Short
Saat Aku Tak Lagi Bergantung Padanya

Saat Aku Tak Lagi Bergantung Padanya

By:  MoonCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
12Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah ujian masuk perguruan tinggi selesai, aku mengunggah sebuah status di media sosial. [Apakah nggak lagi bergantung padamu bisa dianggap sudah dewasa?] Komentar sahabat masa kecilku langsung muncul. [Berarti seluruh dunia patut merayakannya.] Aku tidak mengerti. Tanpa sadar, aku mengirimkannya tanda tanya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya aku mendapat balasannya. [Sakila Wiranata, kamu tahu nggak, semua orang bilang kamu seperti plester yang terus menempel padaku?] [Ujian masuk perguruan tinggi sudah selesai. Kamu nggak perlu terus menempel padaku setiap hari.] [Belajarlah buat berjalan sendiri. Begitu masuk kuliah, nggak bakal ada yang memaklumi orang dewasa yang masih seperti bayi.] Kemudian, tanpa banyak bicara, dia mengirimiku sebuah paket instalasi. [Kalau ada masalah, tanyakan saja kepada AI. Itu lebih berguna daripada bergantung padaku.] Begitulah, sahabat masa kecil yang telah menjagaku selama dua belas tahun justru menyerahkanku kepada sebuah aplikasi AI. Aku tertegun cukup lama, tetapi pada akhirnya mengunduh paket instalasi itu dengan tenang.

View More

Chapter 1

Bab 1

[Menurutmu warna rambut apa yang cocok buatku?]

[Warna kulitmu cerah, kamu bisa mewarnainya cokelat kastanye.]

[Aku juga mau mengubah gaya berpakaian.]

[Kamu punya aura yang bagus, jadi memakai apa pun akan terlihat bagus. Aku merekomendasikan gaya minimalis.]

[Kalau begitu, menurutmu aku sebaiknya pergi ke mana buat perjalanan wisata setelah lulus?]

[Dari unggahanmu di media sosial, sepertinya kamu suka laut. Kalau begitu, pergilah ke Pulau Bina.]

[Oke, aku ikut saranmu.]

Tunggu.

Ada yang tidak beres.

AI, ternyata dia juga bisa melihat unggahan media sosialku?

....

Di hari-hari ketika aku tidak lagi bergantung pada sahabat masa kecilku, aku memilih untuk menanyakan segala sesuatu kepada AI.

Namun, entah kenapa, aku selalu merasa ada sesuatu yang berbeda dari AI ini dibandingkan AI lainnya. Ada semacam kesan hidup yang aneh dalam setiap kata-katanya.

Sehari sebelum berangkat ke Pulau Bina, aku mencoba mengujinya dengan hati-hati.

[Agak kesepian kalau melihat laut sendirian. Bisakah kamu menemaniku pergi?]

[Kamu yakin?]

Gerakan jariku di atas papan ketik terhenti di udara.

AI juga bisa balik bertanya?

Namun, tidak lama kemudian, nadanya berubah.

[Aku ada di sini. Nggak bersembunyi, nggak menghilang, nggak melarikan diri. Aku bakal selalu ada buat menangkapmu dengan mantap.]

Baiklah.

Aku menyerah, lalu menurut dan membereskan barang-barangku.

Hanya saja, aku tidak menyangka bahwa keesokan harinya di bandara, aku akan bertemu Mario.

Kami tinggal di kompleks yang sama, tetapi sudah sepuluh hari tidak bertemu.

Setelah mendengarkan perkataannya, aku tidak lagi menempel padanya seperti plester dan mulai mempertimbangkan perasaannya.

Aku juga tidak berniat menyapanya.

Sampai teman SMA kami, Winona Pramesti, tiba-tiba berlari keluar dari belakangnya.

"Sakila!"

Kulit kepalaku langsung terasa kesemutan. Aku berbalik dengan kaku.

Saat pandangan kami bertemu, aku melihat rasa jengkel yang sekilas melintas di mata Mario.

Di tangannya juga ada koper milik Winona.

Ternyata, mereka akan melakukan perjalanan wisata setelah lulus bersama.

Hatiku terasa getir, tetapi aku tetap menarik pandangan tanpa menunjukkan ekspresi apa pun.

Siapa sangka, Winona malah menarik Mario dan berjalan menghampiriku.

"Kebetulan sekali! Kenapa kamu juga ada di bandara?"

Sambil berkata begitu, dia menoleh dan memelototi Mario dengan nada menyalahkan.

"Sakila dan aku naik pesawat yang sama hari ini. Kamu nggak datang mengantarnya? Bukannya itu agak keterlaluan, mengingat kalian sudah berteman sejak kecil"

"Nggak setia kawan."

Makin lama aku mendengarnya, makin aneh rasanya.

Namun, memang begitulah sifat Winona yang selalu blak-blakan dan santai. Aku tidak terlalu memedulikannya dan hanya ingin segera melarikan diri dari suasana canggung ini.

Namun, Mario mengerutkan kening dan memanggilku.

"Sakila, kamu nggak perlu sampai mengikutiku ke sini, 'kan?"

Nada bicaranya tidak sabar. Seingatku, aku belum pernah melihatnya seperti ini.

Dia juga tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan.

"Baru beberapa hari, kamu sudah kembali seperti semula? Aku memang sudah berjanji kepada ibumu buat menjagamu, tapi aku juga butuh ruang pribadi."

Aku memejamkan mata sejenak, lalu mengangkat tangan untuk menghentikannya.

"Kamu kira aku datang buat mencarimu?"

Mario tampaknya juga tidak terbiasa dengan nada bicaraku. Dia tertegun sejenak.

"Kalau bukan begitu, lalu buat apa?"

Aku terkekeh tanpa bisa berkata-kata.

"Hari ini, aku mau pergi ke Pulau Bina."

Setelah mengatakannya, aku menunjuk waktu yang tertera di jam tanganku. "Aku lagi buru-buru. Masih ada yang ingin kamu katakan?"

Begitu kata-kata itu terucap, Mario menatapku dengan tatapan rumit. Baru saat itu dia menyadari sesuatu.

Aku sudah mengganti warna rambut dan gaya berpakaian.

Bahkan soal perjalanan wisata setelah lulus ke Pulau Bina, aku tidak lagi seperti dulu yang terus menempel padanya dan menanyakan segala macam hal.

Ketika kembali berbicara, nada suaranya sedikit berubah.

"Kenapa kamu ... nggak memberitahuku sebelumnya?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
12 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status