi seorang pengusaha, Reynald selalu memasang wajah serius. Namun, saat berada di depan kamera Wilona, dia justru membuat ekspresi konyol dan memperlihatkan sisi kekanak-kanakannya.

Di dalam pelukan mereka ada seorang anak yang dilahirkan Wilona. Anak itu sungguh seperti Reynald versi mini, hingga tidak perlu penjelasan apa pun untuk memahami hubungan mereka.

Bahkan kue ulang tahun yang mereka gunakan pun merupakan kue khusus dari merek toko kue milik Keluarga Osvaldo.

Wilona mengatakan bahwa dirinya telah menikmati perlakuan layaknya "istri Reynald". Ternyata, dia memang tidak sedang berbohong.

Ada seorang alumni yang meninggalkan ucapan selamat di kolom komentar.

[Pak Reynald dan istrinya sungguh mesra. Keluarga kalian bahagia sekali!]

Tidak lama kemudian, orang itu buru-buru menghapus komentarnya, sepertinya baru sadar bahwa dia telah salah mengenal orang.

Kebetulan Olivia menyaksikan semuanya. Surat perjanjian perceraian di tangannya diremas hingga kusut, sementara hatinya terasa seperti ditusuk sebilah pisau yang terus mengorek luka di dalamnya.

Sejak menikah, Olivia memang suka mengabadikan kehidupan mereka. Setiap kali ada hari perayaan, dia akan mengunggah foto bersama Reynald. Kolom komentar di media sosial mereka juga selalu dipenuhi ucapan selamat. Namun, kemudian Reynald mengatakan bahwa hal itu akan memengaruhi citranya. Dia pun melarang Olivia mengunggah foto mereka lagi.

Namun, kalau Wilona yang melakukannya, sepertinya dia tidak keberatan.

Tatapan Olivia masih terpaku pada layar ponselnya. Wilona tidak membalas komentar satu per satu. Dia hanya mengunggah satu kalimat.

[Terima kasih atas semua doa kalian. Aku sudah baca semuanya. Sudah larut malam, kami mau tidur dulu.]

Olivia tahu, dia tidak perlu menyiapkan teh pereda mabuk untuk Reynald lagi. Sebab, Reynald tidak akan pulang malam ini.

Keesokan harinya, setelah akhirnya bisa tertidur dengan susah payah, Olivia ditarik paksa dari tempat tidur oleh Reynald.

Tarikannya begitu kuat, disertai amarah seolah-olah dia datang untuk menuntut pertanggungjawaban.

Olivia merasa sakit karena ditarik Reynald. Air matanya pun seketika mengalir.

"Olivia, apa kamu yang menyebarkan foto dan informasi tentang anak itu? Apa kamu tahu berapa banyak pesaingku di dunia bisnis? Kalau informasi ini tersebar, dia bisa saja diculik dan nyawanya akan terancam!"

"Kalau kamu marah, lampiaskan saja kepadaku. Kenapa kamu harus menyeret seorang anak kecil!"

Olivia tidak sempat merespons. Dia hanya terdiam tanpa mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Reynald mengambil setengah gelas air dingin yang sudah diletakkan sejak tadi malam, lalu menyiramnya ke wajah Olivia dengan penuh amarah.

Air dingin perlahan membasahi ke tubuhnya. Olivia spontan gemetar, tetapi juga membuat pikirannya jauh lebih jernih.

"Aku nggak melakukannya …."

Bukankah sebelumnya Reynald menyangkal semua yang dikatakan Wilona di reuni alumni? Bahkan Olivia sendiri hanya bisa mengetahui rupa anak itu dari unggahan di media sosial. Lantas, bagaimana mungkin dia yang menyebarkan informasi tersebut?

Namun, Reynald benar-benar yakin dengan dugaannya.

"Wilona sudah bilang, hanya kamu yang mungkin tega melakukan hal sejahat itu kepada anaknya dan sengaja membalas dendam kepadanya! Mana mungkin orang lain akan melakukan hal seperti ini?"

Selama ini, Reynald selalu bersikap tenang. Jika ada sesuatu yang tidak ingin dia akui, dia tidak akan pernah mengakuinya, apalagi sampai meninggalkan celah.

Namun demi Wilona, Reynald kehilangan akal sehat dan secara tidak langsung mengakui keberadaan anak itu. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya, dia bertindak begitu gegabah.

Olivia melepaskan tangannya, lalu tertawa getir. Nada bicaranya tetap datar seperti biasa, tanpa gejolak sama sekali.

"Kalau begitu, bukannya kamu sedang mengakui kamu memiliki hubungan dengan anak di dalam foto bersama kemarin?"

Reynald terbengong dalam sesaat.

Sebenarnya, Reynald tidak ingin mengungkapkan hal ini di hadapan Olivia. Namun, karena terlalu mengkhawatirkan keadaan, pikirannya menjadi kacau dan sepertinya dia tidak punya pilihan lain ....

