Short
Malam Tahun Baru yang Liar di Kapal Pesiar

Malam Tahun Baru yang Liar di Kapal Pesiar

Oleh:  Star HarvestTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Bab
4Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Kak, aku cuma mau gesek-gesek saja, kok, nggak akan masuk. Sini, aku bantu lepaskan pakaian dalammu dulu." Di momen Tahun Baru, suamiku yang seorang pelaut, menyiapkan perjalanan mewah dengan kapal pesiar pesisir untuk kami. Namun, gairahku yang meledak-ledak setiap saat justru membuat suamiku ketakutan dan tidak berani kembali ke kamar. Di tengah rasa kesepian dan dahaga yang membuncah, adik dari rekan kerja suamiku, seorang pemuda bertubuh kekar, mengambil kesempatan. Dia memaksa ingin memeluk dan menenangkanku, berjanji hanya akan bergesekan saja. Namun, lama-kelamaan ....

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Sayang, tenagamu sudah pulih? Bagus deh! Aku masih mau sekali lagi ...."

Melihat pintu yang tak terkunci didorong terbuka, kupikir suamiku yang tadi ketakutan karena ulahku akhirnya kembali untuk meniduriku lagi.

Aku segera turun dari tempat tidur, wajahku merona merah karena gairah yang sudah tak tertahankan, lalu aku berhambur ke arahnya.

Melihat sosok suami yang berdiri diam membisu di balik kegelapan pintu, aku memejamkan mata, dan memeluknya erat untuk memancing gairahnya.

"Sayang, kamu harus mengerti aku. Kamu itu pelaut, jarang-jarang bisa pulang liburan Tahun Baru bersamaku. Aku memang suka melakukan itu, jadi wajar saja kalau aku minta lebih sering. Jangan takut, kalau nanti kamu merasa nggak sanggup lagi, kamu bisa minum obat ...."

Wajahku terasa panas. Aku sadar kata-kataku ini sangat tidak tahu malu, tetapi saat ini, seluruh tubuhku terasa membara dan gatal yang luar biasa. Aku tidak peduli lagi pada harga diri.

Selama Riko melaut, entah sudah berapa banyak malam kulewati dalam kesepian. Sekarang dia sudah kembali, tentu saja aku ingin dia memuaskanku sepuas mungkin.

Sebenarnya Riko juga ingin menemaniku. Dia memanfaatkan liburannya untuk membawaku bersantai di atas kapal pesiar romantis khusus edisi Tahun Baru ini.

Namun, setelah aku "minta" beberapa kali, dia malah ketakutan. Tadi dia bahkan buru-buru berpakaian dan pergi keluar. Untunglah dia cepat kembali.

Mendengar ucapanku, suamiku tidak menjawab. Namun, tangannya mulai bergerak. Seperti seorang perjaka yang amatir, tangan besarnya gemetar saat mulai meraba dan menjelajahi tubuhku.

Sentuhan yang terasa kikuk tapi seolah sedang mencari rahasia di balik lekuk tubuhku itu, membuat kulit kepalaku kesemutan sekaligus sangat bergairah.

Rasa gatal di sekujur tubuh menyerang lagi. Aku memutar tubuhku. Aku tahu suamiku suka meraba bagian belakangku. Jadi aku dengan liar menyodorkan bokongku ke arahnya untuk menyambut sentuhannya, bahkan hingga mendesah kenikmatan.

Desahan itu memicu gairahnya. Riko memelukku dengan kuat.

Saat itulah aku menyadari ada yang tidak beres. Setelah tubuh kami menempel rapat, aku tahu persis kelamin Riko. Biarpun dia sedang bersemangat, kelaminnya tetap saja seperti "tombak perak berujung lilin", kecil dan lemah.

Sedangkan pria ini ... sangat berbeda. Tubuhnya begitu perkasa, hingga membuatku gemetar hebat.

"Ckck Kak, bagian belakangmu berisi sekali. Rasanya nyaman sekali dipegang. Kamu sengaja menggoyangkannya supaya bergesekan denganku, ya? Kak, kamu lagi kepengin banget, ‘kan?"

Pria di belakangku ini tidak hanya gagah, tapi suaranya jauh lebih muda daripada Riko.

Mendengar suaranya, raut wajahku berubah drastis. Dia bukan suamiku! Dia adalah tetangga kamar sebelah, seorang mahasiswa bernama Toni yang baru beberapa kali kutemui.

Aku dan Riko terus mengurung diri di kamar pesiar dan jarang keluar.

Aku mengenal Toni karena tiket kapal pesiar yang didapat Riko adalah tiket tunjangan perusahaan yang letak kamarnya berurutan.

Toni adalah adik dari rekan kerja Riko, yang juga ikut dalam perjalanan romantis Tahun Baru ini.

"Toni ... cepat lepaskan aku. Kupikir Riko sudah kembali. Aku nggak tahu kalau itu kamu, kalau tahu, aku nggak akan begini."

Setelah menyadari itu adalah Toni, wajahku memerah padam. Aku merasa sangat malu dan berusaha melepaskan diri.

Namun, kedua tangan Toni memelukku terlalu erat. Dia bahkan meremas bagian sensitif di belakangku dengan kuat.

Kulit kepalaku terasa kesemutan, tubuhku lemas tak bertenaga, nyaris tak sanggup berdiri.

Toni memelukku semakin erat.

Karena tubuh perkasa Toni menempel begitu rapat, wajahku semakin memerah dan suhu tubuhku semakin panas.

"Kak, aku tahu kamu salah orang. Tapi memangnya kenapa? Aku lihat sendiri Kak Riko pergi tadi. Lihat betapa panasnya tubuhmu, kamu pasti kesepian sekali. Karena Kak Riko nggak ada, lebih baik biar aku saja yang membantumu."

Toni tidak melepaskanku. Sambil memelukku, dia menyandarkan dagunya di bahuku.

Pipinya menempel di pipiku. Wajahku terasa terbakar, dan sentuhannya membuatku merasa seolah akan meledak!

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status