Share

Bab 5

Author: Kiyu
Terlihat luka di tubuh anak itu dan wajahnya yang tampak begitu sedih karena menangis.

Amarah di hati Reynald seketika meluap.

Para pengawal masih menahan Olivia. Sesuai perintah Reynald, jika Olivia tidak berusaha menyakiti putranya, para pengawal juga tidak akan memperlakukannya seperti ini.

"Olivia, kenapa kamu berbuat seperti ini?"

Reynald bertanya dengan nada penuh menyalahkan, tetapi dia malah berpapasan dengan sepasang mata yang redup dan kehilangan cahaya.

Hati Reynald seketika terasa tertusuk. Nada bicaranya pun sedikit melembut. Dia kembali bertanya.

"Tubuh anak ini penuh dengan luka. Sebenarnya apa yang terjadi?"

Olivia juga melihat apa yang dilakukan Wilona terhadap Nathan tadi.

Padahal, Olivia sama sekali tidak melukai anak itu, Wilona malah ingin menjadikannya sebagai kambing hitam.

"Seharusnya kamu tanya Wilona. Semua ulah dia."

Wilona menggeleng dengan panik.

Melihat Olivia tetap tidak mau mengakui kesalahannya, Reynald semakin marah.

"Kamu bilang Wilona memfitnahmu? Kalau kamu mau berbohong dan mencari alasan, setidaknya buatlah alasan yang lebih masuk akal!"

"Kamu nggak bisa memiliki anak. Aku bahkan membiarkan Wilona membawa anaknya untuk tinggal bersamamu agar kamu bisa membesarkannya ... Kenapa kamu masih melakukan hal seperti ini?"

Lagi-lagi soal dia tidak bisa memiliki anak ... Padahal, bukankah Olivia kehilangan kemampuan untuk memiliki anak demi melindungi Reynald?

Olivia mengangkat pandangannya dan menatap Reynald, lalu menatap kembali kekacauan yang memenuhi lantai. Jelas-jelas dia adalah korban, tetapi Reynald malah memilih memercayai Wilona, bahkan lebih membela putra Wilona tanpa ragu sama sekali.

Reynald memberi perintah.

"Minta maaf!"

"Bukan aku yang melakukannya!"

Apa pun ceritanya, Olivia juga tidak akan mengalah.

Olivia teringat perjalanan bulan madu mereka pada tahun pertama pernikahan. Saat itu, ketika berada di luar negeri, dia pernah difitnah telah mencuri. Semua orang tidak memercayainya. Hanya Reynald saja yang berdiri di hadapannya dan melindunginya.

"Kalau dia bilang dia nggak pernah melakukannya, berarti dia memang nggak pernah melakukannya!"

Saat itu, tidak ada bukti apa pun. Namun, di hadapan semua orang, setiap kata yang diucapkan Reynald terdengar begitu meyakinkan.

Kini, ketika segala petunjuk justru sudah begitu jelas, Olivia malah tidak dipercaya.

"Reynald, apa kamu benar-benar yakin aku akan menyakiti seorang anak kecil? Atau sebenarnya kamu hanya melampiaskan kemarahan kepadaku karena kamu nggak bisa melindungi identitas anak itu?"

Mata Reynald sedikit menyipit. Ekspresinya menunjukkan kemarahan seolah rahasianya baru saja terbongkar.

"Minta maaf!"

Reynald mengulanginya sekali lagi.

Olivia tetap bergeming.

Pengawal menekan Olivia untuk berlutut di atas lantai.

Lutut Olivia dengan kuat menghantam serpihan kaca di atas lantai. Dia kesakitan hingga pandangannya menjadi gelap.

Setelah selesai minta maaf, Reynald berinisiatif untuk mengobati luka Olivia.

Gerakan Reynald begitu lembut. Dia juga terlihat sangat serius saat membersihkan luka.

Namun, tidak terlihat emosi apa pun lagi di dalam sorot mata Olivia.

"Aku menghukummu karena aku ingin kamu menjadi panutan bagi Nathan."

"Kelak, kamu akan menjadi ibunya. Kalau kamu nggak mengakui kesalahan yang kamu perbuat, bukankah itu justru akan memberikan contoh buruk kepadanya?"

Olivia tidak mengatakan apa-apa. Tatapannya hanya tertuju ke luar jendela, sama sekali tidak ingin menanggapinya.

Reynald menghela napas, lalu meraih tangan Olivia.

"Semua yang terjadi antara aku dan Wilona waktu itu hanyalah sebuah kecelakaan. Keberadaan anak ini nggak akan menggoyahkan kedudukanmu sebagai istriku."

"Tapi, demi kebahagiaan anak, aku ingin Wilona tetap tinggal di rumah."

"Mereka berdua tinggal di kamar utama, sedangkan kamu pindah ke kamar sebelah saja …."

Olivia memalingkan kepalanya dengan perlahan. Saat menatap Reynald yang seolah sedang bersungguh-sungguh membicarakan hal ini dengannya, yang tersisa dalam tatapannya hanyalah ejekan.

