共有

Bab 42

作者: Lyla Veil
last update 公開日: 2026-02-23 01:57:25

Elang membuka mata, tatapannya kembali tajam dan dingin meski nafasnya masih memburu. Ia menatap Dinara yang terkulai lemas di dadanya, benar-benar kehilangan daya.

Elang menarik nafas panjang, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa kewarasannya yang sempat tercerai-berai. Sebagai penutup dari aktivitas panas yang baru saja meledak, ia kembali meraup bibir Dinara dalam satu ciuman dalam yang panjang, bukan lagi ciuman menuntut, melainkan sebuah kecupan posesif yang seolah menyegel tubuh wanita
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 143

    Elang menarik nafas pendek lalu tersenyum tipis. Jemarinya bergerak mencubit pelan hidung Dinara, gemas melihat perubahan suasana hati istrinya yang begitu cepat.“Secara profesional, pekerjaanmu waktu itu memang belum sesuai dengan standar Mas,” ucap Elang jujur, tanpa bermaksud menyudutkan.Dinara sedikit mengerucutkan bibirnya mendengar pengakuan itu, namun ia tetap diam mendengarkan.“Tapi itu wajar, Sayang... Kamu karyawan baru dan belum tahu bagaimana ritme kerjanya Mas. Mas sengaja melibatkan Iwan agar dia bisa membimbingmu pelan-pelan,” lanjut Elang, menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya dari sudut pandangnya.Elang kemudian meraih kembali jemari Dinara, menggenggamnya dengan lebih erat. Sorot matanya melunak, memancarkan ketulusan yang mendalam.“Mas sengaja bersikap dingin karena sedang berusaha menjaga jarak aman. Mas tidak mau mengacaukan profesionalitas kerja karena ketertarikan pribadi. Tapi yang paling penting... bagi Mas, keberadaanmu di ruangan itu sudah lebih dar

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 142

    Elang terdiam sejenak, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis saat ingatannya berputar kembali ke setahun lalu.“Memangnya apa yang kamu ingat tentang hari itu?" tanya Elang balik, alih-alih langsung menjawab rasa penasaran istrinya.Dinara menyandarkan punggungnya ke bantal, matanya menerawang menatap langit-langit kamar dengan senyum yang tidak luntur.“Aku ingat banget, waktu itu aku keluar dari ruangan Mas dengan lemas. Aku sudah seratus persen yakin kalau aku tidak akan diterima kerja di SHG.”“Kenapa bisa seyakin itu?”“Ya... karena semua pertanyaan Mas waktu itu dingin banget, terus jawaban-jawabanku rasanya kurang memuaskan,” tiru Dinara sambil mengerucutkan bibirnya. “Mas ingat nggak? Waktu aku menjelaskan pengalaman kerja dan strategiku, Mas cuma melihatku dari atas sampai bawah dengan muka datar tanpa ekspresi, lalu cuma bilang ‘oke, silakan keluar’. Siapa yang tidak ciut mentalnya digituin sama CEO langsung?”Elang terkekeh pelan. Ia meraih jemari Dinara, mengus

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 141

    Dinara menahan nafas, meremas selimutnya erat-erat dengan mata melotot ke arah Julia. Ia benar-benar ngeri sahabatnya itu akan langsung dipecat hari ini juga karena kelancangannya.Namun, Elang sama sekali tidak menunjukkan kilat amarah. Pria itu justru mengurai genggaman tangannya dari Dinara, lalu memperbaiki posisi duduknya. Sorot matanya yang tajam dan dingin mengunci pergerakan Julia, membuat suasana kamar seketika diselimuti aura intimidasi khas seorang pemimpin tertinggi korporat.Elang diam selama beberapa saat. Sifatnya yang irit bicara di depan orang lain, kecuali Dinara, membuat setiap detik keheningan itu terasa begitu mencekam bagi Julia yang kini mulai menelan saliva.Setelah memastikan Julia benar-benar mengunci mulutnya, Elang baru membuka suara.“Saya tidak akan mengorbankan istri dan anak saya sendiri,” ucap Elang penuh penekanan yang mutlak. “Dinara... tidak akan tersentuh.”“Dan satu hal lagi,” tambah Elang menegaskan posisinya sebagai pelindung utama di rumah ini.

