Share

Bab 101 - Kode-Kode

Penulis: EYN
last update Tanggal publikasi: 2026-01-31 07:48:24
Meilissa tidak berhenti melihat cincin yang melingkar di jarinya. Cincin yang kecil itu seakan membawa beban tanggung jawab tersendiri di bahunya yang kecil.

Saat ini, Meilissa dihadapkan dengan sebuah fakta bahwa dia adalah istri seorang Lionel Sinclair yang punya status sosial jauh diatasnya. Selain itu, ada perbedaan usia yang mencolok diantara mereka.

Berbeda dengan Meilissa, Lionel terlihat jauh lebih santai. Senyum terus tersungging di wajah tampannya. Hatinya pun terasa ringan.

Impian unt
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 237

    "... Membunuh Ethan?"Ya Tuhan...Liora tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Kata-kata itu seperti suara lebah yang berdengu—tajam, tidak mau lepas..Menghalalkan segala cara demi harta? Setega itulah seorang Helena?Baru sekarang Liora mengerti mengapa Elara hampir tidak pernah menyebut nama ibunya dalam percakapan mereka.Bukan sekadar tidak akur atau beda prinsip, melainkan ada sesuatu yang jauh lebih kelam—dan kini kegelapan itu terkuak secara bertahap, tepat di depan telinga Liora yang tidak mempersiapkan diri untuk mendengarnya."Tapi, siapa yang bodoh di sini? Ethan marah karena kamu ketahuan hamil dan punya anak di luar nikah!" Helena berteriak, suaranya tinggi seperti orang histeris.Liora bisa merasakan bahwa emosi Helena sudah meledak sepenuhnya.Andai kamu menurut padaku sejak awal! Ethan tidak akan pernah tahu kamu punya anak! Tapi kamu—""Mama!""—kamu ceroboh! Kamu sendiri yang merusak rencanaku demi gadis ingusan itu. Dan sekarang kamu malah berani menya

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 236

    "Mamamu sedang kesulitan. Apa hatimu tidak tergerak untuk membantu?" Helena terus mendesak Liora.Tidak langsung menjawab, Liora menarik napas pelan dan menghembuskannya. Sebisa mungkin menjaga mimik wajahnya supaya tetap tenang meski perasaan tidak nyaman mulai merayapinya.l"Ingin sih...," jawab Liora akhirnya. Kalimat itu sengaja dibiarkan menggantung. Nalurinya mengatakan kalau dia harus segera kabur dari tempat ini.Belum sempat Liora menyusun kalimat berikutnya, tangan Helena sudah terulur ke arahnya. Lebih tepatnya, tangan itu tertuju pada tas selempang yang menggantung di bahu Liora."Kalau ingin membantu, cepat berikan padaku kartumu!" pinta Helena tanpa sungkan.'Tidak sopan sekali!' umpat Liora dalam hati."Maaf, Oma. Bukan begitu caranya." Liora menepis tangan itu sebelum sempat menyentuh tasnya. Gerakannya halus, tapi tegas.Jarak Helena dan dirinya tidak sampai satu meter, terasa seperti ancaman."Aku tunggu Mama diluar saja," putus Liora cepat.Liora berbalik badan dan

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 235

    Liora menelan ludah, dan matanya tidak bisa lepas dari meja dengan tabung-tabung di atasnya.Ruangan itu lumayan besar, dan dia baru menyadari kalau beberapa aroma bercampur menjadi satu Manis, tajam, hangat, dan sedikit pahit.Di atas meja kayu panjang, berjejer puluhan botol kaca, tabung reaksi, pipet, serta kertas-kertas kecil dengan coretan yang tidak bisa dia lihat dengan jelas dari posisi berdirinya."Mmm..., maaf, Oma. Aku cuma penasaran untuk apa benda-benda itu?" Liora memberanikan diri bertanya sambil menunjuk ke arah meja tadi.Helena beranjak dari posisinya dan melangkah dengan gerakan anggun yang dibuat-buat.Sepersekian detik tatapan matanya berubah, bersamaan dengan senyumnya yang merekah.Sayangnya, senyum itu bukan senyum hangat. Melainkan senyum yang membuat tengkuk Liora meremang."Kenapa? Kamu heran?" Helena bertanya pelan.Lalu, tanpa aba-aba, ekspresinya berubah tajam. "Itu semua gara-gara kamu!" ketusnya.Liora terdiam. Ekspresinya tampak berpikir keras."Aku?"

