Share

penasaran.

Author: iva dinata
last update Last Updated: 2026-01-08 22:19:43

"Jadi selama ini Dirga berhubungan dengan wanita itu?" tanya Amelia setelah mengambil duduk sisi ranjang. Menatap Nara sendu dan ada sedikit kekecewaan di sorot matanya.

Tak berniat bohong, Nara pun menjawab seperti yang dia tahu. "Kayaknya begitu," jawabnya tidak begitu yakin.

"Apa karena itu kamu bersikap dingin sama Dirga, sampai meminta pisah ranjang?" Amelia menajamkan tatapannya. Mendadak rasa kesal memenuhi hatinya.

Nara tak menjawab. Wanita yang duduk bersandar itu hanya menatap mamanya datar.

Mendadak rasa kesal menjalar di dalam dadanya. Nara diam, itu artinya benar. "Sejak kapan mereka berhubungan?"

Nara mengangakat pundaknya. "Entahlah Ma. Aku juga tidak tahu kapan pastinya," jawab Nara mendedah berat lalu meletakkan ponselnya yang sejak tadi dipegangnya ke atas meja samping ranjang.

"Dirga bilang, sudah sejak dua minggu yang lalu wanita itu tinggal di kota ini."

"Kenapa kamu diam saja? Harusnya kamu cerita sama Mama." Wajag Amelia sudah memerah karena mena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Keputusan yang berat.

    "Saya akan membawa Nara berobat ke Singapur. Besok kami akan berangkat." "Apa?" Dirga terkejut. Menatap ibu mertunya itu dengan dahi yang berlipat-lipat. "Selama pengobatan saya akan menemaninya di sana. Jadi, kamu tidak perlu ikut." Tambah Amelia. Dirga sempat terdiam beberapa saat sampai sebuah kekehan kecil terdengar dari mulutnya. "Apa Mama tidak salah bicara?" tanyanya yang membuat Amelia mengerutkan dahinya. "Nara itu istri saya, kalau Mama lupa," ujar Dirga dengan ekspresi dingin. "Bagaimana bisa Mama memutuskan sesuatu tentangnya tanpa bicara dulu dengan saya?" Marah, jelas Dirga marah. Wajahnya memerah dengan tatapan dingin yang menusuk. Pria itu tidak bisa lagi menyembunyikan rasa kesalnya. Bagaimana bisa mama mertuanya itu mengambil keputusan seenaknya sendiri. Ya, Nara memang putri dari Amelia. Tapi kini Nara adalah istrinya Dirga. Jadi, semua hal yang berhubungan dengan Nara hasus sepengetahuan dan atas izin Dirga. Semakin lama sikap Amelia semakin tidak menun

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   penasaran.

    "Jadi selama ini Dirga berhubungan dengan wanita itu?" tanya Amelia setelah mengambil duduk sisi ranjang. Menatap Nara sendu dan ada sedikit kekecewaan di sorot matanya. Tak berniat bohong, Nara pun menjawab seperti yang dia tahu. "Kayaknya begitu," jawabnya tidak begitu yakin. "Apa karena itu kamu bersikap dingin sama Dirga, sampai meminta pisah ranjang?" Amelia menajamkan tatapannya. Mendadak rasa kesal memenuhi hatinya. Nara tak menjawab. Wanita yang duduk bersandar itu hanya menatap mamanya datar. Mendadak rasa kesal menjalar di dalam dadanya. Nara diam, itu artinya benar. "Sejak kapan mereka berhubungan?" Nara mengangakat pundaknya. "Entahlah Ma. Aku juga tidak tahu kapan pastinya," jawab Nara mendedah berat lalu meletakkan ponselnya yang sejak tadi dipegangnya ke atas meja samping ranjang. "Dirga bilang, sudah sejak dua minggu yang lalu wanita itu tinggal di kota ini." "Kenapa kamu diam saja? Harusnya kamu cerita sama Mama." Wajag Amelia sudah memerah karena mena

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Nirmala.

