Masuk"Kak, aku cuma mau gesek-gesek saja, kok, nggak akan masuk. Sini, aku bantu lepaskan pakaian dalammu dulu." Di momen Tahun Baru, suamiku yang seorang pelaut, menyiapkan perjalanan mewah dengan kapal pesiar pesisir untuk kami. Namun, gairahku yang meledak-ledak setiap saat justru membuat suamiku ketakutan dan tidak berani kembali ke kamar. Di tengah rasa kesepian dan dahaga yang membuncah, adik dari rekan kerja suamiku, seorang pemuda bertubuh kekar, mengambil kesempatan. Dia memaksa ingin memeluk dan menenangkanku, berjanji hanya akan bergesekan saja. Namun, lama-kelamaan ....
Lihat lebih banyakMelihat pemandangan itu, mata Riko memerah. Dia berteriak histeris ingin melawan, tetapi salah satu dari mereka segera menyumpal mulutnya dengan kain. Riko menatapku dengan sorot mata yang penuh keputusasaan.Saat itulah aku menyadari sesuatu. Video yang ditunjukkan Toni tadi terasa ganjil. Wajah Riko di video itu tampak sangat merah merona. Jangan-jangan, itu adalah igauan Riko saat dia sedang mabuk berat?Belum sempat aku berpikir lebih jauh, Toni sudah menempel rapat di belakangku. Ini adalah kejahatan! Ini adalah tindak kriminal!...Dua jam kemudian, pria-pria itu tampak puas. Mereka duduk di sudut ruangan sambil merokok dan bermain kartu. Ruangan menjadi pengap oleh asap rokok. Aku gemetar hebat di atas tempat tidur, menatap mereka dengan gigi gemeletuk, ingin melakukan sesuatu untuk membalas dendam.Namun, Riko memberi isyarat padaku dengan menggelengkan kepalanya dengan cemas. Dia tidak ingin aku melakukan hal bodoh yang membahayakan nyawaku. Aku menggigit bibir, setetes
"Ckck, nggak salah lagi, istri Riko memang sangat putih. Tubuh berlekuk ini benar-benar menggoda. Toni, bagaimana rasanya tadi? Enak, nggak?" "Sekarang giliran kami. Cantik, suamimu itu memang bukan manusia. Dia berutang banyak pada kami di meja judi, jadi sekarang saatnya kami menagih bunganya.""Kudengar kamu ini sangat liar dan gairahmu nggak pernah terpuaskan. Hari ini ada kami di sini, dijamin kamu akan merasa 'kenyang' sekenyang-kenyangnya!"Sambil melontarkan kata-kata kotor itu, tangan-tangan mereka mulai menjamahku. Tangan-tangan besar yang panas itu kini hinggap di sekujur tubuhku. Aku berada dalam kondisi nyaris tanpa busana, menghadapi tatapan liar pria-pria yang haus seperti serigala."Kalian, apa yang kalian lakukan? Cepat pergi, atau aku akan lapor polisi! Aku akan lapor polisi!" teriakku histeris, berusaha melepaskan diri dan menakut-nakuti mereka."Haha, lapor polisi? Lebih baik simpan tenagamu. Tadi kamu melakukannya dengan Toni atas dasar suka sama suka, ‘kan? Lag
Aku sempat mengira Toni akan segera meledak dalam nafsu, menghempaskanku ke tempat tidur, dan merobek pakaianku untuk menyatukan tubuh lembutku dengan tubuhnya yang keras. Namun, di luar dugaan, dia justru mulai menjelaskan sesuatu.Saat aku masih dalam kebingungan, Toni menunjukkan layar ponselnya tepat di depan mataku. Di sana terlihat rekaman video sebuah ruangan tempat orang-orang sedang bermain kartu. Di dalam video itu, suamiku tampak baru saja kalah, wajahnya penuh kegundahan.Dia membanting kartu di tangannya ke lantai dengan kasar."Sudah! Aku nggak mau main lagi!""Enak saja mau pergi! Mana ada urusan semudah itu? Paling nggak, bayar dulu uang saat kamu kalah itu!" sahut orang-orang dalam video yang mulai mengeroyok suamiku dengan teriakan. Sepertinya, suamiku berutang lagi.Mengingat suamiku yang berkali-kali kembali ke kamar, bahkan sampai membangunkanku demi meminta transfer uang jutaan, jantungku seakan meledak. Toni menggelengkan kepalanya pelan."Kak, semua ini kare
Riko pergi dengan terburu-buru. Pintu tertutup dengan suara dentuman keras.Tepat saat aku merasa tidak akan bisa lolos kali ini dan akan semakin terperosok ke dalam lembah dosa, Toni keluar dari lemari. Namun, dia tidak langsung menerjangku. Dia malah mengerutkan kening sambil menggertakkan gigi."Kak, perutku tiba-tiba sakit sekali. Aku ke kamar mandi sebentar, tunggu aku di sini dan jangan coba-coba pergi. Kak, aku sudah menargetkanmu, aku harus benar-benar masuk! Hehe."Dia terkekeh, meski keningnya makin berkerut menahan sakit. Melihatnya masuk ke kamar mandi, aku tahu ini adalah kesempatan emas untuk kabur dari Toni. Aku segera melompat dari tempat tidur, menanggalkan gaun tidurku, berganti pakaian biasa, dan langsung melesat keluar.Ini kesempatan langka. Setelah logikaku kembali, aku sadar tidak boleh melakukan hal yang mengkhianati suamiku.Setelah menutup pintu kamar, aku baru bisa bernapas lega. Aku berjalan menyusuri koridor kapal pesiar itu selangkah demi selangkah.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.