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 140

    “Sayang... kenapa ada Julia di sini?” tanya Elang, tanpa menoleh ke arah Dinara.Julia yang masih terpaku di ambang pintu makin terkejut. Rasanya seperti tersambar petir di siang bolong saat mendengar bos besarnya yang terkenal sedingin es itu memanggil sahabatnya dengan sebutan yang begitu intim.“Sa-sayang?!” lirih Julia, suaranya hampir habis karena syok.Dinara refleks menyentuh lengan suaminya, mencoba meredam ketegangan. “Hmm... maaf Mas, aku lupa bilang kalau ada Julia...” balas Dinara tak enak hati, melirik Julia dengan perasaan bersalah.“M-Mas... Mas Elang?!” Julia makin bergidik, matanya bergerak liar menatap Elang dan Dinara bergantian. “Ka-kalian?!” Julia menunjuk kedua manusia di depannya dengan tangan yang gemetar akibat rasa tidak percaya yang membuncah.Elang berdeham pendek, berusaha menguasai situasi. Ketegasan seorang pemimpin kembali terlihat di wajahnya. Ia meletakkan mangkuk sup ke atas nakas, lalu menatap Julia lurus-lurus.“Julia, masuk dan tutup pintunya. Dud

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 139

    Elang dengan cekatan mengangkat dan menggendong tubuh ringkih Dinara, membawanya untuk duduk kembali di ranjang. Ia meletakkan bantal di punggung Dinara sebagai sandaran, lalu menarik selimut tebal hingga menutupi kaki istrinya yang terasa dingin.Kemudian, Elang ikut naik ke atas ranjang dan duduk di tepi tempat tidur itu, melipat kakinya demi bisa menatap langsung sang istri yang masih saja menunduk menyembunyikan wajahnya.“Sayang, dengarkan Mas,” ujar Elang, suaranya mendadak serak, sarat akan penyesalan yang mendalam. Kedua ibu jarinya bergerak lembut, mendongakkan dagu Dinara pelan lalu mengusap air mata yang mulai menetes di pipi istrinya.“Garis samar itu aku yakin artinya positif, Sayang. Kamu sedang mengandung anak kita,” lanjut Elang dengan tatapan paling jujur dan lembut yang pernah Dinara lihat. “Dan... ini sama sekali bukan beban. Ini adalah anugerah yang paling Mas inginkan di dalam hidup Mas.”Dinara tertegun, bibirnya sedikit terbuka mendengarkan penuturan suaminya.E

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 138

    Setelah dokter Taufik pamit undur diri, keheningan kembali menguasai kamar utama. Elang langsung condong ke depan, berniat merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan hangat untuk menumpahkan seluruh rasa haru yang membuncah di dadanya.Namun, tepat sebelum lengan tegap itu melingkar, Dinara sedikit menggeser bahunya, menghindari sentuhan Elang dengan halus.“Mas... aku capek banget. Pengin langsung tidur,” bisik Dinara pelan tanpa menatap mata suaminya.Elang sempat tertegun, tangannya menggantung di udara selama beberapa detik. Namun, melihat guratan lelah dan wajah pucat istrinya, ia langsung memaklumi. Elang mengulas senyum lembut, lalu menarik selimut Dinara hingga sebatas dada.“Ya sudah, kamu tidur, ya. Mas tidak akan mengganggumu.”Malam itu pun berlalu dalam senyap, menyisakan kecamuk pikiran di kepala Dinara hingga ia akhirnya terlelap.Keesokan paginya, sinar matahari mulai menerobos masuk melalui celah gorden.Elang sudah bangun dan mandi lebih dulu. Kemudian Dinara yang bar

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 33

    Setengah jam kemudian, Dinara dan Julia sampai di gedung SHG. Mereka sama-sama ke atas, setelah parkir motor. Mereka sedikit berlari karena jam masuk kantor sudah habis. Julia lebih dulu keluar lift di lantai tiga, Dinara masih lanjut hingga lantai paling atas.Sebelum kembali ke ruangannya, Dinara

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 32

    Di dalam sebuah mobil, Karin duduk dipangkuan pria yang bersamanya tadi. Mereka saling berhadapan. Bibir mereka bertautan. Si pria berusaha melepaskan kemeja Karin, tapi Karin menahannya agar tidak terlepas. Hanya kancing-kancingnya saja yang sudah terbuka.Pria itu juga menyesap bagian leher Karin

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 31

    Pagi ini, Elang mengganti perban luka Dinara dengan yang anti air. Jadi Dinara tak perlu dimandikan lagi. Ada rasa lega, tapi sedikit kehilangan juga karena dimandikan Elang itu sensasi berbeda. Kebiasaan selama tiga hari ini membuat Dinara makin kecanduan sentuhan bosnya sendiri.‘Tidak, tidak! Ak

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 30

    Dinara duduk di kasur, menelan saliva dan menggigit bibirnya. Ia tak habis pikir, bagaimana dirinya bisa berada diantara sosok bos dingin dan istrinya. “Apa aku sekarang jadi selingkuhan Pak Bos… ya ampuun…”Ceklek!Dinara terkejut saat pintu kamar mandi terbuka. Elang keluar hanya dengan handuk y

    last update最終更新日 : 2026-03-24
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status