Share

Bab 103

Author: iindwi_z
last update publish date: 2026-08-12 08:05:11

“Ibu, apakah kita jadi bertemu dengan Nenek dan Kakek?”

Aku mengangguk mendengar pertanyaan Nicolas. Anak itu sejak tadi begitu antusias saat mengetahui bahwa hari ini ia akan bertemu dengan keluarga besarnya.

“Tapi kenapa wajah Ibu kelihatan cemas?”

“Ibu tidak cemas, Sayang. Ibu hanya merasa gugup.”

“Gugup? Kenapa Ibu harus gugup?”

Aku tersenyum seraya mengelus lembut rambut Nicolas, menatap sepasang matanya yang mengedip polos.

“Gugup saja, karena Ibu sudah sangat lama tidak bertemu dengan me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 132

    “Auh … sssh, Camila Sayang …”Aku yang mendengar rintihan serak itu menjadi semakin semangat mengulum penis besar milik Javier, memasukkannya ke dalam mulut dan membayangkan seolah aku sedang menikmati es krim coklat kesukaanku.Aku tersenyum nakal saat Javier terlihat kembali mendongak pasrah, dengan mata yang sudah diliputi kabut gairah. Tanganku bergerak cepat. Aku memasukkan semakin dalam ke mulut sampai-sampai aku hampir tersedak.Hingga akhirnya, cairan kental pelepasan menyembur keluar. Tanpa rasa jijik sedikit pun, aku menelannya dan menjilati penisnya sampai benar-benar bersih.Aku menatap Javier yang napasnya masih terengah-engah. Tanganku kembali menggenggam penisnya yang masih berdiri tegak. Tanpa banyak bicara, aku langsung naik ke atas tubuhnya. Perlahan, aku mengarahkan dan memasukkannya ke dalam lubang vaginaku.“Aaah …” Aku menjerit kecil saat benda hangat itu berhasil terbenam sepenuhnya.Dengan senyum menggoda dan tubuh yang sudah diselimuti kabut gairah, aku mulai

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 133

    POV Author Javier hampir saja melangkah maju untuk mengajak Camila pulang ke rumah pribadi mereka.Namun, langkahnya terhenti seketika saat sang ibu mendadak berdiri menghadang di depannya dengan merentangkan kedua tanganya. Javier tentu saja menatap ibunya dengan raut wajah kesal.“Apa sih, Ma? Aku tidak akan membuatnya sampai kelelahan!” keluhnya berlanjut terang-terangan.Helaan napas berat keluar dari bibir Isabella. Wanita paruh baya itu menatap putranya dengan ekspresi tidak percaya, seakan apa yang dikatakan anaknya hanya asalan. “Nanti akan ada tim terapis yang datang untuk merawat tubuh Camila, Javier. Jadi kamu jangan mengganggunya! Kalau memang kamu tidak mau pulang dan memilih menginap di sini, tidak apa-apa. Tapi kamu harus tidur di kamarmu sendiri! Jangan sampai malam ini kamu nekat tidur dengannya!”Javier tidak langsung menjawab. Ia mengalihkan pandangannya pada Camila, seakan meminta pertolongan agar sang calon istri membelanya. Namun, Camila justru memilih membuang

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 131

    POV CamilaAku menggeleng pelan. Tidak tahu kenapa, kali ini aku juga sangat ingin menyentuhnya.Setelah apa yang terjadi tadi, aku merasa tubuhku kotor. Arlo telah menyentuh tanganku dan menampar pipiku, dan aku ingin Javier menghapus seluruh bekas sentuhan pria itu dari tubuhku.Aku kembali menyatukan bibir kami. Melingkarkan kedua tanganku di lehernya, lalu mengelus rambutnya untuk memperdalam ciuman yang kini sudah mulai diliputi kabut gairah.Javier membimbingku untuk berbaring di atas tempat tidur dengan posisi kami yang masih saling memeluk erat.Lalu saat ciuman terlepas sejenak, ia menatap mataku lekat-lekat. Jemarinya melangkah mengecup lembut pipiku yang tadi ditampar Arlo, mengelusnya dengan sangat hati-hati.Javier masih belum bersuara, tetapi aku bisa melihat bahwa sepasang matanya pun sudah sepenuhnya diselimuti kabut gairah yang membara.Perlahan, pandangannya turun. Javier mulai membantuku melepaskan pakaian. Kali ini ia melakukannya dengan amat perlahan dan berhati-h

