Home / Romansa / Cinta kita bersemi lagi / (Bab 5) PERNYATAAN CINTA YANG SALAH WAKTU

Share

(Bab 5) PERNYATAAN CINTA YANG SALAH WAKTU

Author: Kangal
last update Last Updated: 2025-12-28 07:37:53

Beberapa minggu kemudian, kondisi Bu Siti sudah cukup baik untuk pulang dari rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa dia perlu istirahat cukup lama dan mengonsumsi obat secara teratur, tapi tidak ada komplikasi serius yang mengancam nyawa. Rafi mengadakan acara kecil di rumahnya untuk merayakan pemulihan ibunya—hanya dengan beberapa teman dekat dan keluarga, termasuk Kakek Mansyur dan Kalia. Hari itu juga tepat merupakan ulang tahun Rafi yang ke-28.

Kalia datang dengan hati yang penuh keraguan. Dia telah membuat keputusan akhir untuk mengungkapkan identitasnya pada Rafi dan kemudian pindah kembali ke Jakarta—dia sudah menerima tawaran kerja dari Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta sebagai dokter spesialis kedokteran keluarga. Dia berencana untuk pergi minggu depan agar bisa menjauh dari Rafi dan membiarkan dia hidup damai tanpa beban masa lalu yang menyakitkan.

Dia membawa dua hal: sebuah kue ulang tahun buatan tangan nya dengan hiasan bentuk jembatan kecil yang dibuat dari gula merah (sebagai penghormatan pada proyek Rafi), dan kotak kayu kecil yang berisi surat-surat lama serta foto-foto masa lalunya yang telah dia susun kembali dengan rapi.

Setelah acara pesta mulai mereda dan tamu-tamu mulai pulang satu per satu, Kalia mengajak Rafi keluar ke halaman belakang rumahnya—tempat mereka dulu sering duduk bersama di atas hamparan tikar, melihat langit berbintang dan berbicara tentang segala sesuatu hingga larut malam. Taman belakang itu kini ditanami berbagai jenis bunga yang Bu Siti rawat dengan cinta, termasuk melati yang harum dan kembang sepatu yang berwarna-warni.

"Ada sesuatu yang ingin kubilang padamu, Rafi," ujar Kalia dengan suara gemetar. Dia meletakkan kotak kayu kecil di antara mereka dan melihat wajah Rafi yang penuh perhatian. Cahaya dari lampu taman kecil memberikan kilauan lembut pada wajah mereka berdua. "Aku adalah Lala. Aku adalah saudara kandungmu yang kamu kira sudah meninggal dunia saat kecil."

Rafi membeku sejenak sebelum perlahan membuka kotak dan melihat isi nya. Dia mengambil foto-foto lama dan membaca surat-surat dengan teliti. Air mata mulai mengalir di pipinya saat dia melihat foto bayi yang dia kenal sebagai dirinya sendiri sedang bermain dengan bayi kecil yang lain—bayi yang sekarang dia tahu adalah Kalia, dengan mainan mobil kayu yang dia ingat pernah dia buat sendiri saat kecil.

"Mengapa kamu tidak memberitahuku lebih awal?" tanya dia dengan suara pelan, tidak bisa melihat ke arah Kalia. Tangan nya masih memegang foto lama itu erat-erat.

"Aku khawatir kamu akan marah dan tidak mau melihatku lagi," jawab Kalia dengan suara bergetar, air mata sudah menetes ke pipinya. "Dan aku juga... aku juga cinta padamu, Rafi. Lebih dari sahabat, lebih dari apa pun yang pernah aku rasakan pada seseorang. Sejak pertama kali kita bertemu, hatiku sudah terpikat padamu. Tapi aku tahu kita tidak bisa bersama karena kita adalah saudara kandung. Itu sebabnya aku berencana untuk pergi besok—pulang ke Jakarta dan tidak akan pernah kembali lagi. Aku hanya ingin kamu bahagia, bahkan jika itu tanpa aku di sisimu."

