LOGINSteven tersenyum senang dengan bantuan ayah tirinya dia berhasil masuk ke dalam kerja sama penyewaan gudang dari perusahaan besar.
Salah satu warisan yang dia dapatkan dari kematian Mattiash membuat hidupnya menjadi lebih mudah, gudang yang dia kira tidak akan berguna di Pinehill sekarang menjadi berguna untuk menambah pundi-pundi uangnya. Dia dapat mengangkat kepalanya di hadapan orang tua Rosalia di saat mereka bertemu nanti. Amplop cokelat yang baru saja dia tAdam menatap wajah Rosalia dengan tatapan rumit, dulu dia sangat menyayangi Rosalia hampir sama besarnya dengan rasa sayangnya terhadap Rosemary. Kejadian di saat Rosalia menghilangkan kartu perpustakaan milik Rosemary saat keduanya masih berada di bangku sekolah menengah pertama membuatnya mulai bersikap hati-hati. Dia tidak ingin adik kandungnya sendiri menjadi korban dan yang menyadarkan dirinya tidak lain adalah Damian. Damian mungkin akan mengambil posisinya sebagai kakak jika dia mempercayai sikap lemah lembut dan manis Rosalia. Jika tidak ada Damian mungkin dia akan kehilangan sosok adik yang manja dari Rosemary, mereka akan menjadi asing meskipun mereka adalah saudara sedarah, seayah dan seibu. Kali ini dia menatap perut Rosalia yang mulai tampak buncit, tidak ada sepatah katapun keluar dari bibirnya hanya tatapan rumit yang dia berikan kepada Rosalia. Dia membantu pekerjaan yang diberikan oleh kakeknya karena membawa reputasi nama Steele yang terkenal di bidang konstruks
Pertemuan Bertrand Reeves dan Charles Steele membuat Bertrand berulang kali mengerutkan keningnya. Dia sudah tidak punya dana untuk modal pembangunan tanah yang dia beli dari Steven Hill. Satu-satunya cara adalah mencari investor, tetapi reputasinya telah hancur sejak merosotnya Grup Reeves di kepemimpinannya. Dia tidak punya cara lain selain mengikuti syarat yang diminta oleh Charles Steele, dia tahu jika pria itu sedang menyelamatkan posisi cucunya, Rosalia dari kerugian dan tentu saja menyelamatkan keluarga Steele sendiri. Pembangunan akan dilakukan oleh pihak keluarga Steele, semua akan diawasi oleh pihak keluarga Steele, pembagian keuntungan bersih penjualan kelak adalah delapan puluh persen untuk untuk keluarga Steele dan dua puluh persen akan menjadi miliknya. Kali ini dia hanya berperan sebagai pemilik tanah yang digarap oleh orang lain saja. Tentu saja permintaan pembagian keuntungan tersebut merugikan dirinya, tetapi demi mengembalikan reputasinya yang dianggap sebagai o
Kacamata hitam yang dikenakan Rosalia merosot hingga ke ujung hidungnya, sepatu boots yang dia kenakan sudah dipenuhi dengan tanah lempung berwarna cokelat kemerahan.Bersama Bertrand mereka mengunjungi lahan yang telah dibeli oleh Bertrand dari Steven. Kali ini pikirannya sedang berpikir buruk, jika Damian sedang menjebak Bertrand dengan memberi kabar jika dia akan membeli tanah milik pria yang telah menyakiti Rosemary.Meskipun bukan orang lapangan seperti kakek dan ayahnya, tetapi dia dapat melihat jika lahan yang dibeli Bertrand akan menghabiskan banyak biaya untuk pembangunan perumahan. Lokasi tanah yang berbukit dan juga memiliki jurang terlihat sangat tidak menguntungkan."Aku bukan orang lapangan, mungkin saja papa bisa membantumu. Aku harus pulang ke Waterbay dan bicara dengan papa."Bertrand mengangguk, dia mengerti jika Rosalia sama sekali tidak paham tentang pekerjaan yang akan dia lakukan. Dia hanya ingin memamerkan tanah miliknya kepada Rosalia.***Hujan deras mengguyur
