共有

Cinta Buta Sang Mafia
Cinta Buta Sang Mafia
作者: Mountain

Bab 1

作者: Mountain
“Yossi, apa maksudmu?”

Mata Rian memerah saat membentakku, seolah-olah dialah yang paling tersakiti di sini.

“Melisa itu adikmu! Dia kewalahan mengurus anak sendirian, apa salahnya aku membantunya?”

“Aku sampai turun tangan menyeduh susu dan menyanyikan lagu pengantar tidur itu karena sedang belajar jadi ayah yang baik, persiapan untuk anak kita nanti.”

“Kamu boleh meragukan apapun, tapi jangan pernah ragukan cintaku padamu!”

Aku tak menanggapinya.

Aku malah mengeluarkan surat cerai dari tas dan meletakkannya tepat di hadapannya.

“Ini surat cerainya, silakan tanda tangan.”

Aula langsung menjadi sunyi senyap.

Seluruh anggota keluarga menatapku dengan wajah syok.

Bagi mereka, pasangan yang paling mustahil untuk berpisah di dunia ini adalah aku dan Rian.

Saat kami berusia delapan belas tahun, ada seorang laki-laki yang membuntutiku pulang sekolah.

Keesokan paginya, ayah laki-laki itu datang ke rumahku dengan jari tangan yang patah dan memohon ampun.

Saat kami menikah, Rian menutup separuh kota demi menggelar pesta pernikahan.

Di depan semua tamu, dia mengecup cincin di jari manisku dan mengumumkan, “Yossi itu milikku. Siapapun yang berani menyentuhnya akan mati.”

Selama sepuluh tahun, tak peduli seberapa berbahaya negosiasi atau seberapa berdarah transaksi yang dia lalui di siang hari….

Dia akan selalu pulang ke rumah saat malam harinya, melonggarkan dasi dan memelukku erat, seolah aku adalah satu-satunya kelembutan dalam hidupnya.

Orang-orang bilang aku adalah satu-satunya kelemahannya.

Tidak ada yang percaya bahwa akulah yang akan pergi lebih dulu.

Wajah Rian tampak tersentak. Dia tak menyangka aku sudah menyiapkan surat cerai itu.

Ibuku merebut kertas-kertas itu, membacanya sekilas dan wajahnya langsung memucat.

“Yossi, kamu lagi apain, sih?! Sudah sepuluh tahun menikah, kok tiba-tiba mau cerai?”

“Nasib Melisa sudah cukup malang. Dia itu ibu tunggal yang membesarkan anak sendirian, Rian pergi membantunya murni karena berbaik hati ingin membantu!”

Anggota keluarga yang lain juga ikut menimpali.

“Yossi, kami paham kamu takut karena mobilmu diserempet orang dari keluarga musuh, tapi kamu juga baik-baik saja, ‘kan? Rian sudah minta maaf karena nggak angkat telepon. Sepertinya agak keterlaluan kalau sampai minta cerai?”

“Anak itu masa depan keluarga kita, wajar kalau dia kasih perhatian lebih. Jangan begitu kecil hati.”

“Apalagi Rian mempertaruhkan nyawanya demi urusan keluarga setiap hari, kamu bisa hidup tenang juga berkat perlindungannya. Kok kamu nggak bisa agak pengertian kalau sesekali dia nggak sengaja mengabaikanmu?”

Orang-orang di sekitar mulai menyalahkanku karena dianggap tak dewasa.

Aku menajamkan sudut bibir.

Lalu mendorongkan surat cerai itu lebih maju lagi.

“Malam ini, cerai itu sudah pasti, nggak ada negosiasi.”

Ayahku yang tak bisa menahan amarahnya, melangkah maju dan melayangkan tamparan keras ke pipiku.

Telingaku berdengung. Dia menunjukku, sambil memaki,

“Yossi, kamu merasa sudah hebat? Rian itu bos mafia terkuat di Silia! Kamu mau menyia-nyiakan pria sebaik ini?! Emangnya kamu pikir kamu siapa?”

“Kalau bukan karena perlindungannya selama ini, kamu entah sudah mati berapa kali! Jadi orang jangan kacang lupa kulitnya!”

Ibuku segera menarik ayahku menjauh, lalu menggenggam tanganku dengan mata berkaca-kaca.

“Yossi, nggak bisakah dibicarakan baik-baik? Kok harus sampai cerai?”

“Kami melihat sendiri bagaimana perlakuan Rian padamu. Kalau sampai kamu punya selingkuhan di luar sana… ibu orang pertama yang nggak akan setuju.”

Aku mendongak perlahan, mulutku terasa bau amis darah.

Rian menghampiriku, menyeka wajahku sambil memposisikan dirinya menghalangi tatapan tajam ayah.

