Share

Chapter 25

last update publish date: 2026-02-20 07:57:50

Di dalam kamarnya Rosalia termenung saat melihat berita pertunangan Damian Reeves bersama sepupunya, dia datang ke Brighton bukan untuk bermain-main bersama Giselle, tetapi juga untuk bertemu dengan Damian.

Sama seperti Rosemary, dia juga menyukai Damian dan beberapa kali berusaha menarik perhatian Damian. Hanya karena Adam yang bersahabat dengan Damian, membuat Rosemary menjadi lebih akrab dengan Damian dan sekarang dia mendapatkan berita jika Rosemary bertunangan dengan Damian.

<
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 74

    "Damian!" Langkah kaki Damian terhenti saat dirinya berjalan di lobby gedung perusahaannya. Tidak ada yang memanggil nama depannya di perusahaan ini. Sosok Rosalia berdiri dengan canggung saat dia menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. "Aku-" suara Rosalia terdengar tercekat. "Aku mau minta maaf." Rosalia dapat merasakan sorot mata dingin Damian, dia bahkan tidak yakin kedatangannya akan mendapatkan maaf dari pria itu atau tidak. Untuk saat ini dia sedang berusaha mendapatkan maaf Damian dan mungkin saja Damian akan meliriknya. Bahkan jika dirinya hanya akan dijadikan pengganti Rosemary, dia akan tetap menerimanya. Dia tidak peduli akan permintaan Steven yang telah mendekam di penjara, dia tetap akan mengejar kembali Damian Reeves. Cinta pertama yang tidak bisa digantikan baik oleh Mattiash maupun Steven. Damian kembali berjalan mengabaikan permintaan maafnya. Pria

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 73

    "Ternyata anda sangat menarik, Nona Branch."Pipi putihnya menyemburatkan warna merah muda saat dia mendengar suara bariton Damian Reeves."Anda juga sama menariknya, aku sudah menyukai anda sejak pertemuan pertama kita."Jantungnya berdebar kencang, akhirnya dia berhasil menyatakan perasaannya dan sekarang dia berharap Damian akan membalas perasaannya."Benarkah? Apa yang membuatku menyukaiku?"

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 72

    Dua malam terjebak di dalam badai salju hingga akhirnya penerbangan kembali dibuka membuat Elizabeth merasa tenang. Jadwal penerbangannya masih sama dengan jadwal penerbangan yang diberikan asisten Damian Reeves kepadanya. Dia bahkan memesan kelas utama agar berada di dekat pria tersebut, dia masih menaruh harapan jika Damian Reeves akan berada dalam satu penerbangan dengannya."Liz, kita tidak bisa menunda jadwal penerbangan lagi."Elizabeth mendengus kesal mendengar ocehan asistennya, jika saja tidak terikat kontrak drama yang akan menjadikan dirinya sebagai pemeran utama untuk pertama kalinya, ingin rasanya dia mengikuti keberadaan Damian Reeves.

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 71

    Foto-foto mereka berdua di lobby bandara membuat Elizabeth tersenyum senang, di matanya mereka terlihat begitu serasi bersama Damian Reeves.[Pria rahasia Elizabeth Branch][Elizabeth Branch berlibur ke Genobia bersama kekasih rahasianya]Judul yang dia gunakan untuk membuat Damian Reeves memperhatikan dirinya.Gila memang, tetapi semua itu akan sepadan jika dia berhasil menjadi nyonya Damian Reeves."Bagaimana? Apa kamu berhasil mendapatkan hotel tempatnya menginap?"Wajah penuh harapan yang berubah menjadi perasaan kecewa karena asistennya gagal mendapatkan informasi keberadaan Damian Reeves."Mobil yang membawanya melaju menuju keluar Genobia dan orang yang kusewa tidak berani melanjutkan tugas mereka."Elizabeth mengerucutkan bibirnya."Dia tidak benar-benar berada di Genobia?" tanya Elizabeth dengan anda heran. "Ke mana dia pergi?""Menurut orang yang membuntuti, mobil tersebut memasuki kawasan terlarang."

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 70

    Waktu terus berlalu, semua kembali terlihat normal meskipun akan selalu ada helaan nafas yang begitu berat dan wajah-wajah yang diselimuti kerinduan.Adam menghembuskan asap rokoknya yang pekat, di sebelahnya tampak Damian yang tetap terlihat tenang. Keduanya sedang bersantai di salah satu ruangan VIP sebuah klub. Mereka berdua tidak sedang mencari kesenangan, tetapi bertemu dengan klien untuk kemajuan bisnis yang sedang mereka jalani bersama."Pria itu tidak tepat waktu." ucap Adam sambil menghisap rokoknya."Coret namanya, Jeff." ucap Damian kepada asisten barunya yang bernama Jeffrey.Jeffrey segera membuka tablet pintar miliknya dan memberikan tanda silang pada salah satu proposal yang seharusnya akan mereka bahas pada malam ini."Aku akan kembali duluan, apa kamu masih mau menunggu?"Adam ikut bangkit dari duduknya, keduanya berjalan berdampingan diiringi asisten mereka menuju lobby club.Keduanya saling beradu pandang saat kedua

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 69

    Tidak ada penyesalan di wajah Steven saat berhadapan dengan Adam dan Damian di dalam ruang interogasi kepolisian.Pria itu bahkan tersenyum mengejek pada dua pria yang ada di hadapannya. "Dia pantas mendapatkannya, dia pantas tersiksa mati perlahan di lautan." ujar Steven yang membuat Adam mengepalkan jemarinya dan bersiap meninju wajah Steven.Tangan yang gagal terayun karena Damian telah menahannya."Apa Rosemary menyakitimu?" Damian bertanya dengan nada tenang dan dingin."Dia telah mengambil nyawa saudaraku, nyawa anak mereka dan kamu seharusnya bersyukur karena aku telah menyelamatkanmu dari wanita kejam seperti dirinya."Jawaban Steven membuat Damian menghela nafasnya, hembusan nafasnya begitu berat seberat dirinya yang berusaha bersikap tenang meskipun dia ingin menghajar pria yang terus tersenyum di hadapannya."Apa kamu yakin, Tuan Hill?"Wajah Steven tidak berubah, tetap menampilkan senyum mengejeknya. Tentu sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status