Share

Bab 4

Author: Kiyu
Hal yang tidak pernah Olivia duga adalah bahwa bukan hanya anak itu yang tinggal di rumah ini, Wilona juga ikut pindah ke sana.

Saat pertama kali bertemu Olivia, wajah Wilona tampak gugup dan cemas.

Dia teringat bagaimana dirinya telah berbicara sesuka hati di reuni alumni, bahkan di depan Olivia ….

"Olivia, aku hanya akan tinggal di sini untuk sementara. Setelah Nathan terbiasa tinggal di sini dan nggak membutuhkanku lagi, aku akan segera pergi!"

Wilona tersenyum canggung, tetapi Olivia justru menangkap sedikit provokasi dari sorot matanya.

Semua orang di luar tahu bahwa Olivia telah bertahun-tahun tidak bisa memiliki anak dan ingin mendapatkan keturunan. Kini, Wilona bahkan datang membawa anak di luar nikahnya sendiri dan tinggal di rumah mereka. Jelas sekali, dia sengaja ingin menghancurkan hati Olivia.

Namun, Reynald sama sekali tidak peduli. Tatapan penuh kasihnya justru terus tertuju pada ibu dan anak itu.

"Kalian sudah datang, tentu saja aku nggak akan mengusir ibumu. Mulai sekarang, rumah ini adalah rumah kita."

Melihat pemandangan hangat itu, Olivia merasa dirinya begitu tidak berarti. Dia pun diam-diam pergi.

Wilona khawatir Olivia akan marah. Dia hendak memanggil Olivia, tetapi Reynald malah berkata.

"Belakangan ini, dia memang suka mengutak-atik desain yang nggak akan terkenal itu. Biarkan saja."

Semua perkataan itu terdengar jelas di telinga Olivia.

Padahal ketika mereka baru menikah, Reynald tidak pernah memandang karya-karyanya seperti itu.

Saat itu, Reynald masih dengan sukarela menjadi model pakaian pria untuk desainnya. Reynald bahkan pernah mengatakan bahwa desain Olivia memiliki potongan yang tegas dan elegan. Suatu hari nanti, meskipun tanpa bantuan Keluarga Osvaldo sekalipun, Olivia pasti bisa menjadi desainer ternama di dalam maupun luar negeri.

Kemudian, demi mempertahankan pernikahan mereka, Olivia melepaskan apa yang selama ini dia kejar. Dia ingin menenangkan diri dan fokus mengurus rumah tangga. Perlahan, karier yang dulu dia banggakan justru berubah menjadi "desain yang tidak terkenal" di mata Reynald.

Olivia mempercepat langkahnya, lalu berpura-pura tidak mendengar apa pun.

Ketika Reynald menatap punggung Olivia yang semakin menjauh, hatinya terasa sedikit tidak nyaman.

Belakangan ini, Olivia bersikap terlalu tenang. Sebenarnya, dia sengaja mengatakan hal itu karena ingin Olivia membantahnya, setidaknya menunjukkan sedikit kepedulian.

Namun, Olivia tidak melakukannya.

Reynald takut Olivia akan pergi. Namun sedetik kemudian, dia merasa dirinya telah berpikir terlalu banyak. Olivia begitu mencintainya. Bahkan setelah mereka bercerai, Olivia masih bersedia kembali menikah dengannya. Bagaimana mungkin sekarang Olivia akan meninggalkannya lagi?

Reynald mengurus segala keperluan Wilona, lalu mengesampingkan masalah itu.

Menjelang sore, Olivia baru kembali ke rumah ini.

Awalnya, Olivia berniat tidur di studio. Namun, dia teringat masih ada beberapa sketsa desain di ruang baca. Berhubung dia memang akan pergi, sebaiknya semua barang itu segera dibereskan. Itulah sebabnya dia tetap pulang.

Siapa sangka, begitu masuk ke ruang baca, Olivia justru melihat barang-barang berserakan di atas lantai.

Olivia membungkuk dan memungut serpihan-serpihan kertas itu. Saat itulah, dia menyadari bahwa semua karya desain yang dibuatnya selama bertahun-tahun dengan susah payah, telah disobek hingga hancur.

Ternyata anak laki-laki Wilona, Nathan, berada di dalam ruang baca. Dia bahkan sengaja mencari dan mengeluarkan barang-barang milik Olivia, lalu merobeknya satu per satu.

Pikiran Olivia seketika terasa kosong. Sesaat kemudian, yang terdengar hanyalah suara detak jantungnya yang begitu keras, seolah hendak meloncat keluar dari rongga dadanya.

"Apa yang sedang kamu lakukan? Siapa yang mengizinkan kamu masuk ke sini!"

Ruangan ini selalu menjadi area terlarang baginya. Selama ini, Olivia bahkan tidak memperbolehkan kepala pembantu dan para pembantu masuk ke ruangannya!

Pembantu yang berdiri di depan pintu buru-buru meminta maaf.

"Maaf, Nyonya. Tuan sendiri yang mengatakan bahwa Tuan Muda bebas ke mana saja …."

