Share

Chapter 2

last update publish date: 2026-02-05 16:42:04

"Rose!"

Hari ini Mattiash berencana memberikan kejutan pada kekasihnya, dia datang membawa buket bunga yang berisi sembilan puluh sembilan tangkai mawar merah. Bunga yang sesuai dengan nama kekasihnya, tidak hanya bunga, Mattiash juga menyiapkan cincin berlian untuk kembali melamar kekasihnya.

Semua berada di dalam mobil mewahnya, dia tahu kekasihnya tidak suka hal-hal yang mencolok.

"Apa yang kamu lakukan di sini?"

Mata indah yang membesar dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak suka diabaikan oleh Mattiash, dia sudah berusaha menahan  rasa rindunya selama dua bulan ini.

"Aku merindukanmu."

"Aku bisa datang ke hot-"

"Aku membeli sebuah apartemen di sini, kita bisa tinggal bersama. Tidak jauh dari kampusmu, aku akan-"

"Matt, kita sudah sepakat untuk tidak mengganggu urusan masing-masing."

Mattiash dapat melihat dada kekasihnya yang bergerak naik turun dengan cepat, pertanda gadis itu sedang meredam amarahnya.

"Aku hanya-"

"Sebaiknya kita segera pergi!"

***

Mattiash menghisap rokoknya, meniupkan asap halus dari bibirnya. Mereka berada di hotel jauh dari pusat kota, seakan-akan mereka sedang bersembunyi, seakan-akan mereka sedang berada di dalam cinta yang terlarang.

Beep!

Suara pesan masuk di ponsel kekasihnya membuat Mattiash secara sengaja membuka pesan tersebut.

[Rosy, bagaimana keadaanmu?]

Wajah Mattiash menegang, jemarinya menggeser pesan dari nomor yang sama. Rasa cemburu mulai menjalar di dalam dirinya.

[Aku akan menjemputmu, apa kamu yakin akan menggugurkan kandunganmu?]

Wajah Mattiash semakin menegang, dia membaca kembali pesan yang dia harapkan salah.

[Aku akan menjemputmu, apa kamu yakin akan menggugurkan kandunganmu?]

Pesan itu tidak berubah. Isinya masih tetap sama.

"Apa yang kamu lakukan? Kenapa ponselku-"

"Apa ini semua benar Rose? Kamu menggugurkan kandunganmu? Anak kita?"

Warna putih pada bola mata Mattiash memerah, genangan air mata mulai menumpuk pada pelupuk matanya.

"Rose, aku bisa memberimu segalanya. Aku akan menikahimu, aku-" Mattiash meneguk ludahnya, dia kehilangan kata-kata saat kembali teringat pesan yang baru saja dibacanya.

Matanya yang memerah menatap tajam pada kekasihnya yang masih berdiri diam di depan pintu kamar mandi.

"Tidak apa-apa, aku mengerti, kamu masih muda untuk menikah. Kita bisa mempunyai anak kembali setelah kita menikah."

"Aku ingin putus!"

Mattiash memejamkan matanya sesaat sebelum kembali menatap tajam penuh amarah ke arah kekasihnya yang berdiri diam tak bergeming.

"Aku tidak mengerti dengan perasaan cintamu, Matty. Aku tidak suka kamu mencambukku di saat kita bercinta, aku bukan kuda yang harus disiksa untuk bergerak cepat."

Mattiash terdiam mendengar ucapan kekasihnya, dia kira mereka sama-sama menikmati kegiatan panas mereka. "Kenapa kamu tidak menolaknya? Aku berjanji setelah ini, kita akan bercinta dengan lembut, sebutkan saja hal-hal yang tidak boleh aku lakukan."

Sebuah gelengan kepala membuat dada Mattiash terasa sakit, bagaikan sebilah pedang sedang menusuk jantungnya.

"Aku tidak dapat hidup tanpamu, Rose."

"Kalau begitu kamu mati saja. Aku sudah selesai dengan hubungan kita, jangan pernah mencariku lagi atau aku akan semakin membencimu."

