Short
Cintamu Sudah Nggak Laku

Cintamu Sudah Nggak Laku

By:  PirCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
15Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sepulang ke tanah air, Sandra Kirana, si mawar liar yang pemberani dan sulit dikekang, mendapati dirinya ternyata sudah menikah! Pria yang dijodohkan dengannya adalah Julian Pratama, pemimpin Keluarga Pratama, yang bahkan usianya delapan tahun lebih tua darinya! Tentu saja Sandra tidak sudi menerima pernikahan itu. Jadi, saat pertama kali bertemu dan mendengar bahwa pria itu sangat menjaga sikap, bahkan punya kebiasaan berlebihan soal kebersihan, Sandra sengaja muncul dengan gaun hitam ketat bertali tipis, ditemani delapan model pria papan atas yang mengelilinginya, sibuk menyajikan teh dan melayaninya. Orang tuanya sampai merasa malu dan hendak meminta maaf. Namun, Julian malah membungkuk tenang. Dengan kelima jarinya yang panjang dan kuat, dia menahan mereka, lalu berkata dengan suara rendah dan jernih, sebening aliran air yang menghantam bebatuan, "Sejak awal, pernikahan ini memang sudah bikin Nona Sandra dirugikan. Seharusnya aku yang minta maaf padanya." Sandra tertegun sesaat, lalu perlahan mendongak. Di hadapannya, mata Julian yang dalam memancarkan warna cokelat keemasan yang begitu memikat.

View More

Chapter 1

Bab 1

Pada pertemuan kedua, Sandra mendengar bahwa Julian sama sekali tidak minum alkohol dan tidak menyukai tempat ramai.

Maka, dia sengaja memilih sebuah bar sebagai tempat bertemu. Sandra berjoget dan bersenang-senang di hadapannya, kemudian menyodorkan segelas wiski ke bibir tipis pria itu.

Sandra semula mengira Julian akan menunjukkan wajah tidak senang. Namun, pria itu malah menurut dan menenggak wiski tersebut sampai habis. Setelahnya, dia terbatuk pelan beberapa kali hingga bibir pucatnya sedikit memerah.

Julian kemudian mengeluarkan saputangan putih dan dengan lembut menyeka keringat di pelipis Sandra.

Sandra mencium aroma pohon cedar dari saputangan itu, bercampur sempurna dengan aroma kayu gelap yang dingin dan khas dari tubuh Julian.

Pertemuan ketiga mereka berlangsung dalam sebuah jamuan makan malam.

Musuh bebuyutan Sandra menyindirnya dengan nada sinis, "Reputasi Sandra sudah terkenal buruk. Jangan-jangan dia sudah ditiduri banyak pria, bahkan mungkin sudah kena penyakit kelamin!"

"Pak Julian benar-benar sial sampai harus nikahin dia."

Sandra bahkan belum sempat membalas ketika Julian, yang duduk di kursi utama, bertanya dengan tenang, "Siapa namamu?"

Mendengar pertanyaan itu, musuh bebuyutan Sandra langsung menyebutkan nama dan identitasnya dengan penuh semangat. Julian hanya mengangguk, lalu berkata, "Mulai sekarang, kamu nggak diterima lagi di semua acara yang diselenggarakan Keluarga Pratama."

Dia bangkit dari kursinya. Tubuhnya tegap dan kokoh, bagaikan pohon pinus.

Suaranya tidak keras, tetapi ketegasannya membuat tak seorang pun berani membantah.

"Ingat baik-baik. Sandra itu wanita yang aku pilih. Lebih dari itu, dia adalah Nyonya Pratama."

"Di mataku, dialah yang terbaik."

Seketika, suara-suara di sekitar Sandra terdengar makin jauh. Yang tersisa hanyalah detak jantungnya sendiri yang berdegup begitu keras.

Pada akhirnya, Sandra menerima pernikahan itu. Tanpa disadarinya, perasaannya kepada Julian justru kian dalam.