Hembusan angin kencang bercampur hujan lebat dengan kilat dan gemuruh yang bergantian membuat Rosalia tidak dapat memejamkan matanya. Setelah percakapan seriusnya bersama Bertrand, pria itu kembali berkutat di dalam ruang kerjanya. Entah apa yang dilakukan oleh Bertrand membuatnya tidak peduli, bahkan jika ada wanita yang mengisi waktu pria tersebut.Suara jendela yang bergetar membuat Rosalia hanya bisa berusaha bersikap tenang. Di saat seperti ini yang berada di dalam pikirannnya adalah Mattiash yang akan selalu membuatnya merasa aman dan tenang. Rosalia menggeleng, dia tidak boleh terjebak kembali ke dalam masa lalu dan kali ini dia memang harus benar-benar menata hidupnya kembali, tidak lagi terjebak oleh mulut dan sikap manis Steven maupun tidak percaya sepenuhya terhadap Bertrand.Rosalia memiliki rencananya sendiri dan sekarang dia tidak memiliki Hilda yang akan selalu mendukungnya, Hilda yang akan selalu berusaha membereskan semua masalahnya.Angin kencang, hujan lebat , kilat
Rosalia menatap kabut tebal yang membuat kaca jendela menjadi berembun, rasa takut menyelimuti dirinya kabut kali ini begitu mencekam. Dulu Mattiash akan menenangkan dirinya, menutut tirai jendela untuknya dan memeluknya, mengatakan badai akan berlalu.Tidak ada salju di Pinehill, tetapi kabut dingin diikuti angin kencang adalah hal yang menakutkan.Toko-toko dan rumah warga akan menutup rapat-rapat pintu dan jendela, menunggu suara gemuruh yang datang menjadi reda yang biasanya akan diikuti oleh hujan deras yang mengusir kabut.Di kursi tempatnya duduk, Rosalia masih memandang lurus ke arah jendela, kabut putih berubah menjadi kelabu, hal yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dan kilatan petir membuat degup jantungnya semakin kencang."Ma-" Rosalia segera menutup mulutnya, dia hampir saja meneriakkan nama Mattiash di antara rasa takutnya hingga dia melihat Bertrand menutup tirai dan menatap ke arahnya."Kamu harus terbiasa meneriakkan namanya, bukan Mama."Rosalia mengangguk lemah s
Kaca jendela menampakkan kabut yang begitu tebal, sudah dua bulan lamanya Rosalia terkurung di dalam rumah yang pernah menjadi kenangannya bersama Mattiash.Rasa bosan mulai melanda, dia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di halaman mansion. Dulu, Mattiash akan mengajak dirinya untuk berjalan-jalan di taman bahkan berkuda.Mattiash tidak pernah mengurungnya, ttetapi dirinya yang berusaha menutupi hubungan mereka dan Matiash juga menyetujuinya atau lebih tepatnya pria itu menghomati keputusan dan keinginannya.Ada rasa sesal di dalam diri Rosalia, hanya saja setiap kali dia mengingat sikap kasar Matttiash terhadap dirinya rasa sesal itu kembali lenyap."Rosa, apa kamu bosan?"Suara Bertrand menyadarkan dirinya,dirinya tidak sendirian lagi bersama para pelayan yang juga jarang menemaninya."Iya, aku ingin pulang ke Waterbay." jawabnya sambil tersenyum pahit."Baiklah, akhir pekan nanti kita akan pulang. Hujan baru saja turun di sana."Rosalia kembali tersenyum pahit. Dia tahu dan
Sinar matahari sore masuk melalui celah tirai jendela yang tebal, menerangi debu-debu halus yang berterbangan di udara. Di ruang kerja yang luas dan bergaya minimalis modern itu, suasana terasa sangat profesional namun tetap hangat.Di sebuah meja kerja besar yang terbuat dari kayu wal
Masih di dalam acara makan siang yang terasa dingin, Steven terlihat gelisah. Dia ingin mengikuti Rosalia, tetapi tidak yakin apakah itu hal yang baik atau tidak. Dia menatap Giselle dengan pandangan yang bingung dan sedikit kesal. “Kenapa kamu membicarakan hal itu, Gigi? Kamu tahu hal dia
Matahari bersinar terang di atas puncak gunung, memantulkan cahaya putih yang menyilaukan. Suhu udara sangat dingin, menusuk sampai ke tulang, tapi itu tidak menyurutkan semangat Rosemary dan Gabriella dalam menggulung bola salju dari tumoukan salju tebal di halaman villa. Rosemary da
Adam menelan ludahnya, menyadari kebodohannya mengikuti Damian yang tidak bisa jauh dari Rosemary."Kita bisa sewa villa satu lagi. Biarkan mereka bersenang-senang." protes Adam saat Damian memutuskan tetap berada di villa yang sama dengan Rosemary dan Gabriella. "Kamu juga sudah sanga