Rafi akhirnya mengangkat wajah dan melihatnya dengan mata yang penuh cinta dan kesedihan. Dia meraih wajah Kalia dengan lembut dan menghapus air matanya dengan ujung jempol nya. "Aku juga cinta padamu, Kalia. Sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah merasakan sesuatu yang spesial padamu. Setiap hari tanpa kamu berbicara denganku rasanya sangat panjang dan hampa. Tapi kamu salah besar tentang satu hal—kita bukan saudara kandung."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 1) KEMBALI KE KOTA LAMA

    Hujan gerimis menyapu jalan-jalan di kawasan Sukarame saat Kalia menepuk-nepuk debu dari papan nama kayu yang tertulis "Klinik Sehat Bersama - Dr. H. Mansyur". Kayu yang sudah menguning menunjukkan usia klinik yang telah berdiri lebih dari empat puluh tahun. Kakeknya yang sudah berusia 78 tahun berdiri di sebelahnya, jasnya sedikit terlipat tapi rambutnya tetap rapi diikat dengan ikal kecil. Tangan nya gemetar saat memegang tongkat kayu, tapi mata nya penuh harapan saat melihat klinik yang dulu menjadi pusat kehidupan keluarga nya."Kalian sudah sepakat, Kan? Klinik ini adalah warisan dari ayahmu, Kalia. Aku tidak bisa lagi mengelolanya sendirian—tangan ku sudah tidak stabil lagi untuk menyuntik, dan mata ku mulai sulit membaca resep," ujar Kakek Mansyur dengan suara pelan tapi tegas. Udara di sekitar mereka terasa sejuk dengan aroma tanah basah dan bunga melati dari taman belakang klinik.Kalia mengangguk, meskipun hatinya masih penuh keraguan. Hanya seminggu yang lal

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 2) SAHABAT YANG SELALU ADA

    Beberapa bulan berlalu, dan hubungan antara Kalia dan Rafi semakin erat. Rafi sering datang ke klinik—kadang pada pagi hari sebelum pergi ke lokasi proyek, kadang pada sore hari setelah pekerjaannya selesai. Kadang dia membawa pekerja yang merasa tidak enak badan, kadang hanya untuk membawa makanan khas daerah seperti seruit atau pempek yang dibeli dari pedagang kaki lima dekat pasar Sukarame.Saat Kalia menghadapi masalah keuangan karena pasokan obat yang harganya terus naik, Rafi tidak tinggal diam. Dia menggunakan koneksinya untuk mencari pemasok obat lokal yang lebih terjangkau dan bahkan mengajak beberapa teman bisnisnya untuk menjadi donor bagi klinik. Mereka membuat program "Sehat untuk Semua" yang memberikan layanan pemeriksaan gratis bagi masyarakat miskin di sekitar pesisir setiap hari Sabtu."Kenapa kamu begitu membantu aku?" tanya Kalia suatu malam saat mereka makan bakso di warung dekat pantai Teluk Betung. Lampu neon di warung memberikan cahaya kemerahan yang lembut, dan

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 3) JEJAK MASA LALU

    Dengan bantuan teman sekantor yang bekerja di kantor catatan sipil Kota Bandar Lampung, Ana—seorang perempuan muda yang juga pasien rutin di klinik—Kalia mulai menyelidiki asal-usulnya dengan hati-hati. Mereka datang ke kantor pada pagi hari ketika pengunjung masih sedikit, dan Ana membantu Kalia mencari data kelahiran dengan nama Lala Pratama.Hasil pencariannya membuatnya terkejut hingga hampir tidak bisa berdiri. Di buku catatan kelahiran tahun 1998 tercatat dengan jelas: "Lala Pratama, lahir pada tanggal 15 November 1998 pukul 10.15 pagi di Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Lampung, anak dari Bapak Budi Pratama dan Ibu Siti Pratama." Nama Budi Pratama adalah nama ayah Rafi yang sudah meninggal dunia.Menurut catatan resmi berikutnya, Lala Pratama telah meninggal dunia pada tanggal 17 Mei 1999 karena penyakit paru-paru akut. Tapi jelasnya, itu bukan kebenaran karena Kalia sekarang hidup dan sehat—dia bahkan telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dengan nilai yang baik."Ini tidak m