"Reynald, sehebat apa pun kamu mengatur semuanya, Bagaimanapun juga, mereka tetaplah anak di luar nikah dan selingkuhan yang nggak bisa dipublikasikan!"

"Jangan pernah berharap bisa mengubah kenyataan itu seumur hidupmu!"

Plak!

Tamparan Reynald mendarat keras di wajah Olivia.

"Olivia, apa kamu nggak bisa melupakan semua masa lalu itu? Aku bahkan sudah membiarkan Nathan diasuh olehmu. Apa lagi yang kamu inginkan?"

Olivia menutupi wajahnya dan tidak mengatakan apa-apa. Air mata kembali menggenang di pelupuk matanya.

Setelah Reynald pergi dengan marah, Olivia mendengar suara polos Nathan yang meminta agar malam ini mereka sekeluarga tidur bersama di ranjang besar.

Reynald menyetujuinya.

Satu per satu barang Olivia dipindahkan dari kamar utama ke kamar sebelah.

Sementara itu, Olivia berjongkok di ruang baca sambil memunguti satu per satu sketsa desain miliknya yang telah hancur karena disobek.

Tiba-tiba, Wilona muncul di sampingnya.

"Olivia, sebenarnya tubuhmu sudah lama pulih. Apa kamu tahu kenapa setelah kalian kembali menikah, kamu tetap nggak bisa hamil meskipun sudah berkali-kali menjalani program bayi tabung?"

"Karena sejak awal, Reynald memang nggak ingin kamu melahirkan anaknya. Dia ingin aku yang melahirkan anaknya. Dulu, dia yang mengatur agar aku pura-pura menggugurkan kandunganku. Sedangkan, semua suntikan yang kamu jalani selama program bayi tabung itu, isinya kosong semua ...."

Olivia hanya menatap punggung Wilona yang menjauh dengan senyum puas.

Ternyata begitu … pantas saja selama beberapa tahun ini, tatapan para dokter kepadanya selalu seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak berani mengatakannya ….

Olivia mengira dirinya sudah mati rasa terhadap rasa sakit. Siapa sangka, dia tetap akan merasa begitu sedih ….

Dia tidak masuk ke kamar sebelah.

Saat dini hari, sebelum langit sempat terang, Olivia sudah menaiki mobil menuju bandara.

Sebelum pesawat lepas landas, Olivia mengirimkan bukti perselingkuhan Reynald dan informasi tentang selingkuhan dan anak di luar nikahnya, kepada perusahaan rival Reynald. Setelah itu, dia mematahkan kartu SIM-nya dengan tegas.

Akhirnya, Olivia telah bebas.

Reynald, kita tidak akan pernah bertemu lagi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 17

    Akhirnya "Oli" milik Reynald telah kembali.Kerinduan yang telah menumpuk lama akhirnya meluap pada saat ini.Air matanya tidak terbendung dan mengalir begitu saja.Awalnya, Olivia memang mengkhawatirkannya. Namun, ketika benar-benar melihatnya, rasa khawatir itu justru berubah menjadi sejenis kesedihan.Olivia tahu bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pasangan yang saling mencintai seperti dulu lagi.Rasa khawatir itu mungkin lebih merupakan sebuah kebiasaan atau sekadar sisa dari ikatan yang pernah ada di antara mereka. Ekspresi Olivia kelihatan datar. Setelah membaca surat pemberitahuan hasil diagnosis dari dokter, di tengah tatapan penuh antusias Reynald, dia mengirimkan hasil diagnosis tersebut kepada asisten Reynald agar asisten itu menyampaikannya kepada Keluarga Osvaldo.Setelah semuanya selesai, barulah dia kembali menatap Reynald."Apa kamu tahu kalau kamu sakit?"Reynald mengangguk. Saat tadi berada dalam kondisi setengah sadar, dia sempat mendengar cukup banyak percakapa

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 16

    Demi meredakan amarah semua orang, Nicholas terpaksa mengorbankan kepentingannya sendiri dan memberikan sebagian keuntungan kepada anggota dewan lainnya. Namun, teleponnya kepada Reynald tetap tidak pernah tersambung.Entah berapa lama waktu berlalu, akhirnya dia menerima pesan dari Reynald.[Aku pergi mencari Olivia. Aku akan segera membawanya kembali.]Nicholas begitu marah hingga hampir pingsan di depan semua orang.Tanpa sadar, dia teringat pada ucapan Wilona saat pergi hari itu.Jika dipikir-pikir lagi saat ini, ucapan itu terdengar lebih seperti sebuah kutukan. Sejak saat itu, Keluarga Osvaldo seolah tidak pernah lagi hidup tenang. Reynald sudah berjaga di depan rumah Olivia selama beberapa hari, tetapi tetap tidak berhasil bertemu dengannya.Saat harapannya benar-benar sirna, akhirnya dia melihat sosok Olivia dalam sebuah berita lokal. Dia mengetahui bahwa Olivia telah memenangkan penghargaan.Dulu, setiap kali Olivia mengalami momen membahagiakan seperti ini, Olivia selalu me

