Share

Bab 49

Penulis: Phoenixclaa
last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 23:24:37

Vior menunduk ke bawah meja…

Detik itu Elena nyaris berhenti bernapas.

Namun Noah untungnya bergerak lebih cepat.

Ia membungkuk, tangan kirinya masih mencengkeram pergelangan kaki Elena di bawah meja, tak sedikit pun melonggarkan pegangan.

“Sudah, biar aku saja, Vior,” ujarnya datar namun sopan.

“Gaunmu pasti nggak nyaman buat membungkuk.”

Ia mengambil sendok yang jatuh dengan satu tangan, masih menahan kaki Elena dengan tangan satunya.

Vior memicingkan mata.

Pertama kalinya Noah bersikap baik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 136 (Hampir saja)

    Yoga dan Nela terus berusaha menahan tapi Noah mendorong mereka dengan mudah. Langkahnya tidak terhentikan. Tatapannya hanya satu arah ingin memastikan siapa yang membuat semua kue ini.Di dalam sana…Seorang wanita berdiri di depan meja kerja dengan memakai apron lengkap, sarung tangan, dan masker yang menutupi setengah wajahnya.Tangannya sedang menyelesaikan plating dessert dengan gerakan yang begitu presisi…yang begitu ia kenal.Langkah Noah seketika melambat, jantungnya berdetak lebih keras.“...Elena.” panggilnya dengan suara serak yang membuat wanita itu juga beberapa staf dapur berhenti dari pekerjaan mereka.Tanpa menunggu, Noah langsung meraih tangan wanita lalu menariknya dan memeluknya erat. Satu tangannya mengelus kepala wanita itu dengan penuh rasa haru. Seolah takut kehilangan lagi. Seolah empat tahun pencarian itu akhirnya berakhir di detik ini.Namun….wanita berontak dan terus ingin melepaskan diri…“Lepaskan!” teriaknya dengan suara keras.DEGG!Tubuh Noah langsung ka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 135 (Kedatangan Noah Ke Cafe)

    Tiga hari kemudian… Langit sore menggantung lembut di atas kota ketika mobil hitam milik Noah akhirnya berhenti tepat di depan Lexia Dessert Cafe.Devon turun lebih dulu, membuka pintu dengan sigap.Noah pun melangkah keluar dengan tenang. Jasnya rapi, aura dinginnya langsung terasa bahkan tanpa ia perlu berbicara. Tatapannya terangkat, mengamati bangunan di depannya yang tampak elegan, tenang, juga berkelas.Hanya saja, baru juga ia hendak melangkah lebih dekat….Bruk!Sebuah tubuh kecil menabraknya. Noah refleks mundur setengah langkah. Tatapannya langsung turun mengamati seorang anak perempuan kecil dengan wajah cantik, mata bulat yang tajam, juga rambutnya yang sedikit berantakan karena berlari…dan seekor kucing kecil masih dalam gendongannya.Anak itu tampak kaget sesaat… lalu dengan polos langsung memeluk kaki Noah sambil berdiri.“M-maaf, Om…” ucapnya pelan, menunduk, suaranya kecil tapi jelas. “Aku tidak sengaja…”Noah menatapnya beberapa detik. Lalu alisnya terangkat tipis. A

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 134 (Cafe Lexia)

    Arga tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Elena beberapa detik… tapi cukup lama untuk memahami bahwa ini bukan sekadar kesedihan biasa.Perlahan… tangannya pun terangkat. Ia meraih bahu Elena, menariknya mendekat tanpa banyak kata lalu memeluknya sangat erat. Menyebarkan kehangatan pada wanita yang telah ia cintai diam-diam selama ini.Elena pun akhirnya tidak menahan dirinya lagi. Tubuhnya melemah di dalam pelukan Arga. Bahunya bergetar, napasnya tersengal, dan air mata yang sejak tadi ia tahan… akhirnya runtuh begitu saja.Tidak ada suara keras. Hanya tangisan yang pecah pelan… tertahan… tapi justru terasa lebih menyakitkan.Arga tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya membiarkan wanita itu menangis di bahunya. Satu tangannya menahan kepala Elena agar tetap bersandar, sementara yang lain mengusap punggungnya perlahan… ritmis… menenangkan.Detik berlalu menjadi menit, Arga tetap setia tanpa bergeser sedikit pun. Sampai akhirnya… dengan suara rendahnya yang khas…“Kita akan kembali.”