Nada bicaranya melunak, terdengar sedikit pasrah dan tidak berdaya.

"Pada hari Wilona seharusnya menjalani aborsi, dia menyuap dokter dan merahasiakan semuanya dariku. Saat aku mengetahuinya, semuanya sudah terlambat."

"Olivia, sekarang anak ini sudah nggak aman kalau tetap tinggal di tempat dengan sistem keamanan seperti ini. Aku akan membawanya pulang. Anggap saja dia adalah anakmu. Biarkan kamu membesarkannya di sisimu."

"Mulai sekarang, dia akan menjadi anak kita! Kamu juga nggak perlu pergi ke rumah sakit lagi!"

Tubuh Olivia terasa dingin.

Dia teringat semua program bayi tabung yang pernah dijalaninya, juga segala macam usahanya ketika berdoa, semuanya dia lakukan hanya demi memiliki seorang anak yang benar-benar menjadi milik mereka.

Namun, hanya dengan satu kalimat dari Reynald, seluruh usaha yang telah dilakukannya selama ini seolah-olah bisa dihapus begitu saja.

Olivia ingin bertanya "atas dasar apa", tetapi ketika teringat bahwa dirinya sebentar lagi akan meninggalkan tempat ini, dia kembali memilih untuk diam.

Beberapa saat kemudian, Olivia mengusap air dingin yang membasahi wajahnya, lalu berkata dengan tenang, "Oke. Tapi sebagai kompensasi, kamu tanda tangani dokumen ini."

Surat perjanjian perceraian itu sudah kusut karena diremas semalaman. Dia sengaja menutupi bagian-bagian penting dalam dokumen tersebut. Tangan yang menyodorkan dokumen sedikit gemetar karena gugup.

Reynald menerima pena, lalu menandatangani dokumen itu tanpa membacanya. Setelah itu, dia memeluk Olivia ke dalam pelukannya.

"Kamu bebas beli apa pun yang kamu inginkan. Olivia, maaf, sudah menyusahkanmu."

Pelukan Reynald dipenuhi aroma parfum favorit Wilona, tetapi justru adalah aroma yang paling dibenci Olivia.

Olivia memejamkan mata dan berusaha untuk tidak memikirkannya lagi. Lagi pula, dia akan segera pergi sebentar lagi.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 17

    Akhirnya "Oli" milik Reynald telah kembali.Kerinduan yang telah menumpuk lama akhirnya meluap pada saat ini.Air matanya tidak terbendung dan mengalir begitu saja.Awalnya, Olivia memang mengkhawatirkannya. Namun, ketika benar-benar melihatnya, rasa khawatir itu justru berubah menjadi sejenis kesedihan.Olivia tahu bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pasangan yang saling mencintai seperti dulu lagi.Rasa khawatir itu mungkin lebih merupakan sebuah kebiasaan atau sekadar sisa dari ikatan yang pernah ada di antara mereka. Ekspresi Olivia kelihatan datar. Setelah membaca surat pemberitahuan hasil diagnosis dari dokter, di tengah tatapan penuh antusias Reynald, dia mengirimkan hasil diagnosis tersebut kepada asisten Reynald agar asisten itu menyampaikannya kepada Keluarga Osvaldo.Setelah semuanya selesai, barulah dia kembali menatap Reynald."Apa kamu tahu kalau kamu sakit?"Reynald mengangguk. Saat tadi berada dalam kondisi setengah sadar, dia sempat mendengar cukup banyak percakapa

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 16

    Demi meredakan amarah semua orang, Nicholas terpaksa mengorbankan kepentingannya sendiri dan memberikan sebagian keuntungan kepada anggota dewan lainnya. Namun, teleponnya kepada Reynald tetap tidak pernah tersambung.Entah berapa lama waktu berlalu, akhirnya dia menerima pesan dari Reynald.[Aku pergi mencari Olivia. Aku akan segera membawanya kembali.]Nicholas begitu marah hingga hampir pingsan di depan semua orang.Tanpa sadar, dia teringat pada ucapan Wilona saat pergi hari itu.Jika dipikir-pikir lagi saat ini, ucapan itu terdengar lebih seperti sebuah kutukan. Sejak saat itu, Keluarga Osvaldo seolah tidak pernah lagi hidup tenang. Reynald sudah berjaga di depan rumah Olivia selama beberapa hari, tetapi tetap tidak berhasil bertemu dengannya.Saat harapannya benar-benar sirna, akhirnya dia melihat sosok Olivia dalam sebuah berita lokal. Dia mengetahui bahwa Olivia telah memenangkan penghargaan.Dulu, setiap kali Olivia mengalami momen membahagiakan seperti ini, Olivia selalu me