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 4) JARAK YANG MENYAKITKAN

    Mulai saat itu, Kalia mulai menghindari Rafi dengan segala cara yang bisa dia pikirkan. Dia membuat alasan setiap kali Rafi ingin bertemu—entah itu mengatakan bahwa klinik sedang sibuk dengan pasien, atau dia harus pergi ke rumah sakit besar untuk mengambil suplai obat, atau dia sudah tidur lebih awal karena merasa lelah. Dia bahkan menutup klinik lebih awal beberapa kali saat melihat Rafi datang dari arah jalan utama, atau pergi keluar ke pasar bersama Ana saat dia tahu Rafi akan datang mengunjunginya.Rafi merasa bingung dan kesal dengan perubahan sikap Kalia yang tiba-tiba. Dia mencoba menghubunginya melalui telepon dan pesan singkat, tapi jawaban Kalia selalu pendek dan tidak ramah. "Sibuk sekarang" atau "Nanti saja ya" atau bahkan tidak menjawab sama sekali. Dia datang ke klinik beberapa kali dan menemukan bahwa pintu sudah terkunci padahal belum jam tutup, atau Kalia sedang "sedang memeriksa pasien" padahal ruangan pemeriksaan kosong."Apa yang terjadi dengan Kak Kalia ya?" tany

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 5) PERNYATAAN CINTA YANG SALAH WAKTU

    Beberapa minggu kemudian, kondisi Bu Siti sudah cukup baik untuk pulang dari rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa dia perlu istirahat cukup lama dan mengonsumsi obat secara teratur, tapi tidak ada komplikasi serius yang mengancam nyawa. Rafi mengadakan acara kecil di rumahnya untuk merayakan pemulihan ibunya—hanya dengan beberapa teman dekat dan keluarga, termasuk Kakek Mansyur dan Kalia. Hari itu juga tepat merupakan ulang tahun Rafi yang ke-28.Kalia datang dengan hati yang penuh keraguan. Dia telah membuat keputusan akhir untuk mengungkapkan identitasnya pada Rafi dan kemudian pindah kembali ke Jakarta—dia sudah menerima tawaran kerja dari Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta sebagai dokter spesialis kedokteran keluarga. Dia berencana untuk pergi minggu depan agar bisa menjauh dari Rafi dan membiarkan dia hidup damai tanpa beban masa lalu yang menyakitkan.Dia membawa dua hal: sebuah kue ulang tahun buatan tangan nya dengan hiasan bentuk jembatan kecil yang dibuat dari gula merah (sebaga

  • Cinta kita bersemi lagi   (Bab 6) KEBENARAN YANG LEBIH MENDALAM

    Kalia melihat Rafi dengan wajah penuh kekaguman. "Apa kamu bercanda? Kakek Mansyur dan Bu Siti bilang kita adalah saudara kandung!""Itu bukan kebenaran yang sebenarnya," jawab Rafi sambil mengambil sebuah amplop dari dalam saku jas nya. Dia membukanya dengan hati-hati dan mengeluarkan selembar kertas putih yang sudah dilipat rapi, ditambah sebuah amplop kecil berisi hasil tes laboratorium. "Saat Bu sakit di rumah sakit, aku menemukan kotak lama di dalam lemari kayu ayahmu yang terkunci—kotak yang selalu dia katakan hanya boleh dibuka jika ada keadaan darurat. Aku harus memecahkan kuncinya karena khawatir ada sesuatu yang penting tentang kondisi Bu. Di dalamnya ada surat terakhir yang ditulis ayahmu sebelum dia meninggal, dan juga hasil tes DNA yang dilakukan saat aku masih kecil."Dia mulai membaca isi surat dengan suara yang jelas dan penuh perasaan:"Untuk anakku yang tersayang, Rafi. Jika kamu menemukan surat ini, berarti waktunya telah tiba untuk mengetahui kebenaran. Kamu bukan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status