แชร์

Bab 131 Rencana Jahat Maya

ผู้เขียน: Er_Su
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-21 09:27:30

Sekarang Julia semakin ekspresif. Apa yang dulu tak pernah bisa ia lakukan, saat ini Felix bebaskan. Apalagi eksperimen itu adalah dirinya sendiri asal itu membuatnya bahagia. Tapi, tetap harus dalam pengawasannya.

Felix tak pernah mempertanyakan tentang masa lalu, karena Julia saat ini bersamanya. Selain Ia sudah tahu, itu juga akan membuat hati Julia perih nanti. Biarkan Julia ekplor diri bagaimana maunya saat ini.

"Besok aku akan cari cara agar kamu bisa datang ke acara Nando."

"Iya," angguk
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 178 Gondrong Lebih Ganteng

    Pemaksaan demi pemaksaan dilakukan oleh Rosa pada orang-orang yang ada di perusahaan itu, baik dari mereka yang aktif atau bahkan sudah memasuki masa pensiun. Itu justru membuat Rosa semakin bisa menekan mereka semua.“Anda, ancam saya dengan apa?” tanya seorang pria yang untuk kesekian kalinya ia temui hari itu.“Aku tahu, jika istrimu sedang dalam keadaan yang tak sehat saat ini dan butuh asuransi dari perusahaan, kan?” balas mama Rosa padanya.Pria itu menarik napas panjang dan memberi tatapan yang nyalang. Meski dengan alasan apapun, harusnya asuransi itu tetap akan bisa diberikan atau dicairkan ketika dibutuhkan. Tapi, mama Rosa menjadikannya sebuah permainan.“Aku tahu bagaimana perjuanganmu ketika membantu usaha suamiku selama ini. Dan, aku juga tahu bahwa kau adalah yang paling menentangku kala itu. Kau ingat?” sarkas mama Rosa, terkenang dengan masa lalu mereka bedua.Dimasa yang genting itu, memang pria itu adalah penentang dari si gundik. Ia juga yang selalu berusaha mengin

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 177 Mencintainya Sejak Dulu

    “Hey, sayang. Kamu kenapa, sih? Cerita, ya,” bujuk Delia padanya.Julia memuaskan tangisnya saat itu, sampai ia lega baru bisa bicara apa yang ia rasa.“Tadi, kakak Lia menelpon.”“Kakak, yang adopsi itu?” tanya Delia.“Ya, dia. Dia mempertanyakan uang kompensasi perceraian, dan memintanya untuk bisnis. Mungkin dia fikir, Lia mendapat uang banyak dari Nando hingga ia bisa manfaatkan itu semua. Lia capek!”Delia memang pernah mendengar kisah mereka dari Felix, apa lagi dengan kejadian yang membuat Julia sampai di rawat di Rumah sakit kemarin.“Mereka sangat kejam!” kecamnya.“Tapi, bagaimana dengan ayah dan ibu? Apakah mereka juga seperti itu, atau hanya-““LIa tidak tahu untuk itu. Dulu, ayah dan ibu tak begitu. Tapi setelah kecelakaan, semua seolah berubah. Apalagi saat mereka hanya mendapat topangan hidup dari Nando, terutama untuk pengobatan ayah.”Delia merasakan posisi Julia saat ini, dan memang sangat sulit. Seolah saat ia pergi, ia hancurkan semua yang mereka nikmati.“Mereka

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 176 Kak, Lia Capek!

    Felix berkemas dan pergi untuk urusan pekerjaan siang itu. Julia ditinggal sendiri di Hotel, tapi jelas semua tersedia hingga tak akan mungkin kebosanan di sana.Setelah Felix pergi, Julia duduk meraih Hp dan tab untuk mencari beberapa referensi butik yang akan ia kelola bersama Delia nanti. Mendadak Hp Julia berdering, dan itu panggilan dari sang kakak-Yose.“Ya, halo?” sapa Julia padanya.“Hey, kamu di mana?” tanya Yose padanya. Kali ini terdengar seperti tergesa-gesa seakan ia amat penasaran dengan keberadaan Julia.“Kenapa? Bukankah, Lia sudah kirim uang, kemarin?” balasnya terang terangan.Jelas Yose hanya bisa menggaruki kepalanya yang tak gatal ketika Julia membalasnya dengan tegas.“Udah ya, Kak. Lia itu capek diginiin terus sama kakak!”“Aku? Aku lakuin apa sama kamu?” balas Yose, sok polos.“Kakak itu ngga ada hentinya minta uang, padahal selama ini Lia juga sudah perjuangkan kakak untuk modal usaha dan pekerjaan lainnya. Capek, kak!”“Loh, kalau pekerjaan yang kamu berikan