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 234 - Kejutan Ulang Tahun

    "Mau apa kesini?" tanya Helena.Liora menelan ludah. Ada sesuatu dalam cara wanita itu berdiri di ambang pintu yang terasa seperti tembok es. Dingin, kokoh, dan tidak ramah.Sepasang mata Helena menatapnya dengan tajam, seakan sedang menilai setiap inci dalam diri Liora. Dari ujung kepala hingga ujung kaki."Ehm, Oma... Helena?" Liora berusaha menyapa sesopan mungkin, suaranya sedikit bergetar saat menyebut nama Neneknya.Sepasang mata Liora tanpa sadar bergerak ke celah pintu di belakang Helena, mencari-cari sosok yang lebih familiar."Aku ingin bertemu dengan Mama. Apa Mama ada di dalam?" tanya Liora kemudian."Elara sedang tidak ada di rumah," jawab Helena singkat."Oo...." Liora mengerucutkan bibirnya sambil berpikir ulang tentang kejutan ulang tahun hari ini.Keheningan yang menyusul terasa begitu tidak nyaman. Liora berdiri mematung di depan pintu, tidak tahu apakah sebaiknya dia pamit pulang atau bertahan.Ini adalah pertemuan pertama Helena dan Liora. Selama ini, Liora hanya pe

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 233 - Hati-Hati, Nona!

    Keesokan paginya, Meilissa sudah berdandan cantik. Dia turun dari lantai dua lengkap dengan setelan kerjanya.Rencananya, Pak Sopir akan mengantar Meilissa lebih dulu kemudian baru mengantar Liora ke apartment Elara.Berhubung Liora akan menghabiskan waktu dengan Elara, maka Meilissa berencana menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja di klinik dan bersama Lionel setelah jam kerja usai."Kamu sudah siap?" sapa Meilissa. Dia memperhatikan penampilan Liora yang sudah cantik.Liora memutar tubuhnya, kain dressnya mengembang. "Sudah dong. Yuk!" ajaknya.Mereka berjalan keluar rumah, langsung ke mobil yang sudah stand by di dekat teras. Di belakang mereka, Bibi Emma mengikuti sambil menjinjing kotak berisi kue buatan Liora."Non Mei," panggil Bibi Emma terlihat gelisah, "Nanti Non Mei turun di klinik lebih dulu dari Non Liora ya?""Iya. Kenapa, Bi?" tanya Meilissa heran. Mobil mereka akan melewati klinik Sinclair barulah apartment yang dituju oleh Liora.Alih-alih menjawab, Bibi Emma me

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 232 - Suka Sama Om-Om

    Air jacuzzi beriak pelan, memantulkan cahaya hangat dari lampu di langit-langit ruang gym yang sepi.Sisa-sisa aroma manis kue tart masih samar tercium dari rambut mereka, bercampur dengan wangi aroma terapi yang menenangkan.Di tepi jacuzzi, sebuah nampan kecil diletakkan rapi. Di atasnya, satu teko berisi jus dingin yang mulai berembun dan dua gelas kosong.Liora berdiri perlahan dari dalam air, kulitnya berkilau oleh percikan. Tanpa banyak bicara, dia meraih teko itu, lalu menuangkan jus ke dalam kedua gelas kosong itu.Dia sengaja melakukan semua itu dengan gerakan yang sangat lambat, seolah menunda selama mungkin untuk menjawab pertanyaan sahabatnya.Dia menyerahkan satu gelas pada Meilissa, lalu kembali ke posisinya semula, menyandarkan punggung pada dinding jacuzzi.Dia menyodorkan satu gelas kepada Meilissa, lalu kembali duduk di sisi semula, membiarkan air hangat memeluk tubuhnya. Liora meneguk minumannya pelan, lalu menatap permukaan air sejenak sebelum akhirnya berkata,“Un

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 131 - Ada Hubungan Khusus?

    Kabar kepulangan Lionel menyebar jauh lebih cepat dari yang dia perkirakan.Pagi itu, Nyonya Besar Sinclair duduk tegak di kursi utama ruang makan. Cahaya matahari menembus tirai tipis berwarna gading, memantul di permukaan meja marmer panjangSuasana pagi yang indah tidak bisa membuat wanita itu t

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 123 -- Menyentuhku Lebih Lama

    "Setelah Nona Liora bangun, Bibi sampaikan pesannya. Ya, Non?" jawab Bibi Emma akhirnya."Ya," jawab Meilissa pendek. Dia tahu kalau Bibi Emma tentu tidak berani membangunkan Liora.Meilissa kembali menatap layar ponselnya lagi, berharap ada perubahan sekecil apa pun. Satu notifikasi. Satu tanda kal

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 112 - Biarkan Aku Melayanimu

    "Astaga, Mei! Pertanyaan macam apa itu?" sergah Lionel gemas. Seluruh tubuhnya bereaksi hebat setiap kali mendengar ucapan-ucapan Meilissa yang terus menyerang benteng pertahanannya.Meilissa mengerjapkan mata. "Itu isi kepalaku.""Kamu membuatku gila!" Lionel langsung meraup tubuh Meilissa.Angkat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 113 - Cintai Aku, Om...

    Pelan-pelan Meilissa mulai menikmati setiap sentuhan Lionel. Tubuhnya terasa lebih relaks. Dia menyukai semua pijatan yang di lakukan oleh Lionel padanya.Otot-otot di bahu dan lehernya tidak setegang tadi. Semakin lama pijatan itu semakin membuatnya nyaman."Bagaimana? Enak bukan?" tanya Lionel di

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status