Share

Bab 334

Author: Caitlyn
Renee memasukkan gaun yang dibuatnya sendiri ke kotak. Saat dia memeluk kotak itu dan hendak keluar, dia melihat Arvin bersandar di pintu mobil menunggunya.

Langkahnya terhenti. Dia menatapnya dengan bingung. Arvin berdiri tegak dan berjalan mendekat.

"Kenapa bengong? Sini, kasih barangnya ke aku."

"Kamu ...."

"Bukannya sudah bilang mau temani kamu ikut lomba dan menyemangatimu?"

"Bukannya aku juga sudah bilang nggak perlu?"

"Aku mau pergi."

Arvin langsung merebut kotak dari pelukannya, berbalik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 408

    Di taman bermain ada cukup banyak wahana yang cocok untuk anak kecil. Arvin melihat peta panduan dan mencari sebentar, lalu memilih yang paling seru untuk dimainkan lebih dulu.Renji ternyata juga anak yang terlalu lama dikurung. Setiap wahana terasa menyenangkan baginya, dan dia bermain dengan sangat puas.Renee diam-diam bertekad bahwa Renji tidak boleh menempuh jalan yang sama seperti Arvin, menjadi seseorang yang tidak memiliki masa kecil seperti robot. Keluarga kecil itu bermain sepanjang pagi dan akhirnya mulai merasa lelah.Saat meninggalkan taman bermain, Renji terlihat agak enggan.Renee khawatir dia bermain terlalu berlebihan hingga sulit tidur nanti malam, jadi dia menggendong Renji sambil membujuk, "Renji, kita pergi makan makanan enak, lalu setelah itu beli boneka, gimana?"Anak kecil memang mudah dibujuk. Begitu mendengar tentang makanan enak dan boneka, dia langsung menyetujuinya dengan gembira."Oke! Renji mau beli boneka!"Jarak dari taman bermain ke pusat kota lumayan

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 407

    "Benarkah?"Renee melirik ke arah komidi putar, dan benar saja ada seorang staf yang memegang ponsel sedang mengambil foto. Dia pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, lalu sedikit mendekat ke arah Arvin dan Renji.Sebuah foto keluarga yang sempurna pun tertangkap di dalam ponsel.Setiap gadis memiliki mimpi menjadi putri di komidi putar, dan setiap gadis juga ingin sekali duduk di komidi putar bersama pria yang dia cintai. Renee merasa mimpinya akhirnya terwujud pada hari ini.Kuda-kuda kayu itu berputar diiringi melodi yang indah. Bagaikan mimpi.Renee tiba-tiba memiliki sebuah keinginan, berharap komidi putar itu tidak akan pernah berhenti, berharap ia terus berputar selamanya. Dengan begitu, kebahagiaannya tidak akan pernah berakhir.Namun, pada akhirnya itu hanya mimpi.Komidi putar segera berhenti.Saat Arvin bertanya apakah dia ingin naik sekali lagi, Renee bahkan menjawab, "Kalian saja yang naik, aku nggak ikut."Dia merasa agak takut dengan perasaan bahagia yang tidak

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 406

    "Sekarang?""Iya, sekarang." Renee mengangguk dengan sangat serius.Walaupun dia juga takut, demi Arvin dia bersedia mencoba sekali lagi.Arvin menatapnya, lalu berkata dengan ragu-ragu, "Sebaiknya ... nggak usah saja."Padahal, Arvin sendiri juga takut. Dia tidak bisa mengabaikan ketakutannya demi mencoba sensasi."Baiklah." Renee hanya mengira dia takut, jadi tidak memaksanya."Kalau begitu kita bawa Renji naik pesawat kecil saja.""Pesawat kecil!" Renji menunjuk pesawat kecil di kejauhan dengan penuh semangat. "Renji mau naik pesawat kecil!""Oke, pesawat kecil!"Mereka berdua menggandeng Renji dari kedua sisi dan berjalan menuju wahana pesawat kecil. Karena Renji masih terlalu kecil, dia harus ditemani orang dewasa.Renee melirik tubuh Arvin yang tinggi tegap, lalu tersenyum dan berkata lebih dulu, "Biar aku saja yang temani dia.""Nggak perlu, aku saja."Arvin menggendong Renji dan masuk ke dalam.Petugas melihat kekhawatiran Renee dan berkata sambil tersenyum, "Bu, tenang saja. B