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 15

    Olivia sudah tertidur di dalam mobil.Di kursi depan, sopir mengemudikan mobil. Sementara di kursi belakang, Olivia bersandar di bahu Ichsan dan tidur dengan nyenyak.Hanya sedikit orang yang tahu bahwa dulu Ichsan pernah tumbuh bersama Olivia dan Reynald.Namun, saat SMA, Ichsan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan sejak saat itu jalan hidup mereka pun berbeda. Perselisihan antara Ichsan dan Reynald juga sudah berlangsung bertahun-tahun.Awalnya, hubungan kedua keluarga mereka memang tidak harmonis akibat persaingan bisnis. Setelah Ichsan kembali dari luar negeri dan mengambil alih pengelolaan perusahaan, Reynald bahkan pernah meremehkannya.Reynald menganggap Ichsan hanya seorang playboy.Sementara Ichsan juga menganggap Reynald biasa-biasa saja, bahkan merasa Reynald tidak pantas menikahi Olivia.Keduanya terus bersaing secara terang-terangan maupun diam-diam. Tanpa terasa, enam atau tujuh tahun pun berlalu.Sejak Olivia dan Reynald pertama kali bercerai, sebenarnya Ichsan

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 14

    Reynald sebenarnya sudah menduga bahwa semua ini adalah ulah Olivia. Hanya saja, dia tidak menyangka Olivia akan menyerahkan semuanya kepada pesaingnya. Jelas sekali, wanita itu benar-benar membencinya.Dia menelepon Ichsan. Selama bertahun-tahun mereka bersaing, ini adalah pertama kalinya dia menunduk.Berhubung Olivia bekerja sama dengan Ichsan, bisa jadi Ichsan mengetahui keberadaan Olivia.Dengan memeluk harapan itu, panggilannya pun tersambung.Ichsan seolah sudah lama menunggu telepon itu. Bahkan terdengar sedikit rasa gembira dari nada bicaranya."Jadi, akhirnya kamu sudah selesai mengurus selingkuhanmu? Atau sekarang kamu baru sadar bahwa semua itu perbuatanku?"Di ujung telepon, tangan Reynald sudah mengepal erat."Beri tahu aku, ke mana perginya Olivia? Aku bersedia menukarkan jawaban itu dengan syarat apa pun."Awalnya, Ichsan memang tidak berniat memberi tahu Reynald, tetapi dia bahkan sudah begitu merendahkan dirinya.Jadi, Ichsan terpaksa mengkhianati kepercayaan Olivia.

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 13

    Di ujung telepon, Raka Junardi terdiam lama.Dia tentu tahu di mana putrinya berada. Namun, Olivia telah dikhianati dalam pernikahannya dan tidak ingin bertemu dengan Reynald. Dia juga tidak mungkin memaksa putrinya, jadi dia terpaksa menolak."Aku juga nggak jelas tentang keberadaan Olivia. Hanya saja, masalah kamu dan pelayan wanita di bar itu sudah tersebar luas, semua itu juga nggak bagus bagi perusahaan kalian. Sebaiknya kamu selesaikan dulu masalah itu."Reynald membalas dengan terisak-isak, "Oke." Sesaat kemudian, dia mendengar suara telepon diputus oleh Raka.Gara-gara masalahnya dengan Wilona, kini Keluarga Junardi juga tidak menyukainya lagi.Dia mulai menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dulu dia harus begitu gegabah hingga menjalin hubungan dengan Wilona?Namun, sekarang menyesal sebanyak apa pun juga tidak akan mengubah apa-apa.Dia terpaksa meninggalkan rumah Keluarga Junardi dan mencari cara lain.Dia menghubungi satu per satu teman dekat dan rekan bisnis yang sebelumnya

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 12

    Mendengar ucapan Wilona yang terlontar begitu saja saat emosinya memuncak, Reynald terdiam cukup lama hingga tidak mampu segera mencerna semuanya. Benar juga. Foto-foto dalam berita hiburan itu, selain para pesaing Keluarga Osvaldo, orang yang paling mungkin mendapatkan foto-foto itu atau memedulikannya hanyalah Olivia yang sedang marah itu ….Reynald merasa sangat menyesal. Kenapa baru sekarang dia menyadari hal ini?Tanpa memedulikan emosi Wilona, Reynald berbalik, mengenakan jaketnya, lalu meninggalkan rumah Keluarga Osvaldo.Wilona memanggilnya dari belakang. "Kamu mau ke mana?"Reynald tidak membalas, bahkan tidak menoleh sama sekali.Wilona langsung terkulai lemas di lantai. Dia hanya bisa terisak-isak tanpa daya.Kalau dia diberi kesempatan sekali lagi, dia tidak akan pernah jatuh cinta kepada Reynald!Setelah Reynald pergi, Nicholas dan Regina bertindak semakin tegas.Hampir dalam sekejap, mereka meminta pengacara menyiapkan perjanjian.Kepala pembantu mengawasi para pembantu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status