Share

18. Reunian

Penulis: Zafar_Zahra
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-21 19:47:17

"Sorry guys, kita telat ya? Tadi macet soalnya."

Begitu mobil Triani sudah terparkir rapi di area parkir dan mereka berdua sudah masuk kedalam cafe. Ternyata temen-temen yang lain sudah datang terlebih dahulu.

"Gapapa kok lagian masih ada yang belum datang," sahut Fariza sambil menyeruput minuman miliknya.

Setelah berjabat tangan layaknya seorang teman, Triani dan Zahra duduk di kursi dan bergabung bersama mereka. Candaan ringan terdengar di malam hari, sehingga membuat suasananya terasa meng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Tanpa Isyarat    Bab 53

    “Ayah, ibu, kakek, nenek, om, tante, abang!!!” Pekik Zahra girang sambil berloncatan menghampiri mereka semua yang sedang berkumpul bersama di ruang keluarga.Sontak semua orang pun menoleh ke arahnya. “Ada apa sih nak?” tanya Fatim sedikit ngeri melihat tingkah sang anak yang berloncatan kesana kemari. Apalagi dengan posisi membawa laptop.Zahra belum menjawab pertanyaan itu. Ia menghampiri mereka dan duduk di samping sang ibu. Dengan senyuman manisnya, ia menunjukkan laptop ke arah mereka semua. “Aku keterima di PTN impianku!” lanjut Zahra saat reaksi mereka hanya diam saja.Hening!“Serius, Ra?” tanya Raiyan yang otaknya mulai konek setelah beberapa detik mencerna informasi dari Zahra.Zahra mengangguk sambil tersenyum manis. “Serius, bang!”Suasana yang tadinya hening, kini seketika penuh dengan tepuk tangan yang begitu meriah.“Selamat ya sayang. Nenek berdoa semog

  • Cinta Tanpa Isyarat    Bab 52

    “Ya malu lah. Abang kan cowok. Nanti kalau orang-orang tau abang suka baca novel gimana? Mau ditaruh di mana muka abang yan gagah ini,” ujar Raiyan dengan tampang polosnya.Lgi dan lagi tawa Zahra pecah juga. “Emangnya ada aturan kalau cowok nggak boleh baca novel?” tanya Zahra yang wajahnya sudah berubah menjadi serius.Raiyan menggelengkan kepalanya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Ya enggak sih...”“Terus ngapain abang malu?”“Nggak tau juga.”Zahra menghela napas dalam-dalam sebelum ia kembali berucap. “Dengerin aku bang. Membaca novel, menulis novel itu nggak yang ngatur kalau penulisnya atau pembacanya harus cewek, itu nggak ada bang. Semua orang punya hak buat membaca novel ataupun menulis novel. Tapi emang kebanyakan penulis dan pembaca itu cewek, tapi nggak sedikit juga yang cowok. Penulis cowok? Banyak. Pembaca cowok? Juga banyak. Asalkan bacaan dan tulisan kita

  • Cinta Tanpa Isyarat    Bab 51

    “Ngapain ngelamun, hm? Bukannya kamu happy karena udah terbebas dari Nandra? Kok ini malah sedih?” tanya Raiyan sambil duduk di samping gadis itu yang sedang menundukkan kepalanya.“Di usiaku yang masih muda ini, aku sudah menyandang status janda, bang. Aku nggak nyangka akan jadi janda muda. Padahal dulu aku mau nikah di usia yang sudah cukup matang dan hanya sekali dalam seumur hidup bersama orang yang aku cintai. Tapi sekarang...” Karena tak kuat melanjutkan ucapannya, akhirnya ia hanya diam sambil menunduk.Tak tega. Raiyan membawa tubuh Zahra ke dalam dekapannya. “Lupakan saja jika kamu sudah pernah menikah. Anggap saja pernikahan dulu nggak pernah terjadi. Pernikahan kamu itu hanya kesalahpahaman saja. Jadi jangan dipikirin terus.” Raiyan berusaha untuk menenangkan Zahra.Sambil mengusap punggung Zahra, ia berkata lagi, “Dan untuk masalah ststus. Jangan diambil pusing. Kamu masih gadis, Ra. Sama seperti gadis di lu

