Share

19. Rudapaksa

Author: A. Rietha
last update publish date: 2025-05-12 18:07:07

”Saya mau pulang saja.”

Miranti mundur selangkah untuk menyelamatkan dirinya. Sekarang ia tahu pikiran kotor Darto. Dan bodohnya, Miranti baru menyadarinya sekarang,

Miranti menepis tangan Darto. Jantungnya berdegup liar, memukul-mukul rusuknya supaya ia cepat melarikan diri. Ucapan Darto membuatnya waspada. Instingnya berteriak supaya ia segera menjauh.

”Mau ke mana?” Darto menyeringai, giginya berkilat di bawah cahaya bulan yang redup. ”Kita belum selesai bicara, Mbak Miranti.”

”Saya harus pu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 120

    Adrian berdiri di depan cermin besar, memandangi pantulan dirinya dalam balutan jas pengantin berwarna navy yang elegan. Tangannya sibuk merapikan dasi yang sudah terpasang sempurna sempurna, lebih karena gugup daripada karena memang perlu dirapikan."Berhenti mengusik dasimu. Sudah bagus," ujar seseorang dari belakang.Adrian menoleh. Linda, ibunya, berdiri di pintu ruang ganti dengan senyum tipis di wajahnya. Wanita itu melangkah masuk, mengenakan gaun pesta berwarna champagne yang anggun."Mami," sapa Adrian.Linda mendekat, tangannya terulur untuk benar-benar merapikan dasi Adrian yang sebenarnya sudah rapi. Gerakan tangannya lembut, penuh kehati-hatian. Sangat berbeda dengan interaksi mereka beberapa bulan lalu."Kamu terlihat tampan," ujar Linda pelan. Matanya berkaca-kaca. "Sangat tampan."Adrian tersenyum tipis. "Terima kasih, Mami."Keheningan singkat melingkupi mereka. Linda menarik napas panjang, tangannya turun dari dasi Adrian ke lengan anaknya."Adrian," panggilnya pelan

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 119

    Adrian duduk di ruang kerjanya, menatap layar laptop tanpa benar-benar membaca apa pun yang tertera di sana. Pikirannya melayang ke mana-mana. Sudah beberapa lama sejak konfrontasinya dengan ibunya, dan sejak itu ia belum menghubunginya sama sekali.Telepon ibunya yang masuk berkali-kali ia abaikan. Pesan-pesannya tidak ia balas. Adrian tahu ia tidak bisa terus seperti ini, tapi ia juga belum siap untuk berbicara dengan wanita itu.Bel dari pintu depan membuyarkan lamunannya. Adrian mengerutkan dahi. Lalu bersikap waspada. Jangan-jangan maminya yang nekad berkunjung ke rumahnya.Langkah kaki Miranti terdengar menuju pintu. Lalu suara pintu terbuka, diikuti suara yang sangat Adrian kenali."Miranti? Apa Adrian ada di rumah?"Adrian menegang. Suara ayahnya.Miranti terdengar terkejut. "Ya, Pak, Adrian ada di dalam. Silakan masuk."Adrian bangkit dari kursinya, melangkah keluar dari ruang kerja. Di ruang tamu, ia melihat ayahnya, Wildan, berdiri dengan kemeja rapi dan wajah yang terlihat

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 118

    Adrian menatap layar ponselnya yang menampilkan deretan pesan dari ibunya. Sudah puluhan pesan dalam beberapa hari terakhir. Semua diabaikan. Tidak dibaca. Tidak dibalas.Jarinya melayang di atas tombol 'block', tapi belum menekannya. Bukan karena ragu, melainkan karena ia masih mencoba mencerna kenyataan bahwa ia harus melakukan ini, memutuskan hubungan dengan ibunya sendiri."Papa!"Suara kecil yang riang membuyarkan lamunannya. Adrian mengangkat kepala dan melihat Bianca berjalan terhuyung-huyung ke arahnya dengan senyum lebar. Kakinya yang masih kecil melangkah tidak stabil, tapi matanya berbinar penuh semangat.Adrian segera meletakkan ponselnya dan membuka kedua tangannya. "Ayo, sayang. Ke sini."Bianca tertawa renyah, mempercepat langkahnya. Ia hampir terjatuh di tengah jalan, tapi Miranti yang berdiri di belakangnya dengan sigap menahan punggung kecil itu."Pelan-pelan, Bianca," ujar Miranti lembut. "Tidak usah terburu-buru."Tapi Bianca tidak mau tahu. Ia terus melangkah deng