Di mata orang lain, dia selalu menjadi suami yang sempurna tanpa cela.

Namun, hanya diriku yang tahu bahwa dia tak sesempurna itu.

“Yossi, kamu… benar-benar mengkhianatiku?”

Suaranya sangat rendah, penuh dengan nada tertahan dan kesedihan.

“Kita tumbuh besar bersama. Aku tahu mungkin kamu merasa bosan, mungkin kamu butuh sensasi baru.”

“Tapi aku nggak peduli. Selama kamu mau kembali, aku akan berpura-pura nggak terjadi apa-apa.”

Hanya dalam beberapa kalimat, dia berhasil memutarbalikkan keadaan, membuat aku menjadi pengkhianat.

Tatapan orang-orang di ruangan itu menusukku bagaikan tusukan pisau.

Ayahku bahkan sampai ingin mencabut pistolnya sangking marahnya.

“Pantasan, ternyata kamu meminta cerai karena ada selingkuhan di luar?! Memalukan sekali! Cepat minta maaf pada Rian, kalau berani ungkit cerai lagi, aku nggak akan menganggapmu anak lagi!”

Semua orang mendesakku dan Rian pun memohon padaku.

Aku menunduk, menatap tangannya yang mencengkeram tanganku.

Dia tak memakai cincin nikah kami.

Aku menepis tangannya, suaraku terdengar pelan,

“Cerai saja, aku sudah nggak mencintaimu lagi.”

Saat dia membiarkanku sendirian di rumah setiap malam….

Saat lima puluh lima panggilanku diabaikan….

Saat dia sibuk memotret anak Melisa….

Hatiku sudah mati.

Rian membeku di tempat, wajahnya tampak pucat, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengar.

“Apa… kamu bilang?”
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Cinta Buta Sang Mafia   Bab 12

    Tak lama kemudian, karma Melisa pun datang.Begitu suami Melisa tahu bahwa istrinya tak hanya gagal menghancurkan Keluarga Liam, tapi juga dengan bodohnya membongkar identitas penyamarannya, pria yang memang sifatnya kejam itu tanpa ragu mengeluarkan perintah pengejaran.Di dunia mafia, bidak yang sudah tak berguna dan tahu terlalu banyak rahasia hanya punya satu jalan, yaitu mati. Kedua tangan Melisa dipatahkan oleh suaminya sendiri, lidahnya dipotong, lalu dia dibuang begitu saja ke kawasan prostitusi paling kacau di dunia mafia.Bayi yang berusia enam bulan itu juga dikirim ke panti asuhan.Seumur hidupnya, Melisa hanya akan berkubang dalam lumpur kehinaan dan ketakutan, tanpa pernah bisa bangkit lagi.Sementara itu, kedua orang tuaku yang dulu merasa sangat berkuasa, bahkan sempat berhalusinasi ingin mengontrol hidupku, akhirnya menemui akhir mereka juga.Melihat posisiku yang semakin bersinar dan memegang kendali atas urusan inti keluarga, bukannya bertobat, mereka malah berusaha

  • Cinta Buta Sang Mafia   Bab 11

    Akhirnya, Rian menyadari bahwa dirinya telah benar-benar kehilangan seluruh harapannya.Dia menyeret kaki kanannya yang cacat, mencoba bertahan hidup di jalanan dengan keadaan yang menyedihkan.Aku sama sekali tak merasa kasihan pada nasibnya. Semua ini murni akibat perbuatannya sendiri.Setelah kehilangan perlindungan keluarga, dia harus bersembunyi dari kejaran musuh-musuhnya setiap hari hingga mentalnya berada di ambang kehancuran.Di saat yang sama, aku mulai melebarkan sayap bisnis keluarga di Wilayah Barat.Aku mengintegrasikan jaringan transaksi gelap dan mendapatkan dukungan dana yang sangat besar dari keluarga besar.Aku pun resmi menjadi penasihat baru di keluarga.Mendengar kabar kenaikanku, Rian datang mencariku dengan tubuhnya yang cacat.Wajahnya tampak pucat dan tubuhnya membungkuk lesu.Dia mencoba mencari simpati dariku, meratap dengan suara keras, “Yossi, ini salahku. Izinkan aku pulang.”“Dulu aku buta karena dimanfaatkan oleh Melisa. Itu semua salahku. Aku nggak bis

