Share

Bab 171

Author: Yovana
Vanesa mengangkat tangan, menggunakan ujung jarinya untuk menyibakkan rambutnya. Dia mendengar suara pria yang dalam bercampur dengan suara ombak, "Barangnya akan dikirim ke kamarmu malam ini. Nanti kamu akan tahu."

Setelah mendengar itu, Vanesa tidak bertanya lagi. Dia berbalik, berjalan langsung menuju tempat mobil yang diparkir di seberang.

Steven menoleh melihatnya.

Punggung wanita itu kurus. Angin laut membuat rambut panjangnya berantakan, sementara ujung gaunnya berkibar.

Steven diam-diam menarik kembali pandangannya.

Setelah kembali ke hotel, Steven menerima telepon, lalu pergi dengan mobilnya.

Alex tidak ikut dengannya, melainkan datang ke depan pintu kamar Stella dan Vanesa. Dia mengangkat tangan untuk mengetuk pintu.

Stella yang membuka pintu. "Dokter Alex, ada urusan apa?"

"Bagaimana kondisi kesehatan Nona Vanesa? Apa perlu bantuanku untuk memeriksanya?" tanya Alex.

Stella mengerutkan kening. "Kamu adalah seorang dokter bedah, jadi kamu nggak mengerti penyakit dalam, 'kan?
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
tetty saragih
kok ada laki-laki kayak anjjaaayy seperti Stevan, menikah sama Hanna, dan kembali mengirim gaun pengantin untuk Vanessa,.Sakit benar ini kharakter
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 888

    Emran bergegas menghampiri Alya, ekspresinya terlihat begitu panik. Ekspresi yang belum pernah muncul.Alya balas menatap Emran.Alya seolah mengerti segalanya.Kenapa kakaknya selalu menasihatinya untuk tidak menyukai Emran saat itu?Emran mendekati Emran, lalu mengernyit sambil berbicara, "Alya, biar kujelaskan. Aku ….""Kakakku menghubungimu, 'kan?"Emran sontak mematung."Emran, jawab aku."Emran menundukkan pandangannya, tidak berani menatap mata Alya."Karena kakakku nggak menghargaimu, kamu merasa harga dirimu terluka. Jadi, setiap kali aku datang kepadamu setelah itu, kamu selalu menjaga jarak. Bahkan ketika aku pergi ke Ligata untuk memohon bantuanmu saat aku hamil, kamu menolak untuk membiarkanku masuk karena kamu menyimpan dendam, 'kan?"Emran mengepalkan tangannya dan mengatupkan bibir tipisnya rapat-rapat.Respons diam Emran itu memberikan Alya jawaban atas pertanyaannya."Ternyata begitu .…" Alya mengangguk, air mata menggenangi pelupuk matanya. "Jadi, itu sebabnya kamu t

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 887

    Suara ketukan di pintu sontak mengejutkan Emran. Emran segera bangkit berdiri untuk membuka pintu.Begitu menyadari yang datang adalah Blake, ekspresi Emran langsung berubah muram. "Dia sedang tidur."Sambil berbicara, Emran menoleh dan melirik Alya.Melihat Alya masih tidur nyenyak, Emran diam-diam menghela napas lega.Lalu, dia menoleh lagi untuk menatap Blake.Yang satu berada di dalam, yang satu lagi di luar. Mereka berdua sama-sama tidak mau mengalah.Emran melirik buket bunga di tangan Blake dengan acuh tak acuh, lalu tersenyum dingin. "Blake, kamu benar-benar baik."Blake mengabaikan nada sarkastik Emran dan berkata dengan lembut, "Alya menyukai bunga lili. Aku melihatnya di toko bunga di jalan, jadi aku membelinya.""Dia perlu lebih banyak istirahat sekarang." Emran sedikit mengangkat alisnya. "Aku nggak akan mempersilakanmu buat masuk."Blake balas tersenyum kecil. "Nggak apa-apa. Kalau begitu, tolong bawakan bunganya ke dalam dulu, aku akan kembali nanti."Emran mengernyit. "