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 117

    Adrian memarkir mobilnya di carport. Mesin mobil sudah mati, tapi ia belum bergerak dari kursi pengemudi. Punggungnya menempel tegak di sandaran kursi pengemudi, pandangannya kosong menatap tembok garasi di depannya.Kepalanya terasa berat. Dadanya sesak.Pengakuan ibunya terus berputar memenuhi pikirannya. Foto-foto Miranti yang dimanipulasi. Ancaman yang dilontarkan pada Miranti. Semua kebohongan yang telah merenggut lima tahun kebahagiaan mereka.Dan Miranti... wanita itu bahkan tidak tahu. Selama ini ia hidup dengan beban kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.Adrian memejamkan mata, mencoba menenangkan napasnya yang memburu. Tapi semakin ia mencoba menenangkan diri, semakin jelas wajah Miranti muncul di benaknya.Senyumnya yang tulus. Kelembutan dalam setiap gerakannya saat merawat Bianca. Kesabarannya menghadapi sikap kelam mami Adrian selama ini."Bodoh," gumam Adrian pada dirinya sendiri. Tangannya mengepal. "Aku sangat bodoh."Miranti tidak pernah mengeluh. Bahkan ketika keh

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   Bab 116

    Adrian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kedua tangannya memegang erat kemudi mobil. Matanya menatap lurus ke depan, tapi pikirannya berkecamuk. Pengakuan Keysha terus berputar di kepalanya. Memporak-porandakan akal sehatnya.Maminya. Linda. Wanita yang selama ini ia hormati, ia percayai, ternyata dalang di balik semua penderitaan Miranti.Mobil berhenti dengan keras di depan rumah keluarga Himawan. Adrian turun dan membanting pintu mobil. Langkahnya panjang dan cepat menuju pintu utama. Ia bahkan tidak sempat menyapa supir keluarga yang kebetulan ada di carport."Adrian? Tumben kamu datang malam-malam begini?" sapa Linda dari ruang tengah. Suaranya ceria seperti biasa.Adrian berhenti di ambang pintu ruang tengah. Ia menatap ibunya yang sedang duduk santai di sofa, menonton televisi dengan secangkir teh herbal di pangkuannya.Linda duduk dengan punggung tegak dan anggun. Seolah tidak ada yang salah dengan dirinya. Seolah wanita itu tidak pernah menghancurkan kehidupan orang

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   Bab 115

    Keysha menatap Adrian dengan pandangan kalut. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Tubuhnya gemetar menahan amarah dan ketakutan yang bercampur aduk. Keysha tak pernah menyangka kalau malam itu Adrian akan datang menemuinya."Kau pikir aku akan diam saja setelah semua yang kau lakukan?" Adrian melangkah mendekat, suaranya dingin dan menusuk. "Aku akan melaporkanmu ke polisi, Keysha. Kau akan mempertanggungjawabkan semua perbuatanmu!""Adrian, tunggu….""Tidak ada yang perlu ditunggu!" bentak Adrian. Matanya menyala penuh kemarahan. "Kau sudah menghancurkan hidup Miranti. Kau memfitnahnya dengan foto-foto itu, membuat namanya tercemar dan hidupnya berantakan. Kau pikir aku akan membiarkanmu lolos begitu saja?"Keysha menggeleng cepat. Tangannya meremas ujung bajunya. "Aku... aku bisa jelaskan…""Jelaskan apa? Bukti sudah jelas di depan mata!" Adrian mengeluarkan ponselnya. "Aku sudah mengumpulkan semua bukti. Chat-mu dengan Rino. Transfer uang yang kau kirim. Semuanya sudah cukup untu

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   72. Pesan Menjijikkan

    Bunyi notifikasi ponsel kembali berbunyi untuk kesekian kalinya pagi itu. Miranti melirik layar dengan malas, sudah tahu siapa yang mengirim pesan tanpa perlu membukanya. Nama Rino tertera jelas di layar, seperti hantu yang tak pernah pergi."Lagi?" gumamnya sambil mengayun Bianca yang mulai rewel

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   74. Menanti Kejujuran

    Adrian mengendarai mobilnya dengan pikiran yang berkecamuk. Makan siang bersama Keysha tadi seharusnya menyenangkan, tapi justru membuatnya gelisah.Kata-kata Keysha terus bergema di benaknya—tentang orang asing yang menyatroni rumahnya. Tapi, mengapa Miranti tidak pernah menceritakan hal ini padah

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   73. Tipu Muslihat Keysha

    Keysha merapikan rambutnya di depan cermin mobil sebelum turun. Restoran yang dipilihnya sudah ramai pengunjung siang itu. Pilihan tempat ini bukan kebetulan—ia sudah mengatur semuanya dengan teliti.Keysha melangkah masuk dan menuju meja yang sudah dipesannya. Ia melirik ke meja disampingnya dan

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   68. Sandiwara Keysha

    Keysha memarkir mobilnya di depan rumah Adrian dengan perasaan puas. Kesepakatan dengan Rino tadi berjalan mulus, lebih mudah dari yang dia bayangkan. Pria itu ternyata mudah diajak bekerja sama ketika ditawari keuntungan yang menggiurkan.Keysha tersenyum tipis sambil berjalan menuju pintu depan.

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status