Accueil / Romansa / Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku / Masih ragu dan tak bisa menolak.

Share

Masih ragu dan tak bisa menolak.

Auteur: iva dinata
last update Dernière mise à jour: 2025-12-25 10:41:20

"Arka sudah ada di tangan kita. Sekarang dia ada ditempat yang aman," beritahu Agus pada Dirga.

Baru tadi pagi dia mendapatkan laporan dari anak buahnya yang berhasil menyelamatkan Arka dari anak buah Tristan.

Pria yang sejak tadi sibuk dengan dokumen dan berkas-berkas kerjanya itu mendongak. "Apa sudah diintrograsi?" tanyanya.

"Sudah. Dia mengaku semua yang dilakukan atas perintah Tristan."

Dirga tersenyum sinis. "Jadi mereka saling menyalahkan?"

Agus berjalan mendekat, menarik kursi lalu duduk di hadapan Dirga. "Dia punya bukti rekaman suara Tristan," katanya meletakkan ponselnya di atas meja. "Ini rekaman yang baru saja dikirim Alex," tambahnya memutar rekaman suara yang baru dia dapatkan.

[Buat seperti tabrak lari. Setelahnya pergi ke pelabuhan. Disana orangku sudah menunggumu.]

[Baik, akan kulakukan sesuai perintahmu. Tapi kamu jangan lupakan janjimu!]

[Itu perlu kamu khawatirkan. Selama pekerjaanmu berhasil, perusahaan keluargamu aman.]

Suara dalam rekaman itu meman
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   penasaran.

    "Jadi selama ini Dirga berhubungan dengan wanita itu?" tanya Amelia setelah mengambil duduk sisi ranjang. Menatap Nara sendu dan ada sedikit kekecewaan di sorot matanya. Tak berniat bohong, Nara pun menjawab seperti yang dia tahu. "Kayaknya begitu," jawabnya tidak begitu yakin. "Apa karena itu kamu bersikap dingin sama Dirga, sampai meminta pisah ranjang?" Amelia menajamkan tatapannya. Mendadak rasa kesal memenuhi hatinya. Nara tak menjawab. Wanita yang duduk bersandar itu hanya menatap mamanya datar. Mendadak rasa kesal menjalar di dalam dadanya. Nara diam, itu artinya benar. "Sejak kapan mereka berhubungan?" Nara mengangakat pundaknya. "Entahlah Ma. Aku juga tidak tahu kapan pastinya," jawab Nara mendedah berat lalu meletakkan ponselnya yang sejak tadi dipegangnya ke atas meja samping ranjang. "Dirga bilang, sudah sejak dua minggu yang lalu wanita itu tinggal di kota ini." "Kenapa kamu diam saja? Harusnya kamu cerita sama Mama." Wajag Amelia sudah memerah karena mena

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Nirmala.

    "Pergilah," ujar Nara menatap Dirga datar. "Kenapa marah lagi?" tanya Dirga kembali duduk di sisi ranjang. Menatap lekat istrinya itu. "Apa sebenarnya kamu marah karena Nirmala?" "Kamu mau bilang, Maaf aku harus pergi, kan? Ya sudah pergilah. Mama akan mengantarku." Dirga menghela nafas. "Biar aku jelaskan. Nirmala itu temanku. Hanya teman. Kamu sudah mengenal sejak duduk di bangku SMA sampai kuliah. Aku mengenal orang tuanya. Nitmalay juga mengenal ayah dan bunda," jelasnya. Nara hanya diam. Menunggu kebohongan apalagi yang akan diucapkan Dirga. Raut wajahnya terlihat tenang, namun dibalik selimut tangannya mengepal erat. Baru sepuluh menit yang lalu sebuah nomor yang mengaku teman lamanya, mengiriminya sebuah foto kedekatan Dirga dengan Nirmala. "Dua minggu yang lalu, Nirmala baru pindah kerja di kota ini. Orang tuanya khawatir dan memintaku untuk sementara waktu menjaganya sampai dia terbiasa tinggal di sini. Jadi,..." Dirga menjeda kalimatnya. Meraih tangan Nar

