Home / Romansa / CALL ME NUMBER ONE / PERTEMUAN DUA MATA-MATA

Share

PERTEMUAN DUA MATA-MATA

last update Last Updated: 2025-08-30 11:36:41

Maya lebih dahulu bangun tepat pukul setengah lima pagi. Ia kemudian berdiri di depan jendela.

Lucio yang menyadari bahwa Maya tak ada lagi dalam pelukannya langsung bangun dan menemui Maya. Ia langsung memeluk wanita itu.

Maya membiarkan tubuhnya kembali dipeluk oleh Number One. Keduanya memandangi objek yang sama melalui kaca jendela yang sama.

Sesekali keduanya tertawa ringan. Berbagi cerita lucu di antara mereka. Sesuatu yang sungguh berbeda terjadi malam ini.

Lucio memeluk Maya hanya agar Maya merasa nyaman dan sedikit mengurangi beban yang menumpuk dalam pikirannya.

Sementara Maya, ia sungguh merasa nyaman diperlakukan seperti itu oleh Number One. Ia merasa sangat disayangi. "Makasih ya telah menemani aku semalaman," bisik Maya lembut.

"Iya, sama-sama. Tapi kamu beneran gak apa-apa gak aku layani?" Tanya Lucio seketika.

"Ngga, aku menemuimu bukan untuk itu. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku," ucap Maya lagi.

"Kamu ada masalah apa?" Tanya Lucio lagi.

"Ngga, aku cuma lagi gak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CALL ME NUMBER ONE   PERTEMUAN DUA MATA-MATA

    Maya lebih dahulu bangun tepat pukul setengah lima pagi. Ia kemudian berdiri di depan jendela.Lucio yang menyadari bahwa Maya tak ada lagi dalam pelukannya langsung bangun dan menemui Maya. Ia langsung memeluk wanita itu.Maya membiarkan tubuhnya kembali dipeluk oleh Number One. Keduanya memandangi objek yang sama melalui kaca jendela yang sama.Sesekali keduanya tertawa ringan. Berbagi cerita lucu di antara mereka. Sesuatu yang sungguh berbeda terjadi malam ini.Lucio memeluk Maya hanya agar Maya merasa nyaman dan sedikit mengurangi beban yang menumpuk dalam pikirannya.Sementara Maya, ia sungguh merasa nyaman diperlakukan seperti itu oleh Number One. Ia merasa sangat disayangi. "Makasih ya telah menemani aku semalaman," bisik Maya lembut."Iya, sama-sama. Tapi kamu beneran gak apa-apa gak aku layani?" Tanya Lucio seketika."Ngga, aku menemuimu bukan untuk itu. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku," ucap Maya lagi."Kamu ada masalah apa?" Tanya Lucio lagi."Ngga, aku cuma lagi gak

  • CALL ME NUMBER ONE   SABTU YANG BERBEDA

    Setelah pertemuan di rumah Maya, seperti biasanya Maya menghilang tanpa kabar. Lucio pun sama sekali tak menghiraukannya. Meskipun, pada kenyataannya Lucio merindukan sosok pemilik villa Aquarius itu.Lucio pulang seperti biasa setelah bangun pagi di rumah Maya. Tak ada hal istimewa yang terjadi di antara mereka berdua. Lucio berhasil menjaga prinsipnya."Makasih yah udah mau temanin aku. Aku nyaman banget tidur dalam pelukan kamu, makasih banget ya," ucap Maya pagi itu setelah keduanya bangun dan Lucio buru-buru berpamitan untuk pulang.Ia telah berjanji pada Feren dan teman-temannya untuk pindah ke kontrakan baru mereka dan ia tak mau membuat mereka kecewa.Lucio pun menemui teman-temannya pagi itu juga dan langsung bergegas untuk pindahan ke rumah kontrakan mereka yang baru. "Makasih ya, Bro. Akhirnya kita gak harus berdesakan lagi kalau tidur," ucap Juan."Oh ya, untuk kebutuhan kita sehari-hari nanti kamu gak usah lagi ya, biar kita aja yang ngurusin soal itu. Kita gak enak kalau