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 133 (Hidup Setiap Orang)

    Empat tahun berlalu.Waktu tidak benar-benar menyembuhkan luka…ia hanya mengajarkan seseorang untuk terus melanjutkan dunia.Di sisi lain kota, Noah berdiri tegap di pinggiran kaca perusahaan dengan tujuh belas lantai.Setelan hitam yang ia kenakan jatuh sempurna di tubuhnya, rapi, mahal, tanpa satu lipatan pun. Kemeja putih di dalamnya bersih, kancing atas terbuka satu, memberi kesan santai yang justru semakin menegaskan dominasinya.Rambut hitamnya tetap tertata rapi, sedikit lebih panjang dari dulu, memberi kesan dewasa yang matang. Garis rahangnya semakin tegas, tulang pipinya lebih menonjol, dan sorot matanya…lebih gelap.Tangannya menggenggam gelas kristal. Cairan merah di dalamnya tidak tersentuh sejak lama. Tatapannya hanya lurus ke luar jendela… tapi pikirannya jauh di tempat lain.“Elena…” Nama itu keluar pelan dari bibirnya dengan suara serak dan berat. Seolah setiap hurufnya membawa beban yang tidak pernah berkurang.Sudah empat tahun ia mencari keberadaan Elena, bahkan ke

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 132 (Keputusan Pergi)

    Elena lalu tersenyum miring.“Jadi dari awal… bukan karena aku ya…” Bisiknya lirih sambil menatap wajah Noah di layar televisi.“Kau memang akan tetap jadi anjing penjaga Blackwood…” Matanya perlahan mengeras.“Membela ayahmu… bahkan kalau dia kriminal biadab sekalipun.”Di layar televisi itu, Harli Blackwood berdiri dengan senyum puas yang begitu dikenalnya, seolah ingin menunjukkan keberhasilannya mengendalikan semua orang di sekitarnya.DEG.Sesuatu di dalam diri Elena runtuh sekaligus meledak bersamaan, ia sampai tak habis pikir pernah menikah dengan pria sekeji iu.BRUK!Bantal sofa melayang keras menghantam layar televisi. Suara benturannya menggema di apartemen yang sunyi.Napas Elena memburu hingga dadanya turun dengan berat. Amarah yang selama ini dipendam rapat akhirnya meluap tanpa sisa.“Aku benci kalian…” teriaknya dengan suara bergetar.Arga sampai keluar dengan panik menanyakan ada apa…namun Elena diam saja sambil berdiri dan berjalan menuju jendela besar apartemen.Pan

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 131 (Hidup Setelah Perceraian)

    “Kembali ke keluarga Guzel…sama saja dengan bunuh diri.” Ucapnya setelah banyak pertimbangan.Elena pun benar-benar tidak punya arah. Tidak ada rumah, sandaran, juga tidak ada tempat untuk kembali. Noah bahkan tidak terlihat dimanapun untuk membelanya. Elena hanya bisa meratapi nasib hari itu.Selama ini ia selalu memaksa dirinya terlihat kuat. Berdiri tegak seolah semua hinaan keluarga Blackwood tidak pernah melukainya. Seolah tatapan dingin Harli tidak pernah menghancurkan harga dirinya sedikit demi sedikit.Padahal kenyataannya… ia sudah sangar lelah dan muak dengan semua permainan hidup orang-orang Blackwood.Namun hidup seolah tidak pernah memberi waktu untuk runtuh terlalu lama.Beberapa hari kemudian, setelah berpindah dari hotel murah ke apartemen sewaan kecil dengan koper seadanya, Elena akhirnya mengambil keputusan yang sejak awal ingin ia hindari yaitu menerima warisan yang ditinggalkan Miranda untuknya.Tangannya sempat gemetar ketika membuka map cokelat tua berisi dokume

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 100

    “Noah,” suara Elena bergetar. “Jangan lakukan itu…”Namun Noah mengangkat tangannya sedikit, memberi isyarat agar Robby berhenti menekan pisau itu.“Aku akan melakukannya.” Ucapnya yakin.Robby langsung menyeringai lebar.Elena langsung menatap Noah dengan mata melebar. Jantungnya berdetak tidak ka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 97

    Noah mengikuti Revan sampai ke halaman depan villa.Mobil hitam milik dokter muda itu sudah terparkir di bawah lampu taman yang redup. Udara malam terasa lebih dingin dibandingkan suasana panas di dalam rumah tadi.Tanpa basa-basi, Noah langsung mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya dan mulai m

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 96

    Suara ketukan kembali terdengar dari luar.“Tuan Noah!” panggil Devon.Noah tersentak dari keadaan yang hampir membuatnya kehilangan kendali. Ia segera menahan kedua bahu Elena yang masih berada dalam pelukannya di dalam bak mandi.“Elena… tenanglah,” bisiknya serak, mencoba membuat wanita itu foku

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 95

    Noah terkejut langsung menahan pundak Elena.Namun Elena kembali mencium Noah, kali ini lebih agresif, bibirnya bergerak kacau, napasnya berat dan tidak stabil. Lidahnya berkali-kali memainkan bibir Noah dengan gumulan kasar.Tangan kiri Elena meremas kerah jas Noah, sementara tangan lainnya mencob

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status