공유

Bab 64

작가: Lyla Veil
last update 게시일: 2026-03-17 01:24:06

Akhirnya Dinara tertidur karena lelah semalam. Hari sudah siang, ia bangun kesiang lagi karena tidurnya benar-benar kacau akhir-akhir ini. Ia melompat dari ranjangnya menuju kamar mandi.

‘Sial! Aku telat lagi! Hari ini Pak Elang pasti sudah siap ke proyek...’ umpatnya panik.

Ia mandi secepat kilat tanpa sempat menikmati air hangat seperti biasanya. Pikirannya sudah melayang pada video di ponselnya dan rencana besar yang harus ia eksekusi hari ini. Setelah selesai mandi, ia segera berganti baju.
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 132

    Pagi harinya, Dinara berdiri di depan Elang, membantu suaminya itu mengenakan pakaian formalnya. Tangannya dengan telaten merapikan kerah kemeja dan memasangkan dasi pria itu.“Mas, hari ini mau ke kantor?” tanya Dinara lembut sambil mendongak menatap wajah suaminya.“Hari ini aku mau ke kantor polisi dulu, mengurus berkas Bobby dan memantau perkembangan kasus Arvin,” jawab Elang. “Setelah urusan di sana selesai, aku akan menemui Karin... membahas kelanjutan status kami.”Mendengar nama itu disebut, tangan Dinara yang sedang merapikan kerah kemeja Elang langsung menghentikan gerakannya seketika.Elang menunduk, menatap lekat istrinya yang mendadak terdiam kaku. Ia meraih jemari Dinara yang masih tertahan di atas dadanya, menggenggamnya erat seolah ingin menyalurkan keyakinan.“Aku akan menceraikan Karin. Ke depannya, hanya akan ada kita berdua, Dinara.”Dinara menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. “Mas, tapi dia sedang hamil anakmu...”“Kamu jangan membela dia lagi. Perbuatan dan

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 131

    Menyadari Dinara yang hanya diam dengan tatapan kosong, Elang tahu ia harus bertindak cepat sebelum pikiran buruk benar-benar menguasai pikiran istrinya. Ia berdiri, meraih kembali ponselnya, dan langsung menghubungi nomor pengacara pribadinya malam itu juga. Tidak ada waktu untuk menunggu sampai besok pagi.“Rendra, maaf menganggumu malam-malam,” ujar Elang begitu panggilan tersambung. Suaranya seketika berubah, kembali dingin dan sekeras es. “Karin baru saja melakukan inseminasi ilegal menggunakan bank spermaku di Rumah Sakit Medika tanpa izin tertulis dariku. Aku minta kamu urus ini sekarang juga. Tuntut pihak rumah sakit atas kelalaian prosedur, dan siapkan pasal pemalsuan dokumen untuk menjerat Karin. Aku mau masalah ini selesai sebelum media menciumnya.”“Baik, Pak Elang, saya akan pelajari kasusnya.” Suara di ujung telepon terdengar.“Satu lagi, Bobby Suganda ada di kantor polisi. Dia sudah...”“Iya, Pak Elang. Bastian sudah menghubungi saya soal itu,” sela Rendra pengacara pri

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 130

    Aroma sabun yang menenangkan dan sisa kehangatan masih tertinggal di dalam kamar mandi mereka. Dinara berdiri di depan cermin, mengikat tali kimono handuknya dengan gerakan pelan. Tubuhnya terasa jauh lebih rileks, meski benaknya masih menyimpan banyak teka-teki tentang masa lalu keluarga Suganda.Dering ponsel.Di atas meja konter wastafel, ponsel Elang kembali berdering. Kali ini bukan sekadar pesan, melainkan sebuah panggilan telepon yang terus-menerus mendesak untuk diangkat. Dinara melangkah mendekat, matanya tidak sengaja melirik layar yang menyala.Nama yang tertera di sana seketika membuat dada Dinara mencelos... Karin. Elang yang baru saja keluar dari ruang pakaian dengan kaos santainya langsung menyadari perubahan ekspresi Dinara. Ia melangkah mendekat, meraih ponsel itu, lalu menatap Dinara sejenak seolah ingin meyakinkan istrinya bahwa tidak ada yang perlu disembunyikan. Dengan tegas, Elang menekan tombol hijau dan mengaktifkan pengeras suara. Lalu menarik lengan Dinara u

