Share

Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!
Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!
Author: Stary Dream

1. Paskal Alvaro

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-06-29 21:38:48

Sebuah mobil hitam melaju kencang menembus malam yang begitu sunyi. Seperti sedang mengejar sesuatu, mobil ini tak perduli akan empat persimpangan yang ada di depannya. Mobil itu terus melaju tanpa mengurangi kecepatan. Sampai akhirnya..

Brak!

Mobil hitam itu berguling-guling di jalanan raya yang sepi. Serpihan kaca berserakan memenuhi jalan. Seorang pengemudi terlihat tak sadarkan diri. Noda merah mengucur deras dari kepalanya.

Sepasang kaki setengah berlari menghampiri mobil tersebut. Membantu pengemudi yang sudah terperangkap untuk keluar dari sana.

Samar-samar pengemudi pria itu melihat orang yang telah menolongnya. Seorang wanita yang wajahnya tak jelas, berambut hitam kecoklatan dengan menggunakan jaket rajut rumahan.

Wanita tersebut menarik pria itu untuk keluar dari mobil. Memposisikannya dengan aman karena takut jika akan memperparah cederanya.

"Sebentar lagi ambulance akan datang.. bertahanlah.." pintanya lirih. Tergambar guratan cemas di wajah yang tak bisa pria ini lihat jelas.

"Aa..kuu...." dan semuanya menjadi gelap.

***

Plak!

Suatu tamparan mendarat di wajah Paskal.

"Anak kurang ajar! Apa begini hasil didikanku selama ini?" Sungguh tak percaya Demian dibuatnya. Anak perusahaan yang dibangunnya bersusah payah mengalami kebangkrutan akibat ulah anak semata wayangnya.

Paskal menyeka noda merah yang keluar dari bibirnya. Sial! Kenapa perih sekali.

"Perusahaan papa memang diambang kehancuran. Itu bukan sepenuhnya salahku."

"Masih mau membela diri!"

"Aku benar, pa!"

Tangan ini hendak melayang lagi jikalau tak ada Imelda yang menahannya.

"Sabar, pa.. apa dengan kamu terus memukulnya perusahaan itu akan bangkit kembali?" Imelda menggeleng. "Tidak, kan."

"Dia ini anak kurang ajar, ma! Aku mengirimnya ke Amerika untuk menyelesaikan program doktornya dan sekaligus menjalankan perusahaan. Tapi, apa yang dia lakukan? Kerjaannya hanya ke club malam dan menghamburkan uang!" Desis Demian kesal.

Imelda sebenarnya kesal. Tapi dia tak ingin menambah percikan api di kemarahan suaminya.

"Apa sudah kalian marah-marahnya? Aku mau keluar."

"Lihat, imel! Dia bahkan nggak merasa bersalah!"

"Minta maaf, Paskal!" Imelda menatap tajam putranya.

"Maaf." Paskal langsung keluar setelah mengucapkan kata maaf.

Demian lalu terduduk sembari mengelus dadanya. Jika Paskal terus bersikap seperti ini, Demian yakin akan cepat menghadap Sang Pencipta.

"Kita harus menghukumnya."

"Ya, dia memang harus dihukum." Imel sepakat.

"Ambilkan ponselku, aku harus menghubungi seseorang." Ucap Demian.

Bak angin lalu, Paskal tak menganggap tak ada yang terjadi setelah kemarahan ayahnya tadi.

Menggunakan mobil hitamnya, Paskal melaju menuju sebuah klub malam.

Ah, sudah 8 tahun tidak menginjakkan kaki di negara asalnya. Dia jadi rindu setiap sudut kota yang menjadi tempat kenangannya.

Sekitar 35 menit, Paskal tiba di sebuah club malam bernama Neptunus. Disana ia sudah ditunggu oleh teman lamanya.

"Sudah lama nggak ketemu!" Adit memberi pelukan.

"Apa kabarmu?"

"Baik. Ayo, ku kenalkan dengan temanku yang lain."

Adit lalu mengajak Paskal berkumpul dengan teman-temannya. Ada sekitar 5 orang disana.

"Teman kantormu?"

"Ya." Adit terkekeh.

"Hai!" Sapa wanita bernama Elya.

Paskal hanya membalas dengan mengangkat tangan.

Teman-teman Adit saling melirik. Pria yang baru datang ini begitu dingin. Terkesan kejam dari rahangnya yang tegas. Apalagi tatapan mata itu, begitu tajam menusuk.

Hari semakin larut, semua pengunjung membaur menjadi satu di lantai dansa. Kecuali Paskal yang hanya bisa melihat dari tempat duduknya saja.

"Mau berdansa denganku?" Tawar Elya.

