แชร์

85. Teror

ผู้เขียน: Stary Dream
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-23 20:37:42

Brakk!!

Lila membanting satu kardus itu ke taman samping rumah. Dengan percikan korek api, kardus itu terbakar bersama dengan hal yang ada di dalamnya.

Wajah wanita itu memerah. Hampir sama dengan kobaran api yang terpantul di manik matanya. Tangan Lila mengepal dengan erat. Berani sekali orang tersebut meneror Lila, hah?

Sudah lebih dari satu bulan. Ada empat paket yang datang dan menerornya. Mulai dari bangkai, gaun tidur, foto-foto dan yang tera
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   86. Curiga

    Larissa meringankan langkah kakinya menuju sofa tidur Paskal dan Chiara. Dengan perlahan, ia mengambil Chia yang sedang tertidur tengkurap di atas Paskal. Larissa tersenyum saat bayi manis itu menggeliat. Chia seperti menemukan kenyamanan saat tertidur dalam dekapan Paskal. Dalam satu pegangan, Larissa berhasil menyentuh punggung putrinya. Namun saat wanita ini ingin menggendong Chiara, Larissa jadi terkesiap saat Paskal menahan tangannya. "Larissa!" Paskal terkejut. Tangan pria ini berada di atas tangan Larissa yang tengah memegang punggung putrinya. "Ma-maf.." Larissa lekas menarik tangannya. "Aku cuma ingin mengambil Chia. Dia sudah tertidur." "Oh.." Paskal ikut tersadar jika sudah tertidur bersama bayi ini. Ia pun menggendong Chiara lagi dan menyerahkannya pada Larissa. "Kamu ketiduran, sayang. Maaf mama terlalu lama." Larissa mencium pipi anaknya. "Bagaimana k

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   85. Teror

    Brakk!! Lila membanting satu kardus itu ke taman samping rumah. Dengan percikan korek api, kardus itu terbakar bersama dengan hal yang ada di dalamnya. Wajah wanita itu memerah. Hampir sama dengan kobaran api yang terpantul di manik matanya. Tangan Lila mengepal dengan erat. Berani sekali orang tersebut meneror Lila, hah? Sudah lebih dari satu bulan. Ada empat paket yang datang dan menerornya. Mulai dari bangkai, gaun tidur, foto-foto dan yang terakhir.. transkrip pembicaraan mesra Lila dengan seseorang. Sial! Siapa yang berani melakukan ini padanya? Sambil menekan nomor di ponselnya. Lila memaki lagi. Kali ini lebih keras. "Mau sampai kapan ini terjadi, huh?? Aku tidak mau dengar cerita kalian tak bisa mendapatkan pelakunya! Singkirkan orang-orang yang mengancamku!" Tut. Sambungan dimatikan secara sepihak. Giliran penjaga yang terkena kemarahan Lila. Wanita ini pe

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   84. Perhatian

    Pelan-pelan Larissa membuka matanya. Tangan kanan itu dibuat mengusap ke pembaringan. Aman. Artinya Larissa tengah tertidur di atas ranjang yang empuk. Tangan satu lagi ia angkat ke atas. Mengusap wajahnya yang lekat karena mengantuk. Namun seperkian detik Larissa membuka bulat matanya. Ternyata ada satu selang infus yang terikat di tangan kirinya. Sontak Larissa memandang itu dengan terkejut. "Nona sudah sadar?" Larissa menoleh ke samping saat mendengar suara wanita menyapa. "Saya dokter Andrea." Ucap dokter wanita berambut coklat ini tersenyum. "Tadi nona pingsan dan terjatuh di tangga. Tuan Paskal memanggil saya untuk mengobati nona." Larissa terdiam. Wanita ini mengingat. Rupanya kejadian jatuh tadi bukanlah mimpi semata. "Anda mengalami demam tinggi. Sebab itulah saya memberikan obat lewat cairan infus. Syukurlah sekarang demam nona sudah turun." Sambungnya. "Terima kasih, d

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   83. Sakit

    "Siapa yang mengirimkan ini? Bajingan itu sudah mati, kan?" Lila mengotak ngatik lagi pesan anonim yang dikirimkan padanya. Sebuah tautan link berisi video asusilanya nampak jelas disana. Bak bom waktu, video ini akan menjadi buah simalakama yang akan menghancurkan kehidupan Lila. Tapi pertanyaannya.. siapakah yang melakukan ini? Bram sudah mati bersama dengan abu rumahnya. Apa mungkin ada orang lain? Lila bergegas menghubungi orang suruhannya waktu lalu untuk menyelidiki teror yang menimpa dirinya. Wanita ini ingin memblokir akses tautan ke video agar rahasia ini tak tersibak. "Cari tahu orang yang menerorku. Dan lakukan semuanya sesuai dengan perintahku! Jangan sampai ada yang tahu mengenai hubunganku dengan Bram!" Klik. Nyonya Lila sudah memberikan perintahnya. Sekarang tinggal menunggu anak buah wanita ini membereskan semuanya. **** "Nona.." tegu

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   82. Ancaman Untuk Lila

    Bi Ira bahagia sekali karena pindah ke rumah ini. Walau tak sebesar kediaman Alvaro, tapi ia bersyukur karena harus menjaga nona yang paling disayanginya. Malam ini, dia menjaga Chiara bergantian dengan Larissa. Pagi menjelang, bi Ira memasak. Memandikan anak bayi itu dan membereskan rumah. Melalui Farhan, Paskal sudah menyiapkan pakaian dan perlengkapan untuk Chiara. Perabotan rumah juga sudah dipesan. Begitu juga dengan isi dapur. Intinya, Larissa hanya boleh duduk manis di rumah untuk mengurus putrinya. Lila sendiri terkejut. Pagi buta saat dia membuka mata ada suaminya yang tertidur di sisinya. Sontak saja, Lila langsung naik ke punggung Paskal. "Sayang! Kapan kamu pulang?" Lila bernada manja pada pria itu. Paskal melenguh. Dia ngantuk sekali. Lila pun ia dorong pelan agar terjatuh dari punggung. "Kamu ini!" Lila bersedak. "Aku capek, Lila." Sahut Paskal serak.

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   81. Pelayan Baru

    Lila tertawa terbahak-bahak saat mendapatkan kabar dari ini. Seperti titahnya, ia ingin Bram dilenyapkan. Malam tadi, rumah pria itu hangus terbakar. Ada satu orang yang tewas dalam insiden itu. Lila tersenyum. Semuanya berjalan dengan sempurna sesuai keinginannya. "Harusnya aku melakukan ini dari dulu. Supaya pria itu tidak terus memburuku!" Lila tergelak. Hubungan terlarang ini dimulai ketika Paskal menyuruh Bram mengantarkan makanan pada Lila ke apartement. Lila yang seksi dan menggoda tertarik akan Bram yang memiliki senyum cerah. Hubungan gila itu terjalin beberapa kali di belakang Paskal. Bahkan masih intens saat Lila tengah mengandung putranya. Hingga Lila melahirkan prematur karena ulah cinta satu malam, disana juga Lila menyadari bahwa Bram hanya memanfaatkannya. Terlebih Bram selalu mengancamnya untuk membocorkan hubungan mereka ke Paskal. Oh.. Lila tidak siap akan itu!

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status