Share

Bab 128

Author: Caitlyn
"Sudah. Setelah bangun tidur, Renji keluar sendiri dari ruang rawat. Di mulutnya terus menggumam ingin mencari 'Mama Nissa'. Kemudian, tanpa sengaja dia sampai ke atap."

"Cuma itu?"

"Memangnya menurutmu bagaimana?"

Arvin mengangkat alis dan balik bertanya, "Ini juga bukan pertama kalinya Renji begitu. Bukan sekali dua kali dia bangun tidur, lalu ribut mau mencari Nissa. Waktu di Vila Panorama pun dia sudah beberapa kali mencari Nissa."

"Tapi kamu tenang saja. Setelah dia terbiasa, kebiasaan itu akan hilang dengan sendirinya."

Renee terdiam sejenak, berpikir. Renji memang punya kebiasaan seperti itu. Hanya saja, prasangka Renee terhadap Nissa terlalu dalam, sampai-sampai begitu terjadi sesuatu, dia langsung merasa ada hubungannya dengan wanita itu.

"Tidurlah. Jangan memaksa dirimu sendiri sampai mati kelelahan. Kalau begitu, Renji benar-benar akan memanggil Nissa sebagai mamanya."

Kalimat yang terdengar seperti bercanda itu sebenarnya adalah kenyataan. Terlepas dari bagaimana sikap Arvi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 128

    "Sudah. Setelah bangun tidur, Renji keluar sendiri dari ruang rawat. Di mulutnya terus menggumam ingin mencari 'Mama Nissa'. Kemudian, tanpa sengaja dia sampai ke atap.""Cuma itu?""Memangnya menurutmu bagaimana?"Arvin mengangkat alis dan balik bertanya, "Ini juga bukan pertama kalinya Renji begitu. Bukan sekali dua kali dia bangun tidur, lalu ribut mau mencari Nissa. Waktu di Vila Panorama pun dia sudah beberapa kali mencari Nissa.""Tapi kamu tenang saja. Setelah dia terbiasa, kebiasaan itu akan hilang dengan sendirinya."Renee terdiam sejenak, berpikir. Renji memang punya kebiasaan seperti itu. Hanya saja, prasangka Renee terhadap Nissa terlalu dalam, sampai-sampai begitu terjadi sesuatu, dia langsung merasa ada hubungannya dengan wanita itu."Tidurlah. Jangan memaksa dirimu sendiri sampai mati kelelahan. Kalau begitu, Renji benar-benar akan memanggil Nissa sebagai mamanya."Kalimat yang terdengar seperti bercanda itu sebenarnya adalah kenyataan. Terlepas dari bagaimana sikap Arvi

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 127

    Renee menelan ludah.Setelah maju sedikit lagi, Renee mengulurkan tangan ke arah Renji sambil membujuk dengan lembut, "Renji, jangan bergerak. Mama akan menarikmu ke sini."Renji menangis sambil memanggil, "Mama ...."Suara itu begitu tulus, belum pernah terdengar sebelumnya. Sayangnya, Renee tidak mendengarnya.Dengan satu tangan memeluk balok, tangan satunya perlahan merangkul tubuh kecil putranya, sedikit demi sedikit menariknya ke dalam pelukan dan memeluknya erat.Begitu Renji berada dalam pelukannya, Renee justru semakin khawatir.Dia menggertakkan gigi, menstabilkan tubuhnya, lalu perlahan-lahan bergerak mundur sedikit demi sedikit.Saat tenaganya hampir terkuras habis, tubuhnya yang nyaris kehabisan tenaga tiba-tiba dililit oleh sepasang lengan kuat dan langsung ditarik kembali ke tepi atap. Itu Arvin.Begitu tiba di atap, Arvin langsung melihat Renee memeluk Renji sambil terhuyung-huyung mundur. Dia ketakutan setengah mati, segera menerjang ke depan dan menarik ibu dan anak it

