Bu Renata tersenyum. Dia meraih tangan Hendro dan menyatukannya dengan tangan Wenny. "Wenny, demi Ariana, kasih kesempatan pada Hendro ya. Kalau dia masih berani mengecewakanmu, aku bakal jadi orang pertama yang nggak akan melepaskannya!""Bu, aku ini anak kandungmu lho!"Wenny pun menyunggingkan bibirnya. Dia tersenyum.Hendro memandang ke arah Wenny. "Wenny, menikahlah denganku. Ayo, kita nikah!"Hati Wenny akhirnya benar-benar melunak. Sebenarnya, hidup ini tidak perlu terus-terusan dibayangi masa lalu. Yang penting adalah hidup di saat ini.Wenny mengangguk. "Oke."Hendro langsung memeluk Wenny dan memutarnya beberapa kali. "Baguslah, Wenny. Kita akan menikah! Aku akan membawamu pulang sebagai istriku!"Ariana bertepuk tangan dengan riang. "Selamat, Papa. Selamat, Mama!"Bu Renata juga tersenyum bahagia.....Hendro dan Wenny sudah memutuskan untuk menikah. Hari ini adalah hari kerja dan kantor catatan sipil buka.Hendro pun menelepon Wenny. Saat ini, Wenny sedang sibuk di studiony
Bu Renata terdiam sejenak. Raut wajahnya terlihat penuh kejutan. Apa? Siapa ayahnya Ariana?Bu Renata merasa seolah-olah dia salah dengar."Ariana, kamu bilang siapa papamu?"Ariana menjawab dengan suara imut, "Nenek, papaku itu Paman Ganteng. Kamu adalah nenek kandungku!"Bu Renata benar-benar terkejut.Saat itu, Hendro dan Wenny berjalan keluar. Hendro memberi tahu, "Bu, kamu nggak salah dengar. Ariana adalah anak kandungku!""Apa? Apa yang sebenarnya terjadi?" Bu Renata sangat terkejut.Hendro mengeluarkan laporan hasil tes DNA. "Bu, coba lihat ini."Bu Renata menerimanya, membukanya, dan melihat laporan hasil tes DNA tersebut. Ternyata, Ariana memang anak kandung Hendro.Pantas saja. Tidak mengherankan dia begitu menyukai Ariana. Ternyata, Ariana memang cucu kandungnya!Keluarga Jamil akhirnya punya keturunan!"Bu, ada banyak hal yang terjadi antara aku dan Wenny. Dulu, aku membuat hati Wenny hancur. Sebenarnya Eddy bukan pacar Wenny, melainkan kakak seperguruannya!""Bu, aku tahu
Wenny menatap Hendro. "Hari ini, kita akan pergi mengurus akta nikah?"Hendro duduk tegak. "Ya, Wenny. Tadi malam, kamu hampir membuatku kehabisan tenaga. Apa kamu nggak merasa harus bertanggung jawab padaku?"Apa?Dia membuatnya kehabisan tenaga?Wenny merasa itu tidak benar. Justru Hendro ... yang seperti binatang kelaparan tadi malam!"Aku nggak mau nikah!"Wenny memang tidak pernah berpikir untuk menikah dengan Hendro.Saat itu, Ariana meraih leher Wenny dan memeluknya dengan tangan kecilnya. "Mama, kenapa kamu nggak mau nikah sama Papa?"Wenny merasa bersalah pada Ariana. Selama tiga tahun ini, Ariana selalu menginginkan seorang ayah dan ingin memiliki keluarga yang lengkap. Itu semua adalah kesalahannya."Ariana, Mama ....""Oh, aku tahu. Pasti Papa melakukan sesuatu yang salah dan membuat Mama marah, makanya Mama nggak mau nikah sama Papa. Papa, ini pasti salahmu!"Wenny segera tersenyum. Ariana benar-benar perhatian padanya. Anaknya memang sangat menyayanginya.Hendro memandang