Kata-kata yang membuat dada Mattiash terasa sakit.

"Sebaiknya kamu mati saja, dasar anak tidak berguna. Jangan mencariku lagi sebelum kamu bisa menunjukkan nilai sekolahmu yang sempurna."

Ingatan Mattiash kembali terlempar saat dia berusia enam tahun, saat dia terpaksa tinggal bersama ayahnya setelah perceraian kedua orang tuanya.

Kalau begitu kamu mati saja.

Sebaiknya kamu mati saja.

Rasa nyeri di dada membuat Mattiash berteriak keras, dia tidak peduli teriakannya terdengar. Dia berteriak untuk meluapkan rasa sakit di dalam dadanya.

Dirinya yang ditolak oleh orang-orang yang mencintainya.

"Ibu, aku ingin mendengar suara ibu." rintihnya sambil mencari ponsel di dalam saku celananya.

[Matt, ibu mengalami serangan jantung.]

Dunia Mattiash kembali terasa gelap, dia melupakan rasa sakit di dadanya. Mattiash segera berlari menuju mobilnya, dia harus kembali kepada satu-satunya orang yang tulus mencintai dirinya.

Mattiash ingin memeluk tubuh ibunya, mencari kehangatan dan ketenangan dari pelukan seorang ibu.

Kelopak bunga mawar merah berterbangan di dalam mobil yang dia kendarai dengan kecepatan penuh.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 79

    "Aku sedang berusaha membebaskanmu, Steve." wajah Giselle tampak sembab saat bertemu dengan Stephen.Telapak tangan mereka berusaha saling menempel terhalang dengan dinding kaca tipis yang menghalangi mereka di dalam ruang kunjungan tahanan."Aku baik-baik saja, Gigi." Steven berusaha memberikan senyuman terbaiknya kepada Giselle yang datang mengunjunginya di rumah tahanan."Aku sudah berusaha, Max juga sudah mencoba membantu. Gadis itu jatuh ke laut bukan sepenuhnya karena kesalahanmu."Steven masih mengingat malam di mana dia ingin tertawa puas melihat tubuh Rosemary yang terjun dengan bebas ke laut lepas di malam hari dan bantuan yang diberikan juga sudah terlambat pada saat itu. Pencarian yang dilakukan pada pagi hari pasti sudah akan sangat terlambat, siapa yang bisa bertahan terombang-ambing di tengah lautan semalam penuh sebelum semuanya sadar jika Rosemary telah menghilang dan dia bisa memberikan keterangan jika dirinya dalam keadaan mabuk untuk m

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 78

    Hembusan nafas yang mengepulkan uap dingin keluar dari mulut dan hidung Damian Reeves. Udara dingin Genobia kembali menyelimuti dirinya saat kakinya menuruni anak tangga pesawat yang membawanya dari Brighton menuju Genobia. Pada akhirnya kota dingin ini menjadi rumahq keduanya, dia bahkan berencana menjadikannya sebagai rumah utamanya. Dia telah membawa dua orang kepercayaannya untuk membangun kembali bisnisnya dari awal, kedua orang tuanya juga mendukung keputusannya untuk perlahan-lahan melepaskan Grup Reeves. Damian Reeves memasuki perusahaan keluarganya dengan memulai segalanya dari bawah, dia dapat belajar dengan cepat tentang manajemen perusahaan bersamaan dengan kuliahnya. Perusahaan logistik yang bermasalah dengan perijinan gudang dan transportasi darat, di tangannya semua menjadi lancar, bahkan menambah sebuah kapal untuk mengangkut muatan barang yang akan dikirimkan ke luar negeri. Perusahaan tambang yang lagi-lagi bermasalah dengan