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 886

    Alya mengangkat selimut dan berbalik berbaring telentang.Dia menatap langit-langit, hatinya dipenuhi kesedihan.Di luar kamar rawat, Emran menelepon asistennya. "Bawakan aku pakaian bersih dan juga laptopku.""Baik," jawab Jefri."Lalu, kirimkan Julia ke luar negeri dan katakan bahwa aku mensponsori studinya di luar negeri. Setelah dia kembali usai menyelesaikan studinya, aku akan menyerahkan pengelolaan perusahaan kepadanya."Jefri sontak terkejut. "Pak Emran serius?""Kirim dia keluar dulu." Emran tidak banyak menjelaskan.Keberadaan Julia di negara ini sama saja dengan bom waktu yang siap meledak.Kondisi Alya saat ini tidak mampu menahan insiden lain.Jefri menjawab, "Baik, aku akan segera melakukannya."Setelah menutup telepon, Emran mengangkat tangannya dan memijat pangkal hidungnya.Hanya dengan mengangkat lengannya sudah membuat cedera di punggungnya makin parah, napas Emran sampai menderu saking kesakitannya.Dia akhirnya duduk di sebuah kursi di luar kamar rawat.Tubuhnya te

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 885

    "Aku nggak akan menyetujui perceraian itu."Emran menatap Alya dengan sorot tegas. "Aku tahu kali ini aku yang salah, aku minta maaf.""Minta maaf?" Alya sontak tersenyum dengan sinis. "Emran, sebenarnya aku seberapa nggak berharganya sih di matamu? Kamu pikir semua luka yang kuderita bisa sembuh hanya dengan satu permintaan maafmu?"Emran mengernyit dan buru-buru menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku benar-benar tahu aku salah kali ini, aku ....""Beruntung karena aku masih hidup," sela Alya dengan dingin. "Emran, ini bukan karena kamu kurang kejam, tapi ini karena aku belum ditakdirkan buat mati!"Emran sontak tertegun."Kalau malam itu aku nggak selamat, sekarang kamu pasti sudah menjadi pembunuh! Kamu tahu itu!"Emran mengepalkan tangannya erat-erat, sorot tatapannya terlihat sangat menyesal dan takut.Belakangan ini, Emran telah berkali-kali bertanya pada dirinya sendiri kenapa dia bertindak seperti itu malam itu? Kenapa dia kehil

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 884

    Vanesa tertawa. "Wawasan Pak Steven memang luas."Steven hanya terdiam.Vanesa mengedipkan matanya pada Steven. "Kamu akan membantunya, 'kan?""Vanesa." Steven balas menatap, ekspresinya agak gelisah. "Orang bilang lebih baik merobohkan kuil daripada menghancurkan pernikahan.""Memang benar, tapi Alya dan Emran sudah beberapa kali bertengkar sejak mereka menikah. Kesehatan Alya nggak pernah pulih sejak percobaan bunuh dirinya. Sekarang setelah menikah, pertengkaran yang terus-menerus itu berdampak lebih besar pada kesehatannya. Sepanjang kita berkencan, dia sudah dua kali masuk rumah sakit."Steven mengernyit. "Emran juga melakukan kekerasan dalam rumah tangga?""Nggak sampai segitunya, tapi ...."Vanesa mengatupkan bibirnya dan teringat apa yang baru saja dikatakan Alya padanya di WhatsApp. [Dia selalu memaksaku dan nggak pernah menghormatiku. Bahkan selama kejadian itu, dia hanya ingin memuaskan hasratnya sendiri. Setelah menikah, dia membuatku merasa seolah-olah aku hanyalah alat pe

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 883

    Seorang netizen dengan nama akun "Pasangan Matahari dan Bulan Sibuk Bersenang-senang" pun membalas: [Eh, ini penggemar fanatik siapa nih? Tukang iri! Keluarkan saja dia!]Netizen lain dengan nama akun "Apa Pasangan Matahari dan Bulan akan Punya Anak Kedua?" ikut menimpali: [Katanya idola bertanggung jawab atas tindakan penggemar mereka? Idolamu itu meminjam uang dari suami orang lain untuk menjadi bos. Bukannya meninggalkan ribuan pesan ucapan selamat di kolom komentarnya, kamu malah ke sini dan mempermalukan diri sendiri? Kamu pikir penggemar nggak sah seperti kami nggak bisa mengumpat?]Netizen lain dengan nama akun "Matahari dan Bulan adalah Cinta Sejati" juga membalas: [Lupakan saja. Mereka itu pasangan yang sempurna. Mereka berdua sama-sama berasal dari keluarga kaya, sama-sama orang yang sangat hebat dan terkenal! Majikanmu sih nggak bisa menyaingi mereka! Sana sarankan majikanmu buat belajar akuntansi, jangan sampai catatan keuangannya kacau saat Nyonya Alya datang menagih utang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status