Beranda / Romansa / Cinta kita bersemi lagi / (Bab 2) SAHABAT YANG SELALU ADA

Share

(Bab 2) SAHABAT YANG SELALU ADA

Penulis: Kangal
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-28 07:29:30

Beberapa bulan berlalu, dan hubungan antara Kalia dan Rafi semakin erat. Rafi sering datang ke klinik—kadang pada pagi hari sebelum pergi ke lokasi proyek, kadang pada sore hari setelah pekerjaannya selesai. Kadang dia membawa pekerja yang merasa tidak enak badan, kadang hanya untuk membawa makanan khas daerah seperti seruit atau pempek yang dibeli dari pedagang kaki lima dekat pasar Sukarame.

Saat Kalia menghadapi masalah keuangan karena pasokan obat yang harganya terus naik, Rafi tidak tingga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 1) KEMBALI KE KOTA LAMA

    Hujan gerimis menyapu jalan-jalan di kawasan Sukarame saat Kalia menepuk-nepuk debu dari papan nama kayu yang tertulis "Klinik Sehat Bersama - Dr. H. Mansyur". Kayu yang sudah menguning menunjukkan usia klinik yang telah berdiri lebih dari empat puluh tahun. Kakeknya yang sudah berusia 78 tahun berdiri di sebelahnya, jasnya sedikit terlipat tapi rambutnya tetap rapi diikat dengan ikal kecil. Tangan nya gemetar saat memegang tongkat kayu, tapi mata nya penuh harapan saat melihat klinik yang dulu menjadi pusat kehidupan keluarga nya."Kalian sudah sepakat, Kan? Klinik ini adalah warisan dari ayahmu, Kalia. Aku tidak bisa lagi mengelolanya sendirian—tangan ku sudah tidak stabil lagi untuk menyuntik, dan mata ku mulai sulit membaca resep," ujar Kakek Mansyur dengan suara pelan tapi tegas. Udara di sekitar mereka terasa sejuk dengan aroma tanah basah dan bunga melati dari taman belakang klinik.Kalia mengangguk, meskipun hatinya masih penuh keraguan. Hanya seminggu yang lal

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 2) SAHABAT YANG SELALU ADA

    Beberapa bulan berlalu, dan hubungan antara Kalia dan Rafi semakin erat. Rafi sering datang ke klinik—kadang pada pagi hari sebelum pergi ke lokasi proyek, kadang pada sore hari setelah pekerjaannya selesai. Kadang dia membawa pekerja yang merasa tidak enak badan, kadang hanya untuk membawa makanan khas daerah seperti seruit atau pempek yang dibeli dari pedagang kaki lima dekat pasar Sukarame.Saat Kalia menghadapi masalah keuangan karena pasokan obat yang harganya terus naik, Rafi tidak tinggal diam. Dia menggunakan koneksinya untuk mencari pemasok obat lokal yang lebih terjangkau dan bahkan mengajak beberapa teman bisnisnya untuk menjadi donor bagi klinik. Mereka membuat program "Sehat untuk Semua" yang memberikan layanan pemeriksaan gratis bagi masyarakat miskin di sekitar pesisir setiap hari Sabtu."Kenapa kamu begitu membantu aku?" tanya Kalia suatu malam saat mereka makan bakso di warung dekat pantai Teluk Betung. Lampu neon di warung memberikan cahaya kemerahan yang lembut, dan

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 3) JEJAK MASA LALU

    Dengan bantuan teman sekantor yang bekerja di kantor catatan sipil Kota Bandar Lampung, Ana—seorang perempuan muda yang juga pasien rutin di klinik—Kalia mulai menyelidiki asal-usulnya dengan hati-hati. Mereka datang ke kantor pada pagi hari ketika pengunjung masih sedikit, dan Ana membantu Kalia mencari data kelahiran dengan nama Lala Pratama.Hasil pencariannya membuatnya terkejut hingga hampir tidak bisa berdiri. Di buku catatan kelahiran tahun 1998 tercatat dengan jelas: "Lala Pratama, lahir pada tanggal 15 November 1998 pukul 10.15 pagi di Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Lampung, anak dari Bapak Budi Pratama dan Ibu Siti Pratama." Nama Budi Pratama adalah nama ayah Rafi yang sudah meninggal dunia.Menurut catatan resmi berikutnya, Lala Pratama telah meninggal dunia pada tanggal 17 Mei 1999 karena penyakit paru-paru akut. Tapi jelasnya, itu bukan kebenaran karena Kalia sekarang hidup dan sehat—dia bahkan telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dengan nilai yang baik."Ini tidak m