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 77

    Rosalia tersenyum sopan, dia sedang menemani ayahnya yang menggantikan kakeknya pada pesta malam ini. Harapannya tentu saja untuk bertemu Damian dan gagal.Malam ini sosok Damian Reeves sama sekali tidak terlihat, dia susah berdandan dengan cantik dan menarik agar Damian melihat ke arahnya."Kakek, aku mau ke toilet dulu." pamitnya sebelum beranjak dari duduknya.Charles menganggukkan kepalanya. Meskipun kekasih Rosalia telah menyebabkan Rosemary menghilang di tengah lautan, dia tetap tidak bisa menyalahkan Rosalia sepenuhnya. Dia tidak bisa membenci Rosalia seperti yang dilakukan Adam dan orang tuanya, begitu juga dengan Damian yang sama sekali tidak mau berurusan dengan Rosalia.Malam ini seharusnya Adam ikut mendampinginya, tetapi kehadiran Rosalia membuat Adam memutuskan untuk tidak ikut. Dia juga tidak bisa memaksakan mereka dap

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 76

    Senyum tipis yang menawan diberikan Elizabeth Branch sepanjang kehadirannya di malam ini, penampilannya memang harus memukau dan menawan sepanjang waktu. Acara pesta malam ini di hadiri oleh pengusaha-pengusaha penting, bahkan Igor yang biasanya enggan mendatangi pesta formal, malam ini terlihat begitu bersemangat. Igor membawanya ke tempat duduk mereka di ruang makan malam untuk acara pesta malam ini, meja-meja bundar dengan hiasan bunga mawar putih di tengah meja, ada delapan kursi yang mengelilingi meja dengan set alat makan tepat di depan kursi. Khas perjamuan makan malam mewah, Elizabeth sudah beberapa kali berada di perjamuan seperti malam ini. "Kita akan duduk bersama keluarga Reeves malam ini." bisik Igor di sepanjang perjalanan mereka menuju meja makan. Harapannya tentu saja bertemu Damian Reeves, tetapi dia sama sekali tidak melihat penampakan pria itu. Elizabeth segera duduk di kursi yang

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 75

    Damian..Nama yang diucapkan Elizabeth berulang kali di dalam hati, penglihatannya berkelana mencari sosok tersebut di antara puluhan bahkan ratusan tamu undangan dalam malam gala yang dia hadiri malam ini.Dia sudah memberikan penampilan terbaiknya agar pria itu melihatnya, sayangnya dia sama sekali tidak mendapatkan sosok Damian Reeves di antara tamu yang ada.Damian..Kaki jenjangnya yang tampak semakin indah mengenakan sepatu hak tinggi berjalan-jalan memutari ruangan berharap dia dapat menemukan sosok Damian Reeves dan dia sama kali tidak melihat penampakan pria itu di dalam pesta malam ini.Elizabeth sangat tahu cara menampilkan pesona kecantikannya, dengan mudah dia bisa menarik perhatian para tamu lainnya, tetapi yang dia inginkan hanyalah perhatian Damian Reeves."Liz, aku mencarimu." suara Igor kembali terdengar. "Kita akan duduk bersama Bertrand Reeves.""Bertrand Reeves?" tanya Elizabeth dengan kening berkeru

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 74

    "Damian!" Langkah kaki Damian terhenti saat dirinya berjalan di lobby gedung perusahaannya. Tidak ada yang memanggil nama depannya di perusahaan ini. Sosok Rosalia berdiri dengan canggung saat dia menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. "Aku-" suara Rosalia terdengar tercekat. "Aku mau minta maaf." Rosalia dapat merasakan sorot mata dingin Damian, dia bahkan tidak yakin kedatangannya akan mendapatkan maaf dari pria itu atau tidak. Untuk saat ini dia sedang berusaha mendapatkan maaf Damian dan mungkin saja Damian akan meliriknya. Bahkan jika dirinya hanya akan dijadikan pengganti Rosemary, dia akan tetap menerimanya. Dia tidak peduli akan permintaan Steven yang telah mendekam di penjara, dia tetap akan mengejar kembali Damian Reeves. Cinta pertama yang tidak bisa digantikan baik oleh Mattiash maupun Steven. Damian kembali berjalan mengabaikan permintaan maafnya. Pria

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status