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 130

    Setelah kepergian Arlo, Javier langsung bergegas masuk ke kamar pribadinya untuk melihat kondisi Camila. Ia menghembuskan napas lega begitu melihat Camila sedang meringkuk tertidur di atas tempat tidur. Namun, dadanya terasa nyeri saat melihat memar merah di pipi wanita itu—bahkan bulu matanya masih basah oleh sisa air mata meski ia sudah tertidur lelap.Dengan sangat hati-hati, Javier membenarkan letak selimut, tidak ingin mengganggu wanita yang amat dicintainya itu terbangun.“Pasti Camila sangat ketakutan tadi,” batin Javier seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.Setelah memastikan Camila sudah merasa nyaman dalam tidurnya, Javier melangkah keluar kamar. Masih ada hal penting yang harus segera ia urus.Terlebih dahulu, ia menghubungi Alex untuk meminta bantuan menjemput Nicolas di sekolah nanti. Javier bahkan meminta agar Nicolas dititipkan sementara di rumah kedua orang tuanya. Ia tidak ingin putranya melihat pipi ibunya yang terluka jika mereka bertemu hari ini.Javier lalu memb

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 129

    POV AuthorJavier masih dengan setia menjelaskan proyek barunya dan memaparkan perkembangan pembangunan pabrik yang tengah berjalan di Kota S.Namun, presentasinya mendadak terhenti saat Lio melangkah mendekat dan membisikkan sesuatu di telinganya.Tubuh Javier langsung menegang kaku. Rahangnya mengeras hebat saat mendengar kabar buruk yang disampaikan Lio mengenai situasi Camila di ruang kerjanya.Tanpa berpamitan pada para peserta rapat, Javier berbalik dan meninggalkan ruangan begitu saja.Matanya memerah menahan amarah, kepalanya terasa panas usai mengetahui Arlo nekat mendatangi ruang kerjanya—tempat di mana Camila berada seorang diri.Bukan karena ia tidak percaya pada Camila. Javier hanya sangat tidak percaya pada Arlo—pria bajingan yang tidak pernah puas hanya dengan satu wanita.Bahkan, Javier sudah bisa membaca niat licik Arlo hanya dari cara pria itu menatap Camila waktu itu. Itulah alasan mengapa Javier selalu melarang Camila bertemu atau berada di dekat pria sialan terseb

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Bab 128

    POV AuthorSeolah hari ini adalah hari keberuntungannya, Arlo tidak henti-hentinya tersenyum puas saat mengetahui hanya ada Camila seorang diri di dalam ruang kerja Javier.Terlebih lagi, di depan ruangan megah itu sama sekali tidak ada penjagaan. Bahkan sekretaris Javier yang biasanya bertugas di meja depan pun sedang tidak ada di tempat. Seakan-akan takdir memang sedang berpihak padanya.“Aku hanya ingin mengenalmu lebih dalam saja, masa tidak boleh?” ujar Arlo santai seraya melangkah mendekat dan mendudukkan dirinya di atas sofa.Camila berjalan mundur menjauh. Ia sama sekali tidak ingin berdekatan dengan pria lain, terlebih saat suaminya sedang tidak berada di sisinya.Kedua tangannya mengepal erat saat Arlo kembali menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki—sebuah tatapan melecehkan yang sangat menelanjangi. Padahal saat ini Camila mengenakan gaun yang sangat sopan dan tertutup, namun tatapan pria di depannya itu tetap saja terasa amat menjijikkan.“Suamimu tidak akan marah k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status