Setelah menikah pun, Julian tetap tenang dan terkendali di hadapannya. Bahkan dalam hubungan suami istri, dia selalu menjaga batas dan bersikap begitu tertib, seolah hanya sedang menjalankan kewajibannya. Tak pernah Sandra menemukan sedikit pun gairah atau gejolak cinta di matanya.

Ketika Sandra mengetahui dirinya hamil, Julian hanya terdiam sejenak dan berkata, "Kamu sudah bekerja keras." Nada suaranya begitu tenang, seperti saat dia memuji bawahannya yang baru menyelesaikan pekerjaan. Tak ada sedikit pun kegembiraan yang seharusnya dimiliki seorang calon ayah.

Meski begitu, Sandra tetap mengira pernikahan mereka adalah hubungan yang sama-sama mereka perjuangkan. Mungkin Julian memang hanya tidak pandai mengungkapkan perasaannya.

Sampai tiga bulan setelah kehamilannya, Sandra menyaksikan sendiri Julian yang biasanya dingin dan tak tergoyahkan menghajar seorang pria bertubuh tambun di sebuah ruang privat. Pukulannya bertubi-tubi, bahkan sampai membuat sudut matanya memerah karena amarah.

Tanpa mengerti apa yang terjadi, Sandra buru-buru menarik lengan bajunya. "Dia sudah pingsan! Kamu bisa bunuh dia!"

Julian menoleh. Aura ganas terpancar dari tubuhnya, sementara tatapannya sedingin es. "Apa hakmu menghalangiku?"

"Lepasin."

Napas Sandra tercekat. Tubuhnya seketika terasa dingin, dan tangannya pun perlahan terlepas.

Saat itulah seorang wanita bertubuh kurus berlari menghampiri. Dia memeluk erat pinggang dan punggung Julian, lalu berkata dengan suara tercekat dan tubuh gemetar, "Julian, jangan pukul dia lagi!"

Julian langsung menoleh.

Untuk pertama kalinya, Sandra melihat berbagai emosi yang begitu rumit di wajah pria yang selama ini selalu tenang dan terkendali itu.

Ada rasa kaget, keheranan, rasa bersalah, dan ... kerinduan serta cinta yang begitu dalam hingga nyaris meluap.

Tatapan Julian kemudian jatuh pada bekas kemerahan di leher wanita itu. Wajahnya seketika menggelap. Tanpa mengatakan apa-apa, dia mengangkat wanita tersebut dan membawanya pergi dengan langkah cepat.

Dia bahkan tidak sempat mengingat bahwa istri sahnya masih berdiri sendirian tak jauh dari sana.

Tangan dan kaki Sandra terasa dingin. Dengan tubuh kaku, dia mengangkat wajah dan mendapati tatapan iba dari teman-teman masa kecil Julian. Dari sorot mata mereka, seolah mereka sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Sudah lima tahun berlalu, tapi Julian masih belum bisa lupain dia."

Salah seorang yang tidak tahu apa-apa bertanya penasaran, "Sebenarnya apa yang terjadi? Apa wanita itu cinta pertama Julian?"

"Lebih dari itu. Dia orang yang akan selalu jadi kesayangannya seumur hidup." Teman masa kecil Julian menggeleng penuh penyesalan. "Sayangnya, kedua keluarga misahin mereka. Pihak wanita nggak sanggup nahan tekanan dan akhirnya milih mengakhiri hubungan mereka."

"Tapi Julian nggak pernah nyalahin dia. Bahkan demi wanita itu, dia rela menikah lewat perjodohan."

"Gimana mungkin Julian jatuh cinta sama Sandra? Dia cuma pakai pernikahan ini untuk berpura-pura bahwa hidupnya baik-baik saja, supaya wanita yang dicintainya nggak khawatir atau merasa bersalah. Bagi Julian, selama wanita itu bahagia, dia rela mengorbankan apa saja, bahkan pernikahannya sendiri."

