بيت / Romansa / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / Bab 85. Where's My Romeo?

مشاركة

Bab 85. Where's My Romeo?

مؤلف: Sayap Ikarus
last update تاريخ النشر: 2026-05-08 20:54:42

Seusai memberi obat pada Dena, Freya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Pikirannya kacau, raganya remuk redam. Ia langsung merebahkan dirinya di ranjang, terlelap hingga malam menjelang. Apalagi, ia harus menahan diri untuk menghindari pernyataan perasaan Arya padanya di rumah sakit tadi, Freya kehabisan energi. Ya, Arya mengungkap perasaan, merasa Freya pun memiliki cinta yang sama.

Saat bangun, malam sudah larut. Freya sengaja tetap berbaring di tempat tidur, mengulang kejadian di rumah s
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 89. I'll Take The Demons Away

    "Mas," isak Freya terbata, serasa ingin ditubruknya Lucas yang ada di depan sana tapi Yuda menahan lengannya kuat-kuat. "Lepasin dia," kata Lucas berusaha tenang, tak ingin terprovokasi dengan ancaman Catur yang mungkin saja akan membahayakan Freya. "Emang lo mau apa?" tantang Yuda semakin mendekap Freya, mengancam Lucas. Lucas tak ingin gegabah. Sehelai saja rambut Freya patah, ia berjanji tidak akan membiarkan tiga preman rendahan itu hidup dengan nyaman. "Jadi kalian minjem nama Petrus Done buat nakut-nakutin orang?" ucap Lucas berkacak pinggang, setenang mungkin. "Kami bagian dari Bang Petrus!" sentak Catur mulai terdengar kesal. "Apa bener gitu? Kalo Petrus tau kalian make namanya buat neror pacar gue, gimana ya tanggapannya? Boleh gue hubungi dia dan tanya langsung?" Lucas balik mengancam. "Siapa lo? Apa mau lo?" sentak Catur sedikit panik. "Seharusnya gue yang tanya ke lo bertiga, mau lo apa?" tantang Lucas mulai mendekat. "Satu langkah lagi lo maju, jangan salahin gue

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 88. I Lay Down This Armor

    "Kangen banget kayaknya dia sama gue," gumam Lucas kembali pada moodnya. Ia sudah bisa tertawa. "Siapa? Freya?" tanya Nino dengan pandangan tetap fokus pada jalanan. "Ih, kepo!!" cerca Lucas tapi dengan tawa menghiasi wajahnya. Senang karena Freya menulis ingin bicara tentang perasaan, Lucas mencoba untuk balas menghubunginya. Tersambung, tapi tak segera diangkat. Sekali lagi Lucas mencoba dan terdengar lirih suara Freya di seberang. "M-Mas ..." sapa Freya terbata. "Mau ngomong apa Frey? Aku jemput ke rumah besok ya? Sorry aku baru pu─""Tolongin aku Mas," Freya memotong kalimat Lucas dengan suara tangis ketakutannya. Lucas tercekat. Bukan hanya suara Freya yang didengarnya, tapi juga tawa beberapa lelaki yang sangat dekat di telinga. Siapa mereka? Freya ada di mana?"Mereka bawa aku Mas, tolongin aku," isak Freya makin lirih. "Kamu di mana? Siapa yang ribut di belakang kamu? Apa yang terjadi Frey?" tanya Lucas mulai panik. "Petrus Done," suara Freya makin terbata, "aku ada sa

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 87. I Have Girl Friend

    Bukan karena radar Lucas sedang tidak aktif dan tak menyadari bahaya yang dihadapi gadisnya, tapi ia tengah terjebak dalam situasi yang sangat tidak enak. Wajah Lucas terlihat sangat tidak senang, dengan tuxedo hitam menawannya, ia duduk diam tanpa suara di kursinya. Di seberangnya ada Tuan Burhan Bhaskara dan Nyonya Sarah Bhaskara, kakek dan neneknya. Di sebelah kirinya, pasangan Tuan dan Nyonya pemilik Wijaya Group Ardian Wijaya dan Ranti Wijaya. Sementara di sebelah kanan Lucas, duduk dengan sangat anggun dan cantik, Nathalie Wijaya, putri tunggal dan pewaris satu-satunya Wijaya Group. Bisa terbayang situasi klise macam apa yang tengah dihadapi Lucas saat ini. Karena para konglomerat ini sibuk bekerja di siang hari, mereka sengaja menyewa sebuah privat klub hanya untuk bisa makan bersama di waktu yang sangat larut. Lucas tak pernah bisa menolak kemauan kakeknya, apalagi jika sudah menyangkut tentang perusahaan. Ia berhutang hidup pada kakek-neneknya itu karena telah membesarkannya