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 129

    Elang mengabaikan pesan dari Bastian. Fokusnya saat ini sepenuhnya tertuju pada perempuan di sampingnya. Ia bergegas turun, memutari kap mobil, lalu membukakan pintu untuk Dinara dan langsung menyusupkan kedua lengannya untuk mengangkat tubuh sang istri.“Mas, tidak usah digendong. Aku bisa jalan sendiri,” pinta Dinara, sedikit sungkan dengan perhatian itu.“Biarkan aku melayanimu, Dinara...” sahut Elang lembut, menatapnya dengan pandangan penuh kekhawatiran.Ucapan itu spontan membuat Dinara terpaku dan menatap lekat wajah suaminya. Pria yang dulunya begitu dingin, kaku, dan seolah tak tersentuh, kini justru dipenuhi kehangatan yang mendekap erat jiwanya. Perubahan itu begitu drastis hingga adakalanya Dinara merasa seolah sedang berhadapan dengan dua sosok pria yang sama sekali berbeda.Elang membawa Dinara menaiki anak tangga menuju kamar mereka di lantai dua. Menyadari pandangan sang istri yang tidak terlepas darinya, Elang melirik sekilas dan berbisik lirih, “Jangan menatap Mas se

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 128

    Bobby tidak memperdulikan penolakan itu. Ia justru menekan tubuh Dinara semakin dalam di ranjang, lalu mulai menciumi lehernya dengan penuh hasrat. Rasa muak dan takut bercampur menjadi satu, memicu adrenalin di dalam tubuh Dinara. Di tengah kepanikannya, jemari Dinara meraba-raba nakas di samping tempat tidur. Tangannya menyentuh sebuah lampu tidur tua yang cukup berat. Tanpa berpikir panjang, Dinara mencengkeram badan lampu itu dan mengayunkannya sekuat tenaga ke arah kepala Bobby. Brak! Bobby mengerang kesakitan. Pegangannya terlepas seketika saat ia memegangi kepalanya yang berdenyut hebat. Darah mulai mengalir dari pelipisnya, membasahi sebagian wajahnya. Dinara tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung berguling turun dari ranjang dan berlari kencang menuju pintu kamar. Namun, kepanikannya membuat jemarinya gemetar hebat saat mencoba memutar anak kunci. Pintu itu sangat sulit dibuka. “Sialan kamu, Dinara!” geram Bobby dari atas ranjang, berusaha bangkit berdiri de

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 127

    Andaliman melangkah mendekat, bayangannya menutupi tubuh Dinara di ranjang.“Namaku Bobby Suganda. Aku adalah putra dari Robby Suganda,” ucapnya dengan nada yang bergetar karena kebencian. “Kebetulan saja aku menemukan nama Andaliman di masa lalumu, sebuah ide yang bagus untuk samaranku supaya bisa masuk ke perusahaan Elang tanpa dicurigai. Aku ingin melihat dari dekat, pria macam apa yang sudah menghancurkan hidup ayahku.”Dinara ternganga. Nama Robby Suganda pernah ia dengar dalam selentingan kabar berita lama, seorang mantan konglomerat yang jatuh bangkrut secara tragis.“Kau tahu apa yang dilakukan Elang?” Andaliman yang adalah Bobby tertawa getir. “Dia melakukan hostile takeover. Dia menjebak ayahku dalam kontrak properti yang mustahil, lalu menggoreng saham perusahaan kami hingga nilainya nol. Dalam semalam, seluruh aset keluarga Suganda, termasuk rumah ini beralih ke tangan Elang Adikara. Ayahku kehilangan kewarasannya, Dinara! Dia sekarang mendekam di rumah sakit jiwa karena u

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 26

    Dinara mengangguk, tersenyum kecil namun tak ingin berkomentar lebih jauh.Bunyi dering ponsel milik Andaliman mengalihkan fokus sejenak. Ia mengambil ponselnya yang masih berdering.“Elang Adikara,” ujarnya.Dinara langsung tahu, pasti Elang mencarinya.Andaliman menggeser layar ponselnya.“Andali

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 25

    Dinara sudah siap untuk ke kantor. Mengenakan pakaian yang disediakan Elang. Dress putih selutut dengan motif bunga-bunga besar warna biru, yang bukan selera Dinara tapi ia tidak punya alternatif lain. Dengan menggunakan transportasi online, ia pun tiba di kantor sekitar pukul sepuluh. Beberapa ma

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 23

    Ciuman itu, ciuman yang menuntut. Seakan Elang ingin melahap bibir Dinara. Hingga ia merasa gelagapan. Aksi itu terlalu tiba-tiba, Dinara tak bisa menolak bahkan sulit mendorong tubuh Elang untuk menjauh.Elang menggigit pelan bibir bawah Dinara sebelum menghentikan ciuman itu. Gerakan selanjutnya

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 22

    Tangan Dinara terasa beku di dalam mobil yang dingin, tambah dingin dengan sikap Elang yang tetap diam menatap jalanan dari balik kaca jendelanya. Ia pun melakukan hal yang sama menatap keluar jendela, upaya menetralkan keresahan hatinya yang tak kunjung stabil. Tak berapa lama, mobil berbelok di

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status