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 15

    Olivia sudah tertidur di dalam mobil.Di kursi depan, sopir mengemudikan mobil. Sementara di kursi belakang, Olivia bersandar di bahu Ichsan dan tidur dengan nyenyak.Hanya sedikit orang yang tahu bahwa dulu Ichsan pernah tumbuh bersama Olivia dan Reynald.Namun, saat SMA, Ichsan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan sejak saat itu jalan hidup mereka pun berbeda. Perselisihan antara Ichsan dan Reynald juga sudah berlangsung bertahun-tahun.Awalnya, hubungan kedua keluarga mereka memang tidak harmonis akibat persaingan bisnis. Setelah Ichsan kembali dari luar negeri dan mengambil alih pengelolaan perusahaan, Reynald bahkan pernah meremehkannya.Reynald menganggap Ichsan hanya seorang playboy.Sementara Ichsan juga menganggap Reynald biasa-biasa saja, bahkan merasa Reynald tidak pantas menikahi Olivia.Keduanya terus bersaing secara terang-terangan maupun diam-diam. Tanpa terasa, enam atau tujuh tahun pun berlalu.Sejak Olivia dan Reynald pertama kali bercerai, sebenarnya Ichsan

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 14

    Reynald sebenarnya sudah menduga bahwa semua ini adalah ulah Olivia. Hanya saja, dia tidak menyangka Olivia akan menyerahkan semuanya kepada pesaingnya. Jelas sekali, wanita itu benar-benar membencinya.Dia menelepon Ichsan. Selama bertahun-tahun mereka bersaing, ini adalah pertama kalinya dia menunduk.Berhubung Olivia bekerja sama dengan Ichsan, bisa jadi Ichsan mengetahui keberadaan Olivia.Dengan memeluk harapan itu, panggilannya pun tersambung.Ichsan seolah sudah lama menunggu telepon itu. Bahkan terdengar sedikit rasa gembira dari nada bicaranya."Jadi, akhirnya kamu sudah selesai mengurus selingkuhanmu? Atau sekarang kamu baru sadar bahwa semua itu perbuatanku?"Di ujung telepon, tangan Reynald sudah mengepal erat."Beri tahu aku, ke mana perginya Olivia? Aku bersedia menukarkan jawaban itu dengan syarat apa pun."Awalnya, Ichsan memang tidak berniat memberi tahu Reynald, tetapi dia bahkan sudah begitu merendahkan dirinya.Jadi, Ichsan terpaksa mengkhianati kepercayaan Olivia.

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 13

    Di ujung telepon, Raka Junardi terdiam lama.Dia tentu tahu di mana putrinya berada. Namun, Olivia telah dikhianati dalam pernikahannya dan tidak ingin bertemu dengan Reynald. Dia juga tidak mungkin memaksa putrinya, jadi dia terpaksa menolak."Aku juga nggak jelas tentang keberadaan Olivia. Hanya saja, masalah kamu dan pelayan wanita di bar itu sudah tersebar luas, semua itu juga nggak bagus bagi perusahaan kalian. Sebaiknya kamu selesaikan dulu masalah itu."Reynald membalas dengan terisak-isak, "Oke." Sesaat kemudian, dia mendengar suara telepon diputus oleh Raka.Gara-gara masalahnya dengan Wilona, kini Keluarga Junardi juga tidak menyukainya lagi.Dia mulai menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dulu dia harus begitu gegabah hingga menjalin hubungan dengan Wilona?Namun, sekarang menyesal sebanyak apa pun juga tidak akan mengubah apa-apa.Dia terpaksa meninggalkan rumah Keluarga Junardi dan mencari cara lain.Dia menghubungi satu per satu teman dekat dan rekan bisnis yang sebelumnya

  • Burung Kembali ke Selatan, Cinta Pun Kian Pudar   Bab 12

    Mendengar ucapan Wilona yang terlontar begitu saja saat emosinya memuncak, Reynald terdiam cukup lama hingga tidak mampu segera mencerna semuanya. Benar juga. Foto-foto dalam berita hiburan itu, selain para pesaing Keluarga Osvaldo, orang yang paling mungkin mendapatkan foto-foto itu atau memedulikannya hanyalah Olivia yang sedang marah itu ….Reynald merasa sangat menyesal. Kenapa baru sekarang dia menyadari hal ini?Tanpa memedulikan emosi Wilona, Reynald berbalik, mengenakan jaketnya, lalu meninggalkan rumah Keluarga Osvaldo.Wilona memanggilnya dari belakang. "Kamu mau ke mana?"Reynald tidak membalas, bahkan tidak menoleh sama sekali.Wilona langsung terkulai lemas di lantai. Dia hanya bisa terisak-isak tanpa daya.Kalau dia diberi kesempatan sekali lagi, dia tidak akan pernah jatuh cinta kepada Reynald!Setelah Reynald pergi, Nicholas dan Regina bertindak semakin tegas.Hampir dalam sekejap, mereka meminta pengacara menyiapkan perjanjian.Kepala pembantu mengawasi para pembantu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status