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 86. Kemalangan Lainnya

    Freya masih mendekap erat lututnya di sudut kamar, air matanya terus mengalir, tak bisa ditahan. Ia ketakutan, terpinggirkan, merasa tak memilki siapa pun dan itu terasa menyiksa batin dan jiwanya. Ia membutuhkan Lucas ada di sisinya, memeluknya, menenangkannya. Namun semua itu seperti hanya mimpi semata karena sampai polisi datang, Lucas masih belum membaca pesan dari Freya. Setelah memastikan bahwa yang datang dan mengetuk pintu rumahnya dengan lembut adalah rombongan polisi, Freya baru berani beranjak. Berjalannya tertatih, gontai. Kedua kakinya lunglai, seperti tak bertulang. Beruntung, dalam tim tanggap cepat yang dikirim, seorang polwan ikut serta. Freya langsung berlari menubruknya, menangis sesenggukan sambil memeluk. "Ada bekas jejak sepatu!" tunjuk Briptu Reza menunjuk lantai teras.Semua orang mengikuti arah tunjukan Briptu Reza dan mengangguk membenarkan. "Di pintu juga ada bekas dibuka paksa. Semacam dicongkel Ndan!" lapor Bripda Eka pada seniornya, Iptu Karin yang ten

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 85. Where's My Romeo?

    Seusai memberi obat pada Dena, Freya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Pikirannya kacau, raganya remuk redam. Ia langsung merebahkan dirinya di ranjang, terlelap hingga malam menjelang. Apalagi, ia harus menahan diri untuk menghindari pernyataan perasaan Arya padanya di rumah sakit tadi, Freya kehabisan energi. Ya, Arya mengungkap perasaan, merasa Freya pun memiliki cinta yang sama. Saat bangun, malam sudah larut. Freya sengaja tetap berbaring di tempat tidur, mengulang kejadian di rumah sakit tadi. Dalam hati, Freya tak lagi memiliki perasaan pada Arya. Wajah Lucas sudah mengambil alih pandangannya, hatinya tertuju pada lelaki itu, tak mau berubah haluan. "Gue ketiduran sampe segini malemnya sampe lupa kalo mau ke rumah Kulkas," lirih Freya mengambil ponselnya dan menekan nama Paus Beluga untuk menghubunginya. Sekali dua kali, Lucas masih tidak mengangkat teleponnya. Pesan yang Freya kirim pun tak dibaca meski sudah tertulis 'send' pada laporannya. Pikiran Freya pun menjadi ma

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 84. Cemburu Kekanak-Kanakan Tuan Muda

    Demi membantu Dena memenuhi tuntutan biaya operasi sang mama, terpaksa, Freya menggunakan kartu ATM yang pernah dipinjami Arya saat mereka bertemu di kampus tempo hari. Nanti jika sudah gajian, ia akan menggantinya. Toh, Arya juga tidak akan tahu uang itu ia gunakan untuk apa. Namun, sepertinya Freya sedang kurang beruntung. Ia tidak bisa melakukan transaksi tunai. Mau tidak mau, Freya harus kembali ke IGD dan mengajak Dena membayar langsung secara transfer. Freya lupa bahwa segala macam transaksi yang ia lakukan menggunakan ATM Arya pasti akan secara otomatis memberi laporannya via sms dan email ke pemiliknya. Hal itu sama sekali tidak terpikirkan oleh Freya yang diburu waktu dan ikut khawatir dengan kondisi ibunda Dena. Dan benar saja, Arya yang mendapat pemberitahuan adanya transaksi dana di rekeningnya segera menelepon Freya. "Iya A," sapa Freya ragu, ia yakin Arya sudah menerima laporan berkurangnya saldo ATM-nya. 'Ada tagihan masuk dari Queen Elizabeth, kamu di mana sekarang?

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status