"Sayangnya, wanita itu malah menikah dengan pria yang salah dan ngalamin kekerasan dalam rumah tangga. Suaminya juga suka main perempuan dan hidup semaunya. Julian sudah tahu semuanya dan murka besar ... Sudah lama aku nggak pernah lihat dia semarah itu."

Pikiran Sandra seketika kosong. Dia mencengkeram tepi meja erat-erat agar tubuhnya tidak sampai jatuh.

Jadi selama ini, pernikahan mereka tak lebih dari sebuah sandiwara. Kebohongan besar yang sengaja disimpan Julian untuk menyembunyikan kebenaran darinya.

Kini Sandra mengerti mengapa Julian, yang selalu bersikap dingin dan acuh kepadanya saat mereka berdua, berkali-kali tampil membelanya di depan umum.

Selama ini dia mengira Julian sedang menunjukkan perhatian khusus kepadanya. Ternyata semua itu hanyalah sandiwara yang sengaja dimainkan demi wanita yang dicintainya.

Kini dia juga mengerti mengapa Julian, yang selalu rendah hati dan tertutup, sampai mengundang lebih dari seratus media untuk meliput pernikahan mereka.

Itu bukan bentuk penghargaan ataupun kasih sayang seperti yang selama ini dia kira. Semua itu sudah dirancang dan disamarkan demi tujuan lain.

Ketika rasa nyeri yang begitu pekat menjalar ke seluruh tubuhnya, Sandra mendengar seseorang kembali bertanya, "Siapa nama wanita itu?"

"Nadine Laksono."

Jantung Sandra seakan berhenti berdetak. Dia menoleh tak percaya, lalu mendengar teman masa kecil Julian mengulanginya. "Cinta pertama Julian namanya Nadine."

Nama sederhana itu terasa seperti sepasang pisau tajam berlapis es, menusuk lalu mengoyak hatinya hingga berdarah.

Sandra segera bergegas menuju pintu. Begitu melangkah keluar, tangan gemetarnya menyentuh perut yang mulai sedikit membuncit. Air matanya pun mengalir deras.

Nadine.

Begitu mengetahui Sandra hamil, nama pertama yang diberikan Julian kepada bayi mereka adalah "Nadia Pratama".

Saat itu, Sandra sempat berbisik, "Nadia, Nadia. Indah sekali." Senyum bahagia menghiasi wajahnya hingga sudut matanya melengkung. Lalu dia bertanya pelan kepada Julian, "Kamu sudah nentuin namanya secepat ini. Apa kamu juga sama kayak aku? Sejak awal sudah menantikan kedatangan si kecil ini?"

Sandra mengira diamnya Julian karena malu dan menganggapnya sebagai jawaban setuju. Dengan gembira, dia pun langsung masuk ke dalam pelukan pria itu.

Dia sama sekali tidak menyadari bahwa nama "Nadia" diambil dari nama Nadine, kemudian diberi marga Julian.

Nama itu adalah cara Julian melampiaskan kerinduannya kepada Nadine di hadapan para tamu yang memenuhi pesta pernikahan mereka.

Dan satu-satunya orang yang dijadikan bahan lelucon dalam semua itu adalah Sandra.

Di sudut ruangan yang remang-remang, wajah Sandra sudah basah oleh air mata. Namun, dengan ujung jari yang memutih karena menggenggam terlalu erat, dia tetap menelepon seseorang.

"Pak Andre, tolong siapin perjanjian perceraian buat aku." Suaranya bergetar dan serak, tetapi setiap katanya terdengar jelas. "Aku mau cerai dengan Julian."

Sandra adalah putri sulung Keluarga Kirana. Sejak kecil, dia terbiasa hidup bebas dan melakukan apa pun sesuka hatinya!

Dia tidak menyangkal bahwa dirinya pernah mencintai Julian dengan sepenuh hati.

Namun, pernikahan yang sejak awal dibangun di atas kebohongan ini tidak akan pernah dia lanjutkan. Sekalipun untuk mengakhirinya dia harus mengoyak hatinya sendiri!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
15 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status