Olivia langsung menarik anak laki-laki itu untuk menjauh, lalu hendak memeriksa apa saja yang telah dihancurkannya.

Namun, sebelum sempat melakukan apa pun, suara tangisan anak laki-laki itu sudah menggema memenuhi seluruh vila.

"Apa yang kamu lakukan terhadap anakku?"

Wilona berlari mendekat. Di belakangnya ada sekelompok pengawal yang ditinggalkan Reynald untuk melindunginya.

Melihat ibunya datang untuk membelanya, Nathan pun semakin berani.

Nathan bahkan langsung menghancurkan foto Olivia bersama Reynald yang berada di dekatnya.

Bingkai foto itu jatuh ke lantai. Serpihan kacanya menggores lengan Olivia. Tumpukan sketsa desainnya pun ikut bergoyang dan nyaris jatuh.

"Wanita jahat! Kamu yang membuat Papa dan Mama nggak bisa bersama! Barang-barangmu memang nggak seharusnya ada di sini!"

Olivia hendak menghalangi Nathan, tetapi tubuhnya justru ditahan kuat oleh para pengawal.

"Kalian bukannya menghalanginya, malah menghalangiku?"

"Maaf, Nyonya. Tuan sudah berpesan bahwa dalam keadaan apa pun, keselamatan Tuan Muda harus selalu menjadi prioritas. Nyonya juga dianggap sebagai salah satu potensi ancaman terhadap keselamatannya ...."

Olivia terbelalak karena merasa marah. Dia tidak pernah menyangka Reynald akan begitu mewaspadainya lantaran takut dia akan menyakiti Nathan . Namun, semua sketsa ini adalah jerih payahnya selama bertahun-tahun!

Tidak peduli bagaimana Olivia meronta, tenaganya tidak akan bisa menandingi pengawal yang sudah terlatih secara profesional.

Olivia mendengar suara hatinya yang benar-benar hancur berkeping-keping, disusul oleh kebencian yang hampir menelannya hidup-hidup.

Saat Reynald pulang, Wilona menarik putranya kembali ke sisinya, lalu mencubitnya beberapa kali.

Tangisan nyaring anak itu kembali menggema memenuhi seluruh rumah.

Wilona berlari ke hadapan Reynald, lalu menunjuk telapak tangan putranya yang memerah dan lengannya yang sudah membiru akibat dicubit.

"Reynald, padahal Nathan hanya membuat Olivia sedikit nggak senang saja, Olivia malah memukulnya."

"Sebagai seorang ibu, mana mungkin aku tega menyerahkan anakku untuk diasuh olehnya? Lebih baik kami pergi dari sini saja!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 17

    Akhirnya "Oli" milik Reynald telah kembali.Kerinduan yang telah menumpuk lama akhirnya meluap pada saat ini.Air matanya tidak terbendung dan mengalir begitu saja.Awalnya, Olivia memang mengkhawatirkannya. Namun, ketika benar-benar melihatnya, rasa khawatir itu justru berubah menjadi sejenis kesedihan.Olivia tahu bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pasangan yang saling mencintai seperti dulu lagi.Rasa khawatir itu mungkin lebih merupakan sebuah kebiasaan atau sekadar sisa dari ikatan yang pernah ada di antara mereka. Ekspresi Olivia kelihatan datar. Setelah membaca surat pemberitahuan hasil diagnosis dari dokter, di tengah tatapan penuh antusias Reynald, dia mengirimkan hasil diagnosis tersebut kepada asisten Reynald agar asisten itu menyampaikannya kepada Keluarga Osvaldo.Setelah semuanya selesai, barulah dia kembali menatap Reynald."Apa kamu tahu kalau kamu sakit?"Reynald mengangguk. Saat tadi berada dalam kondisi setengah sadar, dia sempat mendengar cukup banyak percakapa

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 16

    Demi meredakan amarah semua orang, Nicholas terpaksa mengorbankan kepentingannya sendiri dan memberikan sebagian keuntungan kepada anggota dewan lainnya. Namun, teleponnya kepada Reynald tetap tidak pernah tersambung.Entah berapa lama waktu berlalu, akhirnya dia menerima pesan dari Reynald.[Aku pergi mencari Olivia. Aku akan segera membawanya kembali.]Nicholas begitu marah hingga hampir pingsan di depan semua orang.Tanpa sadar, dia teringat pada ucapan Wilona saat pergi hari itu.Jika dipikir-pikir lagi saat ini, ucapan itu terdengar lebih seperti sebuah kutukan. Sejak saat itu, Keluarga Osvaldo seolah tidak pernah lagi hidup tenang. Reynald sudah berjaga di depan rumah Olivia selama beberapa hari, tetapi tetap tidak berhasil bertemu dengannya.Saat harapannya benar-benar sirna, akhirnya dia melihat sosok Olivia dalam sebuah berita lokal. Dia mengetahui bahwa Olivia telah memenangkan penghargaan.Dulu, setiap kali Olivia mengalami momen membahagiakan seperti ini, Olivia selalu me