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Pisah ranjang

    Dirga melebarkan matanya. Kaget juga tak percaya dengan apa yang Nara ucapkan. Emosinya sudah bergemuruh dalam dada, namun setengah mati ditahannya. Mau sekesal apapun Dirga pada Nara, tapi tak akan tega Dirga berkata kasar apalagi membentak Nara. Andai Nara bisa mengingat betapa berat perjuangan mereka untuk bisa menikah, pasti dia tidak akan begitu mudahnya mengucapkan kata 'Cerai'. "Astagfirulloh....." ucapnya mengusap wajahnya kasar. Lalu, menghela nafas panjang mencoba memupuk kembali rasa sabar yang sempat mengikis. "Kamu kenapa sih sayang?" tanyanya setelah bisa menguasai diri. Pria itu berlutut di depan Nara. "Kalau aku ada salah kamu bilang, jangan tiba-tiba bersikap dingin dan minta pisah ranjang." Sejak pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu, sikap Nara jadi berubah dingin. Tak hanya dingin. Wanita itu juga ketus dan sulit diajak bicara, tiba-tiba kesal dan marah-marah tanpa alasan. Awalnya Dirga berpikir mungkin sikap istrinya itu dipengaruhi karena emosinya

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Merasa tak pantas.

    "Kita pulang! Naik taksi saja," ujar Nara dengan tangan mengepal. Mendadak dadanya terasa panas mendengar kata 'mantan pacar'. "Eh, jangan! Bisa habis aku dimarahi suami kamu." Keyra berdiri di depan Nara sambil memegangi kursi roda Nara kuat-kuat. "Sabar dulu ya..., tunggu Dirga sebentar saja!" bujuknya sambil tersenyum semakin mungkin. "Gak usah tunggu dia! Kita pulanv sekarang," kekeh Nara. "Waduh... gawat nih, bisa-bisa aku gagal dapat bonus bulan ini," gumam Keyra yang semakin membuat Nara kesal. "Kamu lebih pilih uang dari pada aku?" Nara melotot tajam. "Tentu saja kamu. Tapi aku sudah terlanjur janji sama suami kamu, gimana dong?" Keyra memelas. "Biar aku panggil di sekarang." Keyra mengunci kursi roda Nara terlebih dulu sebelum berjalan ke area depan kafe. "Ga...," panggil Keyra berteriak melambaikan tangan pada Dirga yang berdiri di depan mobilnya. Dirga yang awalnya masih berbincang dengan Nirmala, gegas berlari mendekat. "Nara minta pulang," kata K

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Cemburu.

    Hari ini jadwal terapi Nara ke rumah sakit. Dan kali ini untuk pertama kalinya Dirga menemaninya. Selama satu jam Nara menjalani terapi untuk kakinya. Selama itu juga Dirga menemani. Ikut mendengarkan intruksi dokter. Dia juga mencatat di ponselnya, apa saja yang perlu dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh Nara. Setelah selesai terapi, Dirga berniat mengajak Nara untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju dan alat-alat rumah tangga untuk dibawa ke apartemennya. Namun tiba-tiba Agus menelpon, memberitahu salah satu klien penting meminta meeting dimajukan dari jadwal yang sudah disepakati.Awalnya Dirga hendak membawa Nara ikut meeting tapi istrinya itu menolak. Meminta menunggu di kafe dekat restoran tempat Dirga meeting. "Kalau gak mau ikut meeting. Aku telpon Keyra saja ya? Minta dia temani kamu?""Iya." Nara setuju. Setelah meminta persetujuan Nara, Dirga menelpon Keyra. Meminta gadis itu untuk Nara selagi dirinya meeting. "Kalau ada apa-apa langsung

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Malam pertama.

    Di dalam kamarnya, Nara duduk bersandar di atas tempat tidur. Wajahnya terlihat segar setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah seharian sibuk dengan acara akad nikahnya bersama Dirga. Wajahnya menunduk sambil sesekali tersenyum dengan mata fokus pada benda pintar ditangannya. Jemarinya lincah menari diatas lanyar ponsel, sibuk membalas komentar di group alumni sekolahnya. Meski tidak ada yang di undang tapi foto akad nikahnya sudah sampai di group alumni sekolahnya. Dan itubkarena Keyra memposting acara akad nikah Nara di media sosial miliknya. Dan entah bagaimana ceritanya foto itu dibagikan ulang di group alumni Sekolah. [Kapan resepsinya, Neng? Bertanya dengan nada selembut sutra.] [Jangan lupa undang aku ya, Eneng cantik.] [Masih dipikirkan,] balas Nara. [Pokoknya harus ada resepsi dan kita wajib diundang, titik.] [Kalau gak ngundang kita aku sumpahin punya banyak anak.] [Eh... Ngomongin anak, jadi keinget, kikuk...kikuk..] [Nanti malam Nara mau mala

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status