Paskal melirik sampai senyuman Elya mengambang. Sinis sekali tatapan itu! Elya jadi tertekan.

"Boleh."

Paskal bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan. Elya menyambutnya dengan senang hati.

Keduanya kemudian bergabung bersama pengunjung lain menikmati alunan musik bersama.

Paskal menatap wanita ini. Cantik. Tapi standar. Tak istimewa. Tapi tubuhnya begitu menggoda. Tak tahan Paskal untuk tidak menyentuh punggung tegap yang begitu mulus itu.

"Bermalam bersamaku?"

Elya terkesiap. Pria yang disangka dingin dan kaku ini malah mengajaknya bermalam.

"Hanya sampai pagi." Bisik Elya yang berhasil menggoda iman Paskal.

Paskal tersenyum sembari menarik tangan gadis yang ada di hadapannya ini. Mereka lalu menuju sebuah kamar yang terletak di lantai tiga.

Berhubung suasana hati Paskal sedang kesal, ia butuh pelampiasan.

Pintu kamar terbuka. Paskal menutup dengan satu tendangan. Elya menyambut dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Paskal.

"Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Jadi, kamu temannya Adit?"

"Teman lamanya."

"Ku dengar kamu baru kembali dari Amerika. Apa itu benar?" Elya mengusap rahang tegas itu.

Paskal tak menjawab dan malah menarik tubuh Elya dalam dekapannya. Menyesap bibir mungil yang terus saja dari tadi bicara.

Keduanya terbakar hasrat. Elya tersenyum menggoda, ia menuntun Paskal menuju tempat tidur sembari melepas pakaian atasnya.

Begitu juga Paskal yang hanya memperhatikan. Sedari tadi, pria ini tak memiliki beragam ekspresi.

Paskal menjatuhkan dirinya di atas tubuh wanita yang baru saja dikenalnya. Tatapan memelas seakan haus kasih sayang, tubuh yang menggeliat terbakar oleh hasrah. Oh, tidak. Paskal harus menyelesaikan semuanya.

Bibir itu kembali bertautan dengan tangan yang sudah menjelajah kemana-mana. Apalagi Elya yang malah membisikkan nama Paskal di telinganya, membuat Paskal jadi tak sabar untuk mengarunginya.

Dertt.. dertt..

Tautan diputus begitu saja oleh Paskal. Pria ini mendengkus sembari meraih ponselnya.

"Ah, sial!" Umpatnya kesal.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   142. Setia Selamanya

    Paskal naik ke atas tempat tidur. Masuk ke dalam selimut dan mencium perut Larissa yang membukit. Larissa menggeliat. Matanya terbuka perlahan."Mas Paskal.." mata Larissa memerah."Masih malam. Tidurlah."Paskal menaruh satu tangannya ke bawah tubuh Larissa. Wanita yang masih terbaring di ranjang pesakitan ini dibawanya dalam pelukan.Dengan penuh kasih sayang, Paskal mengusap punggung istrinya dengan nyaman. Larissa menyenderkan kepalanya di atas dada bidang itu. Menjadikan tubuh Paskal sebagai sandaran tidurnya.Pagi ini, Larissa bangun dalam keadaan lebih segar. Tidur semalam nyenyak. Aroma parfum maskulin suaminya menjadi pengantar tidur yang menyejukkan.Paskal sendiri sudah lebih dulu terbangun. Dengan cekatan, ia menata makanan di atas meja dan menghidangkannya pada Larissa."Makan ini, sayang." Sebuah mangkuk berisi sup diberikan."Mana bi Ira?""Pulang sejak semalam.""Kamu pasti cape

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   141. Masalah Terakhir

    "Halo. Ya?"Erica merapatkan ponsel itu ke telinga dan mendengar perintah secara seksama. Senyum tersungging di bibir manisnya."Ah, baiklah. Di hotel biasa. Pukul 8 malam."Tut. Sambungan itu dimatikan. Erica bangkit dari duduknya dan menghadap cermin.Sekarang sudah pukul setengah tujuh malam, ia akan bersiap menuju hotel dimana ia memiliki pekerjaan sampingan.Rambut pendek itu ia sisir rapi dan diberikan spray. Wajah yang mulus diberikan riasan bold. Jangan lupakan lipstik yang berwarna merah maroon itu sungguh bergairah di bibirnya yang tebal.Gaun bertali sejari dengan punggung setengah terbuka ia pilih. Wanita ini memutar tubuhnya untuk memeriksa penampilannya."Kecantikanku memang tak pernah gagal." Gumam Erica percaya diri.Wanita ini mengambil tas tangannya dan keluar dari kamar. Dia harus bekerja malam ini bersama dengan teman-teman satu "profesi" nya. Ah, apa itu? Pasti ada alasan kenapa Erica bisa b