    "Pergilah," ujar Nara menatap Dirga datar. "Kenapa marah lagi?" tanya Dirga kembali duduk di sisi ranjang. Menatap lekat istrinya itu. "Apa sebenarnya kamu marah karena Nirmala?" "Kamu mau bilang, Maaf aku harus pergi, kan? Ya sudah pergilah. Mama akan mengantarku." Dirga menghela nafas. "Biar aku jelaskan. Nirmala itu temanku. Hanya teman. Kamu sudah mengenal sejak duduk di bangku SMA sampai kuliah. Aku mengenal orang tuanya. Nitmalay juga mengenal ayah dan bunda," jelasnya. Nara hanya diam. Menunggu kebohongan apalagi yang akan diucapkan Dirga. Raut wajahnya terlihat tenang, namun dibalik selimut tangannya mengepal erat. Baru sepuluh menit yang lalu sebuah nomor yang mengaku teman lamanya, mengiriminya sebuah foto kedekatan Dirga dengan Nirmala. "Dua minggu yang lalu, Nirmala baru pindah kerja di kota ini. Orang tuanya khawatir dan memintaku untuk sementara waktu menjaganya sampai dia terbiasa tinggal di sini. Jadi,..." Dirga menjeda kalimatnya. Meraih tangan Nar

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Pisah ranjang

    Dirga melebarkan matanya. Kaget juga tak percaya dengan apa yang Nara ucapkan. Emosinya sudah bergemuruh dalam dada, namun setengah mati ditahannya. Mau sekesal apapun Dirga pada Nara, tapi tak akan tega Dirga berkata kasar apalagi membentak Nara. Andai Nara bisa mengingat betapa berat perjuangan mereka untuk bisa menikah, pasti dia tidak akan begitu mudahnya mengucapkan kata 'Cerai'. "Astagfirulloh....." ucapnya mengusap wajahnya kasar. Lalu, menghela nafas panjang mencoba memupuk kembali rasa sabar yang sempat mengikis. "Kamu kenapa sih sayang?" tanyanya setelah bisa menguasai diri. Pria itu berlutut di depan Nara. "Kalau aku ada salah kamu bilang, jangan tiba-tiba bersikap dingin dan minta pisah ranjang." Sejak pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu, sikap Nara jadi berubah dingin. Tak hanya dingin. Wanita itu juga ketus dan sulit diajak bicara, tiba-tiba kesal dan marah-marah tanpa alasan. Awalnya Dirga berpikir mungkin sikap istrinya itu dipengaruhi karena emosinya

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Merasa tak pantas.

    "Kita pulang! Naik taksi saja," ujar Nara dengan tangan mengepal. Mendadak dadanya terasa panas mendengar kata 'mantan pacar'. "Eh, jangan! Bisa habis aku dimarahi suami kamu." Keyra berdiri di depan Nara sambil memegangi kursi roda Nara kuat-kuat. "Sabar dulu ya..., tunggu Dirga sebentar saja!" bujuknya sambil tersenyum semakin mungkin. "Gak usah tunggu dia! Kita pulanv sekarang," kekeh Nara. "Waduh... gawat nih, bisa-bisa aku gagal dapat bonus bulan ini," gumam Keyra yang semakin membuat Nara kesal. "Kamu lebih pilih uang dari pada aku?" Nara melotot tajam. "Tentu saja kamu. Tapi aku sudah terlanjur janji sama suami kamu, gimana dong?" Keyra memelas. "Biar aku panggil di sekarang." Keyra mengunci kursi roda Nara terlebih dulu sebelum berjalan ke area depan kafe. "Ga...," panggil Keyra berteriak melambaikan tangan pada Dirga yang berdiri di depan mobilnya. Dirga yang awalnya masih berbincang dengan Nirmala, gegas berlari mendekat. "Nara minta pulang," kata K

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Cemburu.

    Hari ini jadwal terapi Nara ke rumah sakit. Dan kali ini untuk pertama kalinya Dirga menemaninya. Selama satu jam Nara menjalani terapi untuk kakinya. Selama itu juga Dirga menemani. Ikut mendengarkan intruksi dokter. Dia juga mencatat di ponselnya, apa saja yang perlu dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh Nara. Setelah selesai terapi, Dirga berniat mengajak Nara untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju dan alat-alat rumah tangga untuk dibawa ke apartemennya. Namun tiba-tiba Agus menelpon, memberitahu salah satu klien penting meminta meeting dimajukan dari jadwal yang sudah disepakati.Awalnya Dirga hendak membawa Nara ikut meeting tapi istrinya itu menolak. Meminta menunggu di kafe dekat restoran tempat Dirga meeting. "Kalau gak mau ikut meeting. Aku telpon Keyra saja ya? Minta dia temani kamu?""Iya." Nara setuju. Setelah meminta persetujuan Nara, Dirga menelpon Keyra. Meminta gadis itu untuk Nara selagi dirinya meeting. "Kalau ada apa-apa langsung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status