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 175 Olahraga Pagi

    Pagi datang, dan Julia membuka mata tanpa Felix di sampingnya. Padahal, Felix selalu tak bisa jika tidur tak memeluk Julia sejak mereka bersama.“Di mana kak Felix?” gumam Julia yang kemudian merapikan rambut dan beranjak dari ranjangnya saat itu juga.Beberapa hal yang Julia tahu, Felix tidak setenang apa yang terlihat. Ada sesuatu dari hatinya yang seolah bisa meledak kapan saja. Ketenangan yang selama ini ia perlihatkan, hanya untuk menenangkan orang lain yang ada di sekitarnya.Julia akhirnya lihat Felix di sofa. Ia tidur dalam keadaan duduk dan bersedekap, laptopnya terus menyala dengan berbagai grafik yang Julia tak paham apa maksudnya.“Kak Felix,” panggil Julia dengan suaranya yang lembut, dan Felix membuka matanya perlahan.“Hey, kamu sudah bangun?” tanya Felix, kaget sedikit.“Kenapa, tadi malam tidur di sini?”“Aku tidak… aku ketiduran setelah aku mengawasi kurva pasar saham per hari ini. Itu, saham grup Lesmana,” ucap Felix yang kembali menatap layar laptopnya.Julia ikut

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 174 Delapan Ratus Milyar

    Mama Rosa menarik putranya masuk, setidaknya sedikit menjauh dari Maya."Maaa!" rengek Nando padanya.."Kamu itu, setidaknya bisa jaga ekspresi kamu ketika dengan Maya. Dia itu hamil, butuh mood yang bagus dan-""Iya, Ma, Nando tahu." Pria itu terlihat pasrah pada ucapan mamanya.Mama Rosa pro sekali dengan Maya, meski ia tak tahu rasa bagaimana yang ia miliki pada mantunya itu. Sebagai seorang gundik, ia sebenarnya mau punya menantu yang baik. Tapi sayang, Julia tak bisa memberi keturunan untuk keluarganya. Sekarang hanya Maya. Itu saja karena mama Rosa tak tahu yang sebenarnya mandul adalah sang putra.Nando pisah dari mamanya dan segera naik ke kamar. Ia tatap Maya yang ada di bawah sana dan sedang amat effort dengan dekorasi barunya."Aku fikir, aku bahagia ketika sudah bersamanya. Dia yang selalu menyenangkan dan bisa memuaskanku. Tapi, kenapa aku justru selalu kepikiran Julia? Aku seperti tak rela jika dia pergi seperti ini?"Nando bergumam seraya melepaskan semua pakaiannya sa

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 173 Kamu Begitu Berharga

    Hari ini Julia sangat terpuaskan. Ia jalan jalan, ia belanja banyak sekali sepuas hati.Felix membiarkannya tanpa menasehati sama sekali, bahkan ia hanya duduk menyaksikan betapa bahagia tunangannya itu."Ini, bagaimana?" tanya Julia ketika keluar dari ruang ganti dan mengenakan satu set pakaian rekomendasi dari pramuniaga yang sejak tadi melayaninya."Cantik," puji Felix.Julia tersenyum dan kemudian ambil yang lain juga. Ia sekalian belajar tentang fashion, mengingat Delia juga ingin membuka butik bersama Delia.Julia mencoba beberapa pakaian lagi dan Felix masih menunhgu dengan tenang sembari membaca beberapa pesan yang masuk padanya."Halo." Felix akhirnya menelpon Dika untuk memastikan apa yang terjadi barusan."Nyonya Rosa benar-benar nekat kali ini. Dia menyerang kita ketika Tuan tidak ada!" ucapnya dengan nada yang cukup kesal."Hasil akhirnya?""Saya bisa menekan keadaan, setidaknya sampai tuan pulang. Tapi saat itu, saya juga tidak bisa kontrol apa gebrakan yang akan mereka

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status