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   140. Dalang Masalah

    "Pak Teguh??" Sekretaris wanita ini nampak ketakutan saat melihat dua pria tampan yang gagah sedang menatapnya.Di belakang dua pria itu ada beberapa pria yang memakai baju serba hitam. Mereka berbaris seperti pengawal."Iya. Apa ada pak Teguh disini?" Tanya Farhan mengambil alih situasi."A-ada.. tapi anda berdua siapa?" Sekretaris ini jadi terbata-bata.Paskal tersenyum. "Malaikat maut."Tanpa menunggu persetujuan, Paskal yang tak sabar melewati wanita itu begitu saja. Ia lalu pergi ke ruangan yang menjadi ruang kerja Teguh."Saya tidak terima dikalahkan. Gara-gara Paskal Alvaro, saya tidak bisa menjadi politisi lagi!" Seru Teguh.Gara-gara skandal anaknya di masa lalu yang membuat namanya tercemar karena korupsi, Teguh jadi mundur dari pemilihan anggota dewan. Dan sialnya, Paskal Alvaro malah menang dalam pemilihan ini.Oh.. Teguh tak terima! Ia pun menyuap seorang jurnalis agar membuat berita palsu mengenai

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   139. Ketegasan Larissa

    "Saya sudah tidur bersama tuan Alvaro." Erica tersenyum tipis. Dengan anggun dan lembut ia mengambil beberpaa lembar foto yang ada di tas tangannya lalu memberikan pada Larissa.Larissa mengambil foto tersebut dan menatap nanar. Disana ada foto Paskal dan Erica yang tengah beradu kasih di tempat tidur. Terlihat Paskal yang tidak memakai pakaian tidur memeluk Erica dengan erat."Anda pasti tahu mengenai gosip yang beredar, kan? Benar sekali, nyonya. Saya dan tuan memang memiliki hubungan sejak lama. Yaitu ketika kalian belum rujuk kembali."Bi Ira yang mendengar itu jadi meradang. Ia lalu menghardik Erica."Itu semua pasti tidak benar, nyonya! Wanita ini mengada-ngada!" Bi Ira jijik sekali melihat Erica.Sementara, Erica tak perduli dengan ucapan wanita paruh baya itu. Hanya pelayan, ia tak berniat meladeninya.Larissa memperhatikan foto-foto itu dengan seksama. Setelah itu, ia mengusap perutnya."Lalu anda mau

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   138. Disuap

    Pagi ini, Paskal izin bekerja. Larissa kembali dijaga oleh bi Ira. Keduanya bersikap biasa seprti tak ada masalah. Paskal tak menyinggung berita negatif yang mengenai dirinya. Pun begitu Larissa yang mengantungi kesetiaan suaminya. Ya, anggaplah begitu. Dokter wanita datang lagi untuk memeriksa keadaan Larissa. Kali ini nyonya Alvaro dipindahkan ke ruang pemeriksaan untuk dilakukan pemeriksaan denyut jantung janin. Semuanya normal dalam keadaan baik. Namun yang tak baik adalah denyut jantung Larissa. "Tekanan darah anda sedikit naik, nyonya." Ucap dokter tersebut. "Apa anda tidur nyenyak semalam?" Larissa mengangguk. "Ya. Saya tidur dengan nyenyak.." "Oke. Kalau begitu kita lihat dulu tekanan darahnya sampai besok. Jika masih tinggi kita bisa pertimbangkan alternatif lain." Sambung dokter wanita ini lagi. Selesai diperiksa, Larissa dibawa lagi pulang ke kamar dengan bantuan kursi roda. Daritadi

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   137. Membersihkan Nama

    "Ini tidak benar." Paskal memberikan lagi ponsel itu pada pemiliknya.Berita disana mengabarkan jika Paskal telah berselingkuh dengan seorang model bernama Erica. Terlihat dari cuplikan foto ketika mereka berpelukan.Narasi negatif makin tergiring karena track record Paskal yang gelap. Yaitu pernah mendua saat di pernikahannya yang pertama dengan orang yang sama."Mereka sepertinya ingin menjebak tuan." Balas Farhan."Atau mungkin wanita itu. Harusnya aku tahu kalau dia memang wanita penghibur." Paskal lalu meminta tolong pada pengacaranya."Bersihkan semua berita negatif itu. Cari media yang menerbitkannya. Temukan dalang dari semua ini. Jangan sampai Larissa mendengarkan berita ini."Farhan mengangguk. "Akan saya lakukan."Farhan bergegas menelusuri asal muasal berita ini tercipta. Paskal yang merasa semuanya beres lantas pulang ke rumah.Di tengah perjalanan, Paskal dihubungi oleh Triwan. Anggota dewan ini me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status