  • Cinta Tanpa Isyarat    Bab 50

    “Sekarang kamu istirahat dulu. Jangan banyak pikiran. Abang tau kalau selama ini kamu kurang istirahat kan?” ujar Raiyan dengan lembut kepada Zahra.Zahra tak menjawab. Pandangannya kosong. Seakan dunianya berhenti. Ia tak semangat untuk hidup. “Apa aku mati aja? Kebahagiaan nggak berpihak kepadaku,” gumamnya yang mengancu tak jelas.“Hei. Abang nggak suka ya kalau kamu ngomong gitu!” tegur Raiyan sambil duduk di sampingnya Zahra.Zahra melirik sekilas ke arah Raiyan. Kemudian netra matanya kembali menatap depan. “Buat apa Tuhan ciptain aku kalau ujung-ujungnya menderita. Lebih baik aku nggak usah dilahirin kalau selama di dunia banyak banget masalah,” gumamnya yang sudah ngelantur entah kemana.Karena tak ingin Zahra berbicara yang buruk-buruk, Raiyan memutuskan untuk membawa tubuh Zahra ke dalam dekapnnnya. “Kalau nggak ada kamu, abang juga nggak ada dong.”“Kenapa?” ta

  • Cinta Tanpa Isyarat    Bab 49

    Sementara Raiyan, pemuda itu mendekati Zahra dan duduk di samping gadis itu. Mengusap lembut telapak tangan yang terasa dingin itu. “Zahra, ayo pulang,” ajak Raiyan, nada bicaranya lembut.Zahra tak menjawab. Pandangannya kosong. Kata-kata Nandra dan Triani masih teriang-iang dibenaknya. “Gue harus temui Fathan! Gue harus jelasin semuanya ke dia!”“Buat apa, Ra? Buat apa kamu jelasin ke cowok itu? Percuma. Dia mungkin nggak percaya sama kamu. Jadi lebih baik kita pulang aja, ya? Ayo abang antar,” kata Raiyan yang melarang Zahra untuk bertemu dengan Fathan.Zahra menatap Raiyan sambil menggeleng. “Kalau abang mau pulang silahkan. Aku tetap mau temui mereka dulu!” katanya yang sudah beranjak dari tempat duduknya. Siap untuk pergi menemui mereka.Raiyan menghela napas. Lalu ia ikut berdiri sambil berkata, “Yaudah. Abang antar ya?” tanyanya yang hanya mndapatkan anggukan kepala dari Zahra......“Eh, ada mantan sahabat. Tumben kalian datang ke sini?” tanya Triani sambil berbasa-basi.“Ngg

  • Cinta Tanpa Isyarat    Bab 48

    Zahra yang semula diam menyimak, kini gadis itu bergerak maju dan tanpa aba-aba tangan mungilnya mendarat tepat di pipi kanan Nandra. “Jawab! Apa benar kata ayah kalau kamu yang merencanakan ini semua?” ujarnya dengan bara api yang sudah mulai menyala.“Iya. Ini semua rencana gue. Dari awal gue pengin buat Zahra hancur dan manfaatin dia saja. Dari awal gue dekati Zahra bukan karena cinta. Dan ternyata, kalian bodoh! Rencanaku berhasil buat Zahra menderita!” ujarnya diselingi dengan senyuman sinisnya.“Lo-“ saat Zahra hendak menampar Nandra kembali, tiba-tiba lelaki itu berbalik dan menatap Zahra tajam.“Kenapa? Lo mau tampar gue? Dasar gadis bodoh! Gue kira lo gadis pandai yang bisa selesaiin masalah tanpa harus menikah sama gue. Nyatanya lo gadis paling bodoh, Zahra!” ejek Nandra. Mendengar ejekan dari Nandra, membuat Zahra terdiam.BRUK!“Sekali lagi kamu hina-hina putri saya. Jangan harap kamu bisa hidup tenang!” amuk Faisal yang langsung meninju perut Nandra setelah lelaki itu men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status