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 4) JARAK YANG MENYAKITKAN

    Mulai saat itu, Kalia mulai menghindari Rafi dengan segala cara yang bisa dia pikirkan. Dia membuat alasan setiap kali Rafi ingin bertemu—entah itu mengatakan bahwa klinik sedang sibuk dengan pasien, atau dia harus pergi ke rumah sakit besar untuk mengambil suplai obat, atau dia sudah tidur lebih awal karena merasa lelah. Dia bahkan menutup klinik lebih awal beberapa kali saat melihat Rafi datang dari arah jalan utama, atau pergi keluar ke pasar bersama Ana saat dia tahu Rafi akan datang mengunjunginya.Rafi merasa bingung dan kesal dengan perubahan sikap Kalia yang tiba-tiba. Dia mencoba menghubunginya melalui telepon dan pesan singkat, tapi jawaban Kalia selalu pendek dan tidak ramah. "Sibuk sekarang" atau "Nanti saja ya" atau bahkan tidak menjawab sama sekali. Dia datang ke klinik beberapa kali dan menemukan bahwa pintu sudah terkunci padahal belum jam tutup, atau Kalia sedang "sedang memeriksa pasien" padahal ruangan pemeriksaan kosong."Apa yang terjadi dengan Kak Kalia ya?" tany

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 5) PERNYATAAN CINTA YANG SALAH WAKTU

    Beberapa minggu kemudian, kondisi Bu Siti sudah cukup baik untuk pulang dari rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa dia perlu istirahat cukup lama dan mengonsumsi obat secara teratur, tapi tidak ada komplikasi serius yang mengancam nyawa. Rafi mengadakan acara kecil di rumahnya untuk merayakan pemulihan ibunya—hanya dengan beberapa teman dekat dan keluarga, termasuk Kakek Mansyur dan Kalia. Hari itu juga tepat merupakan ulang tahun Rafi yang ke-28.Kalia datang dengan hati yang penuh keraguan. Dia telah membuat keputusan akhir untuk mengungkapkan identitasnya pada Rafi dan kemudian pindah kembali ke Jakarta—dia sudah menerima tawaran kerja dari Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta sebagai dokter spesialis kedokteran keluarga. Dia berencana untuk pergi minggu depan agar bisa menjauh dari Rafi dan membiarkan dia hidup damai tanpa beban masa lalu yang menyakitkan.Dia membawa dua hal: sebuah kue ulang tahun buatan tangan nya dengan hiasan bentuk jembatan kecil yang dibuat dari gula merah (sebaga

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 6) KEBENARAN YANG LEBIH MENDALAM

    Kalia melihat Rafi dengan wajah penuh kekaguman. "Apa kamu bercanda? Kakek Mansyur dan Bu Siti bilang kita adalah saudara kandung!""Itu bukan kebenaran yang sebenarnya," jawab Rafi sambil mengambil sebuah amplop dari dalam saku jas nya. Dia membukanya dengan hati-hati dan mengeluarkan selembar kertas putih yang sudah dilipat rapi, ditambah sebuah amplop kecil berisi hasil tes laboratorium. "Saat Bu sakit di rumah sakit, aku menemukan kotak lama di dalam lemari kayu ayahmu yang terkunci—kotak yang selalu dia katakan hanya boleh dibuka jika ada keadaan darurat. Aku harus memecahkan kuncinya karena khawatir ada sesuatu yang penting tentang kondisi Bu. Di dalamnya ada surat terakhir yang ditulis ayahmu sebelum dia meninggal, dan juga hasil tes DNA yang dilakukan saat aku masih kecil."Dia mulai membaca isi surat dengan suara yang jelas dan penuh perasaan:"Untuk anakku yang tersayang, Rafi. Jika kamu menemukan surat ini, berarti waktunya telah tiba untuk mengetahui kebenaran. Kamu bukan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status