  • Cinta Buta Sang Mafia   Bab 10

    Melisa mengirim pesan, dia mengajakku bertemu.Aku membalasnya, syaratnya dia harus pergi ke rumah sakit dan mengakui semuanya pada Rian.Dia harus membeberkan sendiri identitas aslinya sebagai mata-mata keluarga musuh, serta tujuan sebenarnya mendekati Rian.Aku datang dan berdiri di luar kamar rawat Rian, ingin melihat bagaimana reaksi bos mafia yang dulu sangat angkuh itu saat mengetahui kebenarannya.Sesuai kesepakatan, Melisa melangkah masuk ke dalam kamar.Begitu melihatnya, mata Rian yang tadinya sayu langsung memancarkan binar kegembiraan.Sambil menyeret kakinya yang digips, dia berusaha keras menjangkau dari ranjang untuk menggenggam tangan Melisa.“Melisa, aku tahu kamu nggak akan meninggalkanku!”“Tenang saja, begitu sembuh dan keluar dari rumah sakit, aku akan cari cara untuk merebut kembali posisi bos mafia! Saat itu tiba, kita bertiga bisa….”Bahkan biaya rumah sakit saja dia masih kesulitan untuk membayar, bisa-bisanya masih bermimpi bisa kembali ke puncak kekuasaan.Me

  • Cinta Buta Sang Mafia   Bab 9

    Ternyata suara di balik telepon adalah suara dokter.Dokter memberitahu bahwa Rian mengalami serangan hebat.Pihak rumah sakit tak bisa menghubungi keluarga terdekatnya, jadi mereka terpaksa menghubungi nomor kontrak daruratnya.Aku menyetir ke rumah sakit. Dari balik kaca ruang ICU, aku melihat Rian yang berlumuran darah. Ternyata setelah kami cerai, dia langsung menjadi sasaran balas dendam yang kejam.Dengan cap sebagai pengkhianat keluarga, dia tak hanya kehilangan perlindungan keluarga besar, tapi dia juga menjadi target buruan di seluruh dunia mafia.Dia terbaring kaku di ranjang rumah sakit. Menatap mantan bos mafia yang dulu tak terkalahkan, kini dalam kondisi sekarat, batinku tak merasakan gejolak emosi apapun. Aku pun berbalik pergi.Setibanya di apartemen pribadiku, saat baru saja duduk di meja makan, ponselku berdering lagi.Kali ini panggilan dari ibu Rian.Dia sudah bertahun-tahun dirawat di rumah sakit karena tubuh yang lemah dan tidak tahu apa-apa tentang kekacauan ya

  • Cinta Buta Sang Mafia   Bab 8

    Setelah memeriksa semua berkas dan rekaman, hakim mengetuk palu dengan keras dan membacakan putusan di tempat.Rian dinyatakan sebagai pihak yang bersalah dalam pernikahan dan telah melanggar hukum keluarga dengan sangat berat. Dia bukan hanya tak mendapat sepeser pun harta, tapi gelarnya sebagai bos mafia pun dicabut saat itu juga! Seluruh aset, wilayah kekuasaan dan wewenang di bawah namanya ditarik kembali!Rian terduduk lemas di kursi terdakwa, wajahnya pucat bagaikan secarik kertas.Setelah kejadian ini, dia tak hanya kehilangan dukungan dari semua orang, tapi juga menjadi pengkhianat yang diburu oleh seluruh dunia mafia.Sang bos mafia yang dulu bisa mengatur segalanya, kini kehilangan segalanya dalam sekejap.Aku merapikan dokumen dan bersiap pergi bersama pengacara.Tiba-tiba, Rian menerjang maju dan menghalangi jalanku.Tangannya gemetar hebat saat mencengkeram bahuku. Matanya memerah, tidak ada lagi ketenangan dan keangkuhan seorang bos mafia di wajah tampannya.“Yossi, aku

  • Cinta Buta Sang Mafia   Bab 7

    Rian berdiri tiba-tiba dan menunjuk ke arah layar besar.“Ini palsu! Teknologi sekarang bisa merekayasa gambar apapun.”Dia berusaha mempertahankan sisa wibawa terakhirnya sebagai bos mafia, berusaha keras untuk tetap tenang.Hakim tak peduli dengan gertakannya dan langsung memberi kode kepada ahli teknologi pengadilan untuk maju menguji keaslian video tersebut.Beberapa menit kemudian, pakar itu mendongak dan melaporkan kepada hakim dengan nada penuh keyakinan, “Video ini nggak melalui modifikasi apapun, sepenuhnya asli dan valid.”Melihat itu, tim pengacara Rian segera mengubah taktik, mencoba mengalihkan isu utama.“Yang mulia, meskipun rekaman itu asli, sebagai bos mafia, Rian sibuk mengurus urusan keluarga sepanjang hari dan menanggung tekanan yang sangat besar.”“Sementara Yossi nggak peduli padanya dan sudah lama mengabaikan kewajibannya sebagai istri.”Rian memanfaatkan kesempatan itu dengan menundukkan kepala, memasang ekspresi sedih.“Yossi, kalau saja kamu mau meluangkan se

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status