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 15

    Olivia sudah tertidur di dalam mobil.Di kursi depan, sopir mengemudikan mobil. Sementara di kursi belakang, Olivia bersandar di bahu Ichsan dan tidur dengan nyenyak.Hanya sedikit orang yang tahu bahwa dulu Ichsan pernah tumbuh bersama Olivia dan Reynald.Namun, saat SMA, Ichsan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan sejak saat itu jalan hidup mereka pun berbeda. Perselisihan antara Ichsan dan Reynald juga sudah berlangsung bertahun-tahun.Awalnya, hubungan kedua keluarga mereka memang tidak harmonis akibat persaingan bisnis. Setelah Ichsan kembali dari luar negeri dan mengambil alih pengelolaan perusahaan, Reynald bahkan pernah meremehkannya.Reynald menganggap Ichsan hanya seorang playboy.Sementara Ichsan juga menganggap Reynald biasa-biasa saja, bahkan merasa Reynald tidak pantas menikahi Olivia.Keduanya terus bersaing secara terang-terangan maupun diam-diam. Tanpa terasa, enam atau tujuh tahun pun berlalu.Sejak Olivia dan Reynald pertama kali bercerai, sebenarnya Ichsan

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 14

    Reynald sebenarnya sudah menduga bahwa semua ini adalah ulah Olivia. Hanya saja, dia tidak menyangka Olivia akan menyerahkan semuanya kepada pesaingnya. Jelas sekali, wanita itu benar-benar membencinya.Dia menelepon Ichsan. Selama bertahun-tahun mereka bersaing, ini adalah pertama kalinya dia menunduk.Berhubung Olivia bekerja sama dengan Ichsan, bisa jadi Ichsan mengetahui keberadaan Olivia.Dengan memeluk harapan itu, panggilannya pun tersambung.Ichsan seolah sudah lama menunggu telepon itu. Bahkan terdengar sedikit rasa gembira dari nada bicaranya."Jadi, akhirnya kamu sudah selesai mengurus selingkuhanmu? Atau sekarang kamu baru sadar bahwa semua itu perbuatanku?"Di ujung telepon, tangan Reynald sudah mengepal erat."Beri tahu aku, ke mana perginya Olivia? Aku bersedia menukarkan jawaban itu dengan syarat apa pun."Awalnya, Ichsan memang tidak berniat memberi tahu Reynald, tetapi dia bahkan sudah begitu merendahkan dirinya.Jadi, Ichsan terpaksa mengkhianati kepercayaan Olivia.

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 13

    Di ujung telepon, Raka Junardi terdiam lama.Dia tentu tahu di mana putrinya berada. Namun, Olivia telah dikhianati dalam pernikahannya dan tidak ingin bertemu dengan Reynald. Dia juga tidak mungkin memaksa putrinya, jadi dia terpaksa menolak."Aku juga nggak jelas tentang keberadaan Olivia. Hanya saja, masalah kamu dan pelayan wanita di bar itu sudah tersebar luas, semua itu juga nggak bagus bagi perusahaan kalian. Sebaiknya kamu selesaikan dulu masalah itu."Reynald membalas dengan terisak-isak, "Oke." Sesaat kemudian, dia mendengar suara telepon diputus oleh Raka.Gara-gara masalahnya dengan Wilona, kini Keluarga Junardi juga tidak menyukainya lagi.Dia mulai menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dulu dia harus begitu gegabah hingga menjalin hubungan dengan Wilona?Namun, sekarang menyesal sebanyak apa pun juga tidak akan mengubah apa-apa.Dia terpaksa meninggalkan rumah Keluarga Junardi dan mencari cara lain.Dia menghubungi satu per satu teman dekat dan rekan bisnis yang sebelumnya

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 12

    Mendengar ucapan Wilona yang terlontar begitu saja saat emosinya memuncak, Reynald terdiam cukup lama hingga tidak mampu segera mencerna semuanya. Benar juga. Foto-foto dalam berita hiburan itu, selain para pesaing Keluarga Osvaldo, orang yang paling mungkin mendapatkan foto-foto itu atau memedulikannya hanyalah Olivia yang sedang marah itu ….Reynald merasa sangat menyesal. Kenapa baru sekarang dia menyadari hal ini?Tanpa memedulikan emosi Wilona, Reynald berbalik, mengenakan jaketnya, lalu meninggalkan rumah Keluarga Osvaldo.Wilona memanggilnya dari belakang. "Kamu mau ke mana?"Reynald tidak membalas, bahkan tidak menoleh sama sekali.Wilona langsung terkulai lemas di lantai. Dia hanya bisa terisak-isak tanpa daya.Kalau dia diberi kesempatan sekali lagi, dia tidak akan pernah jatuh cinta kepada Reynald!Setelah Reynald pergi, Nicholas dan Regina bertindak semakin tegas.Hampir dalam sekejap, mereka meminta pengacara menyiapkan perjanjian.Kepala pembantu mengawasi para pembantu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status