Hendro menelan ludahnya. Wanita nakalnya sudah kembali.Dia mencengkeram pinggang Wenny yang lembut. "Besar banget nafsumu. Memangnya kamu bisa menghabisiku?"Wenny menatap ke arah Hendro. Pria paling tampan dan terhormat di seluruh ibu kota ini memang sangat dominan dan tak terkalahkan. Wenny mengangkat tangannya, lalu memeluk lehernya dan berkata sambil tersenyum, "Kamu akan tahu setelah mencobanya!"....Entah berapa lama berlalu, Wenny digendong oleh Hendro ke ranjang. Sekujur tubuhnya terasa lemas, seperti tidak ada tenaga sama sekali.Ariana tidur di bagian dalam ranjang. Wajah kecilnya yang halus dan sempurna terlihat putih dengan sentuhan merah, bagaikan apel merah yang menggoda. Itu membuat siapa pun ingin menggigitnya.Wenny pun memeluk anaknya dan menciumnya.Saat itu, Hendro keluar dari kamar mandi dan naik ke ranjang. Dia tidur di samping Wenny dan memeluknya.Wenny menatapnya dengan tatapan tajam. "Jangan tidur di sini. Tidurlah di tempat lain!"Hendro mengulurkan tangan
Hendro segera berbicara dengan tegas, "Nggak akan ada hari itu. Aku nggak akan menikahi putri taipan!"Wenny berujar, "Pokoknya, aku nggak akan menikah denganmu!"Hendro bertanya, "Kenapa?"Wenny ingin berbicara, tetapi Hendro sudah menyela, "Wenny, aku tahu banyak hal telah terjadi di antara kita, tapi orang yang kucintai selalu kamu. Aku nggak pernah menyimpang dari jalan ini. Kasih aku satu kesempatan lagi. GImana kalau kita mulai dari awal?"Wenny ingin menjawab, "Hendro, kita ...."Namun, Hendro malah mencengkeram dagunya dengan lembut. Dia lalu menunduk dan langsung mencium bibirnya.Dengan satu ciuman, Hendro membuat kata-kata Wenny terhenti."Ugh."Wenny menekan kedua tangannya ke dada Hendro yang tegap dan berusaha mendorongnya, "Hendro, jangan! Lepaskan aku!"Hendro tidak bergerak sedikit pun. "Aku nggak akan melepaskanmu! Wenny, jangan bilang kamu nggak mencintaiku lagi. Aku tahu, Eddy adalah kakak seperguruanmu!"Bulu Wenny bergetar. Dia tidak menyangka bahwa Hendro bahkan
Hendro mengangguk. "Benar, aku mau Ariana! Aku mau hak asuh Ariana!"Hati Wenny terbakar oleh amarah. Dia mengangkat tangan dan hendak menampar wajah tampan Hendro.Namun, Wenny tidak sempat melakukannya. Sebab, Hendro dengan cepat menangkap pergelangan tangannya yang ramping dan menariknya ke dalam pelukannya. "Mau tampar aku?"Wenny bertanya dengan kesal, "Hendro, kenapa kamu harus merebut Ariana dariku? Aku yang melahirkannya, aku juga yang membesarkannya. Kamu nggak pernah melakukan apa-apa!"Hendro malah menggendongnya. Setelah berjalan beberapa langkah, dia mendudukkan Wenny di meja kerjanya. Dengan dua tangan menopang meja, dia menahan Wenny dalam pelukannya. "Siapa bilang aku nggak melakukan apa-apa? Kalau aku nggak berkorban, gimana bisa ada Ariana? Wenny, kamu mencuri genku untuk melahirkan anak!"Wenny kehabisan kata-kata.Kalimat itu tidak bisa dibalas olehnya. Memang benar, gen Hendro yang membuatnya melahirkan Ariana.Dulu, Fany dan Yuvi pernah bercanda bahwa gen Hendro s