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 405

    "Baiklah, aku masakkin sarapan dulu untuk suamiku."Arvin sebenarnya masih ingin menarik Renee ke dalam pelukannya untuk menikmati ciuman pagi, tetapi melihat punggung Renee yang pergi dengan langkah ceria, dia hanya bisa mengurungkan niat.Setelah sarapan, keluarga kecil itu pun keluar dengan mobil baru. Renee yang menyetir, Arvin duduk di kursi penumpang depan, sementara Renji diikat di kursi keselamatan di kursi belakang.Renee mengemudi dengan sangat stabil.Arvin awalnya masih khawatir Renee belum terbiasa dengan mobil baru, tetapi ternyata dia langsung bisa menguasainya. Dia tanpa sadar bertanya, "Sebelumnya kamu sering menyetir?""Nggak terlalu sering, aku pernah beberapa kali menyetir mobil Gina."Mobil Gina juga merupakan mobil mewah yang disediakan oleh Keluarga Suryana. Kadang saat sedang terburu-buru Renee akan meminjamnya untuk keluar.Baginya, itu hal biasa. Namun, Arvin malah merasa sedikit bersalah padanya. Seharusnya dia membelikan mobil untuk Renee dari dulu. Dia mema

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 404

    Arvin terdiam. Bukan karena Renee punya trauma buruk terhadap tempat tidur ini, tetapi terhadap dirinya. Di mana pun tempatnya, hasilnya akan sama. Sebaiknya dia tidak menakuti Renee atau memaksanya lagi.Dengan satu gerakan, dia menekan Renee kembali ke tempat tidur, lalu mencium bibirnya sambil berkata, "Panggil aku waktu kamu mandi besok malam. Malam ini sudah terlalu larut, cepat tidur saja.""Kalau begitu kamu?"Renee menatapnya dengan sepasang mata jernih. "Kamu mau mandi air dingin lagi?""Mau gimana kalau nggak? Masa harus membiarkan diriku terbakar gairah?" Arvin tersenyum lalu mencium keningnya lagi. "Aku sudah terbiasa. Kamu cepat tidur saja, besok kita masih harus keluar."Usai bicara, Arvin bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.Keesokan harinya saat Renee bangun, Arvin masih tidur. Melihat wajah tidurnya yang tampan, Renee teringat penderitaan yang dialaminya semalam.Di dalam hatinya muncul rasa bersalah sekaligus kasihan.Ujung jarinya tanpa sadar menyentuh alis Arvin

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 403

    Setelah makan malam.Arvin pergi ke ruang kerja, Renee masuk ke studio, sementara Renji dibawa Gina untuk bermain. Renee sibuk sampai larut malam.Setelah mandi di kamar tidur, dia bersandar di tempat tidur sambil mencari boneka yang cantik di ponselnya. Arvin selesai mandi lalu keluar sambil mengeringkan rambut. Dia melirik ponsel di tangan Renee."Milih boneka untuk Renji?""Iya. Aku sudah janji besok mau belikan.""Kenapa nggak beli langsung di toko?""Belanja online lebih praktis."Renee tiba-tiba meletakkan ponselnya lalu menatap Arvin. "Maksudmu besok kamu akan menemani aku dan Renji pergi jalan-jalan membeli boneka?""Aku cuma khawatir orang sibuk sepertimu nggak punya waktu.""Ada! Ada!" Renee segera mengangguk dengan antusias, seolah takut dia berubah pikiran. "Besok kita pergi jalan-jalan, ya. Kita belum pernah bawa Renji pergi jalan-jalan.""Milk tea nggak jadi dibuat?" Arvin tersenyum tipis.Renee menjawab, "Bisa dibuat lusa saja, lain kali.""Kalau sudah keluar rumah, gima

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 31

    Dalam pandangannya yang semakin buram, wajah kecil Renji yang cemberut tampak semakin menjauh. Renee ingin mengejarnya, ingin memberitahunya bahwa ibunya bukan orang jahat. Namun baru berjalan satu langkah, tubuhnya tiba-tiba kehilangan tenaga dan ambruk ke tanah.Mobil Rolls-Royce itu berbelok di u

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 29

    Kue itu kecil dan tampak sangat indah. Di atasnya ada ukiran berbentuk hiu yang merupakan gambar favorit Renji. Jelas sekali itu kue yang dibelikan untuknya."Baiklah, Renji sudah nggak sabar mau makan ini di rumah," kata Nissa sambil tersenyum.Barulah saat itu dia melihat Renee yang berdiri tak ja

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 28

    Di sisi lain. Michela terperanjat marah setelah Renee memutus sambungan telepon secara paksa. "Ngapain kamu masih kasihan sama bajingan itu? Karena kamu terlalu baik, makanya dia bisa berkali-kali bawa si pelakor itu buat nyakitin kamu!""Aku nggak kasihan sama dia, aku cuma nggak mau kamu ikut kena

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 19

    "Bukan aku yang kasih tahu kok. Aku bahkan baru pertama kali ketemu Pak Nathan hari ini."Nathan tersenyum tipis. "Perlu dikasih tahu? Selera perempuan 'kan cuma itu-itu saja."Renee menatap ke arah kue yang sudah dimakan setengah oleh Michela. Itu rasa vanila, kesukaan Michela.Sepertinya Nathan be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status