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 126

    Para staf yang berlari menyusul di belakangnya juga ikut terpaku di tempat karena ketakutan.Renee justru yang lebih dulu bereaksi. Dia berbalik, mengarahkan staf yang masih melongo untuk membawa selimut ke lantai bawah sebagai antisipasi, lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelepon pemadam kebakaran.Karena terlalu tegang, tangan yang menekan nomor pun gemetar hebat."Nyo ... Nyonya, lihat itu!" Rosa yang sudah lemas hingga terduduk di lantai, mengangkat tangan dengan gemetar sambil menunjuk ke arah Renji.Renji baru berusia dua tahun lebih. Tenaganya kecil. Ditambah lagi ketakutan, tubuh mungilnya tergantung di balok itu, terombang-ambing tak stabil. Jelas terlihat, dia hampir tidak sanggup bertahan."Jangan ...." Renee berseru dengan suara tercekat, "Renji, jangan bergerak. Bahaya ...!"Kedua tangan kecil Renji memeluk balok itu erat-erat. Sambil menangis, dia berkata dengan terputus-putus, "Cari Mama Nissa .... Renji ... mau Mama Nissa ...."Renee tertegun sesaat. Dua hari terakhir

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 125

    "Ya dimakan saja, toh nggak akan membahayakan," ucap Renee pelan."Setiap obat pasti punya efek samping. Sebaiknya jangan sembarangan konsumsi."Ponsel Arvin kebetulan berdering. Dia meletakkan botol obat kembali ke atas meja, lalu berbalik menuju balkon untuk menerima telepon.Renee tak berniat menguping. Namun, samar-samar dia bisa mendengar suara di seberang telepon adalah suara Nissa.Sepertinya Nissa sedang mabuk. Suaranya tidak terlalu jelas, tetapi dia terus berbicara tanpa henti.Di bawah cahaya malam, wajah tampan Arvin sedikit berkerut. Setelah cukup lama, dia akhirnya berkata dengan tenang, "Kamu di sana saja, jangan ke mana-mana. Aku akan suruh Andre jemput kamu."Setelah itu, dia menutup telepon dan mulai mengirim pesan kepada Andre. Dia tidak menunjukkan keanehan apa pun, jadi Renee juga tidak bertanya.Keduanya pun kembali menemani Renji dengan tenang, hingga Renji tertidur.Arvin berkata kepada Renee, "Kamu pulang saja, biar Rosa yang jaga.""Kamu yang pulang saja, aku

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 124

    "Aku rasa kamu cuma ingin menggendong Renji." Arvin berbicara tanpa mengangkat kepala.Renee terdiam. Dia memang sangat ingin terus menggendong putranya, tetapi belum sampai pada tingkat kecanduan seperti itu."Tenang saja, aku nggak akan menggendongnya lagi.""Aku nggak tenang."Melihat Arvin bersikeras ingin menemani Renji, Renee berpikir sejenak lalu bertanya, "Gimana kalau kamu jaga Renji di sini, terus aku pergi beli bahan untuk masak bubur buat kalian?"Ruang VIP rumah sakit menyediakan segalanya. Dapur dan peralatan masak pun disiapkan. Saat makan malam, Renji makan sangat sedikit. Arvin sendiri juga hampir tidak makan karena tidak terbiasa dengan makanan yang dibungkus."Tanganmu bisa masak?" Arvin melirik telapak tangannya yang masih dibalut perban.Renee juga menunduk melihat jarinya. Dia masih bisa menggambar, memasak bubur tentu bukan masalah. Apalagi untuk Renji."Aku bisa." Renee pun pergi dengan riang.Masakan Renee sudah sering dicicipi Arvin dan juga yang paling dia pe

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 123

    Rosa bertepuk tangan di samping. "Tuan Muda hebat sekali!""Aku sudah bilang Renji paling hebat. Kita lanjut minum satu butir lagi ya?"Renee setengah membujuk setengah menipu, berhasil membuat Renji meminum obatnya. Hatinya pun dipenuhi rasa pencapaian.Setelah menitipkan Renji kepada Rosa, Renee sendiri mencari toilet, berniat memuntahkan obat yang barusan dia telan. Namun, sekeras apa pun dia berusaha, tetap tidak berhasil. Dia hanya bisa membiarkan pil itu tetap berada di dalam tubuhnya.Saat kembali ke ruang rawat, Renji sudah tertidur.Dokter penanggung jawab menyerahkan kepadanya satu lembar laporan pemeriksaan. Laporan itu menunjukkan bahwa Renji mengalami gastroenteritis akut karena mengonsumsi dua jenis makanan yang saling bertentangan.Renee menatap dua jenis makanan tersebut. Sulit baginya untuk memahami bagaimana ahli gizi bisa membuat kesalahan serendah itu.Jika Nissa berada di Vila Panorama, Renee pasti akan mencurigainya. Namun, Nissa tidak ada di sini. Kemungkinannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status