  • CALL ME NUMBER ONE   DALAM DEKAPAN LUCIO

    Setelah menunggu hingga beberapa jam, Lucio tak juga pulang dan menampakkan dirinya lagi di kos."Udah jam segini tapi Lucio belum juga pulang ya? Atau dia sedang bekerja ya?""Ya, bisa jadi. Kita tunggu aja. Besok pagi pasti Lucio pulang kok," ucap Feren meyakinkan teman-temannya.Sementara Lucio yang ditunggu kehadirannya, di rumah Maya saat ini ia sedang dihadapkan pada sebuah situasi yang telah menjebaknya.Sebuah situasi yang berasal dari pilihan dan keputusannya sendiri. Ia terjebak pada cinta Maya dan tantangan yang ia berikan pada wanita itu.Sehingga malam ini ia harus dipaksa menginap di rumah Maya, wanita yang telah mencintainya begitu dalam dan mau melakukan apa saja untuk mewujudkan apa yang ia mau.Setelah berada di dalam kamar Maya, Lucio tak tahu harus berbuat apa. Situasi saat ini berbeda dengan situasi saat ia berada di kamar hotel.Ia tahu apa yang harus ia lakukan jika ia datang sebagai seorang gigolo. Meskipun Maya pun menerima tawarannya, tetap saja ia seperti ke

  • CALL ME NUMBER ONE   KENCAN DI RUMAH MAYA (2)

    Setelah beberapa saat menangis seorang diri di dalam kamar Nancy yang berantakan akibat pecahan botol minuman, Maya berusaha bangkit.Ia melangkah keluar dari kamar putrinya tanpa kekuatan penuh dari kedua kakinya. Tangannya membantu memegangi tembok.Dengan sisa tenaganya Maya berusaha terus melangkah menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar Nancy.Air matanya masih terus menetes sepanjang jalan menuju ke kamarnya. Hatinya terasa sangat sakit setelah menyadari semuanya."Nancy, maafin Mama. Please, jangan pergi tinggalin Mama...."Cuma kalimat itu saja yang terdengar beberapa kali keluar dari mulutnya. Maya terlihat serius menyesali semua yang ia lakukan.Menyesal telah menelantarkan putri semata wayangnya. Menyesal telah melupakan putrinya. Menyesal telah berani menampar putrinya untuk pertama kalinya.Untuk saat ini ia tak mampu berbuat apa-apa. Ia cuma berharap bahwa Nancy memaafkan dirinya dan tidak pergi terlalu jauh dan terlalu lama pergi dari rumah.Maya terus berusaha berjala

  • CALL ME NUMBER ONE   CERMIN DIRI

    Maya pulang ke rumahnya dengan hati yang masih terbakar api cemburu. Hatinya begitu panas saat mendengar cerita Ayu.Ia tak menyangka bahwa Lucio mampu menjalankan tugasnya dengan begitu sempurna saat melayani Ayu. Sedangkan dengan dirinya, anak muda yang menamai dirinya Number One itu masih sangat kaku."Kalau dipikir-pikir, buat apa sih aku harus cemburu? Waktu itu kan dia emang masih pemula banget? Kalau sekarang dia udah lihai dan mampu puasin Ayu, artinya aku berhasil dong ngajarin dia?Dan itu artinya saat pertemuan aku sama dia yang kedua nanti, aku bakal ngerasain juga kan seperti apa yang Ayu rasakan?"Maya tak hentinya memikirkan semua itu. Rasa dendamnya seketika raib dan berubah menjadi rasa bangga.Dan memang benar bahwa Maya patut bangga atas apa yang telah ia lakukan. Ia telah berhasil mengubah Number One menjadi lelaki perkasa.Raut wajahnya yang sedari tadi tak menampakkan kebahagiaan pun berubah seketika. Namun sayang, itu tak bertahan lama.Saat ia berjalan melewati

  • CALL ME NUMBER ONE   KENCAN DI RUMAH MAYA

    Setelah diam-diam berkemas, Feren keluar dari kamar diikuti Juan. Namun mereka tak menemukan lagi Lucio yang sedari tadi duduk sendiri di depan teras."Hah? Lucio ke mana? Kok gak ada?" Tanya Juan kaget."Alaaaa, kayak gak tau Lucio aja kamu. Pasti udah pergi lah, ntar kalo pulang ditanya katanya kerja," jawab Feren dengan nada ketus."Tapi ini kita jadi ngga pindahannya besok? Dia gak kemas-kemas?" Tanya Juan lagi."Ya jadi lah. Aku udah ngecek rumahnya sama Julio dan udah dibayar setahun sama Lucio. Kita tinggal numpang aja," sahut Feren lagi.Keduanya pun diam lagi seperti biasa. Sementara di dalam kamar, Erik dan yang lain masih sibuk berkemas."Kita tunggu aja sampai Lucio balik, baru kita pindahan besok pagi," ucap Feren lagi pada Juan."Yaudah kalo gitu aku istirahat aja deh, udah ngantuk," jawab Juan lalu pergi meninggalkan Feren seorang diri.* * * * *Lucio tak menjawab pertanyaan Maya. Ia hanya diam mengekori Maya yang berjalan menuju ke kolam renang."Kita duduk di sini aj

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status